RUMAH BACA MUTIARA MANDIRI DAN SPIRIT “LASKAR PELANGI” MASA KINI

Posted 02 Sep 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Anak-anak Rumah Baca Mutiara Mandiri Bernyanyi diiringi KPJ (Kelompok Pengamen Jalanan) Bekasi diatas panggung acara Buka Puasa Bersama BeBlog, Sabtu (29/8) - Foto: Aris Heru Utomo

Begitu sederhana ruang belajar itu. Namun saya merasakan “aura” semangat menyala-nyala didalamnya.

Ruang seluas 4 x 3 meter tiba-tiba mengingatkan saya pada kamar kontrakan di Pulogadung dulu, 14 tahun silam ketika masih menjadi karyawan PT Kadera Ar Indonesia. Sempit dan pengap. Pada dindingnya yang kusam dipasang poster perkalian dan pembagian serta gambar Upin dan Ipin sedang tertawa gembira. Di lantai tergeletak sebuah tikar lusuh berwarna biru dan di samping pintu sebuah kipas angin berputar pelan. Di bagian belakang, terdapat kamar mandi kecil bagi guru dan siswa. Di pojok belakang ada sebuah dispenser dengan air galon isi ulang berisi setengah.

Disitulah harapan anak-anak disemaikan dan ditumbuhkan.

Pada tiga ruang “kelas” berukuran 4 x 3 meter yang ketika dibuka pintunya langsung berhadapan dengan sebuah tembok tinggi nan kokoh. Inilah Rumah Baca Mutiara Mandiri yang digagas pertama kali oleh Pak Tony dan istrinya ibu Omah, 3 tahun silam.

Saya berkesempatan mengunjungi rumah baca ini bersama kawan-kawan komunitas Blogger Bekasi yang dipimpin oleh Ketuanya Mas Aris Heru Utomo  seusai menyelenggarakan Buka Bersama BeBlog di depan kantor Dusun 1 Desa Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.  Letak rumah baca Mutiara Mandiri  dapat dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari lokasi acara buka puasa, melewati pemukiman padat penduduk dan kolam pemancingan ikan. Sekitar 25 orang panitia acara serta anggota BeBlog mengunjungi rumah baca tersebut beramai-ramai.

Murid Rumah Baca Mutiara Mandiri sedang belajar (foto : Adyanti Rahmarina)

Ibu Omah mengajar seorang anak di ruang kelas Rumah Baca Mutiara Mandiri (foto : Adyanti)

Anak-anak pengamen, buruh pabrik, supir angkot, tukang ojek bahkan pengangguran menjadi peserta didik di Rumah Baca Mutiara Mandiri yang menempati 3 “kamar petak” yang dimiliki oleh ayah Pak Toni tersebut. Anak-anak usia pra sekolah itu diajarkan membaca dan menulis secara bergiliran 10-14 anak tiap satu jam di masing-masing 3 “ruang kelas”.

“Total ada 186 orang anak yang kami didik disini, dimulai pukul 07.00 pagi sampai jam 17.00 sore, setiap hari. Bahkan kadang sampai malam hingga pukul 20.00,” ujar ibu Yani, salah satu dari 4 orang guru disana.

“Syukurlah,” lanjut Bu Yani lagi,”setelah tahun ketiga ada sedikit peningkatan. Bila dulunya belajar sambil duduk lesehan di lantai, sekarang para murid kami sudah duduk di kursi. Juga ada tambahan buku-buku dari donatur serta kipas angin”.

Saya mengangguk-angguk mafhum.

“Lantas, berapa orang tua murid harus bayar bu untuk  biaya sekolah disini?”, tanya saya penasaran.

“Seikhlasnya, pak”, sahut bu Yani sambil tersenyum.

“Seikhlasnya?, Maksudnya apa bu?”. Saya mendadak bingung.

Lagi-lagi bu Yani tersenyum.

“Kita menyesuaikan dengan kemampuan mereka pak. Tidak dipaksakan harus dibayar dalam jumlah tertentu. Pokoknya berapapun yang mereka mampu bayar, kita terima. Bahkan ada diantaranya tidak bisa membayar biaya sekolah karena ketidakmampuan ekonomi , tapi kita tetap mempersilahkan sang anak belajar bersama kami disini, tanpa ada pengecualian”.

Saya berdecak kagum. Sungguh besar dedikasi guru-guru disini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan.

“Tempat kami ini semacam bimbingan belajar, pak. Semula kita siapkan untuk anak-anak usia Taman Kanak-Kanak buat belajar membaca dan berhitung. Belakangan kita menyiapkan pula untuk kelas SD bagi yang tidak mampu melanjutkan ke sekolah itu. Hasilnya bagus. “Jebolan” Rumah Baca kami bisa melewati tahap test masuk SD malah ada salah satu guru SD yang heran, anak-anak didik kami sudah pintar membaca dan berhitung, dengan kemampuan jauh diatas anak sebayanya. Malah ada lho pak sekolah SD yang menitipkan anak didiknya belajar disini agar bisa cepat membaca,” ucap Ibu Yani lagi dengan wajah sumringah.

Luar biasa.

Dengan fasilitas yang serba sederhana, Rumah Baca ini telah mampu meraih hal-hal yang mungkin saja musykil dalam fikiran sementara orang. Ibu Yani juga menambahkan berkat bantuan gerakan SeBuai (Sejuta Buku untuk Anak Indonesia) akan disiapkan perpustakaan mini buat anak-anak didik disana yang rencananya menggunakan ruang kelas No.3. Diruang kelas yang terletak paling ujung ini, juga merupakan rumah tinggal bagi keluarga Pak Toni dan Bu Omah. Ketika pagi tiba, kasur pun digulung dan ruangan ini “disulap” menjadi ruang belajar tambahan buat anak-anak kurang mampu ini.

“Hanya saja,” kata bu Yani lagi dengan mimik sedih,”Kami takut kalau-kalau rumah petak tempat Rumah Baca Mandiri ini dijual oleh orang tua Pak Toni dan Bu Omah karena mereka rencana pindah ke Cirebon. Bila itu terjadi, dimana lagi anak-anak kami mesti belajar?”.

Saya menghela nafas panjang. Keprihatinan ikut melanda hati saya.

“Mudah-mudahan itu tak terjadi ya bu,” kata saya bersimpati.

“Terkadang Pak Toni, menyisihkan sebagian rezekinya dari hasil mengamen untuk perbaikan rumah baca ini belum lagi ibu Omah yang rela mengorbankan waktunya dari pagi hingga malam untuk mengajar anak-anak, bahkan ketika saya sendiri sudah pulang kembali kerumah,” ujar Bu Yani seperti menahan sesak haru didadanya.

Ah, saya jadi ikut terhanyut pula dalam sensasi keharuan serupa.

Tiba-tiba saya teringat apa yang dikatakan tokoh Ikal dalam novel populer “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata dihalaman 472 (adegan ketika Ikal akhirnya bertemu dengan sahabat sebangkunya Lintang, dua belas tahun kemudian dan sahabatnya yang cerdas itu mencari nafkah sebagai supir truk pasir di Belitung) :

`Dan kata-kata itu semakin menghancurkan hatiku, maka sekarang aku marah, aku kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Aku mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri, dan anak-anak orang kaya yang menyia-nyiakan kesempatan pendidikan.‘

Rumah Baca Mutiara Mandiri yang sederhana ini berusaha menyambung mimpi anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi dengan menyediakan pendidikan memadai, atas inisiatif sendiri, secara swadaya dengan segala keterbatasannya. Pak Toni, seorang pengamen jalanan, memang tak memiliki angan-angan muluk menjadikan rumah baca Mutiara Mandiri yang dikelolanya bersama istri tercinta, ibu Omah, menjadi sebuah lembaga pendidikan bertujuan komersil. “Kami semua ingin anak-anak yang kami didik, menjadi anak-anak yang pintar dan berakhlak baik”, demikian harapan ibu Yani saat saya dan kawan-kawan akan pamit pulang.

Ibu Yani, dan mungkin sebagian besar dari kita, mempunyai mimpi bersahaja : menjadikan generasi pelanjut bangsa ini sebagai generasi yang cerdas dan berintegritas dengan memperoleh pendidikan yang memadai tanpa harus terkendala oleh fasilitas atau masalah finansial lainnya. Apa yang telah dan sedang diperjuangkan Pak Toni, Ibu Omah, Ibu Yani, serta guru-guru sukarela di Rumah Baca Mutiara Mandiri menjadi inspirasi buat kita semua bahwa kepedulian mereka mengajar anak-anak kurang mampu dengan keterbatasan fasilitas adalah secercah harapan ditengah hiruk pikuk komersialisasi pendidikan saat ini.

“Terimakasih ya pak sudah datang menengok kami disini, kedatangannya membuat kami semua semakin bersemangat,” kata ibu Omah dengan mata berkaca-kaca saat saya menjabat tangannya.

Ada ketulusan terpancar dari mata guru yang gigih itu.

Sebuah spirit menyala dari  ”Laskar Pelangi” Masa kini

SEMANGAT BERBAGI BAHAGIA BERSAMA BLOGGER BEKASI

Posted 30 Aug 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Langit begitu cerah, ketika kemarin sore (29/8) saya tiba di lokasi pelaksanaaan Buka Puasa bersama Blogger Bekasi di kantor RW Dusun 1 Desa Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Berbekal informasi lewat telepon, saya berhasil mencapai alamat tersebut yang berada tepat dibelakang pabrik Oleochemical PT Sumi Asih.

Suasana terlihat sangat semarak. Sekitar 250 orang dan diantaranya 200 orang anak-anak usia pra sekolah dan sekolah dasar hadir dalam acara puncak peringatan HUT pertama Komunitas Blogger Bekasi (BeBlog) ini. Mayoritas anak-anak yang datang berada dibawah asuhan Rumah Baca Mutiara Mandiri, sebuah “sekolah” sederhana yang disediakan untuk anak-anak yatim dan dhuafa di desa Jatimulya. Rumah Baca Mutiara Mandiri yang dipimpin oleh Pak Toni (seorang pengamen jalanan) itu sendiri berlokasi sekitar 150 meter dari lokasi acara dan telah eksis selama 3 tahun.

Saya langsung menyapa Mas Aris Heru Utomo, Ketua BeBlog yang sudah berada di lokasi acara satu jam sebelumnya ini. Di panggung sederhana nampak tampil kasidah remaja putri asuhan Majelis Taklim yang dipimpin oleh ibu Yani. Setelah itu tampil anak-anak didikan rumah baca Mutiara Mandiri yang menyanyikan sejumlah lagu diiringi oleh KPJ (Kelompok Pengamen Jalanan) Bekasi.

Bertindak sebagai pemandu acara ada Adyanti Rahmarina yang juga menjadi Ketua Panitia Kegiatan ini. Adyanti sang ketua SEBUAI (Sejuta Buku untuk Anak Indonesia) didampingi oleh Hery Sugianto salah seorang guru rumah baca Mutiara Mandiri.

Suasana menjadi kian meriah ketika Mr.Huda, seorang pesulap tampil keatas pentas. Dengan gayanya yang menghibur, Mr.Huda menyajikan trik-trik sulap yang memukau hadirin. Mulai dari sulap bola pingpong, merubah tongkat jadi bunga, membengkokkan sendok hingga mengundang beberapa anak naik ke panggung secara interaktif ikut membantu sulap yang disajikannya. Anak-anak yang hadir tertawa terpingkal-pingkal ketika Mr.Huda “mengerjai” seorang anak yang diundangnya ke atas panggung.

Menjelang buka puasa, Panitia membagikan bingkisan alat-alat tulis kepada anak-anak dhuafa serta santunan kepada anak-anak yatim. Diserahkan pula bantuan Blogger Bekasi kepada Rumah Baca Mutiara Mandiri. Dalam kata sambutannya, Mas Aris menyampaikan, acara yang bertema “Bergembira dan Ceria bersama anak-anak” ini, merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT pertama Komunitas Blogger Bekasi yang merupakan sebuah upaya konstruktif ikut berbagi kebahagiaan bersama di bulan suci Ramadhan.

“Saya berharap agar kegiatan ini ikut menginspirasi kita semua untuk lebih peduli pada inisiatif pendidikan anak-anak kurang mampu sebagaimana yang sudah digagas dan dilaksanakan oleh Rumah Baca Mutiara Mandiri ini,” ucapnya.

Ketika azan bergema menandai saatnya buka puasa telah tiba, suasana terlihat semakin meriah saat anak-anak menyantap hidangan nasi kotak sumbangan dari para donatur acara ini. Dimeja yang terletak didepan panggung, disiapkan  es buah segar untuk menghilangkan dahaga. Usai sholat maghrib panitia dan pengurus BeBlog menyantap hidangan spesial berupa nasi kotak berisi gulai kambing sumbangan Pak Rawi Wahyudiono (Ketua Panitia HUT Pertama BeBlog) yang kebetulan merayakan akikah putrinya yang baru saja lahir.

Alhamdulillah, rangkaian acara ini berakhir lancar dan sukses. Terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang sudah bersusah payah menyiapkan acara ini dengan baik serta sumbangan berupa dana, konsumsi kegiatan, bantuan tenaga dan do’a dari para donatur. Semoga kita semua mendapatkan hikmah terbaik dari pelaksanaan acara ini.

Selamat Ulang Tahun Pertama BeBlog !

Sumber foto : Koleksi Pribadi dan Halaman Facebook Aris Heru Utomo

YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (36)

Posted 29 Aug 2010 — by amriltg
Category Kisahku

1. Lomba Logo Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2011

Inilah Lomba yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam rangka menyongsong Keketuaan Indonesia di ASEAN yang akan diadakan tahun depan. Tersedia hadiah-hadiah menarik bagi pemenangnya. Baca link diatas untuk tahu lebih lengkap penjelasannya.

2. Gerakan SEO Positif Melawan Penyalahgunaan SEO


Ketiklah kata SMP di mesin pencari google. Dan kita akan menemukan sejumlah hasil yang “kurang senonoh”. Didorong keprihatinan itu, situs ini menggagas gerakan SEO (Search Engine Optimalization) positif untuk menggusur hasil pencarian di mesin internet ke peringkat lebih bawah dengan konten yang positif. Caranya adalah membuat artikel di blog yang memiliki judul atau konten “SMP”. Ide yang bagus ! Dan semoga, kata penggagas gerakan ini kita bisa mendapatkan:

1.  Pahala berlipat ganda karena sobat semua telah menegakkan amal ma’ruf nahi munkar

2. Berarti sobat semua benar-benar seorang blogger yang peduli

3. Sobat akan menjadi salah satu orang yang dirindukan surga karena menyebarkan kebaikan dan melawan bentuk kemungkaran

4. Sebagai bentuk rasa cinta sejati sebagai blogger yang peduli terhadap generasi bangsa.

5. Membuat para pahlawan tersenyum karena kita telah berjuang dengan keahlian kita untuk melawan bentuk kemungkaran di dunia maya.

3. Indonesia Memang Juara “Berkicau”!

Dalam soal “berkicau” didunia maya lewat Twitter, Indonesia adalah Juaranya. Dalam situs ini yang menyitir hasil keterangan pers dari Comscore disebutkan:

Dari 21 negara, populasi pengguna internet Indonesia menempati ranking pertama soal penetrasi di Twitter. Proporsi pengunjung Twitter asal Indonesia memiliki pangsa 20,8 persen.

Peringkat kedua ditempati oleh Brasil dengan proporsi penetrasi Twitter sebanyak 20,5 persen. Sedangkan, Venezuela menempati urutan kedua dengan penetrasi sebesar 19 persen.

Dengan penetrasi terbesar di dunia tak mengherankan jika sejumlah topik asal Indonesia kerap menempati posisi teratas dalamtrending topic di Twitter. Sebut saja misalnya Peterporn yang menghebohkan dunia atau Keong Racun yang membuat Sinta-Jojo mendadak melesat menjadi artis dadakan.

4. SparXup Award

Inilah sebuah ajang kompetisi web para digital “start up” atau pemula di Indonesia. Lomba yang digagas oleh Semut Api dan Dailysocial.net serta ditutup hingga tanggal 15 Oktober 2010 ini memperebutkan hadiah 200 juta untuk 2 pemenang dan coaching selama 6 bulan oleh tim SparXup. Syaratnya adalah sebagai berikut: Perusahaan digital StartUp yang tidak berada di bawah brand besar. Beroperasi di bawah 3 tahun.Memiliki staf dan pekerja di bawah 20 orang. Penghasilan di bawah Rp 1 Miliar setahun.

Tertarik? Silahkan baca keterangan lengkap disitusnya.

5. Klinik Penulisan di Blogfam

Bergabunglah di Komunitas Blogger Tertua di Indonesia, Blogfam, dan disana anda bisa mengikuti kiat-kiat penulisan dan penerbitan buku dari salah satu penulis produktif Indonesia, Iwok Abqary. Konsultasi ini dibuka gratis dan anda bisa tanya-tanya langsung pada Kang Iwok serta juga beberapa penulis buku yang juga dari Blogfam.

SILLY DAN AKSI NYATA YANG TAK SEBATAS “HANYA”

Posted 22 Aug 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Namanya Silly.

Hanya Silly.

Persis sama dengan akun namanya di twitter @justsilly.

Saya mengenal sosok blogger perempuan tangguh ini pertama kali ketika ia meninggalkan jejak komentar kocak di blog saya, dua tahun silam. Setelah itu, komunikasi kami berjalan lancar, terlebih ketika saya ikut aktif mengisi konten di situs www.ngerumpi.com (disana saya memakai nickname “Tukang Odong-Odong”), yang diasuhnya bersama simbok Venus dan kemudian ikut berpartisipasi menulis dalam buku perdana situs tersebut. Silly yang berdomisili di Lippo Cikarang juga saya ajak ikut bergabung bersama Komunitas Blogger Cikarang. Sebaliknya, Silly juga mengajak saya bergabung bersama mailing list dan komunitas Blood For Life yang juga diasuhnya. Komunitas ini adalah komunitas orang-orang yang peduli untuk membantu dalam pendonoran darah.

Pada hari Rabu, 18 Agustus 2010 lalu, saya tiba-tiba bertemu dengannya didepan ruang Radiologi Rumah Sakit Siloam Lippo Cikarang, dimana pada saat yang sama, saya akan menjalani proses USG dan Rontgen di Ginjal saya diruangan tersebut.

“Pak Amril, ya ampun..ngapain disini? Dirawat ya?”, seru Silly yang datang menghampiri saya yang tengah berada diatas kursi roda didorong oleh seorang perawat. Kami lalu berbincang sejenak.

Silly sedang mengantar Ibu Tini, seorang pemulung yang tengah menderita Kanker Rahim dan ketika itu sedang menjalani proses pemeriksaan diruang Radiologi. Silly bercerita Bu Tini, 60thn, ditemukan olehnya ketika sedang melakukan kegiatan #BERBAGI di Tegal Luhur, Pasir Sari, Cikarang, Bekasi.

Bu Tini tinggal bersama sang suami, Pak Amin 70 tahun, sehari-hari bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan pas-pasan. Sudah 8 bulan Bu Tini digerogoti penyakit Kanker Rahim. Sudah habis harta yang sempat ia punyai untuk berobat. Saat ini ia hanya bisa pasrah di rumahnya yang tidak layak huni sembari terus menahan rasa sakit yang tidak bisa ia obati karena ketiadaan biaya. Tubuhnya semakin kurus sementara perutnya terus membesar (profil ibu Tini bisa dilihat di halaman Facebook yang dibuat Silly dan didedikasikan buat beliau)

Silly tergugah dan sontak melakukan gerakan sosial menggalang dana dan simpati untuk membantu ibu Tini. Yang menarik, ia melakukannya dengan memanfaatkan jejaring internet dan social media (Twitter, Facebook,mailing list) secara intens. Dengan gencar, Silly “berkicau” di Twitter dan update status di Facebook, menghimbau banyak orang membantu Ibu Tini.

Tak hanya itu,Silly yang piawai merangkai kata menuliskan sejumlah hal terkait ibu Tini yang membangkitkan empati seseorang. Bacalah beberapa update status di Twitter Silly yang menyajikan hasil percakapannya yang menggetarkan bersama ibu Tini selama dirawat di Siloam Hospital Cikarang :

Ohya, ada yg mengharukan td pagi, ktka ktmu #buTini, dia meluk sy smbil nangis, “Neng, makasih ya, baru kali ini sy makan 3x sehari…” :( (?

“Biasanya sehari aja kdg makan, kdg enggak. Boleh mulung sebulan, cuma dihargain 70rebu, plg banter 150rebu sebulan”…*tercekat

“Skarangdisini sy makan 3x, udah gitu masih dikasih senek kue 3x ama teh, yaoloh neng, mimpi aja emak gak brani”.. Oalah mak *peluk* :(

“Manalauknya disini enak2 neng, emak ampe napsu banget makannya..”, ahhh,smoga kalian yg ikut mmbantu tersejukkan hatinya membaca ini. :)

Bu Tini bersama sang Suami Tercinta

Bu Tini bersama sang Suami Tercinta (sumber foto : Facebook page Berbagi untuk Bu Tini)

Di Facebook, tepat pada peringatan HUT RI ke 65, Silly “mencolek” para pemirsa “Apa Kabar Indonesia Malam” TV One, “MTV Insomnia” Global TV,  Liputan 6 SCTV di halaman Facebook Page masing-masing dengan himbauan yang menyentuh:

Teman-teman setia pemirsa Apa Kabar Indonesia Malam , salam kemerdekaan!! ketika kita bergembira memperingati HUT RI ke 65, seorang saudara kita di Cikarang, Ibu Tini,60thn, menderita kanker dengan ketiadaan biaya. Jika hati anda terketuk dan tergerak keikhlasan  berbagi untuk membantu pengobatan beliau mari bersama salurkan  kepedulian Anda. Terima kasih

Dan luar biasa. Bantuan spontan segera mengalir deras. Dalam waktu singkat via rekening BCA dan Bank Mandiri yang dibuka untuk Ibu Tini, sudah terkumpul dana Rp 7.565.009, yang langsung digunakan untuk membawa ibu Tini, yang berpenghasilan hanya Rp 70 ribu per bulan itu sebagai pemulung, dengan ambulans ke Rumah Sakit Siloam.

Tidak hanya itu, selama dalam perawatan di Rumah Sakit Siloam, Bu Tini menerima sejumlah kunjungan dari sejumlah Stasiun TV serta tokoh masyarakat yang peduli pada penderitaannya. Tak kurang dari presenter kondang dan host acara Opini Berbagi TV One Dewi Hughes datang menjenguk Ibu Tini di Rumah Sakit. Malah Ketua Umum IWAPI Rina Fahmi Idris beserta suami ikut pula langsung mengunjungi Ibu Tini.

Ibu Tini dibawa dengan Ambulans ke Rumah Sakit Siloam Lippo Cikarang

Ibu Tini dibawa dengan Ambulans ke Rumah Sakit Siloam Lippo Cikarang

“Inilah kekuatan dashyat sosial media internet, Pak Amril. Sangat tak terduga, bahkan diluar ekspektasi saya”, kata Silly dengan mata berkaca-kaca saat berkesempatan menjenguk saya di kamar 3103 Rumah Sakit Sloam Lippo Cikarang hari Rabu minggu lalu.

tweetphoto @justsilly)

Presenter dan Host acara Opini Berbagi TV One Dewi Hughes datang mengunjungi ibu Tini di Rumah Sakit (sumber : tweetphoto @justsilly)

Saya trenyuh.

Kepedulian Silly terhadap sesamanya yang menderita dan kurang mampu benar-benar dapat menggetarkan nurani. Ini sebentuk kepahlawanan yang nyata yang begitu dekat dengan kehidupan keseharian. Aksi spontannya mampu menggugah banyak orang untuk ikut membantu.

“Tuhan sepertinya telah menunjukkan jalan untuk bertemu dengan ibu Tini. Saya pernah mengalami penderitaan serupa seperti yang dialami beliau (ada kista “jinak” di kandungan usus dan rahim) bulan Januari 2010 lalu dengan kondisi perut yang membengkak. Saya masih beruntung dapat membiayai pengobatannya hingga sembuh. Sangat berbeda halnya dengan ibu Tini yang memiliki keterbatasan biaya. Saya sudah merasakan betapa sakitnya melewati derita itu dan ketika melihat kondisi ibu Tini, nurani saya tergerak untuk membantunya, dengan kemampuan yang saya miliki,” tutur Silly dengan rasa haru tercermin di wajahnya.

www.ngerumpi.com)

Silly saat dirawat di rumah sakit ketika menderita sakit kanker rahim, bulan Januari 2010 (sumber : www.ngerumpi.com)

****

Namanya Silly.

Hanya Silly.

Bahkan sampai sekarangpun saya tidak tahu siapa nama aslinya. Tapi itu tak penting.  Setidak penting istilah “Silly” yang identik dengan makna “Konyol” dalam bahasa Inggris.

Yang jelas, sosok itu ada dan secara nyata sudah melakukan sesuatu untuk Ibu Tini, untuk bangsa ini, untuk kita semua. Sosok yang menginspirasi kita untuk lebih peduli pada orang-orang sekitar kita yang menderita dan kurang beruntung.

Silly telah hadir, mengingatkan dan menyadarkan kita bahwa ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan–sesederhana apapun itu–untuk mewujudkan ekspresi kepedulian kita pada sesama, termasuk dengan menggunakan secara kreatif jejaring social media internet untuk mensosialisasikan gerakan kepedulian itu.

Silly telah melakukan sesuatu yang luar biasa dan tidak sebatas “hanya”.

Salut buat Silly.

You’re my Hero !


MEMAKNAI SAKIT SEBAGAI BERKAH DAN PERINGATAN

Posted 22 Aug 2010 — by amriltg
Category Kisahku

“Sudah sebelas tahun menikah, baru kali ini lho Papa dirawat di Rumah Sakit,”kata istri saya sembari geleng-geleng kepala keheranan. Saya hanya tersenyum tipis. Rasa sakit pada perut bawah sebelah kiri terus menusuk. Perih sekali. Dua orang perawat dan satu dokter jaga yang menangani saya di ruang ICU Rumah Sakit Siloam Lippo Cikarang terlihat begitu cekatan memasang infus di tangan kiri saya. Setelah obat disuntikkan lewat cairan infus, rasa sakit berangsur-angsur menghilang. Saya terkulai lemah kemudian dibawa ke kamar 3103 untuk perawatan lebih lanjut.

Pagi itu, Rabu 18 Agustus 2010, saya dilarikan ke Rumah Sakit Siloam dalam kondisi lemas setelah muntah-muntah lima kali di Kamar Mandi. Rasa sakit yang mendera membuat saya akhirnya menyerah pada desakan istri saya untuk segera ke Rumah Sakit terdekat. Sebenarnya, penderitaan yang saya alami itu terjadi sejak Selasa siang (17/8). “Serangan” sakit di perut kiri bagian bawah terasa bagai ditusuk-tusuk. Saya tidak tahan. Sampai akhirnya membatalkan puasa dengan meminum air sebanyak-banyaknya.

Saya curiga, sakit gejala gangguan ginjal yang pernah saya alami 7 tahun lalu kembali terulang.

Waktu itu, saya mengalami penderitaan yang serupa, malah lebih parah karena terasa hingga ke pinggang belakang. Bahkan sempat pingsan. Namun ketika itu, saya “bandel” tetap bertahan tidak mau dibawa ke rumah sakit, hanya ke dokter terdekat. Alhamdulillah, setelah 2 hari istirahat dan minum obat akhirnya sembuh.

Saya memang sempat dibawa ke Klinik terdekat ke Cikarang dan diberikan obat suntik penahan sakit pada Rabu sore (17/8) oleh dokter Alik. Tak lama kemudian, keadaan berangsur membaik. Namun, “serangan” sakit datang kembali pada dini harinya, bahkan lebih dashyat.

Sakit saya kali ini benar-benar menggempur pertahanan tubuh saya, yang selama ini saya anggap, cukup “mumpuni” melawan segala macam penyakit. Dan ternyata, saya tak berdaya. Tersungkur jatuh bersama sikap jumawa yang saya miliki untuk yakin bisa “sembuh sendiri”. Dua tahun silam, ketika kedua anak dan istri saya “tumbang” karena sakit typhus lalu dirawat dalam satu ruangan di rumah sakit dan hanya saya sendiri yang tetap sehat saya sudah membangun prasangka pada diri bahwa saya sudah memiliki kesehatan yang cukup prima. Ternyata saya keliru. Dan akhirnya saya “tumbang” pula karena sakit gangguan batu ginjal seperti sekarang. Ini sebuah peringatan yang begitu telak buat saya dari Allah SWT. Saya hanyalah manusia dhaif, yang berada dibawah keagungan kekuasaanNya, yang tak berdaya atas segala jalan takdirNya.

Saat sendiri di kamar rumah sakit, ketika istri dan anak-anak saya pulang ke rumah, tak terasa airmata menetes dipipi. Saya menyesal. Beginilah salah satu cara Allah SWT menunjukkan cintaNya pada saya, hambaNya yang lemah dibulan yang suci ini. Sakit yang saya derita ini menunjukkan bahwa saya sudah lalai memperhatikan kesehatan tubuh sendiri dengan membiarkan diri larut pada rutinitas pekerjaan. Menyadarkan saya bahwa, ketika terbaring sakit seperti ini, ada istri dan kedua anak saya memperlihatkan kasih dan perhatian yang begitu tulus dan tidak hanya sekedar kekhawatiran sesaat. Dada saya disesaki rasa haru ketika si bungsu Alya pelan-pelan menyeka keringat dikening saya dengan tisu dan si sulung Rizky memijat pelan kaki saya. “Pa, cepat sembuh ya. Alya sedih kalau Papa sakit,” kata putri kecil saya itu dengan mata berkaca-kaca. Suaranya yang bening menggetarkan ruang kalbu. Ah, betapa indahnya ekspresi cinta kedua buah hati saya ini, yang ditampilkan dengan tindakan sederhana namun menyentuh.

Tidak hanya itu, perhatian dan ungkapan simpati mulai dari tetangga-tetangga, teman-teman kantor di PT National Oilwell Varco, rekan-rekan blogger dan  mailing list kepada saya sungguh sangat menggugah. Saya sungguh tak menyangka doa untuk kesembuhan saya mengalir begitu deras lewat email maupun SMS yang membangkitkan semangat saya agar segera bangkit dan lekas sembuh.

“Selalu ada berkah dibalik musibah, nak”, ujar ayah saya dengan suara baritonnya yang khas di ujung telepon. Ayah saya lalu mengingatkan bahwa apa yang saya alami ini adalah “parsel” kasih Illahi buat saya untuk lebih rendah hati dan mensyukuri kehidupan dengan memperbanyak amal kebaikan. Subhanallah. Betapa sayangnya Allah SWT pada hambaNya dengan memberikan berkah dan hikmah lewat musibah ini.

Saya bersyukur bahwa sakit yang saya derita belum pada tahap yang fatal. Ditemukan kristal-kristal serupa pasir kecil di bagian ginjal kiri dan kanan saya usai di USG dan Rontgen. Upaya penyembuhan dapat dilakukan secara mandiri dengan secara disiplin menjaga kesehatan tubuh dengan baik dan berolahraga secara teratur. Saya akhirnya bisa pulang kembali ke rumah 3 hari setelah dirawat intensif di rumah sakit.

Alhamdulillah, saya sudah menuai hikmah yang sangat bermanfaat dari musibah ini. Sebuah berkah terindah dibulan penuh maghfirah..

Sumber Gambar

MAKASSAR, KOTA PENYELENGGARA PERTAMA BLOGSHOP PESTA BLOGGER 2010

Posted 20 Aug 2010 — by amriltg
Category Informasi

Seperti tahun sebelumnya, Pesta Blogger 2010, kembali menggelar Blogshop atau Blogging Workshop di sepuluh kota di Indonesia. Sebagai pembuka, Kota Makassar terpilih sebagai Kota Pertama yang ditunjuk untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut yang rencananya akan diadakan besok, Sabtu, 21 Agustus 2010 bertempat di ICT Center Universitas Negeri Makassar mulai pukul 09.00-15.30 WITA.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Tudang Sipulung atau Ramah Tamah sekaligus berdiskusi serta sharing lintas komunitas (sekalian berbuka puasa bersama) dengan tema “Makassar Tidak Kasar” bertempat di Dapur Makassar, Jl.A.Mappanyukki No.48 mulai pukul 16.30 sampai selesai, pada hari yang sama.

“Dalam kegiatan ini”, ujar Syaifullah Daeng Gassing, Ketua Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri, “akan melibatkan tidak hanya melibatkan para blogger, namun sesuai spirit tema sentral Pesta Blogger 2010 “Merayakan Kebersamaan” maka dalam acara Tudang Sipulung nanti akan hadir sejumlah perwakilan Komunitas di Makassar seperti Komunitas Pengguna microblogging Koprol Makassar (DaengKops), id-Blacberry Makassar, Linux User Grup Makassar, dll, sehingga akan diperoleh model-model kerjasama konstruktif lintas komunitas di Makassar untuk menaikkan kembali citra Makassar yang telah terlanjur dinodai stigma negatif pasca beberapa kali insiden tawuran atau aksi radikal lainnya”.

“Tema : Makassar Tidak Kasar, menjadi sangat relevan dengan ini dan semoga akan banyak masukan-masukan bermanfaat bagi langkah-langkah konkrit kedepan”, tambah Syaifullah yang baru saja menggantikan Rara (yang kini menjabat Ketua Panitia Pelaksana Pesta Blogger 2010) sebagai Ketua Komunitas Blogger Makassar ini.

Semoga acara di Makassar berjalan sukses sebagaimana yang diharapkan.

SATU TAHUN KOMUNITAS BLOGGER BEKASI : SEBUAH MIMPI YANG MENJADI

Posted 17 Aug 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Gelap Malam telah melingkupi kawasan pintu Tol Jatibening dan sekitarnya saat saya dan Mas Yulyanto yang mengendarai mobil Isuzu Panther melintasinya. Tak terlalu banyak kendaraan yang melewati pintu tol tersebut ketika itu. Saya melirik jam tangan. Sudah pukul 22.30 malam. Kami berdua baru saja kembali dari sebuah acara “kopdar” kecil-kecilan yang diselenggarakan oleh Asia Blogging Network (tempat saya dan Mas Yul menjadi Freelance Blogger), Kompasiana dan Taman Impian Jaya Ancol (saya memuat liputan acara tersebut disini).

Saya baru berkenalan dengan Mas Yul malam itu, dan sudah langsung akrab, layaknya sahabat lama karena kami berdua memiliki hobi yang sama : Ngeblog. Malam itu, selain kami berdua, ada dua rekan dari ABN yang lain yaitu Mas Koencoro dan Puty yang sudah turun lebih dulu di Pondok Gede. Dalam perjalanan pulang ke Bekasi, kami bercakap-cakap lama.

“Mas, sepertinya kita perlu membentuk Komunitas Blogger di Bekasi deh. Saya yakin blogger-blogger di Bekasi itu banyak dan kita bisa menggalang potensi itu untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,” ujar Mas Yul memecah keheningan diantara kami. Saya mengangguk-angguk setuju, meski dalam hati sedikit pesimis karena belum begitu banyak tahu soal potensi blogger di Kawasan Bekasi.

“Mudah-mudahan mimpi saya dan Mas Amril ini bisa jadi kenyataan,”tegas lelaki yang bekerja sebagai Manager Marketing disebuah Perusahaan Swasta di Jakarta itu seraya tersenyum lebar. Matanya berbinar tanda ia optimis dan bersemangat.

Dan begitulah, waktu terus bergulir.

Ide pembentukan Komunitas Blogger Bekasi semakin mengkristal, terlebih ketika Social Blog Kompasiana hadir dengan sejumlah Blogger-Blogger asal Bekasi yang ikut meramaikannya tidak hanya kami berdua, tapi ada Mas Eko Eshape, Mas Aris Heru Utomo, Mas Rawi Wahyudiono, Om Jay (nama mesra Wijayakusumah), dll. Saat event pertemuan kopdar Kompasiana, kami mulai serius membicarakan soal pembentukan Komunitas ini.

Pada awal Agustus 2009, tonggak sejarah itu “ditancapkan”.  Lima orang blogger Bekasi yaitu Aris Heru Utomo, Yulyanto, Wijaya Kusumah, Rawi Wahdyudiono dan Irfan ZJ menggagas pembentukan komunitas Blogger Bekasi di sebuah Rumah Makan di tempat peristirahatan Km.19 Tol Jakarta – Cikampek. Tanpa tunggu waktu lama, Pengurusnya pun segera dibentuk. Saya dan Om Jay dapat posisi sebagai Penasehat sementara Mas Aris, Mas Eko Eshape, Mas Yulyanto, Mas Rawi dan Mas Irfan serta Puty, masing-masing mendapat tugas sebagai Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Humas, Admin Blog dan Desain Creative. Pada kesempatan itu pula ditetapkan untuk segera menyiapkan hosting www.bloggerbekasi.com sebagai langkah awal “gebrakan” ini.

Visi Komunitas ini, seperti dikutip dari halaman “Tentang Kami” adalah Menjadikan budaya “blog” sebagai salah satu media alternatif untuk menyampaikan informasi melalui jurnalisme warga (citizen journalism), agar bisa berperan aktif dan ikut serta untuk memajukan Kota Bekasi kearah yang lebih baik lagi.

Disebutkan pula, Komunitas blogger Kota Bekasi yang dibentuk ini ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat umum yang berdomisili, lahir, keturunan, sekolah, bekerja, ataupun hanya sekedar tertarik dengan Kota Bekasi dan sekitarnya, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Melalui komunitas blogger Kota Bekasi ini, diharapkan akan tercipta sinergi antara penduduk (masyarakat) sebagai blogger dengan Pemerintah Kota Bekasi sebagai pengelola Kota Bekasi.

Selain itu, peran para blogger yang nantinya akan bergabung untuk membentuk sebuah komunitas blogger terbesar di Kota Bekasi ini, bisa menjadi sebuah langkah awal dan alternatif media untuk menampung saran dan masukan positif terkait dengan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Corporate Gorvernment/GCG), yang pada akhirnya bisa ikut berperan serta dalam membangun dan memajukan Kota Bekasi.

fotolauncingbbc-2

Pengurus Blogger Bekasi dot com berfoto bersama seusai acara Pre-Launching di Bekasi Cyber Park, Senin malam, 17 Agustus 2009 (dari kiri ke kanan, saya bersama si kecil Alya, Yulyanto dan sang junior, Om Jay, Eko Eshape dan si junior Lilo, Aris Heru Utomo dan sang junior, Abi Hasantoso serta anak saya Rizky yang duduk di kursi) -Foto oleh Ibu Eko Eshape

Tanggal 17 Agustus 2009, bertempat di Food Court Bekasi Cyber Park dilaksanakan Pre-Launching Be-Blog, sekaligus pencanangan hari Kelahiran BeBlog dan slogannya : MENEMBUS TAPAL BATAS.

Dalam acara yang dihadiri oleh saya sekeluarga, Mas Eko Eshape sekeluarga, Mas Wijayakusuma, MasYulyanto dan Mas Abi Hasantoso ini selain menyantap makan malam bersama juga dilaksanakan rapat persiapan peluncuran blogger bekasi serta usulan-usulan penyempurnaan situs blogger Bekasi. Acara yang berakhir menjelang pukul 21.00 malam itu diakhiri dengan sesi foto bersama. Nuansa kekeluargaan dan keakraban terasa kental disana.

Setelah peluncuran lunak alias Soft Launching itu  :), disusul kemudian dengan rencana Grand Launching yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2009. Segala persiapan dilakukan termasuk melakukan “pendekatan” kepada Pemerintah Kota Bekasi. Tak disangka, sambutan Walikota Bekasi sungguh sangat membesarkan hati bahkan siap datang pada saat peluncuran Komunitas ini, tidak hanya itu Pak Walikota sempat mengajak silaturrahmi ke kediamannya dan dikesempatan itu, beliau memberikan tunjangan sewa sekretariat dari kantung pribadinya untuk Komunitas Blogger Bekasi sebesar Rp 10 juta. Pembenahan Blog Komunitas juga dilakukan, hasil kolaborasi apik antara Mas Irfan dan Mas Vavai.

Hari bersejarah itu tiba. Tanggal 17 Oktober 2009, bertempat di Gloria Jeans Cafe Bekasi Cyber Park dilaksanakan grand launching Komunitas BeBlog yang pencanangannya dilakukan langsung oleh Walikota Bekasi, Bapak Mochtar Muhammad.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 150 orang termasuk Taufik Mihardja, Direktur Kompas dot com (sponsor Blogger Bekasi),  Prayitno Ramelan (Blogger Senior Kompasiana), Budi Putra (Country Editor Yahoo Indonesia) serta perwakilan sejumlah komunitas blogger daerah berlangsung semarak dan meriah.

sambutanwalikotabksWalikota Bekasi menyatakan menyiapkan hadiah uang bagi lomba penulisan blog dan foto masing-masing untuk Juara pertama, kedua dan ketiga sebesar Rp 10 juta, Rp 7,5 juta dan Rp 5 juta.  ”Uang hadiah ini saya ambil dari kantung pribadi sendiri, jadi tidak akan menganggu APBD Bekasi,” tukas Mochtar Muhammad dengan mata berbinar yang langsung disambut tepuk tangan dan sorak sorai hadirin.  Lomba yang rencananya berlangsung hingga 17 November 2009 ini dipimpin oleh Pepih Nughaha (Jurnalis senior Kompas dan admin Kompasiana) sebagai Ketua Tim Juri. Penyerahan hadiah lomba bagi para pemenang akan diadakan pada sebuah upacara resmi di Balaikota Bekasi saat HUT Kota Bekasi 10 Maret 2010.

Aris Heru Utomo, Ketua Komunitas Blogger Bekasi, menyambut gembira dukungan spontan Walikota Bekasi bagi keberadaan komunitas ini bahkan siap memberikan hadiah bagi lomba blog dan foto. “Kami sangat bangga dan terharu karena pada awal pendeklarasian komunitas ini, Pemkot Bekasi melalui Bapak Walikota Mochtar Muhammad, memberikan sokongan penuh bahkan secara pribadi menyiapkan hadiah lomba blog dan foto. Ini sangat berarti bagi pengembangan komunitas ini kedepan dalam mendukung program-program pemerintah Bekasi dengan tentu saja tidak menghilangkan sikap kritis dan independensi blogger dalam mengungkapkan pendapatnya”, ujar Aris sumringah.

Selain sambutan dari Walikota Bekasi, para perwakilan sponsor kegiatan masing-masing dari Telkom Speedy Bekasi, XL dan Kompas dot com juga menyampaikan sambutan serta ucapan selamat atas kelahiran Komunitas Blogger Bekasi. Henry Wijayanto, perwakilan dari XL menyatakan salut dan ikut berkomitmen mendukung kegiatan blogger bekasi ditengah era “mobile internet” dan “mobile internet” dewasa ini.

talkshow-beblog-1Usai prosesi peresmian, dilanjutkan dengan Talkshow bertema “Menembus Tapal Batas Bekasi Melalui Blog” yang menghadirkan narasumber Marsekal (Purn) Chappy Hakim, mantan KSAU RI yang baru saja meluncurkan buku catatan blognya di Kompasiana berjudul “Cat Rambut Orang Yahudi”,Antyo”Paman Tyo”Rentjoko (tokoh blogger bekasi) dan Pepih Nugraha (jurnalis Kompas dan admin portal blog Kompasiana). Talkshow ini dipandu olehMasim”Vavai”Sugianto seorang praktisi internet dan open source asal Bekasi.

Usai prosesi Launching, kegiatan-kegiatan BeBlog kian deras bergulir. Diawali dengan Blogshop di STMIK Bani Saleh bekerjasama dengan Kompasiana, pada bulan November 2009. Pada kesempatan tersebut, Telkom Bekasi menjadi mitra kegiatan dengan menyiapkan piranti koneksi Internet bagi para peserta Blogshop. Sejumlah peserta yang mengikuti blogshop sangat antusias dan menyatakan bergabung menjadi anggota BeBlog.

Blogshop selanjutnya dilaksanakan di Unisma Bekasi, dibulan Desember 2009.

Hari Rabu, 17 Desember 2009 adalah hari bersejarah bagi Komunitas Blogger Bekasi karena bertempat di Aula Sultan Kuningan Graha Telkom Gatot Subroto, telah ditandatangani perjanjian kerjasama antara Komunitas ini bersama pengelola jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom.

Saya dan Om Jay, sebagai Penasehat Komunitas Blogger Bekasi hadir dalam acara tersebut sebagai saksi penting ketika Mas Yulyanto, sekretaris Komunitas yang mewakili sang ketua Mas Aris Heru Utomo yang kebetulan sedang tugas ke luar negeri, menandatangani perjanjian kerjasama itu dengan Pak Teguh, GM Telkom Bekasi disaksikan oleh Direktur Konsumer Telkom Bapak I Nyoman G Wiryanata. Acara ini dirangkaikan dengan Grand Final Net Kuis Umroh yang diadakan Telkom sejak September lalu.

Isi Memorandum of Understanding (MoU) pada dasarnya adalah perjanjian kerjasama konstruktif untuk saling mendukung dalam setiap kegiatan Blogger Bekasi. Komitmen Telkom adalah memberikan dukungan penuh bagi segala aktifitas Komunitas Blogger Bekasi, dan demikian pula sebaliknya, komunitas Blogger Bekasi akan menjadi mitra strategis Telkom dalam sosialisasi program dan layanan Telkom yang baru saja memperkenalkan “new branding”-nya ini : The World in Your Hand. Dan MoU ini adalah nota kesepahaman kerjasama pertama antara Komunitas Blogger dan Telkom.

Kegiatan yang paling spektakuler digelar oleh BeBlog yakni pertemuan Blogger Nasional Amprokan Blogger. Kegiatan yang menghadirkan 300 blogger seluruh Indonesia dan diadakan pada tanggal 6-7 Maret 2010 dikaitkan dengan HUT Kota Bekasi, tanggal 10 Maret 2010.

Acara yang didukung penuh oleh Pemkot Bekasi ini, digelar dalam dua hari dengan acara yang padat. Dimulai dengan anjangsana ke monumen bersejarah, pusat kerajinan UKM Boneka, TPA Bantar Gebang dan Pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, President University dan Botanical Garden Kota Jababeka kemudian dilanjutkan dengan malam ramah tamah serta keesokan harinya diadakan Seminar Sehari bertempat di gedung pertemuan Diklat Mahkamah Konstitusi Bekasi. Liputan lengkapnya bisa baca disitus Amprokan Blogger.

Kegiatan-kegiatan BeBlog terus berlanjut, tidak hanya lomba-lomba bersifat online, juga ada kegiatan kopdar secara offline termasuk yang bersifat “fun” misalnya berkaraoke bersama, untuk saling mengakrabkan sesama anggota BeBlog.

Kegiatan Karaoke bareng ini dilaksanakan beberapa kali dan menjadi salah satu kegiatan favorit.

Kerjasama BeBlog juga dilakukan bersama SeBUAI atau Gerakan Sejuta Buku untuk Anak Indonesia yang digagas oleh mbak Adyanti dkk, sebagai wujud kepedulian BeBlog bagi penyediaan buku-buku untuk anak-anak Indonesia yang tak mampu.

Pada moment memperingati satu tahun BeBlog ini sejumlah rangkaian acara digelar, dimulai dengan senam aerobik bersama di area Car Free Day Bekasi hari Minggu 18 Juli 2010 dan terakhir pada minggu lalu, tanggal 6 Agustus 2010 diadakan Seminar Pengembangan Komunitas ASEAN kerjasama BeBlog dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Ya, hari ini, setahun sudah berlalu.

Begitu banyak jejak yang sudah ditorehkan Komunitas yang baru berusia setahun ini. Ibarat bayi, di usia setahun, BeBlog sudah melangkah begitu jauh. Membuat mimpi-mimpi Mas Yulyanto, mimpi saya, mimpi Mas Aris serta semua anggota dan pengelolanya melambung jauh, melampaui ekspektasi.  Inilah sebuah Mimpi yang “menjadi”.

Semoga komunitas BeBlog tetap eksis, hadir dan mengalir memberi manfaat tidak hanya bagi anggotanya, Kota Bekasi tapi juga buat Indonesia, yang juga berulangtahun hari ini.

Dirgahayu Komunitas Blogger Bekasi !

Dirgahayu Republik Indonesia!

PUISI : LURUH DALAM TEDUH MAGHFIRAH-MU

Posted 15 Aug 2010 — by amriltg
Category Puisi

Ya Allah,

Pada Teduh MaghfirahMU

Aku luluh terharu dalam sujud panjang

Mengharap ampunan dan RidhaMU yang tak bertepi

Pada bentang cakrawala, lengkung bianglala, bening kilau embun direrumputan

bahkan pada jernih airmataku

yang menitik pelan diujung sajadah di akhir Tahajjud

kuasaMU melingkupi semesta dengan segenap kasih

merangkum segala definisi cinta hingga yang tak terkatakan sekalipun

Aku luruh pada TeduhMU, Ya Allah..

yang rindang menaungi dalam dekap sejuk erat

seraya melantunkan doa lirih dan mengagungkan nama suciMU

bergema panjang di sanubari hingga ke lereng langit dan palung lautan terdalam

menegakkan Kemuliaan dan kebesaranMU dengan tahlil dan tahmid

mengantar segala asa dan cita-cita penuh tawadhu’

ke tahtaMU yang tak terbatas, meliputi bumi dan langit

dengan bibir bergetar dan tangis tertahan,

dari hambaMU yang dhaif dan penuh khilaf,

Ampuni aku Ya Allah, dan biarkan aku luruh dalam teduh MaghfirahMU

disetiap desah nafas dan ucap syukur atas karuniaMU yang tak akan putus

SHALAWAT TARHIM DAN KENANGAN SUBUH YANG BERGEMA DARI MASA LALU

Posted 14 Aug 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Hari ini, Pak Ananto, seorang kawan di mailing list Cikarang Baru, mengirimkan email mengenai shalawat Tarhim kepada kami semua. Membacanya kembali dan mendengarkannya setelah mengunduh dari link ini, membuat batin saya tergetar.

Rasa haru perlahan-lahan menyelinap ke dalam hati ketika ingatan saya mendadak terbang melayang ke masa silam sekitar 25 tahun lalu saat saya beserta adik-adik dan orangtua bermukim di Kab.Maros, Sulawesi Selatan.

Tanpa terasa kelopak mata saya basah saat mendengar ulang dan meresapi kalimat demi kalimat Shalawat yang indah serta begitu menyentuh hati ini. Konon, seperti email Pak Ananto, Shalawat ini sangat masyhur khususnya di kota Surabaya dan sekitarnya.

Shalawat ini dikumandangkan menjelang Subuh di radio Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya, dan di akses oleh hampir seluruh masjid di Surabaya dan sekitarnya hingga ke pelosok-pelosok Jawa timur, khususnya masjid-masjid di kalangan Nahdhiyyin.

Shalawat ini juga dikumandangkan dengan lantang dari Mesjid Raya Maros, Sulawesi Selatan yang letaknya kira-kira 1 km dari rumah saya. Suara Shalawat Tahrim kerap disuarakan menjelang azan subuh. Di bulan Ramadhan, saya menikmati keindahan lantunan Shalawat ini bersama langkah-langkah kaki saya yang mantap menuju Masjid. Saya sudah memperkirakan, tepat ketika shalawat ini selesai, saya sudah tiba di depan gerbang Mesjid Raya Maros tepat ketika azan subuh dikumandangkan.

Setiap langkah saya ke mesjid diiringi oleh Shalawat ini yang tidak hanya digemakan dari Mesjid Raya Maros namun juga dari Mesjid-Mesjid disekitarnya. Begitu syahdu dan membuat batin terharu. Langit pagi seakan bergemuruh melantunkan asma Allah dan shalawat untuk baginda tercinta Rasullullah Muhammad SAW.  Dan hati saya kian bersemangat menuju ke mesjid bersujud ke hadirat Allah SWT sang pencipta yang Maha Agung.

Sayangnya, beberapa tahun terakhir ini saya jarang mendengarkan lagi shalawat Tarhim ini bergema. Saya merindukan saat-saat subuh dimasa lalu, saat dingin pagi tak mampu melerai keinginan menghadap kepadaNya, melembutkan hati yang keras dan menyingkirkan rasa lalai untuk tak segera bangun dari tidur.

Cobalah simak keindahan syair shalawat ini:

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaayk

Yaa imaamal mujaahidiin yaa Rasuulallaah

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaayk

Yaa naashiral hudaa yaa khayra khalqillaaah

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaayk

Yaa naashiral haqqi yaa Rasuulallaah

Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaayk

Yaa Man asraa bikal muhayminu laylan nilta maa nilta wal-anaamu niyaamu

Wa taqaddamta lish-shalaati fashallaa kulu man fis-samaai wa antal imaamu

Wa ilal muntahaa rufi’ta kariiman

Wa ilal muntahaa rufi’ta kariiman wa sai’tan nidaa ‘alaykas salaam

Yaa kariimal akhlaaq yaa Rasuulallaah

Shallallaahu ‘alayka wa ‘alaa aalika wa ashhaabika ajma’iin


Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu

duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu

duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik

Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu

Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu

Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi

Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur

Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu

dan engkau menjadi imam

Engkau diberangkatkan ke Sitratul Muntaha karena kemulianmu

dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu

Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah

Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.

Sumber Foto:

“Menjulang Ke Langit” karya Mas Eko Eshape di Citography

ANDERGAUGE, DALAM SEBUAH RUANG KENANGAN TAK TERLUPAKAN

Posted 13 Aug 2010 — by amriltg
Category Kisahku

Karikatur ex Andergauge Team (kiri-kanan): Murray Lumsden, Shoerya Shoelastana, Eka Lilis, Heru Kuswanto, Diah Kartikowati, Amril TG dan Peter Fraser

Keramahan khas Scotland tersirat diwajahnya saat menjabat tangan saya dengan hangat diruang kerjanya Gedung Aldevco Octagon Building lantai 2, suatu hari di bulan Juli 2001.

“Welcome Amril, my name Peter Fraser, how are you today?” ujar lelaki itu sambil mempersilahkan saya duduk pada kursi yang berada tepat didepannya. Dan wawancara kerjapun dimulai. Saya melamar sebagai Koordinator Logistik Regional di Andergauge Drilling System Asia Pacific, sebuah perusahaan supply alat pengeboran minyak dan gas bumi yang berkantor di Jakarta dan membawahi wilayah kerja di Asia Tenggara dan Australia. Suasana berlangsung begitu akrab dan cair, tidak hanya menyangkut pekerjaan, juga mengenai latar belakang keluarga.

Pak Peter, Regional General Manager Andergauge juga memperkenalkan sang wakil, Pak Murray Lumsden yang menjabat sebagai Manager Operasional. Di Indonesia, Andergauge sudah beroperasi sejak tahun 1996.

Selang seminggu kemudian, kabar baik itu datang.

Saya diterima sebagai Regional Logistics Coordinator di Andergauge. Dan saya pun mengambil keputusan untuk pindah ke Andergauge, meninggalkan pekerjaan saya sebelumnya sebagai PPIC Section Manager di PT Nofmas Chemical Industries Cibitung setelah 2 tahun bekerja disana.

Dan demikianlah, mulai tanggal 1 Agustus 2001, saya bergabung dengan Andergauge yang ketika itu ke-agenannya di Indonesia dipegang oleh PT Inti Jatam Pura.  Andergauge Jakarta hanya terdiri atas tim kecil. selain Pak Peter dan Pak Murray, ada Eka Lilis Suciyati (sekretaris) dan Mas Shoerya Shoelastana (Field Service Engineer). Belakangan ikut bergabung pula Mas Heru Kuswanto (Field Engineer) dan Diah Kartikowati (Akunting).

Tugas saya terkait dengan hal-hal manajemen inventory, logistik, purchasing dan export import untuk Andergauge Wilayah Asia Pasifik. Selain Indonesia, Andergauge Asia Pacific memiliki cabang di Perth (dipimpin oleh John Grullis), Singapura (warehouse/workshop utama, dengan 3 orang Teknisi yakni Yeo Yeok Peang, Aidil dan Rizal) serta di Thailand (warehouse/workshop dikelola oleh Thanormsri dan Phayao), Seluruh pengiriman dari/ke wilayah diatas, termasuk wilayah Indonesia berada dalam tanggung jawab saya.

Sebagai sebuah tim kecil, banyak hal-hal menyenangkan kami alami. Koordinasi dan rantai birokrasi menjadi lebih mudah dibanding ketika saya masih berada di perusahaan lama dan memiliki anak buah 20 orang. Kendala komunikasi pada awalnya membuat saya bingung terutama ketika bercakap-cakap dengan Phayao atau Yeo. Mereka memiliki dialek khas yang kerapkali membuat saya mesti menajamkan pendengaran untuk memahami maksudnya. Yang menggelikan ketika saya menyahut, “Yes” dan diseberang sana membalas “Yes, What?”, lalu kami tertawa terpingkal-pingkal.

Yang paling mengesankan adalah ditahun 2003, kami mendapatkan Saham Gratis dari Andergauge. Saya sempat menikmati satu kali deviden saham di akhir tahun sampai akhirnya kami semua menjual saham tersebut di tahun 2005 menjelang akuisisi oleh Grant Prideco.

Suasana kekeluargaan dibangun dengan baik di “keluarga kecil” kami dibawah kepemimpinan Pak Peter. Ketika anak pertama saya lahir melalui Operasi Caesar dengan biaya yang tidak sedikit, saya menyampaikan kerisauan saya itu pada beliau karena untuk biaya melahirkan tidak ditanggulangi oleh Asuransi Kesehatan Perusahaan kami. Secara spontan, Pak Peter manyatakan, tak usah resah, biaya melahirkan ditanggung oleh Andergauge termasuk sewa kamar rumah sakit di ruang VIP.

Saya terharu. Bagaimanapun ini sebentuk kepedulian beliau sebagai atasan kepada kami, bawahannya. Hal serupa terjadi ketika anak kedua saya, Alya, lahir dengan Operasi Caesar. Semua biayanya ditanggung oleh Andergauge.

Hubungan interpersonal antara kami para karyawan berlangsung sangat akrab dan hangat. Kami sudah bagaikan saudara senasib dan pada beberapa kali kesempatan bertemu untuk saling bersilaturrahmi. Salah satunya adalah Dinner bareng bersama Managing Director Andergauge Malcolm Greener di Kafe Pinang Hotel Kristal, seperti yang sudah saya tulis disini. Sosok Pak Peter dan Pak Murray sendiri sudah kami anggap sebagai satu keluarga meskipun berbeda bangsa. Interaksi konstruktif antara kami berlangsung secara baik dan natural. Kami menjadi saling melengkapi kekurangan dan saling menggenapi. Alhamdulillah, seluruh target perusahaan berhasil kami capai bahkan melampaui ekspektasi.

Tahun 2007, Andergauge dibeli oleh Grant Prideco Inc. sebuah perusahaan Kontraktor Pengeboran Minyak dan Gas dari Amerika. Kami berada dibawah anak perusahaannya Reed Hycalog Inc. Kantor saya sendiri pindah hingga tiga kali mulai dari Gedung Aldevco Octagon, lalu ke gedung Tetrapak dan akhirnya ke Graha Kanaan Jl.TB Simatupang.

Pada pertengahan tahun 2008, Andergauge dan Reed Hycalog dibeli oleh salah satu raksasa Kontraktor Pengeboran Minyak National Oilwell Varco Inc. pada divisi Downhole Tools. Kami semua akhirnya pindah induk perusahaan baru dengan management yang lebih besar, berkali-kali lipat dari perusahaan kami sebelumnya.

Dan begitulah. Waktulah yang akhirnya memisahkan kami, pasca melebur di National Oilwell Varco. Pak Peter memutuskan pensiun, sementara Pak Murray menduduki jabatan baru sebagai Operation Manager NOV-Downhole Jakarta. Eka Lilis dan Mas Heru merintis karir baru di perusahaan lain, sementara saya, Mas Shoerya dan Diah masih tetap bertahan di NOV.

Hari Senin lalu (9/10) adalah hari terakhir Pak Peter di Indonesia. Beliau beserta keluarga memutuskan untuk pindah ke Thailand melewatkan masa tua disana. Sedih sekali rasanya kami semua ditinggalkan beliau, terlebih kami tak sempat bertemu untuk terakhir kalinya, berjumpa dalam sebuah tim kecil kami yang utuh seperti dulu.

Sebagai kenang-kenangan, kami tim ex Andergauge “patungan” dan berinisiatif membuatkan karikatur kenang-kenangan buat Pak Peter (seperti yang terlihat diatas). Beliau sangat gembira dan menyatakan dalam email :

Dear All,

Thanks so much for the great characterture of the old Andergauge Indonesia Team. I will cherish this and have very fond memories each time I look at it.

Stay in touch.

Selamat Jalan Pak Peter dan keluarga.

Kenangan bersama anda serta Andergauge senantiasa bersemayam di hati kami semua…