RINDU LAGU LUGU DARI MASA KECIL DULU

Tante Gode’

Naik di Becak

Becak ta’ putar

Tante Gode’ ta’ lempar..

FOTOWAKTUKECIL-2-resizeLagu diatas saya nyanyikan dengan riang bersama kawan-kawan satu SD saya di Kota Maros, sebuah ibukota kabupaten yang berjarak kurang lebih 30 km dari Makassar. Seuntai lagu lugu nan kocak yang disadari atau tidak menyinggung soal bentuk tubuh seseorang yang gode’ (atau gemuk). Sepulang sekolah, secara beramai-ramai kami kembali kerumah dengan berjalan kaki sembari menyanyikan lagu itu disepanjang jalan. Tawa kami meledak usai lagu itu dinyanyikan.

Suatu hari saat kami (4 orang anak termasuk saya yang ketika itu masih duduk di kelas 5 SD) beramai-ramai mendendangkan lagu bernada “sinis” tapi jenaka itu dengan suara kencang. Mendadak sebuah becak berhenti tepat didepan kami. Spontan kami terkejut apalagi saat melihat seorang ibu berbadan gode’ dan gede keluar dari becak tadi seraya menatap kami dengan tajam sembari berkacak pinggang.

“Eh, anak-anak, jangan coba-coba lagi kalian menyanyi lagu itu ya?. Itu bikin saya marah. Awas kalian!” kata ibu itu sambil mengepalkan tinju ke arah kami. Seketika kami semua ketakutan. Kaki saya gemetaran. Belum sempat pulih dari keterkejutan, tiba-tiba kepala kami satu persatu “dihadiahi” kandatto’ alias jitakan dari ibu tadi. Sembari bersungut-sungut, ibu tadi menaiki becak. Saya sempat melirik ke arah si tukang becak yang terlihat menahan tawanya. “Ciddako’ (rasain kamu) nak!, makanya jangan nyanyi lagu sembarangan!,” kata si tukang becak sambil menatap ngeledek kami satu persatu.

Adalah Grup “Loe Isi Yach” yang membahas soal lagu-lagu masa kecil di Kampung Panyingkul yang menyeret saya kembali ke masa lalu. Beberapa rekan di grup itu memaparkan sejumlah lagu-lagu masa kecil yang kerap didendangkan sembari melakukan permainan anak-anak (enggo’-enggo’ atau petak umpet, main kelereng, dan lain-lain). Simak saja lagu dibawah ini:

tumbu’-tumbu’ belanga
belanga minyak rong
rong kacalele tom-tom-tom..
sambayang kapiteng
buka satu di bawah!..

Arti lagu diatas saya tak tahu maknanya. Namun seingat saya, lagu itu didendangkan seraya bermain bersama 3 atau 4 orang teman seraya “menumpukkan” kepalan tangan satu diatas yang lainnya. Tepat saat kalimat terakhir pada lagu “buka satu dibawah!” maka sang empunya kepalan tangan yang berada di paling bawah “tumpukan”harus membuka tangannya. Demikian seterusnya sampai selesai.

Atau ada juga lagu seperti ini:

lojo’-lojo’, lojo’ pakanre tai,
pasubbi’ gallang-gallang..

enteng ris..!!

Arti lagu ini sungguh jorok abis. Jika saya dan kawan-kawan menyanyikannya maka tak lama kemudian tawa kami pecah membahana. Tepat di kata akhir “enteng ris!”, maka kamipun saling berkejar-kejaran. Saya ingat betul, lagu ini kerap saya nyanyikan bersama kawan-kawan kecil saya di Bone-Bone dulu. Kami bermain dibelakang rumah saya dimana terdapat hamparan lapangan sepak bola. Ini kami lakukan bila kami sudah bosan bermain sepak bola. Energi kanak-kanak yang tak kunjung habis memicu kami untuk bermain tanpa henti. Nikmatnya kian terasa jika setelah bermain, kami langsung mandi dengan menceburkan diri di kali irigasi yang mengalir jernih tepat didepan dilapangan bola tadi.

Lagu masa kecil yang masih saya kenang juga adalah lagu ini:

Ada anak baru, masuk sekolah

Pake baju merah

Rambutnya Kepang dua

Siapa Namanya?

Siti Rohani

Mana Rumahnya?

Jalan Ratulangi

Lagu diatas saya kurang tahu persis apa judul dan pengarangnya. Namun yang jelas, lagu tersebut sangat membetot ingatan karena ketika itu kami–yang duduk dibangku kelas 4 SD Negeri Bone-Bone– menyanyikan tersebut bersama-sama saat menyambut kedatangan murid cewek baru yang namanya bukan Siti Rohani, juga tidak tinggal di jalan Ratulangi. Saya tak tahu apa alasannya, mungkin sudah dari sononya lagu itu dibuat seperti “berima” dengan “i” dibelakangnya. Ketika si anak baru yang malang itu memprotes bahwa namanya Siti Annisa dan tinggal di Komplek PU Bone-Bone, spontan kami–anak-anak “lama”–balas memprotes: “Lagunya memang begitu kok!”. Dan ibu guru kami yang bijak langsung menengahi dan meminta kami mengganti teks lagu dibagian nama dari “Siti Rohani” menjadi “Siti Annisa” tetapi alamat rumahnya tetap “Jalan Ratulangi”. Kami sepakat. Siti Annisa juga (dengan wajah cemberut berusaha untuk) sepakat. Problem selesai!. Ibu Guru Senang.

Lamunan saya tiba-tiba buyar ketika tiba-tiba anak bungsu saya, Alya mendendangkan lagu masa kini dengan suara cadelnya:

Lelakiiii…buaayaa dalaat

Buceettt!!

Aku teltipu lagi!

Sayapun menepuk jidat.

Tak lama kemudian, sayapun menjerit histeris : ALYAAAAAA!!! GANTI LAGUMU!!

Duh..saya mendadak rindu pada lagu-lagu lugu dari masa kecil dulu
 

Related Posts
1. Kabarkan Kotamu di CitybloggingIngin mengabarkan hal menarik tentang kotamu?. Jadilah seorang Citybloggers dengan mendaftar kesini. Cityblogging yang juga merupakan salah satu "domain" dari Asia Blogging Network membuka kesempatan ...
Posting Terkait
MELERAI CEMAS DENGAN #INVESTASI CERDAS DI MANDIRI SEKURITAS
aya sungguh merasa beruntung mendapatkan kesempatan belajar Online Trading dalam kelas "Investasi Cerdas" batch-3 yang dilaksanakan oleh Mandiri Sekuritas untuk para blogger dan penggiat media sosial, Sabtu (13/12) di Main Hall ...
Posting Terkait
MERIAH DAN SUKSES, PELAKSANAAN PESTA BLOGGER 2010 (1)
Tepat pukul 08.30 pagi, Sabtu (30/10), kami, rombongan komunitas Blogger Cikarang, yang dipimpin oleh Presidennya Pak Ceppi Prihadi, tiba  di lokasi Rasuna Episentrum Walk tempat pelaksanaan Pesta Blogger 2010. Rombongan ...
Posting Terkait
SHALAWAT TARHIM DAN KENANGAN SUBUH YANG BERGEMA DARI MASA LALU
Hari ini, Pak Ananto, seorang kawan di mailing list Cikarang Baru, mengirimkan email mengenai shalawat Tarhim kepada kami semua. Membacanya kembali dan mendengarkannya setelah mengunduh dari link ini, membuat batin ...
Posting Terkait
BUKU “CERITA DI BALIK NODA” : UNTAIAN HIKMAH BAHKAN DARI SEPERCIK NODA
Judul Buku : Cerita Di Balik Noda (42 Kisah Inspirasi Jiwa) Penulis : Fira Basuki Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia Halaman : xii + 235 Cetakan : Pertama, Januari 2013 ISBN :978-979-91-0525-7 aya membeli buku ini ...
Posting Terkait
NGEBLOG ADALAH SALAH SATU CARA SAYA MENSYUKURI KEHIDUPAN
alam acara Blogilicious Jakarta yang diselenggarakan akhir Juni silam, saya sempat terhenyak pada pertanyaan seorang peserta kepada saya yang ketika itu membawakan materi mengenai "Tips Blogging". Peserta tersebut menanyakan, "Apakah ...
Posting Terkait
ALYA DAN DUNIA CERIA YANG DIBANGUNNYA
Hari ini, 10 November 2009, adalah hari ulang tahun kelima putri bungsu saya, Alya Dwi Astari. Sungguh begitu cepat waktu berlalu. Alya tumbuh menjadi gadis kecil yang manis dan montok. ...
Posting Terkait
DARI KOPDAR MILIS CIKARANG BARU : SILATURRAHMI ITU MEMPERPANJANG UMUR & MENAMBAH REZEKI
"ilaturrahmi itu memperpanjang umur dan menambah rezeki," kalimat ini diungkapkan oleh Pak Wawan, begitulah nama "mesra" Darmawan Syaefullah, saat membuka kopdar (kopi darat) warga mailing list Cikarang Baru, Minggu pagi ...
Posting Terkait
PERESMIAN KEDAI ART BRUT PASAR SENI ANCOL & TERAPI MELUKIS PENDERITA SKIZOFRENIA
ari Minggu (21/4) pagi, tepat disaat peringatan Hari Kartini, kami sekeluarga berangkat menuju Taman Impian Jaya Ancol untuk memenuhi undangan peresmian Kedai Art Brut di kawasan Pasar Seni. Didalam undangan ...
Posting Terkait
DAPAT HADIAH JERSEY BARU & SEPEDAAN PUN SEMAKIN SERU !
ungguh sebuah kebahagiaan dan kejutan luar biasa buat saya dapat hadiah spesial berupa Jersey (kaos khusus bersepeda) dari Pak Faisal Mahbub, salah satu anggota mailing list Cikarang Baru dan anggota ...
Posting Terkait
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (10)
MELERAI CEMAS DENGAN #INVESTASI CERDAS DI MANDIRI SEKURITAS
MERIAH DAN SUKSES, PELAKSANAAN PESTA BLOGGER 2010 (1)
SHALAWAT TARHIM DAN KENANGAN SUBUH YANG BERGEMA DARI
BUKU “CERITA DI BALIK NODA” : UNTAIAN HIKMAH
NGEBLOG ADALAH SALAH SATU CARA SAYA MENSYUKURI KEHIDUPAN
ALYA DAN DUNIA CERIA YANG DIBANGUNNYA
DARI KOPDAR MILIS CIKARANG BARU : SILATURRAHMI ITU
PERESMIAN KEDAI ART BRUT PASAR SENI ANCOL &
DAPAT HADIAH JERSEY BARU & SEPEDAAN PUN SEMAKIN

8 comments

  1. lho… tumbu2 belalang juga toh, pak? :p kok sama dengan di Ende? :p
    *ngakak*
    inget main itu tumbu2 belalang, belalang minya rom.. rom patalele tom tom tom.. maennya susun kepalan tangan tyus akhirnya korek2 pake telunjuk kalo nggak salah *korek? :p* hahahaha…
    btw ada permainan sijau sijau ade kakak suda jao gak? :p~

  2. Saya ingat istilah .. “nyak nyok nyang ciddako lontong”
    daeng..
    pernah berpikir tidak siapa are yang ciptakan itu lagu-lagu semua?
    kalo pun ada terdata paling tertulis NN..
    siapa are di’?

  3. Saya menemukan postingan ini sewaktu mencari kembali arti-arti lagu daerah. Ah, mengingatkan kembali masa kecil di Jalan Nuri. Terima kasih, Daeng.
    Betul, di masa itu pasti banyak dari kita masih lugu: lucu dan pa’garumbang, haha.

  4. masih ingatkah lagu : saputanga saputangan dibuat dari kain bagusnya bukan main siapa yg belum punya boleh mengejar saaaaaaayaaaaaaaaaaa.

  5. ular naga panjangnya bukan kepalang menjalar jalar selalu kian kemari umpan yg lezat itulah yg dicari ini dianya yg terbelaaaaaaakaaaaaaang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *