PUISI : MENGENANG NAMAMU PADA LIRIH DESAU ANGIN

Posted 17 Oct 2014 — by
Category Puisi

 yusnawir

Dalam banyak kisah, kita selalu percaya bahagia selalu ada di penghujung hilirnya

sementara duka dan tangis hanyalah ornamen pelengkap

yang kerap melekat ringkih di sepanjang perjalanan

lalu akan luruh satu-satu meninggalkan jejak kelam dibelakang

Saat kukenang namamu pada lirih desau angin

di terik kemarau yang menghadirkan peluh, juga keluh

atau di temaram senja dimana kita pernah merajut asa

bayangmu hadir dalam senyap bersama senyum pahit

“Segalanya memang mungkin tak sesuai harapan,”katamu pilu

seraya menyeka air mata yang mengalir deras di tebing pipi

dan menjelma hujan, membasahi rumput pekarangan

lalu perlahan hanyut membawa impian indah kita entah kemana

“Jangan pernah berhenti untuk meyakini hadirnya kebahagiaan,”tuturmu lagi,

“karena aku akan berdiri disana, setia di ujung penantian, menyongsong kedatanganmu,

dengan atau tanpa mengenang namaku”

Cikarang,17 Oktober 2014

Foto karya Yusnawir Yusuf

DAYA PUKAU PERUMAHAN GRAHA RAYA DALAM ONE DAY BLOGGER GATHERING

Posted 30 Sep 2014 — by
Category Kisahku

IMG_20140927_124735 (Copy)Hari Sabtu (27/9) saya memenuhi undangan untuk menghadiri Blogger Gathering #LiveInGrahaRaya bersama sejumlah teman-teman blogger dari berbagai komunitas. Sama seperti yang pernah saya ikuti tahun lalu dalam one day blogger tour ke Bintaro Jaya , rombongan kami berangkat dengan bis dari Plaza fX Jln.Jenderal Sudirman Jakarta Selatan. Saya menyapa sejumlah kawan yang saya kenal dari Komunitas Blogger Bekasi, Komunitas Blogger Makassar chapter Jakarta,Komunitas Blogger Reporter Indonesia dan lain-lain. Saya berjumpa dan berbincang akrab dengan Kirman Syam, perwakilan Blogger Makassar chapter Jakarta serta Pak Dian Kelana & Mbak Fadlun Arifin dari Blogger Reporter. Juga ketemu dengan mbak Isnuansa rekan sesama blogger yang pernah diundang ke Hongkong Disneyland 2 tahun silam. Isnuansa datang bersama suami tercinta, Gie Wahyudi plus sang putri, Diana yang cantik dan menggemaskan. Tepat pukul 10.30 siang, bis Trans Bintaro Jaya yang kami tumpangi berangkat menuju perumahan Graha Raya.

Perjalanan terasa semakin menyenangkan karena diatas bis ada “Tour Guide” mbak Jeje yang memandu kegiatan secara atraktif,menghibur dan interaktif. Beragam kuis lucu dan perkenalan produk perumahan Graha Raya disajikan sepanjang perjalanan yang ditempuh sekitar 1 jam dari Plaza fX menuju perumahan Graha Raya melalui tol Serpong. Pak Slamet, bagian Marketing perumahan Graha Raya menjelaskan keunggulan yang dimiliki perumahan tersebut yang memiliki luas pengembangan 350 ha dan sudah dikembangkan 2/3-nya ini

Continue reading

MERAJUT KENANGAN DAN JARINGAN DALAM REUNI NASIONAL ALUMNI UNHAS

Posted 31 Aug 2014 — by
Category Kisahku

reuni4Matahari menyengat begitu terik saat saya tiba di kawasan Ancol, Sabtu (30/8). Meskipun demikian tidak mengurangi semangat saya untuk menghadiri Reuni Nasional/Halal Bi Halal Alumni Unhas yang dilaksanakan di Restorant Jimbaran Pantai Karnaval. Momen langka  ini memang tak akan saya lewatkan, terlebih pada saat yang sama, saya juga diminta menjadi salah satu jajaran panitia yang bertanggung jawab pada registrasi dan publikasi online. Saya langsung menyapa sejumlah kawan-kawan panitia yang memang datang lebih awal ketika menapakkan kaki di lokasi acara. Bagian registrasi yang dikawal oleh Habibie Razak & Fauziah Nusaly sudah mulai sibuk. Saya menyapa hangat keduanya saat menata meja serta memberikan briefing singkat pada 7 orang anggota tim registrasi yang juga adalah alumni Unhas dan akan bertugas melakukan pendaftaran ulang peserta. Disiapkan 2 alur pendaftaran registrasi masing-masing untuk yang mendaftar di tempat dan yang sudah mendaftar via online. Saya kemudian masuk kedalam untuk foto ID-Card panitia serta meletakkan kue-kue yang saya bawa dari Cikarang untuk “food potluck” di meja yang disediakan. Continue reading

BAJAJ BAJURI THE MOVIE : KEHEBOHAN YANG KOCAK & MENGGEMASKAN

Posted 08 Aug 2014 — by
Category Rekomendasi

bajaj1
Sudah lama saya “mengincar” untuk menonton film ini. Sebagai salah satu serial komedi yang ditayangkan sejak tahun 2002 di TransTV, saya senantiasa menjadi penggemar setia untuk menantikan serial televisi kegemaran saya ini dilayar kaca. Humor-humor segar mengundang tawa yang dilontarkan oleh para bintangnya waktu itu, seperti Mat Solar, Rieke Diah Pitaloka, Nani Wijaya, Fanny Fadilah yang masing-masing memerankan Bajuri, Oneng, Emak dan Ucup serta tokoh-tokoh lain seperti mpok Hindun dan mpok Minah senantiasa membuat saya betah menonton hingga selesai.

Continue reading

“LIRIKAN” EKSOTIS SI “LONDON EYE”

Posted 08 Aug 2014 — by
Category Kisahku

London-Eye-2009Suatu ketika, saat kamu berkesempatan mengunjungi London, cobalah menaiki “London Eye” dan nikmati keindahan dan pesona kota dari ketinggian, pasti sangat mengesankan”demikian saran Peter Fraser, mantan atasan saya di Andergauge Drilling System saat berbincang santai dengannya di kantor sekitar 8 tahun silam. Peter yang memang berkewarganegaraan Inggris ini menceritakan betapa “London Eye” menjadi salah satu ikon kota yang memikat dan selalu menjadi prioritas tujuan wisata turis dari mancanegara. Beliau kemudian menceritakan sensasi pengalamannya beberapa kali menaiki wahana fenomenal tersebut dan menyisakan kenangan tersendiri serta rasa penasaran untuk menaikinya kembali :)

Saya sangat tertarik dan segera mencari keterangan tentang segala hal yang terkait dengan “London Eye”. Dari situs ini disebutkan : London Eye atau disebut juga Millennium Wheel adalah sebuah roda pengamatan yang terbesar di dunia setinggi 135 meter atau 443 kaki. London Eye berputar di atas Sungai Thames, London, Britania Raya dan mulai beroperasi pada akhir 1999. London Eye dirancang oleh arsitek David Marks dan Julia Barfield dengan 32 buah kapsul pengamatan tertutup yang ber-Air Conditioner di sisi luar lingkarannya. London Eye berputar dengan kecepatan 0,26 meter/detik dan satu kali keliling memakan waktu sekitar 30 menit atau setengah jam. Dengan kecepatan tersebut, London Eye tidak perlu berhenti saat penumpang akan masuk kecuali untuk yang kurang mampu.

Continue reading

MUDIK LEBARAN KE YOGYA (4) : DARI MUSEUM BENTENG VREDEBURG HINGGA KE KOMPLEKS MAKAM RAJA IMOGIRI

Posted 06 Aug 2014 — by
Category Kisahku

IMG_9414 (Copy)Mobil yang kami tumpangi membelah malam menjelang subuh, pada hari Kamis (31/7). Didalam mobil yang dikendarai Ahmad, selain keluarga saya, terdapat pula keluarga mas Sukarjana. Rizky, Alya dan Alfi, masih terkantuk-kantuk ketika kami bangunkan untuk berangkat menuju Pantai Parangtritis. Kami bermaksud mengejar fajar terbit di pantai fenomenal itu, dan–apa boleh buat–sebagai konsekuensinya tak seorangpun dari kami yang sempat mandi pagi ! :). Cukup cuci muka dan gosok gigi :). Saat menunaikan sholat subuh di mushalla pada salah satu Pompa Bensin mendekati perbatasan Bantul, Ahmad baru menyadari sesuatu yang fatal dan mungkin berpotensi membahayakan perjalanan kami semua!

Continue reading

MUDIK LEBARAN KE YOGYA (3) : DARI MUSEUM BENTENG VREDEBURG HINGGA KE KOMPLEKS MAKAM RAJA IMOGIRI

Posted 05 Aug 2014 — by
Category Kisahku

IMG_9311 (Copy)Sekitar pukul 11.30 siang, Rabu (30/7), kami check-out dari hotel Malioboro Palace dan dengan menumpang taksi kami pulang ke Kuncen. Disana kami bertemu dengan kakak Ipar saya, mas Sukarjana yang datang membawa istri dan kedua anaknya, Arief & Alfi pulang berlebaran dari Pemalang. Suasana rumah mertua saya kembali hiruk pikuk, bila sebelumnya Alya dan Meisya menjadi “biang”-nya kehebohan, kini giliran Rizky dan Alfi yang memang memiliki usia sebaya. Mereka berdua asyik bermain bola di Playstation-2 sambil mengisi waktu.

Setelah beristirahat, pukul 15.00 sore keluarga saya dan keluarga mas Sukarjana berangkat menuju desa Candirejo untuk bersilaturrahmi dengan kerabat yang ada disana dengan mobil yang dikendarai oleh Ahmad. Terdapat 4 rumah yang kami kunjungi sebelum kami menuju ke Monjali (Monumen Jogya Kembali) di kawasan Ring Road. Kami memang sengaja kesana menjelang matahari terbenam untuk menikmati suasana malam yang eksotis di taman Pelangi dengan beraneka ragam lampion menerangi kawasan wisata tersebut.
Continue reading

MUDIK LEBARAN KE YOGYA (2) : DARI MUSEUM BENTENG VREDEBURG HINGGA KE KOMPLEKS MAKAM RAJA IMOGIRI

Posted 05 Aug 2014 — by
Category Kisahku

IMG_9183 (Copy)Pagi yang cerah menyambut kehadiran kami saat keluar dari Malioboro Palace Hotel, Rabu (30/7). Perut kami terasa kenyang setelah menyantap hidangan sarapan yang disiapkan di lantai 5. Dengan penuh semangat, kedua anak saya bergegas turun dari tangga dan menuju ke jalan. Hari itu kami kembali bermaksud menyusuri bahu jalan Malioboro menuju ke Museum Benteng Vredeburg yang berada di ujungnya.

Kami memang bangun agak kesiangan sehingga melewatkan suasana subuh yang hiruk pikuk di Malioboro. Tapi tak apa, meski matahari sudah bersinar lumayan terik di pagi itu, tidak mengurangi minat kami untuk mengeksplorasi kembali keunikan jalan yang fenomenal tersebut. Para penjual souvenir dan makanan sudah mulai membuka lapak mereka di “pesisir” jalan. Alya dan ibunya nampak antusias membeli dan menawar barang souvenir yang beragam.
Continue reading

MUDIK LEBARAN KE YOGYA (1) : DARI MUSEUM BENTENG VREDEBURG HINGGA KE KOMPLEKS MAKAM RAJA IMOGIRI

Posted 05 Aug 2014 — by
Category Kisahku

sblmbrktPesawat Citilink QG 102 yang kami tumpangi mendarat mulus di bandara Adisucipto Yogyakarta pukul 20.50 malam, hari Minggu (27/7). Meski telat sekitar 15 menit karena menanti giliran mendarat, disebabkan meningkatnya kepadatan arus mudik melalui pesawat udara di bandara tersebut, kami akhirnya lega bisa tiba selamat di kampung halaman isteri saya setelah terbang selama kurang lebih 50 menit dari bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kami sekeluarga dijemput oleh adik ipar saya, Ahmad, yang datang bersama ibu mertua dan keponakan, Meisya (anak dari adik istri saya) yang sudah tiba lebih dulu di Yogyakarta.

Dari Bandara kami langsung menuju kediaman mertua saya di Kuncen, Tegaltirto, Berbah, Sleman. Sepanjang jalan kami menyaksikan pawai takbiran yang berlangsung sangat meriah. Kami disambut hangat oleh ayah mertua serta Kuwad (adik isteri saya yang bertugas di Brigif Cijantung) dan isterinya. Putri bungsu saya Alya, langsung akrab bermain dengan sang sepupu, Meisya, yang berusia seumur dengannya termasuk menyaksikan kembang api yang menyala benderang di langit malam, disela-sela gema takbir, tahlil dan tahmid menjelang hari Raya Idul Fitri keesokan harinya.

Continue reading

PEPOHONAN YANG MELANTUNKAN PUISI DI CENTRAL PARK NEW YORK

Posted 03 Aug 2014 — by
Category Kisahku

central-park-new-york-wallpaper1Featureless people glide with dim motion through a quivering blue silver;
Boats merge with the bronze-gold welters about their keels.
The trees float upward in gray and green flames.
Clouds, swans, boats, trees, all gliding up a hillside
After some gray old women who lift their gaunt forms
From falling shrouds of leaves.

Thin fingered twigs clutch darkly at nothing.
Crackling skeletons shine.
Along the smutted horizon of Fifth Avenue
The hooded houses watch heavily
With oily gold eyes.

Autumn Dusk in Central Park by Evelyn Scott (1893-1963)

Central Park, sebuah nama yang segera melengket di benak dan terlontar di mulut, apabila seseorang menanyakan pada saya jika beruntung diberikan kesempatan jalan-jalan ke New York, Amerika Serikat,suatu ketika, tempat mana yang akan saya datangi pertama kali?. Lantas kenapa harus taman fenomenal ini jadi pilihan diantara sekian banyak tempat eksotis lainnya di salah satu kota terbesar di negeri Paman Sam itu ?

Saya punya banyak alasan. Salah satunya saya begitu menyukai hijau pepohonan dan taman asri yang ditata rapi. Kesejukan udara yang disajikan oleh taman kota ini seakan menjadi oase dari keangkuhan rimbun hutan beton di kota metropolitan yang selalu sibuk tersebut. Menjadi penawar gelisah saat ketegangan demi ketegangan hidup datang mendera. Cobalah untuk jeda sejenak dari rutinitas,sembari duduk di bangku taman disamping pohon nan teduh sambil membaca buku seraya sesekali menyaksikan orang berlalu lalang didepan atau anak-anak bermain bola di rerumputan yang lapang sungguh menjadi sebuah pengalaman mengasyikkan. Tiba-tiba saya ingat larik-larik kata indah yang saya kutip dari Novel Saman karya Ayu Utami yang kurang lebih menggambarkan kenyamanan itu:

Central Park, 28 Mei 1996

Di taman ini, saya adalah seekor burung. Terbang beribu-ribu mil dari sebuah negeri yang tak mengenal musim, bermigrasi mencari semi, tempat harum rumput bisa tercium, juga pohon-pohon, yang tak pernah kita tahu namanya, atau umurnya.

Continue reading

MENYUSURI SUNGAI SUMIDA, MERAYAKAN KEINDAHAN METROPOLITAN

Posted 27 Jul 2014 — by
Category Kisahku

sumida2

Pada tahun 1995, saat berkesempatan mengikuti pelatihan di Kyoto, terbersit keinginan di hati saya untuk bisa dapat mengunjungi juga kota Tokyo, yang keduanya berada di negeri Sakura, Jepang itu, Sayangnya, kesempatan itu belum tiba hingga ini. Dari berbagai cerita yang saya dengar dan baca, salah satu pengalaman berwisata yang unik dan eksotis–dan telah membuat saya penasaran merasakannya– adalah menyusuri Sungai Sumida dengan bis air. Sungai ini bermuara di Teluk Tokyo  dan tersedia bis air (Water Bus atau dalam bahasa Jepang disebut sebagai Suijo Basu) yang nyaman dan representatif melayani turis domestik maupun mancanegara menikmati kota metropolitan Tokyo yang megah serta indah.

Pilihan perjalanan bisa dimulai di Asakusa, salah satu tujuan wisata terkemuka di Tokyo,.lalu menuju ke Odaiba –sebuah pulau buatan di teluk Tokyo– yang terkenal dengan replika patung “Liberty”-nya yang terletak tak jauh dari jembatan Rainbow Bridge dan menjadi ikon wilayah tersebut. Odaiba “disulap” menjadi pulau tempat wisata modern dengan sarana yang lengkap setelah sebelumnya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah. Sebenarnya ada alternatif lain yang bisa digunakan untuk mencapai tempat tersebut baik melalui kendaraan pribadi, monorail ataupun kereta bawah tanah, namun tentu saja transportasi menggunakan bis air salah satu alternatif yang memikat. Terbayang, sesampainya di Odaiba, bisa menyeberang melewati jembatan Rainbow Bridge yang membentang sepanjang 798 m dan menikmati pemandangan eksotis disekitarnya.

Continue reading

BUKU FLYING TRAVELER: “JURUS ANTI MAINSTREAM” ALA JUNANTO HERDIAWAN

Posted 21 Jul 2014 — by
Category Kisahku, Rekomendasi

flyingtrave
Judul Buku : Flying Traveler (Berburu Momen Anti Mainstream)

Penulis : Junanto Herdiawan

Penerbit : B First (PT Bentang Pustaka)

Penyunting : Sian Hwa dan Qha

Tebal : 150 halaman

ISBN : 978-602-8864-97-8

Selalu menyenangkan membaca buku-buku karya mas Junanto Herdiawan ini. Sejak peluncuran buku perdananya “Japan After Shock” , “Shocking Japan”hingga buku terbarunya “Flying Traveler ini, saya senantiasa terpesona pada kemampuan ekonom Bank Indonesia yang kini bertugas di Surabaya ini dalam mengolah kata dan menyajikannya dalam bentuk bacaan yang memikat. Berbeda dengan buku sebelumnya, mas Junanto mengemas buku “Flying Traveler” dengan memadukan cerita pengalaman travelingnya bersama kemampuannya berlevitasi.

Pada halaman pengantarnya, mas Junanto mengungkapkan apa itu Levitasi. Menurutnya, Levitasi adalah seni berpose yang nyata, bukan dengan trik ataupun aplikasi. Levitasi dilakukan dengan sebuah gerak fisik yang mengharuskan kita”melayang” secara riil. Pada bagian lain, mas Junanto menambahkan bahwa Levitasi berbeda dengan “jump shot”. Dalam “jump shot” wajah dan tubuh seseorang memperlihatkan ekspresi meloncat, sedangkan dalam teknik levitasi, ekspresi wajah terlihat natural. Hal inilah yang membuat seseorang terkesan mengambang dalam foto.

Continue reading