PAWAI TAKBIRAN, SYAWALAN DAN ALYA HILANG!

sholatid-2.JPG

Hari Selasa (30/9), sehari setelah kami sekeluarga tiba di Yogya, kesibukan sekaligus kehebohan melanda rumah ayah/ibu mertua saya di Yogya yang berlokasi di dusun Kuncen, Tegaltirto Kecamatan Berbah Kabupaten Sleman yang selama ini damai, aman dan tenteram. Kedatangan dua cucu asal Cikarang yang hiperaktif, sensitif dan rawan konflik ini menyebabkan terjadinya perubahan yang sangat signifikan bagi situasi rumah yang disampingnya berada hamparan sawah yang kini ditanami jagung dan dibelakangnya terdapat mesjid tersebut.

Rizky yang pendiam tapi temperamental dan Alya yang jahil serta bawel merupakan sebuah paduan yang sangat pas untuk menambah kehebohan dirumah yang tenang itu. Teriakan kesal atau tangisan kencang serta riuh tawa anak-anak mewarnai keseharian kami selama mudik disana. Bapak dan Simbok, demikian saya dan istri memanggil kedua orangtua kami di Yogya ini, menyambut kedatangan kami sekeluarga dengan gembira. Juga Ahmad, adik bungsu lelaki istri saya yang penuh sukacita secara telaten mengurus kedua ponakannya yang lincah dan bervitalitas tinggi.

Usai sahur dan sholat subuh, saya tertidur kembali bersama anak-anak.Sementara istri saya telah sibuk di dapur bersama ibunya menyiapkan makanan untuk persiapan lebaran. Setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan, badan  saya rasanya letih sekali. Untung saja, semalam, datang Mbok Dondong–tukang urut langganan keluarga yang memiliki tenaga setangguh Hercules–memijat saya dan istri hingga pukul 22.00 malam. Badan yang lelah terasa kembali segar.

Setelah anak-anak bangun dan dimandikan kami sekeluarga bersiap berangkat. Pagi itu kami berencana mengunjungi markas Penerbit Gradien Mediatama di Jalan WoraWari A 86 Perumahan Baciro Baru, yang pernah menerbitkan buku yang diangkat dari blog Rizky serta menjalin kerjasama dengan komunitas blogfam  menerbitkan sejumlah buku kompilasi karya anggotanya, dimana saya pernah terlibat sebagai salah satu editornya.

fotobarengmaskhun.JPG

Pakde yang sudah hafal selukbeluk kota Yogya dengan mudah menemukan alamat Gradien. Kami disambut dengan hangat oleh Mas Ang Tek Khun (CEO Gradien) di beranda kantor serta diperkenalkan kepada sejumlah staffnya. Juli Tahun lalu,kami sekeluargajuga pernah mampir ke kantor Mas Khun namun waktu itu masih di kantor yang lama di Jalan Samirono Baru. Gradien Mediatama belum lama menempati kantor baru ini. Saya membicarakan progress penerbitan buku “100 Blogger Bicara” yang tengah kami garap menyongsong Pesta Blogger 2008 juga proyek buku kompilasi komunitas Blogfam serta komunitas blogger Makassar. Setelah itu, kami lalu berfoto bersama Mas Khun diruang perpustakaan Gradien.Dari Baciro, kami meluncur menuju Amplas alias Ambarukmo Plaza. Di Carrefour Amplas, kami belanja keperluan lebaran. Rizky dan Alya juga berkesempatan untuk bermain di area Timezone. Pukul 11.30 siang, kami kembali ke rumah.

Saat anak-anak tidur, saya membantu istri didapur membuat ketupat. Pukul 17.00 ketupat telah matang dan disaat yang sama, anak-anak sudah siap untuk jalan-jalan.Ini adalah kali pertama saya melewatkan suasana buka puasa dikampung. Saya sempat terkecoh ketika terdengar suara sirene melengking tinggi dan panjang dikejauhan. Ahmad menyatakan bunyi sirene itu menandakan bahwa waktu buka puasa telah tiba.

 

Usai sholat maghrib dan makan malam, kami lalu mengajak anak-anak melewatkan malam takbiran di Yogyakarta. Mobil kami meluncur mulus menuju ke kawasan Malioboro.Kendaraan sungguh padat malam itu dan kebanyakan didominasi oleh kendaraan berplat nomor non “AB” (Nomor Polisi Kendaraan Yogya).Semula kami bermaksud parkir di kawasan Malioboro, namun parkir penuh sekali.

pawaitakbiran.JPG

Kami lalu memutuskan untuk masuk ke kawasan alun-alun keraton.Disepanjang jalan ribuan warga tumpah ruah melewatkan malam terakhir dibulan ramadhan. Memasuki gerbang alun-alun, kami melihat barisan pawai takbiran melintas. Anak-anak yang mengikuti pawai tersebut berpakaian seragam, membawa lampion serta menyanyikan lagu-lagu religi dan sholawat serta gema takbir, tahlil dan tahmid. Dibelakang barisan tersebut ada “marching band” yang mengiringi. Alya dan Rizky berteriak senang menyaksikan pemandangan langka ini.Pawai itu juga dimeriahkan oleh replika perahu besar yang terbuat dari kardus dandihiasi beragam ornamen dan lampu. Di alun-alun utara suasana lebih semarak. Pesta kembang api mewarnai langit Yogya mengiringi langkah para peserta pawai. Pakde memarkir kendaraandidekat alun-alun dan kami semua menonton dipinggir jalan. Iring-iringan pawai takbiran terus melintas dengan seragam berbeda-beda. Semuanya begitu kompak mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid. Hati saya mendadak dilingkupi rasa haru mendalam, mengingat masa-masa kecil saya dulu melewatkan malam takbiran bersama keluarga di Makassar.

Kami lalu mampir di warung sate didekat alun-alun untuk menyantap hidangan sate dan tongseng kambing khas Yogya.Pukul 21.30 kami pulang kembali kerumah. Di sepanjang jalan pulang, pawai takbiran masih terus berlangsung. Beberapa kali mobil kami mestiberhenti untuk mendahulukan iring-iringan pawai takbiran yang akan melintas. Tiba dirumah, kedua anak saya langsung terlelap.

idulfitridilapangan.JPG

Keesokan paginya, Rabu (1/10), kami semua sudah bersiap menuju lapangan Tegaltirto untuk menunaikan sholat Id. Rizky dan Alya yang masih pulas tertidurdibangunkan. Dengan mata masih setengah mengantuk, kedua anak saya ini didandani dengan “baju andalan” masing-masing.Rizky yang masih kepingin tidur sempat mengamuk, namun Alya justru begitu antusias untuk berangkat. Pukul 06.30 pagi, kami tiba dilapangan Tegaltirto yang sudah dipenuhi jamaah sholat Idul Fitri.Ahmad lalu menggelar tikar panjang, tempat saya, ayah mertua, Pakde dan Rizky untuk duduk.

Tepat pukul 07.00 Sholat Id dilaksanakan denganpenuh rasa khusyuk. Usai sholat Ustadz Arif menyampaikan khutbah diatas mimbar.Berselang 10 menit kemudian, mendadak saya mendengar suara istrisaya memanggil dari arah belakang. Ia lalu menunjuk ke arah Alya yang tengah mencari saya dipinggir lapangan. Tak ayal, sayapun panik dan segera mengejarAlya. Anak itu ternyata lari dari pangkuan ibunya untuk mencari saya dan Rizky dibarisan depan.

sholatid-1.JPG

Saya lalu memangku Alya dan memegangnya agar tidak lari lagi. Usai khutbah, kami lalu bersiap pulang. Saat melipat sajadah, mendadak Alya hilang!. Kami panik luar biasa mencari gadis kecil berkepang dua yang hiperaktif itu. Kerumunan orang terlihat sangat ramai dan saya nyaris tak bisa melihat Alya ada dimana. Saya lalu membawa Rizky bersama-sama mencariadiknya. Pakde, Ahmad dan ayah mertua saya sibuk mencari. Tak lama kemudian, Pakde tiba-tiba memanggil saya. “Pak..ini Alya udah ketemu!”, katanya. TernyataAlya mampir di penjual balon dan permainan dipinggir lapangan. Dengan tergopoh-gopoh saya menghampirinya dan memeluk erat gadis kecil yang bikin cemashati bapaknya ini. Ayah mertua saya geleng-geleng kepala sembari tertawa menyaksikan ulah si Alya.

Setelah membelikan balon dan boneka barbie palsu kesukaannya, kami lalu menuju ke mobil untuk pulang ke rumah.Sesampai dirumah, saya dan istri melakukan sungkem kepada kedua orang tua kami. Alya dan Rizky juga melakukan hal serupa pada kedua orangtuanya. Gaya keduanya lebih mirip mau menyundul ketimbang sungkem. Kami lalu menuju ke halaman depan mesjid dibelakang rumah untuk mengikuti acara Syawalan.Sudah menjadi tradisi di dusun Kuncen untuk menyelenggarakan acara Syawalan usai Sholat Idul Fitri. Seluruh warga kampung berkumpul disana dan salingbersalam-salaman. Acara ini dikoordinir oleh Remaja Masjid. Kami semua duduk diatas tikar yang digelar dihalaman mesjid.

syawalan1.JPGsyawalan2.JPG 

Prosesi Syawalan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan terjemahan, dilanjutkan kata sambutan dari Ketua Panitia dan Kepala Dusun. Setelah itu acara Syawalan dimulai yangditandai dengan para sesepuh kampung berdiri didepan. Warga lalu berbaris panjang (dengan barisan depan kaum pria) untuk bersalaman dan saling bermaaf-maafan. 

syawalan3.JPG

Sekitar 200-an warga Kuncen mengikuti prosesi ini. Sungguh ini merupakan sebuah pengalaman baru yang berkesan bagi saya.Usai Syawalan, wargapun bubar kembali ke rumah masing-masing. Kami sekeluarga lalu bersilaturrahmi menuju rumah keluarga dan kerabat dekat. 

Related Posts
BELAJAR FOTOGRAFI DAN MEMOTRET DENGAN HATI DI CITOGRAPHY
Komunitas Fotografi Cikarang akhirnya terbentuk juga. Berawal dari obrolan soal fotografi di mailing List Cikarang Baru disertai diskusi soal foto-foto yang ditayangkan disana, terbit keinginan untuk menggalang potensi para pecinta ...
Posting Terkait
BBSP TRAINING PT.CSI : MENERAPKAN KONSEP KESELAMATAN KERJA BERBASIS PERILAKU
ada hari Senin (23/6) saya mendapatkan kehormatan bersama 14 kawan kantor PT Cameron Services International yang lain untuk mengikuti Observer Training BBSP (Behaviour Base Safety Process). Sebagai instruktur training ini ...
Posting Terkait
SUKSES, PENYELENGGARAAN BLOGSHOP KOMPASIANA BERSAMA BLOGGER BEKASI
Hari Sabtu, 14 November 2009 bersama Pak Eko Eshape (wakil ketua Komunitas Blogger Bekasi) dan Pak Ceppi Prihadi saya berangkat dari Cikarang menuju STMIK Bani Saleh Bekasi, lokasi pelaksanaan Roadshow ...
Posting Terkait
MELANCONG KE HONGKONG (3): KERAMAHAN ORIENTAL YANG MENYENANGKAN
Keramahan para karyawan kawasan Hongkong Disneyland mulai dari petugas hotel, pemandu wisata kami  sampai penjaga toko souvenir sungguh sangat mengesankan. Saat kami sarapan secara prasmanan di Enchanted Garden Hotel Disneyland pada ...
Posting Terkait
NASI GORENG KEKAR MEMBAHANA TAMPIL DALAM LOMBA MASAK KOKITA
inggu pagi (30/6) yang cerah tadi, saya menemani istri untuk mengikuti lomba masak nasi goreng yang dilaksanakan oleh Kokita di Pasar Bersih Cikarang. Awalnya, saya sama sekali tidak ada rencana ...
Posting Terkait
EARTH HOUR, REFLEKSI CINTA PADA BUMI
Hari Sabtu, 27 Maret 2010, saya dan keluarga sudah mencanangkan untuk ikut mendukung gerakan "Earth Hour" sebuah gerakan yang digagas oleh WWF, Organisasi Konservasi Terbesar di dunia, berupa inisiatif global ...
Posting Terkait
"Setidaknya ada 3 makna yang berada pada nama depanmu, nak," kata ayah saya suatu hari saat kami sedang duduk-duduk di teras rumah. Saya masih bersekolah di SMA ketika itu. "Apa itu, ...
Posting Terkait
SEPERTI JANJI MATAHARI (Untuk Ananda Alya Dwi Astari)
Jejak lampau yang telah engkau lewati, anakku menjelma serupa cahaya mengiringi langkahmu kedepan seiring dentang usia dan gerimis November serta pendar bening bola matamu menatap jauh masa depan yang terbentang dan tak mudah Seperti janji ...
Posting Terkait
LOVE AT THE FIRST VOICE
DALAM sejarah percintaan saya dari masa remaja di SMA hingga menyelesaikan kuliah, saya termasuk orang yang gagal melakoni indahnya romantisme itu. Saat masih SMA, seorang kawan yang memiliki reputasi sebagai playboy ...
Posting Terkait
KESUPERMARKET.COM : “SMART E-GROCERY” DAN SOLUSI PRAKTIS BELANJA DIGITAL
uaca Jakarta terlihat begitu bersahabat saat saya tiba di Ranch Market Pondok Indah, Senin siang (21/11). Setelah beberapa hari sebelumnya kerap diguyur hujan menjelang petang, dalam acara peluncuran portal kesupermarket.com ...
Posting Terkait
BELAJAR FOTOGRAFI DAN MEMOTRET DENGAN HATI DI CITOGRAPHY
BBSP TRAINING PT.CSI : MENERAPKAN KONSEP KESELAMATAN KERJA
SUKSES, PENYELENGGARAAN BLOGSHOP KOMPASIANA BERSAMA BLOGGER BEKASI
MELANCONG KE HONGKONG (3): KERAMAHAN ORIENTAL YANG MENYENANGKAN
NASI GORENG KEKAR MEMBAHANA TAMPIL DALAM LOMBA MASAK
EARTH HOUR, REFLEKSI CINTA PADA BUMI
CATATAN KECIL DI USIA 39
SEPERTI JANJI MATAHARI (Untuk Ananda Alya Dwi Astari)
LOVE AT THE FIRST VOICE
KESUPERMARKET.COM : “SMART E-GROCERY” DAN SOLUSI PRAKTIS BELANJA

5 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *