ICA YANG MALANG DAN HARAPAN YANG TENGGELAM DI KALIMALANG

Posted 30 Jul 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Hampir setiap hari saya melewati jembatan itu.

Sebuah jembatan kecil yang menghubungkan jalan Raya pinggir Kalimalang menuju akses keluar tersingkat ke Jl.Raya Cikarang-Cibarusah melalui kawasan pabrik Gemalapik.  Tak ada pagar pengaman di pinggir jembatan sempit itu. Kadangkala, dari atas tempat duduk penumpang ojek yang saya tumpangi, batin saya nyeri menyaksikan riak air dibawah jembatan yang mengalir deras. Sempat terfikir, bagaimana kiranya, bila ada seseorang yang tercebur dan jatuh kesana. Mungkin relatif sulit ditolong terlebih bila sang korban tak bisa berenang karena arus air yang mengalir deras.

Dan minggu lalu, Apa yang saya bayangkan itu benar-benar terjadi.

Hari Selasa pekan lalu (20/7)  jembatan kecil itu memakan korban, seorang anak perempuan bernama Annisa berusia 13 tahun, yang akrab dipanggil Ica. Dari informasi yang saya peroleh di mailing list Cikarang Baru, kejadiannya adalah waktu itu (sekitar pukul 10.00 pagi) Ica yang tengah mengendarai sepeda, tersenggol sebuah mobil dan mengakibatkan anak malang tersebut kehilangan keseimbangan, lalu tercebur dan jatuh ke dalam “pelukan” derasnya sungai Kalimalang. Ica tak bisa berenang dan akhirnya hanyut bersama arus sungai.

Mayat gadis kecil itu akhirnya ditemukan oleh tim SAR 5 km dari lokasi kejadian.

Terlepas penyebab kecelakaan akibat kecerobohan mobil yang menyenggol Ica tak mau mengalah, tidak adanya pagar besi pengaman di pinggir jembatan atau mungkin saja ketidakhati-hatian Ica mengendarai sepedanya sebenarnya ada kisah mengenaskan dibalik musibah ini.

Saat itu Ica yang baru saja lulus SD dan tak mampu melanjutkan sekolahnya karena kekurangan biaya, sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di sebuah tempat penampungan limbah non B3 yang banyak berjejer sepanjang sungai Kalimalang, sebagai pemilah limbah. Sudah 3 hari Ica tidak pulang dan memilih menginap di tempat kerjanya karena mesti lembur menuntaskan pekerjaan dan dihari naas itu, dengan rasa rindu yang membuncah ingin berjumpa kembali dengan orangtua tercinta, Ica justru menemui ajal di sungai Kalimalang.

Saya teringat posting saya sebelumnya yang mengisahkan betapa memilukannya nasib pekerja anak di negeri kita. Mereka yang seharusnya menuntut ilmu di sekolah mesti berjibaku dengan kerasnya kehidupan, “berkelahi dengan waktu dan  dipaksa pecahkan karang dengan lemah jari terkepal”.  Betapa mengenaskan. Mereka yang seharusnya berada dibangku sekolah untuk menimba ilmu, dengan segala keterbatasan yang dimiliki mesti menghadapi kenyataan pahit harus mencari nafkah menyambung hidup.

Impian serta harapan Ica telah hanyut dan tenggelam bersama derasnya sungai Kalimalang.

Berdasarkan tayangan berita di Antara News, 11 Februari 2010, terungkap bahwa sesuai temuan Survei Pekerja Anak (SPA) dari Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan Organisasi Perburuhaan Internasional (ILO) menemukan dari 58,8 juta anak Indonesia pada 2009, 1,7 juta jiwa diantaranya menjadi pekerja anak.

Dalam berita tersebut juga disebutkan:

“Jumlah anak yang bekerja atau working children itu sebesar 4,1 juta di mana yang merefer (mengacu) ke pekerja anak atau child labor sebesar 1,7 juta jiwa,” kata Koordinator Tim Badan Pusat Statistik SPA Uzair Suhaimi dalam seminar hasil SPA di Jakarta.

Definisi anak dalam survei ini adalah 5-17 tahun atau berbeda dengan definisi Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakrenas) yang hanya melihat anak 15-17 tahun. “Dan ini merupakan yang pertama,” katanya.

Pekerja anak adalah bagian dari anak yang bekerja (working children) yang tidak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan dan konvensi ILO.

Ada tiga kategori definisi pekerja anak. Pertama, sesuai perundangan, umur minimum bekerja 13 tahun, sehingga anak yang bekerja di bawah 13 tahun adalah pekerja anak.

Kedua, sesuai ketentuan anak umur 13-14 tahun diperbolehkan bekerja dengan jam kerja tiga jam sehari atau 15 jam seminggu. Mereka yang bekerja di atas itu adalah pekerja anak. Ketiga, mereka yang berusia lebih 15-17 tahun dengan jam kerja 40 jam seminggu.

Survei menemukan, setidaknya 674 ribu anak di bawah 13 tahun berstatus bekerja, sekitar 321 ribu anak umur 13-14 tahun bekerja lebih dari 15 jam per minggu, dan sekitar 760 ribu jiwa anak umur 15-17tahun bekerja di atas 40 jam per hari.

Dan Ica, menjadi satu diantara 321 ribu pekerja anak berumur 13-14 tahun yang bekerja lebih dari 15 jam per minggu.

Menarik sebuah ulasan berita yang saya kutip dari link ini yang menyatakan, untuk mengurangi tingginya pekerja anak di Indonesia, maka Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenaker-trans) meminta Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendik-nas) terus mendongkrak program pendidikan gratis semaksimal mungkin. Disebutkan pula:

Peningkatan program pendidikan gratis adalah salah satu upaya yang harus dilakukan guna mengurangi jumlah pekerja anak dibawah umur.”Kami menilai anak-anak tersebut terpaksa harus bekerja karena miskin dan tidak sekolah,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Lokakarya Nasional Meninjau Status Saat ini dan Perencanaan Penghapusan Pekerja Anak di Masa Depan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Bekas Wakil Ketua DPR ini mengatakan, jika pendidikan gratis di Indonesia dapat dijalankan maksimal, maka anak-anak miskin yang masih di bawah umur bisa bersekolah meski harus tetap bekerja.”Anak-anak miskin bisa diberikan biaya personal dan operasional sekolah. Hal ini dapat dilakukan bersama-sama dengan pemerintah maupun non pemerintah,” ujarnya.

Sayang sekali, masih terdapat inkonsistensi menerapkan hal ini.  Coba anda simak berita yang saya kutip dari sini, yang menyatakan sekolah Gratis yang dicanangkan Pemkab Bekasi, ternyata tidak gratis:

Langkah pemerintah Kabupaten Bekasi membuka lima sekolah gratis tingkat SMA/ SMK. praktiknya tidak berjalan seperti diharapkan, tidak gratis. Karena, tiga diantaranya tercatat melakukan pungutan dengan berbagai dalih.

Lima sekolah gratis dimaksud SMA Negeri di Kecamatan Taruma Jaya. Muara Gembong, Kecamatan Bojongmangu, dan dua SMK di Kecamatan Cikarang Pusat dan Kecamatan Pabayuran.

Tiga dari lima sekolah dimaksud, tercatat melakukan pungutan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Pabayuran. Sehingga para orang tua murid di sekolah tersebut, mertgeluhkan penyelenggara memungut iuran awal tahun hingga Rpl juta lebih.

Rinciannya biaya MOS Rp45.000, pakaian seragam Rp420.000, kesiswaan Rp40.000. buku LKS dan paket modul Rp200.000, dan bagi siswa baru diminta membayar uang bangku sebesar Rp420.000.

Keluhan juga terjadi di SMA Negeri 1 Muara Gembong, siswa baru tahun ajaran 2010-2011 dipungut iuran Rp450.000 per siswa dengan alasan untuk membuat pagar keliling halaman sekolah.

Ironis memang.

Dan Ica (serta bisa jadi masih banyak Ica-Ica yang lain) harus memendam segenap impiannya dalam-dalam untuk menuntut ilmu disekolah dengan bekerja.  Biaya mahal yang mesti dibayar untuk masuk sekolah membuat mereka mengurungkan niatnya untuk menggapai cita-cita meraih kehidupan yang lebih baik.

Pemerintah setempat dan tentu didukung oleh masyarakat mesti mengupayakan agar eksploitasi anak sebagai pekerja harus dihapuskan. Sejak 20 November 1989, PBB telah mensahkan Konvensi Tentang Hak Anak (Konvension on the Right of Child) yang memuat 4 dasar hal pokok yang diakui terhadap anak, yaitu hak terhadap kelangsungan hidup (survival right), hak terhadap perlindungan (protection right), hak tumbuh kembang (development right) dan hak partisipasi (participation right).

Tanggal 25 Agustus 1990, Indonesia termasuk menjadi negara-negara pertama di dunia yang meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) dan disahkan melalui Keputusan Presiden No.36/1990 kemudian terdaftar di PBB 5 September 1990.Konsekuensinya adalah Indonesia terikat secara hukum Internasional untuk mengakui adanya hak-hak anak dan menjamin terlaksananya hak-hak anak dalam hukum positif di Indonesia (dikutip dari sini)

Tentunya ini mesti dimaknai secara serius oleh segenap penentu kebijakan di negeri ini, untuk secara konsisten memenuhi hak-hak anak, termasuk menyediakan pendidikan gratis untuk anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi. Masa depan negeri ini terletak ditangan anak-anak kita. Dan cermin masa depan negeri ini salah satu bisa terlihat adalah bagaimana kita menyediakan dan menyiapkan pendidikan yang terbaik buat mereka.

Semoga arwah Ica mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT. Semoga tak ada lagi Ica-Ica yang lain,  dan semoga kita, segenap komponen bangsa ini menyiapkan generasi-generasi penerus yang mumpuni, beradab, berakhlak dan berpendidikan baik.

Setiap kali saya menyusuri kembali jembatan itu, bersama tukang ojek, mata saya senantiasa menatap nanar ke arah sungai Kalimalang. Dimana Ica tenggelam bersama impiannya meraih masa depan lebih baik. Keharuan mendadak terasa menyesak dada, saat teringat puisi spontan Pak Ananto, tetangga saya yang menuliskan persembahan spesialnya buat almarhum Ica pada mailing list Cikarang Baru, 2 hari setelah musibah itu :

bunda,

ica pengen pulang,

kangen ini sudah tak terbendung,

ingin kupeluk erat bayang bunda di sisi malam.

namun tak sampai kupeluk bunda,

tak sampai kuusap pipi bunda,

tak sampai kucium jemari bunda,

ica sudah dalam pelukan kalimalang…

Sumber foto dari Blog Komunitas Blogger Cikarang

BELAJAR FOTOGRAFI DAN MEMOTRET DENGAN HATI DI CITOGRAPHY

Posted 29 Jul 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Komunitas Fotografi Cikarang akhirnya terbentuk juga. Berawal dari obrolan soal fotografi di mailing List Cikarang Baru disertai diskusi soal foto-foto yang ditayangkan disana, terbit keinginan untuk menggalang potensi para pecinta fotografi di daerah Cikarang dalam sebuah wadah dan menayangkan karya-karya foto mereka dalam sebuah Photoblogging sendiri. Ternyata niat itu disambut baik.

Adalah Mas Eko Eshape, yang kemudian beraksi membuat milis khusus untuk ini dengan nama unik : Citography dan merupakan singkatan “Cikarang Photography”. Saya juga ikut melakukan aksi cepat tanggap dengan membuat blog khusus foto dengan nama yang sama. Selain saya, posisi admin di blog tersebut saya percayakan pula kepada Mas Eko dan Mas Firman, yang memang keduanya memiliki kompetensi memadai dibidang fotografi. Yang menarik pula adalah di blog tersebut, secara otomatis ditampilkan data-data teknis mengenai foto yang ditayangkan sehingga para penikmat foto bisa pula melihat setting kamera ketika foto itu diambil.

Tak ayal, hanya dalam jangka waktu singkat setelah blog dan milis itu diorbitkan di jagad maya segera menuai reaksi positif. Foto-foto hasil karya sejumlah anggota milis mulai “merajalela” di blog dan ditanggapi ramai-ramai baik dengan advis profesional maupun canda. Memang harus diakui, buat saya yang hanyalah fotografer amatir, advis yang diberikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pemotretan saya selanjutnya. Seperti foto burung Merak yang saya ambil di Tajur yang ditanggapi langsung oleh Pak Firman dan Pak Beni dengan saran-saran yang bagus untuk peningkatannya dimasa mendatang.

Semoga komunitas fotografer Cikarang ini terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik, tidak hanya pada anggotanya saja tapi wilayah Cikarang dan sekitarnya. Bravo Citography !

PUISI-PUISI ITU TELAH TEREKAM ABADI DALAM E-BOOK

Posted 24 Jul 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Puisi-Puisi Cinta yang pernah saya tayangkan di blog ini, akhirnya bisa anda semua nikmati dan koleksi secara pribadi baik dalam bentuk soft copy maupun hard copy. Kompilasi puisi cinta ini berbentuk e-book.  Gratis. Tak perlu bayar untuk memperolehnya. Anda hanya perlu register di Evolitera, sebuah situs yang menyediakan sarana publikasi ebook gratis dan setelah itu, silahkan mengunduh file PDF buku ini. Bebas. Sepuasnya. Silahkan ke link e-booknya.

Ini adalah karya saya yang kedua yang saya e-book-kan lewat Evolitera. Minggu lalu, Kumpulan Cerpen dan Flash Fiction saya juga sudah ditayangkan di Evolitera.

Kumpulan Puisi Cinta ini merupakan kompilasi karya-karya puisi saya sejak masih mahasiswa hingga sekarang. Saya sendiri memang gemar menulis puisi sebagai bentuk ekspresi jiwa yang dituangkan dalam rangkaian kalimat-kalimat indah dan bermakna sebagai “wakil” atas perasaan, sebagai representasi kegembiraan, kerinduan, kegundahan, keresahan atas sesuatu yang bernama cinta.

Bagi saya, menulis puisi adalah sebuah upaya untuk “pergi” sejenak dari rutinitas hidup, merenungi makna kehidupan dan segala pernak-perniknya yang terkadang kerap kita tak mengerti. Saya akan mengarungi samudra kata-kata, menikmati makna yang tersirat dibaliknya, sepenuh hati dan meresapinya ke relung-relung diri paling dalam. Sesuatu yang kemudian membuat diri saya lebih nyaman, lebih percaya diri dan lebih memahami arti kehadiran dalam kehidupan.

Beberapa diantara puisi cinta ini dimuat di media cetak dan ada juga ditayangkan di Novel karya Syafrina Siregar berjudul “ISTRI KONTRAK” (Grasindo, 2007) yang merupakan semacam “pengantar” cerita dari tiap bab. Diantara beberapa puisi yang saya buat disini, saya juga “menyelipkan”-nya di sejumlah kisah-kisah Narsis atau Narasi Romantis di blog saya dan rencananya akan saya ajukan juga ke penerbit untuk dibukukan.

Ada yang sempat bertanya, kenapa harus e-book? Gratis lagi. Kenapa tidak ajukan saja ke penerbit untuk mencetaknya dan saya mungkin akan dapat keuntungan finansial dari situ lewat royalti setiap buku yang terjual?. Apakah tidak takut pada ancaman plagiarisme atau pembajakan karya?

Saya tiba-tiba teringat pesan ayah saya tercinta dalam sebuah surat ketika saya pertama kali merantau ke Jakarta tahun 1995.  ”Selalulah bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT sang Maha Pencipta atas segala nikmat yang telah kamu peroleh, sekecil apapun dan dengan cara apapun. Insya Allah, hidupmu akan berkah dan senantiasa bahagia”, demikian tulis ayah saya dalam suratnya yang saya baca dengan dada bergemuruh diatas geladak Kapal KM Kambuna yang membawa saya ke Jakarta.

Inilah salah satu cara saya berterimakasih dan bersyukur atas segala nikmat kebaikan, kesehatan, rezeki, rahmat, kepopuleran dan cinta yang sudah dianugerahkan oleh sang Maha Pencipta kepada saya.  Ini juga bisa menjadi momentum ucapan terimakasih tak terhingga dari saya kepada dunia internet, yang telah membuat saya ada, hadir dan berkarya didunia maya. Yang telah membuat saya mendapatkan keuntungan (baik moril maupun materi) dan keajaiban luar biasa termasuk mendapatkan begitu banyak kawan baru hasil interaksi intens di dunia blog selama 6 tahun kiprah saya menjalaninya.

Karya-karya puisi ini sudah lama saya tayangkan di blog, dan saya menganggap ini sudah menjadi milik publik.  Milik anda semua. Saya mengembalikan semuanya kepada Kearifan Khalayak, untuk menjaga dan melindungi karya ini. Saya tetap berbaik sangka dan percaya bahwa masih banyak orang baik di negeri ini, yang menghargai karya orang lain dan tidak memanfaatkan itu untuk kepentingan serta keuntungan sendiri. Dan saya yakin,  itu adalah anda semua.

Mudah-mudahan, apa yang saya persembahkan kepada pembaca ini memberikan manfaat berarti, setidaknya menjadi semacam “katarsis” atau sebuah “ruang lega” dari segenap kesumpekan hidup yang terus mendera. Semoga karya-karya puisi ini menjadi inspirasi bagi anda semua.

Terimakasih saya haturkan kepada Bung Syaifullah atau Daeng Gassing sang Ketua Komunitas Blogger Makassar AngingMammiri yang telah membantu membuatkan cover ebook yang keren ini, Terimakasih atas segala apresiasi pembaca, Terimakasih untuk menjadi kawan seiring, hadir dan mengalir, menoreh kiprah dan sejarah dalam hidup.

E-BOOK KUMPULAN CERPEN SAYA SUDAH TERBIT !

Posted 21 Jul 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Sebuah kebanggaan tersendiri buat saya karena hari ini, saya telah menerbitkan e-book Kumpulan Cerpen dan FlashFiction saya di Evolitera, sebuah situs yang menampilkan ebook gratis berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. E Book dengan tebal 138 halaman ini merupakan jejak rekam saya dibidang penulisan fiksi sejak masih Mahasiswa dulu. Beberapa diantaranya sudah dimuat di media cetak bahkan ada 2 cerpen diantaranya sudah diadaptasi menjadi sinetron religi yang sudah ditayangkan di RCTI 4 tahun lalu.

Andapun bisa secara mandiri menerbitkan ebook dari tulisan-tulisan anda. Setelah registrasi di Evolitera (Gratis), caranya Setelah sign-in, klik “SELF PUBLISH” di bagian atas. Setelah itu nanti masuk ke bagian penjelasan soal self publish ini. Lalu klik “SELF PUBLISH NOW!” pada bagian bawah penjelasan tersebut.

Kemudian masuk ke halaman “Publish my ebook” silahkan diisi semuanya, termasuk lampirkan naskah buku serta covernya lalu, submit. Simple bukan?

Penasaran? Silahkan baca dan download ebooknya disini atau baca flip book-nya dibawah:

BUGAR DAN CERIA BERSAMA BLOGGER BEKASI

Posted 19 Jul 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Saya dan Rizky berfoto bareng di jalan sepi Car Free Day Bekasi

Matahari belum muncul utuh dari langit pagi, Minggu (18/7), ketika saya dan si sulung Rizky serta Mas Eko Eshape berangkat dari Cikarang menuju Bekasi. Hari itu kami bertiga akan menghadiri kegiatan Senam Aerobik bersama sekaligus Kopdar bersama Komunitas Blogger Bekasi di area Car Free Day (CFD) yang dilaksanakan sebulan sekali di kota yang baru saja meraih Anugerah Adipura itu. Kegiatan ini menjadi acara pembuka dari serangkaian acara memperingati setahun komunitas blogger Bekasi.

Tiba di lokasi tepat pukul 06.15 pagi dan sepanjang jalan Ahmad Yani Bekasi sudah ditutup. Acara CFD ini memang dimulai pukul 06.00 pagi dan jalan dibuka kembali untuk kendaraan bermotor sekitar pukul 11.00.

Badan jalan terlihat sangat sepi. Beberapa pengendara sepeda nampak hilir mudik dan sejumlah orang berolahraga pagi. Ada yang berjalan-jalan bersama keluarga dan ada juga yang berlari-lari kecil menikmati leluasanya jalan dipagi itu. Saya dan Rizky tidak melewatkan kesempatan tersebut dengan berfoto bareng. Mas Eko mengabadikan aksi kami berdua dengan kamera saku Canon Powershot yang dimilikinya.

Bersama kawan-kawan dari Ibote menjelang senam aerobik bareng

Kami bertiga berjalan menuju tempat pelaksanaan senam aerobik di depan Balaikota Bekasi. Disana kami bertemu dengan sejumlah blogger muda Bekasi yang tergabung dalam komunitas Ibote atau Ikatan Bocah Telo. Mereka mengenakan kaos seragam berwarna putih dengan tulisan Ibote berwarna hijau. Keren sekali!

Mendadak SMS Mas Eko berbunyi dan setelah dilihat, ternyata adalah informasi dari Mas Aris (Ketua Blogger Bekasi) yang menyatakan bahwa lokasi senam dipindahkan ke depan Gedung Kantor Partai Golkar Bekasi yang berjarak sekitar 200 meter dari Balaikota Bekasi dimana pada saat yang sama pula tengah dilaksanakan kegiatan peringatan Hari Koperasi. Kami lalu beramai-ramai menuju kesana.

Di Lokasi senam aerobik sudah siap sang pemandu gerak serta sejumlah kawan-kawan dari Blogger Bekasi lainnya. Ada Om Jay (Penasehat BeBlog) yang membawa putri sulungnya, Mas Rawi Wahyudiono (Ketua Panitia HUT pertama BeBlog). Mas Aris beserta keluarga, Mas Irfan beserta keluarga, Mas Vavai bersama si kecil Zeze, Mbak Irma bersama anak-anak, Mbak Ratu,Mbak Anggi yang datang bersama sang suami Mas Bene dan si kecil Rizqu,  dll. Sound system sudah siap menggema termasuk wireless microphone untuk sang pemandu gerak kami nanti.

“Yaa..mari semua bapak-bapak, ibu-ibu, ayo kita senam aerobik bersama komunitas bloker Bekasi!,” seru sang pemandu gerak mengajak para penggiat Car Free Day yang sedang melintas untuk bergabung bersama kami.

“Salah mbak, bukan bloker tapi blogger Bekasi,” koreksi Mas Aris untuk sang pemandu gerak yang salah menyebut.

“Oh..iya, ayo senam bersama Blogger Bekasi!!” ujar sang pemandu gerak bersemangat sekaligus mengoreksi.

Pukul 06.45, musik mulai berdentam keras. Alunan suara disco hip-hop menggema keras dari sound system yang sudah disiapkan. Saya sudah mengambil tempat paling depan, sedangkan si Rizky nampak lebih asyik main game di handphone ketimbang menemani bapaknya yang montok bergoyang :)

“YAAA…MULAAII!!!”, seru si pemandu gerak memberi aba-aba.

Senampun dimulai. Sang pemandu gerak yang seorang instruktur aerobik profesional memandu gerakan kami dengan penuh semangat. Musik yang mengiringi ikut menambah semangat kami bergerak. Beberapa pejalan kaki yang lewat ikut bergabung. Tak ayal sudah ada sekitar 50 orang ikut menyemarakkan senam aerobik bersama ini.

Goyang teruuss.

Walau Rombongan Karnaval Lewat Senam Aerobik Jalan Terus!

Tetap Bersemangat sambil Senam Aerobik pagi

Setelah lagu-lagu disco bernuansa hiphop, suasana kian “panas” ketika lagu dangdut remix diputar, mulai dari lagu “SMS” sampai “Goyang Dombret”. Para peserta kian bersemangat. Saya sendiri walau tubuh sudah bermandi peluh masih terus berusaha men-sugesti diri sendiri untuk tetap bergoyang. Bahkan ketika rombongan Karnaval dalam rangka Hari Koperasi Bekasi lewat, senam tetap jalan terus.

Pukul 08.00 senam aerobikpun selesai sudah. Ternyata semangat para blogger bekasi masih tetap menyala. Usai senam, lantas dilanjutkan bermain futsal di tengah jalan. Tak ayal Mas Aris, Mas Eko, Mas Irfan plus “pasukan” Ibote yang penuh vitalitas tinggi itu, ikut terjun bermain bola.

Usai Senam Aerobik, dilanjutkan dengan Main Futsal bersama. Seruu!!

Karena sudah letih, saya sendiri memilih untuk “nyabu” alias Nyarap Bubur Ayam yang dijual oleh Mbak Mila, salah satu blogger bekasi dan juga pemilik Mie Jawara. Rasa letih terasa menguap di udara seusai menyantap bubur ayam nikmat buatan Mbak Mila ini.

Nyabu (nyarap bubur) bareng bersama Blogger Bekasi

Ah, senang rasanya berolahraga bersama kemarin pagi. Badan Bugar sehat dan sekaligus bersilaturrahmi bersama kawan-kawan di Blogger Bekasi.

Foto-foto diambil dari Facebook Mas Eko Eshape dan Mas Aris Heru Utomo

YANG MELENGKING DARI BLOGWALKING (35)

Posted 13 Jul 2010 — by amriltg
Category Kisahku

1. 7 Tips Menulis Artikel di Blog agar nyaman dibaca

Ini sebuah artikel menarik yang ditulis oleh Mas Vavai tentang Tips-Tips jitu untuk menulis artikel di blog agar nyaman dibaca dan tentu saja, perlu! Thanks Kang Vavai  :)

2. Lomba Penulisan Blog Komunitas Flobamora dan Bea Cukai

Ini sebuah kolaborasi yang luar biasa antara Komunitas Blogger Flobamora NTT dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea & Cukai Maumere, Flores – NTT yang menggelar kegiatan Lomba Blog bertajuk “Bea Cukai on Blog” dan bertema “Sejauh mana kamu paham peran Bea & Cukai terkait pembangunan Nasional dan perlindungan masyarakat”. Lomba ini menyediakan hadiah-hadiah menarik dan dilaksanakan hingga tanggal 17 Agustus 2010.

Keterangan lengkap soal lomba ini silakan baca disini.

Hmm..kantornya Gayus kapan ya bikin lomba blog seperti ini? :)

3. Tujuh Hal Yang Bikin Susah Tidur

Susah tidur itu sangat menyiksa. Di artikel ini dipaparkan tujuh hal yang senantiasa bikin seseorang susah tidur. Penasaran? Baca saja disana.

4. What is Your Beauty Quotient?

Wah..ini istilah baru setelah IQ, EQ dan SQ. Namanya BQ alias Beauty Quotient. Pada situs ini ada semacam kuis yang disajikan oleh seorang dokter ahli bedah plastik Dr.Robert Ternambe untuk menakar BQ kita. Setelah mengisi kuis ini akan terlihat skore yang mengidentifikasi “kekuatan” BQ kita serta area-area yang diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut. Sorry, saya belum coba. Saya kan’ laki-laki? hehehe..

5. E-Book Gombal Blog Paman Tyo yang keren

Paman Tyo, “nama mesra” dari Antyo Rentjoko, salah satu blogger idola saya menuangkan kisah dan pengalamannya ngeblog lewat e-book ini. Seperti biasa, ulasannya renyah dan bertabur manfaat. Thanks ya Paman!

WAJAH SAYA, 20 TAHUN KEMUDIAN…

Posted 12 Jul 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Saya menemukan sebuah situs keren yang menampilkan rekayasa digital wajah kita 20 tahun kemudian. Dan inilah hasilnya, 2 wajah tua saya 20 tahun lagi. Anda mau coba? Silahkan kesini, upload foto anda disana dan lihatlah.

Mari kita berdoa semoga panjang umur dan membuktikannya secara aktual

HADIAH IPOD NANO 8 GB ITU..

Posted 07 Jul 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Alhamdulillah, kemarin siang, saya akhirnya berkesempatan mengambil hadiah Ipod Nano 8 GB, hadiah dari kontes keempat Mim-Yahoo di kantor Yahoo Indonesia CEO Suite Pasific Place Lt.15 SCBD Jakarta Selatan.  Hadiah ini diserahterimakan langsung kepada saya oleh Mas Budi Putra yang menjabat sebagai Country Editor Yahoo Indonesia. Paket yang saya terima berupa 1 unit Ipod Nano 8 GB, “sarung” Ipod berwarna Ungu dan Traveling Charger serta sebuah surat ucapan selamat yang langsung disampaikan oleh Pontus Sonnerstedt, Presdir Yahoo.

Ini sebuah berkah luar biasa dari aktifitas saya didunia online dan blogging, setelah setahun sebelumnya saya memperoleh hadiah doorprize Netbook Dell Inspiron Mini 9 (yang saya “juluki” Delliani) pada peluncuran perdana produk tersebut 16 Desember 2008 di FX Mall.

Setelah mengunduh aplikasi I-Tunes lalu melakukan sinkronisasi, saya bisa menikmati alunan lagu-lagu indah lewat Ipod Nano yang mampu menampung hingga 2000 lagu MP3 hadiah dari Yahoo ini.

Terimakasih Mim! Terimakasih Yahoo!

SEDERHANA TAPI MERIAH, KONSEP ACARA HUT PERTAMA BE-BLOG

Posted 05 Jul 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Pulang Rapat, para pesertanya dapat oleh-oleh bungkusan Binde Biluhuta (foto by Mas Eko Eshape)Minggu (4/7), saya menjadi tuan rumah pelaksanaan meeting kedua rencana persiapan HUT pertama Komunitas Blogger Bekasi (BeBlog).

Hadir dalam rapat kemarin, Mas Rawi Wahyudiono (yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana kegiatan HUT Pertama BeBlog). Mas Aris Heru Utomo (Ketua BeBlog), Mas Eko Eshape (Wakil Ketua BeBlog), Om Jay (alias Wijayakusumah, Penasehat BeBlog), Mas Irfan ZJ (admin BeBlog) dan Bang Komaruddin Ibnu Mikam.

Rapat dimulai pukul 11.30 siang dan didahului dengan menyantap Binde Biluhuta, makanan khas Gorontalo buatan istri saya. Dua minggu lalu (19/6) , dalam rapat Komunitas Blogger Cikarang makanan serupa juga disajikan dan ternyata, Alhamdulillah, mendapat respon dan apresiasi positif dari para penyantapnya. Kini, dalam rapat komunitas Blogger Bekasi, makanan ini kembali menjadi santapan nikmat buat para pesertanya. Syukurlah juga mendapatkan apresiasi positif. Semuanya nambah lebih dari satu porsi :)

Kami semua lalu berjalan kaki menuju Masjid Al Madani yang terletak sekitar 200 meter dari rumah saya untuk menunaikan ibadah sholat Dhuhur berjamaah. “Mudah-mudahan gak langsung tergeletak tidur di mesjid nih gara-gara kekenyangan”, gurau Om Jay. Usai sholat rapat kemudian dilanjutkan.

Dipimpin oleh Mas Rawi, kami lalu membicarakan rangkaian kegiatan yang akan diadakan dalam rangka memperingati HUT pertama Komunitas Blogger Bekasi. “Karena Ulang Tahun pertama Komunitas ini, tanggal 17 Agustus 2010, bertepatan dengan bulan Ramadhan, maka kita akan menyelenggarakan kegiatan ini secara sederhana namun meriah,” kata Mas Aris, Ketua BeBlog.

Rangkaian pertama dimulai dengan kegiatan senam bersama dalam acara Car Free Day di Kota Bekasi, tanggal 18 Juli 2010, kemudian diteruskan dengan kegiatan Blogshop (Blogging Workshop) di salah satu SMA di Kota Bekasi lalu pada acara puncak peringatan HUT Pertama BeBlog akan diselenggarakan sumbangan sosial di Panti Asuhan di Kota Bekasi tanggal 22 Agustus 2010.  Kegiatan berikutnya adalah Halal Bi Halal BeBlog serta rencana pembuatan dan penerbitan buku hasil kompilasi artikel pilihan di BeBlog dan juga karya pemenang Lomba Menulis dalam rangka HUT Bekasi berhadiah total Rp 75 Juta bulan Maret lalu.

Kegiatan tambahan lainnya adalah Lomba Update Status Microblogging, Lomba Menulis serta Seminar Sosialisasi Piagam ASEAN bekerjasama dengan Departemen Luar Negeri.

Rapat berakhir pukul 15.00 dan sebelum meninggalkan rumah saya, kami berfoto didepan teras rumah saya sembari memamerkan Bungkusan Binde Biluhuta yang dibawa ke rumah. Ternyata dari rumah saya, rombongan peserta rapat tidak langsung pulang. Mereka melanjutkan “ronde berikutnya” di Mie Ayam Sehati yang dikelola oleh Mas Eko Eshape dkk. Disana, mereka ikut mencoba lezatnya mie sehat buatan sendiri itu dan tentu saja berfoto bersama didepan Gerai Mie Sehati. Sayang, saya tidak bisa ikut karena sibuk membantu istri membereskan rumah usai rapat BeBlog.

Mari kita meriahkan kegiatan dalam rangka HUT Pertama Komunitas Blogger Bekasi!

Foto-foto diambil dari halaman Facebook Mas Eko Eshape

NARSIS (12) : BALADA LELAKI PETANG TEMARAM DAN PEREMPUAN KILAU REMBULAN

Posted 30 Jun 2010 — by amriltg
Category Narsis

Ia, lelaki yang berdiri pada petang temaram selalu membasuh setiap waktu yang berlalu bergegas dengan rindu yang basah pada perempuan kilau rembulan, jauh disana. Ditorehkannya noktah-noktah kangen itu pada setiap tepian senja yang jatuh, setiap hari, dengan sebuah harapan sederhana : agar senja yang membawa lengket rindunya tadi akan menyapa rembulan yang sebentar lagi akan timbul dan bertahta di rangka langit. Bahwa pada cahaya yang dipantulkannya kembali ke mata sejuk perempuan kilau rembulan yang kerapkali menunggunya di beranda, menanti keajaiban apakah lelaki petang temaram akan turun, menjemputnya bersama lelehan senja menoreh cakrawala.

Sebuah “cara” bertemu yang aneh. Namun, begitulah adanya.

Rindu dan jarak, kerapkali menciptakan keanehan pada mereka berdua. Bahwa rindu pada akhirnya bisa melipat jarak, pada titik terdekat antara mereka. Bahwa jarak tak ubahnya hanya sebuah helaan nafas yang kuat menarik segenap semesta rindu yang terhampar luas dan membuat keduanya larut pada ekstase yang mungkin tak pernah bisa dipahami, kapan mulai dan selesainya. Semuanya begitu lekas dan menyisakan rasa di sudut batin.

Lelaki petang temaram kembali membaca puisi yang ditulisnya:

Kita tak akan pernah bisa menyepuh ulang segala impian

dan kenangan yang meranggas perlahan di ringkih hati

lalu menyemai harap, segalanya akan kembali seperti semula

“Karena apa yang tertinggal,” katamu,”seperti sisa jejak kaki

di bibir pantai yang lenyap terhapus hempasan ombak”

Kita hanya akan bisa bersenandung merepih pilu

Dan membuat segenap angan terbang liar mencabik cakrawala

seraya menyimpan segala asa dan rindu

pada diam,

pada keheningan

pada lagu lama yang kita lantunkan

dan bergema lirih hingga ke sudut sepi sanubari

“Karena apa yang kini ada”, ucapmu lagi,”Adalah tempat dimana

angin segala musim bertiup dan arus semua sungai bermuara yang kerap

membuat kita gamang pada pilihan : meniti samar masa depan ataukah

menggenggam nostalgia dan ikut karam bersamanya”

Bagai gelombang, waktu menggilas apapun tanpa peduli.

Kebahagiaan dan kesedihan sekaligus adalah buihnya. Mengapung-apung pada permukaan laut kehidupan, lalu kemudian lenyap ditelan gelombang waktu lalu berganti dengan buih-buih yang baru.

Betapapun itu, waktu boleh saja terus berubah, sejarah boleh jadi memangsa dirinya sendiri dan cinta, barangkali, hanyalah sepenggal ide keliru dari sebuah peradaban yang kian renta. Tapi tetap saja ada yang tak bisa berubah : atas nama kenangan beserta segala hal yang indah dan pahit yang telah dilalui, selalu saja ada ruang luntuknya. Dimana ia, lelaki petang temaram, melafalkan pelan namanya, sang perempuan kilau rembulan.

Dalam sesak rindu menikam dada. Pada pilu mencabik hati.

Dengan jemari gemetar, ia menekan tombol “SEND” untuk mengirim puisinya pada perempuan kilau rembulan.

Semua ini jadi jawaban terbaik atas segala pertanyaan naif yang kerap timbul dalam hatinya.

****

Menangani kesendirian, bagaimanapun, selalu melelahkan.

Dan perempuan kilau rembulan itu menyadari, pada sepi, pada kesendirian yang meresahkan itu, kerinduannya pada lelaki petang temaram kian menjadi. Menyakitkan. Tapi juga melenakan. Membuat ia selalu berusaha menikmatinya dari detik ke detik dengan ratap tertahan dan harapan yang menggantung sia-sia

Semuanya memang tak sama lagi, gumam perempuan itu dengan bibir bergetar. Takdir untuknya telah ditetapkan, dan ia, tak akan pernah bisa menepis, mengabaikan atau bahkan lari jauh dari kenyataan getir yang cepat atau lambat, suka maupun tidak, kelak akan ia hadapi.

Ia lalu membaca ulang puisi yang baru saja ditulisnya. Matanya mendadak menghangat saat bait demi bait puisi itu ditelusurinya.

Haruskah geliat rindu yang kau simpan

pada getar dawai hati, bening kilau embun dan segaris cahaya pagi

membuatmu mesti berhenti pada sebuah titik yang kau namakan

tepian sebuah perjalanan panjang?

Kegetiran ini, katamu, melelahkan

dan membuatmu

kerap terkulai tanpa daya menggapai asa di lereng langit

yang telah beku dicekam gigil kangen lalu luruh satu-satu

serupa hujan membasahi belantara tak berujung

Memori yang telah kita pahat rapi pada dinding kenangan

adalah rumah tempat kita pulang dan berteduh dari reruntuhan musim,

kisah cinta yang absurd juga wadah atas segala kegagahan kita

untuk tetap bertahan dari bentangan jarak dan waktu

Pada akhirnya, hasrat itu akan kita titipkan bersama pada bentang bianglala

lantas menikmatinya, seraya berucap lirih:

“Jejak itu akan ada disana, dalam keindahan dan kepahitan, dalam kehilangan dan keberadaan,

dalam rindu yang menjelma

menjadi remah-remah berpendar terang yang jatuh sepanjang perjalanan”

Perempuan kilau Rembulan menghela nafas panjang.

Aku toh tak selalu harus berada pada kemungkinan-kemungkinan tak membahagiakan, gumamnya perih.

Bagaimanapun hidup mesti dimaknai sebagai jalinan sinergis dan harmonis antara baik dan buruk, bahagia dan tak bahagia, menang dan kalah. Selalu akan ada kemungkinan mengalami kebahagiaan, juga sebaliknya. Dan kemungkinan yang terjadi — baik itu bahagia maupun tidak — akan menghadirkan serta membukakan pilihan-pilihan kemungkinan baru yang kelak pun akan segera ditentukan . Bila kemudian pilihan itu akan mengantarkannya kepada kemungkinan yang tidak membahagiakan, maka ia tak perlu risau, siapa tahu pada pilihan kemungkinan berikutnya justru hidup bahagia yang akan diraih. Dan memang demikianlah hidup mesti dijalani, juga disyukuri. Barangkali memang, kesedihan ini adalah sebuah jalan berliku menuju kesenangan. Ia akan menikmati proses itu, sebagaimana ia menikmati segala kenangan indah bersama lelaki petang temaram.

Sekali lagi, Perempuan Kilau Rembulan menghela nafas panjang seraya menekan tombol “SEND” untuk membalas email puisi untuk Lelaki Petang Temaram lalu bergumam pelan:

Dia harus pulang pada istrinya, sebagaimana aku harus kembali pada malam yang akan mendekapku erat dalam kehangatan tak bertepi,