BLOGGER DAENG MENYEMARAKKAN DUNIA MAYA

daengnuntung.JPG

BERSIAPLAH blogosfer Indonesia menyambut kedatangan para blogger asal Makassar berdomain “daeng”. Sebut saja, www.daengrusle.com oleh Muh.Ruslailang Noertika di Balikpapan, www.daengnuntung.com oleh Kamaruddin Aziz Daeng Nuntung di Aceh, www.daenggassing.com oleh Syaifullah Daeng Gassing di Makassar, www.daengbaco.com oleh Muhammad Nadzirin Anshari Nur di Makassar dan www.daengbattala.com oleh saya, Amril Taufik Gobel di Cikarang.

Kehadiran blogger berdomain “daeng” ini setidaknya menyiratkan keinginan untuk melestarikan panggilan khas Bugis-Makassar ini. Bagi masyarakat Bugis, panggilan “Daeng” terbatas untuk merujuk pada seseorang yang dituakan. Tapi bagi masyarakat Makassar, Daeng juga adalah nama khusus atau disebut paddaengang, cerminan harapan yang luhur.

Dalam situs Panyingkul ,Kamaruddin Aziz Daeng Nuntung menceritakan ada ritual tradisional tersendiri untuk menyematkan gelar “Daeng” setelah namanya. Gelarannya sebagai Daeng Nuntung (atau “bisa menuntun”) kemudian diresmikan saat ia dikhitan, tepatnya sebulan sebelum masuk ke SMP di Galesong, Takalar. Tahapan a’gau gau (khitanan) secara tradisional di tanah Galesong terdiri dari tiga, yakni barazanji, penammatan Al Quran, dan sebuah tahapan yang disebut Atta’ba di mana sumbangan dari pihak keluarga bagi yang anak dikhitan disebutkan. Pada proses atta’ba inilah diumumkan tentang pemberian nama “Daeng Nuntung” bagi Kamaruddin.

Atta’ba yang dipandu seorang Imam itu mengumumkan: “Anne alloa nia ngaseng maki mae, para bija, purina, cikali, nenek , dato’na iya ngaseng niaka di kamponga battumaki ri patta’bakanna i Kamarudding daeng Nuntung.”

Artinya: ”Hari ini datanglah ke sini, keluarga, om, sepupu, nenek dan kakek, semua yang ada di kampung datanglah ri pattabbakanna Kamaruddin daeng Nuntung.”

Kamaruddin meneruskan tradisi pemberian gelar daeng di keluarganya. Ketiga anaknya bahkan telah mendapatkan paddaengangnya ketika diaqiqah, masing-masing Intan daeng Ngintang, Khalid Adam daeng Ngalli dan Aisyah Sofianita daeng Te’ne. Nama-nama tersebut diambil dari nama kakek dan nenek di keluarga besar.

“Saya tetap meneruskan tradisi paddaengang ini karena ingin mengingat sejarah keluarga sekaligus juga menjadikan gelar itu sebagai bentangan harapan dan doa bagi anak-anak saya,” tutur Kamaruddin. Dan kini tradisi itu diteruskan Kamaruddin, yang kini bekerja di sebuah LSM di Aceh dengan menamakan blognya dengan www.daengnuntung.com

daenggassing-dot-com.JPG

Syaifullah Daeng Gassing (www.daenggassing.com) yang juga kontributor di Cityblogging@Makassar ini meresmikan “rumah virtual” barunya itu dengan hidangan virtual khas Umba’-Umba’ alias Onde-onde yang merupakan sebuah tradisi spesifik masyarakat bugis-makassar ini. Syaifullah menjelaskan diblognya, “Dalam bahasa Makassar umba atau ammumba bisa diartikan muncul ke permukaan. Kata ini diberikan merujuk kepada sifat makanan ini saat dimasak. Umba-umba yang belum matang berada di bawah, atau pada posisi terendah di dalam panci. Saat masak, umba-umba kemudian akan naik ke permukaan. Makanya kemudian diberi nama umba-umba atau muncul ke permukaan.

“Dalam mitologi suku Makassar, umba-umba diibaratkan simbol harapan akan munculnya semua hal-hal yang positif di tempat baru tersebut. Umba-umba dimaknai sebagai harapan bawha di tempat yang baru nantinya, hal-hal positif yang selama ini tersembunyi akan segera naik ke permukaan”, tutur Syaifullah Daeng Gassing antusias(Gassing berarti “gesit”).

Saya sendiri meresmikan blog saya dengan nama “Daeng Battala” (battala’ berarti pula berat). Tentu dengan alasan-alasan romantik yang serupa dengan Syaifullah dan Kamaruddin. Saya menyematkan nama Daeng diblog saya sebagai representasi kerinduan dan upaya tetap “mengikatkan” diri pada tempat kelahiran saya di Makassar.

Selamat datang para blogger daeng di jagad maya dan ditunggu kehadiran blogger-blogger daeng lainnya di blogosfer.

Semoga saja ini bukanlah sebuah trend sesaat belaka 😀

Tulisan ini juga sudah dimuat disini 

Related Posts
Kemarin sore (14/12) bersama si sulung Rizky, saya menuju ke tempat cukur langganan kami dengan mengendarai motor Suzuki Shogun butut kami. Rambut kami berdua sudah gondrong dan relatif "cukup umur" ...
Posting Terkait
BANG HAJI, SELAMAT DATANG DI BLOGOSFER!
Saya membayangkan adegan ini: Disebuah panggung megah, sesosok siluet tubuh muncul dari redup cahaya. Sosok itu menenteng sebuah gitar diiringi tabuhan gendang yang berbunyi lirih. Ia berjalan tenang mendekati pinggir panggung. ...
Posting Terkait
KOPDAR DI CITOS
Dari kiri ke kanan : Luigi Pralangga, Budi Putra, Rane"Jaf"Hafied, Nuri Abidin, Rara dan saya dalam kesempatan kopdar di Mister Bean Coffee Cilandak Town Square (Citos) Rabu malam, 13 Februari 2008 ...
Posting Terkait
THE ART (AND THE POWER) OF DOING NOTHING
Ada begitu banyak cara menikmati hidup. Yang murah, menenangkan,menyenangkan dan melegakan. Salah satunya adalah leyah-leyeh atau bersantai tanpa melakukan apa-apa. Just Doing Nothing.    Saya tidak mengajarkan anda untuk bermalas-malasan dan menelantarkan pekerjaan. Tapi layaknya barisan ...
Posting Terkait
JADI ‘PAPI SITTER’, SIAPA TAKUUT ??
Hari libur di Sabtu dan Minggu merupakan waktu terbaik bagi saya untuk mendekatkan diri bersama keluarga, orang-orang yang saya cintai. Rasanya ini adalah saat yang tepat untuk "membayar utang" waktu ...
Posting Terkait
FILM INSIDE OUT : MENCERMATI “TINGKAH” LIMA TIPE PERASAAN
ari Sabtu (29/8) bersama si sulung Rizky, saya menonton film "Inside Out" di Studio 2 Cinemaxx Orange County Cikarang. Kebetulan disaat yang sama, istri dan putri bungsu saya Alya mengikuti ...
Posting Terkait
DEMI CINTA, JADI TUKANG OJEK SEPEDA PUN TAK APA..
Sebuah kisah nyata di ujung jalan raya Semper, Tanjung Priok, sebelas tahun silam (tanggal tepatnya lupa) : Pemuda itu memandangku dengan tatapan curiga.Ia kemudian melihat sepeda bututnya dan melihat kembali lagi ...
Posting Terkait
TERNYATA NAMPANG DI COVER MAJALAH ITU GAMPANG !
Setelah dapat ilham dan inspirasi dari milis Blogger Makassar, ternyata, saya juga bisa jadi model halaman depan sebuah majalah seperti yang anda lihat diatas.  Anda berminat juga? Silakan klik aja disini Hehehe...ternyata ...
Posting Terkait
MAKANYA, GAUL DONG!
BANG HAJI, SELAMAT DATANG DI BLOGOSFER!
KOPDAR DI CITOS
THE ART (AND THE POWER) OF DOING NOTHING
JADI ‘PAPI SITTER’, SIAPA TAKUUT ??
FILM INSIDE OUT : MENCERMATI “TINGKAH” LIMA TIPE
DEMI CINTA, JADI TUKANG OJEK SEPEDA PUN TAK
TERNYATA NAMPANG DI COVER MAJALAH ITU GAMPANG !
RIZKY DAN ALYA, BERGAYA DI SHOLAT TARAWIH DI
PERAGAWATI CIKARANG BERGAYA DIPINGGIR PEMATANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *