JADI BLOGGER ITU MEMBAHAGIAKAN…

intro_businessweek.jpg
Mata saya mendadak basah membaca email yang tiba di sekitar pertengahan bulan Agustus 2007. Email tersebut datang dari seorang suami yang tinggal di Jakarta dan telah 10 tahun menjalani kehidupan rumah tangga dengan sang istri yang cantik dan sangat dicintainya. Ia mengaku, tidak bahagia karena selama menjalani masa pernikahannya tersebut, belum dikaruniai anak sebagai penerus keturunan. Berbagai upaya telah dilakukan pasangan tersebut, baik medis maupun “mistis”, namun belum juga membuahkan hasil yang diharapkan.

Sampai akhirnya, ia mengaku memutuskan akan melakukan sebuah langkah yang sangat drastis dan dramatis : Menceraikan sang istri. Tekadnya sudah bulat, walau sang istri sangat menentang–meski akhirnya menyerah pasrah–pada keputusan sang suami. Lelaki itu menyatakan akan menyunting wanita lain untuk diperistri dan mampu memberikannya buah hati yang didambakannya sejak lama.

Tepat pada hari yang sama ketika ia bermaksud menuju ke Pengadilan Agama untuk mengajukan permohonan cerai,  saat “berselancar” internet di kantor, mendadak ia “terdampar” pada blog lama saya dan membaca posting berjudul “Desperate Seeking Child” yang saya tulis pada tanggal 11 Agustus 2007 ketika sedang menunggui Rizky yang sakit Typhus di Rumah Sakit.

Konon, usai membaca posting tersebut, lelaki itu spontan menangis didepan monitor komputer. Di hari itu juga ia memutuskan untuk membatalkan pengajuan permohonan cerainya pada sang istri di Pengadilan Agama. Ia mengucapkan terimakasih tak terhingga pada saya karena berkat posting saya diblog, ia menjadi tercerahkan hingga akhirnya mengurungkan niat untuk mengajukan permohonan cerai .

Ia mengaku mencetak posting saya diblog itu dan memperlihatkannya pada sang istri dirumah. “Kami tertawa dan juga menangis saat membacanya. Kami menemukan semangat disitu serta bertekad untuk terus berdoa, berikhtiar dan berjuang bersama dengan segenap cinta yang kami miliki dan akan tetap kami pelihara serta syukuri sampai kapanpun”. Begitu tulis lelaki itu di akhir emailnya yang membuat bulir-bulir airmata bening membasahi pipi saya.  Saya tak dapat menggambarkan bagaimana perasaan saya ketika itu. Haru, Kaget, Sedih, dan Bahagia campur aduk menjadi satu. Sayang sekali, saya lupa mengarsip email tersebut hingga kemudian email saya dibajak dan tak dapat saya akses sama sekali sampai sekarang.

Sepenggal episode diatas adalah salah satu diantara sekian banyak pengalaman batin saya yang sangat membekas di hati selama ngeblog kurang lebih 5 tahun.  Beberapa pengalaman sebelumnya, sempat saya tulis disini.

Sungguh, pada awalnya saya tak menduga catatan-catatan yang saya “tuangkan” di blog ini dengan spirit ingin bercerita dan berbagi kisah walau kerap disajikan dengan bumbu narsis (baik dengan porsi “ala kadarnya” maupun “over dosis” 😀 ), mampu memberikan efek dashyat yang tak terduga.

Saat menulis dan mengelola blog anak saya Rizky, beberapa kali saya menerima email tentang tips-tips mengasuh anak tentu termasuk resep-resep masakan yang cocok untuk anak dari sejumlah rekan-rekan blogger yang sebagian besar adalah ibu-ibu pengunjung tetap blog Rizky yang tak saya kenal apalagi bertemu sebelumnya. Istri saya sampai takjub (meski awalnya sempat curiga) saat saya memperlihatkan email-email tersebut padanya. Kami lalu menerapkan tips dan resep tersebut pada kehidupan keseharian kami dalam mengasuh anak.Bagi saya, inilah sebuah berkah terindah  dari aktifitas ngeblog. Interaksi virtual dari blog yang dihasilkan melalui keajaiban internet memberikan begitu banyak pengalaman batin berharga. Yang mengesankan, Yang Mencerahkan, Yang membahagiakan.

Pertumbuhan blog di Indonesia yang sungguh spektakuler, seperti yang disinyalir oleh Enda Nasution hingga kini mencapai 500 ribu blog memberikan peluang tidak hanya semakin beragam dan kayanya ketersediaan informasi di dunia maya, namun juga membuka kesempatan dan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk saling bertukar pikiran, kisah, pengalaman dan pendapat tentang banyak hal secara terbuka, lewat blog, dalam spirit kebebasan berekspresi dan berkreasi.

Ah..jadi blogger sungguh sangat membahagiakan!  😀

Selamat Hari Blogger Nasional!

Sumber Gambar 

Related Posts
DARI PESTA BLOGGER 2008 KE ACARA BLOGGER MAKASSAR (1)
Suasana sesi Talkshow yang dipandu oleh Enda Nasution pada acara Pesta Bloger 2008, Sabtu (22/11). Saya (berkaos biru) duduk diantara Menristek Bapak Kusmayanto dan GM Information Technology PT Telkom Bapak ...
Posting Terkait
DARI PESTA BLOGGER 2008 KE ACARA BLOGGER MAKASSAR

16 comments

  1. adalah kebahagiaan luarbiasa daeng, bisa menghindarkan seseorang utk berbuat sesuatu yang luar biasa dampaknya bagi kehidupan orang lain…

    selamat daeng, u r the one!

  2. Salamat ya pak. Tabungan hasanahnya nambah lagi deh 🙂

    Tapi agak sedih juga sih dengan persepsi bahwa menikah = harus punya anak. Selanjutnya mungkin kita, para blogger, bisa bantu menyebarkan ide bahwa tidak harus demikian. Misalnya; masih ada banyak sekali anak yatim piatu yang terdampar di berbagai panti. Itu layak sekali untuk kita santuni.

    Di zaman Nabi saw malah setahu saya tidak ada panti yatim piatu. Adanya adalah adopsi anak yatim. Ini bagus untuk kita kampanyekan lagi.

    Sekali lagi, selamat pak. Very well done.

  3. Akhir-akhir ini saya hanya melihat sisi suram dari blogosfer lokal, pak. Jadi maaf, tidak bisa berbagi kebahagiaan yang serupa.

    Setuju. Idealnya memang begitu, (seharusnya bisa) sangat membahagiakan dan mencerahkan.

    Selamat Hari Blogger Nasional.
    Selamat Hari Sumpah Pemuda.

    😀

  4. sangat mengharukan ceritanya mas….

    ga salah saya pilih jadi blogger, suatu hari nanti saya berharap akan merasakan kebahagiaan tersebut……meskipun dengan cara yang tak sama….

    keep blogging…

  5. haha itu pasti mas.. apalagi klo dg menjadi blogger menjadi banyak teman, banyak penghasilan, bisa berbagi apa saja dan jalan2 ke luar negeri hihi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *