DARI PESTA BLOGGER 2008 KE ACARA BLOGGER MAKASSAR (5)

fotobersamapenulis-editor-penerbit.JPG

Foto bersama perwakilan penulis buku Ijo Anget-Anget bersama Tim editor (saya, Rara dan M.Aan Mansyur) serta Mas Ang Tek Khun (CEO Penerbit Gradien Mediatama) diatas panggung yang menandai peluncuran buku perdana komunitas blogger Makassar, “Ijo Anget-Anget”, Minggu (23/11) di Lantai 4 SPM MTC Makassar.

Tepat Pukul 10.15 pagi, mobil yang saya tumpangi dan dikemudikan Iwan telah tiba dengan selamat di area parkir lantai basement SPM MTC Karebosi. Kami lalu bergegas menuju lift menuju lantai 4. Eh, diatas lift malah ketemu dengan Irha, salah satu anggota blogger Makassar. Kami saling menyapa dengan akrab ditengah himpitan tubuh para pengguna lift lain yang membuat “kotak pengangkut” itu kian padat.

Tiba di lantai 4, saya serasa menjadi bintang acara “Akhirnya Datang Juga” di Trans TV. Diatas panggung terlihat sejumlah panitia, Rara dan salah satu partner saya sesama penasehat Anging Mammiri Kamaruddin”Daeng Nuntung” Aziz berdiri disana dan dihadapan mereka terdapat meja dengan tumpeng diatasnya. “Mohon agar Pak Amril yang baru saja datang dapat segera naik kesini untuk segera memulai acara pemotongan tumpeng,” kata Iqko sang MC. Setelah menaruh tas dan menitip kamera digital saya pada Iwan, saya lalu naik ke atas.

Saat berjalan ke atas panggung, saya takjub, begitu banyak peserta kegiatan AngingMammiri kali ini. Dibanding acara serupa tahun lalu, yang saya perkirakan dihadiri hanya 200-an orang peserta, maka di even kali ini yang hadir mencapai 300-350 orang. Saya tak tahu persis sebabnya apa, mungkin saja karena tema yang terkait soal duit pasti menarik minat banyak orang atau kemampuan promosi Anging Mammiri sangat dashyat hingga mampu mendatangkan begitu banyak pengunjung.

pesertabfof.JPG

Sebagian peserta yang mengikuti acara Talkshow Komunitas Blogger AngingMammiri, Blog : Field of Money di Makassar 

Di atas panggung selain saya, hadir pula Mas Ang Tek Khun (CEO Penerbit Gradien Mediatama, penerbit buku “Ijo Anget-Anget”) dan sejumlah panitia. Rona ceria mewarnai wajah semua orang saat itu.  Kebanggaan kolektif kami semua telah melewati masa dua tahun bagi komunitas blogger berbasis kedaerahan ini merupakan sebuah prestasi tersendiri termasuk melakukan berbagai kegiatan konstruktif, baik offline maupun online, baik bertema blog maupun sosial,  yang dilakukan secara tulus dan penuh cinta, tanpa mesti mengharapkan penghargaan, sudah merupakan sebuah pencapaian luar biasa. Penerbitan buku “Ijo Anget-Anget” yang merupakan buku pertama yang diterbitkan komunitas blogger berbasis kedaerahan menjadi momentum yang kami semua percaya mampu membawa komunitas ini untuk lebih berperan khususnya berkontribusi pada kemajuan tempat Semua ini patut dirayakan dan disyukuri.

Setelah kata sambutan dari sang Ketua Komunitas Blogger Makassar, Rara, saya lalu diminta untuk memotong dan menyerahkan tumpeng kepada sang “Ibu RT” demikan panggilan akrab blogger AM kepada ketuanya. Penyerahan ini menandai peringatan ulang tahun kedua komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri yang pada tahun 2006 saat pertama kali berdiri hanya memiliki 114 anggota dan kini sudah mencapai 800 orang.

talkshowpenulisiaa.JPG

3 orang perwakilan penulis (Ina, Ally dan Ipul) , Mas Khun dan Rara (mewakili editor) tampil dalam talkshow peluncuran buku “Ijo Anget-Anget”

Acara berikutnya adalah Talkshow yang menghadirkan Mas Ang Tek Khun (CEO Penerbit Gradien Mediatama), Rara (mewakili tim editor) dan 3 penulis buku masing-masing Syaifullah, Ally dan Ina. Dipandu oleh MC Iqko yang kocak dan komunikatif, acara ini berlangsung seru dan memikat.

Saat Mas Khun ditanya oleh Iqko apa motivasinya ingin menerbitkan buku dari komunitas AM, saya mendadak kaget ketika Mas Khun justru “melempar” pertanyaan itu ke saya yang tengah asyik berbincang dengan Mas Agus Hery Prasetyo, rekan sesama pembicara di acara yang sama.  Saya yang kebetulan pernah bekerjasama dengan Mas Khun menerbitkan buku saya dan bertugas sebagai editor 3 buku komunitas blogfam lalu menceritakan bagaimana awalnya saya melakukan “rayuan maut” untuk meyakinkan Mas Khun agar dapat menerbitkan karya-karya anggota komunitas blogger Makassar yang saya anggap potensil itu. Berat memang pada awalnya, apalagi komunitas AM masih relatif muda dan belum terlalu dikenal, namun ketika saya tawarkan konsep cerita tentang pengalaman gokil, Mas Khun spontan setuju. Saya, Rara bersama Aan Mansyur lalu menggarap ide tersebut dan mengajukannya ke khalayak anggota AM.

Waktu yang diberikan untuk pengumpulan karya adalah satu bulan yang dimulai pada bulan Juni 2008 hingga Juli 2008. Setelah berjalan satu bulan, ternyata baru 12 karya yang masuk. “Kami para editor cemas, sementara target yang ditetapkan adalah minimal 15 tulisan oleh Gradien,” kata Rara. Atas kesepakatan editor dan izin dari Mas Khun, akhirnya diperpanjang waktu pengumpulannya hingga 2 minggu.

Syukurlah, setelah 2 minggu berlalu terkumpul 20 tulisan. Ketiga editor lalu berembuk untuk memilih 15 tulisan terbaik yang akan dibukukan. Akhirnya setelah berdiskusi panjang, akhirnya ditetapkan 15 tulisan yang dimuat dengan judul buku “Ijo Anget-Anget”.  Perwakilan penulis yang terdiri atas Ipul, Ally dan Ina menyatakan kegembiraan dan kebanggaannya tulisannya dapat dibukukan. “Meski,”tutur Ipul,”saya sebenarnya malu juga menceritakan pengalaman gokil dan mungkin bernuansa aib pribadi diumbar dalam buku. Tapi tak apa, hitung-hitung sharing pengalaman”.

Para peserta acara ini sangat antusias mengikutinya. Sejumlah pertanyaan diajukan (dan sang penanya diganjar hadiah buku dari penerbit Inninawa atau Goodie bag persembahan Penerbit Gradien) dan situasi berjalan sangat interaktif dan santai. Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan secara simbolis buku IAA kepada perwakilan penulis.

Jam telah menunjukkan pukul 12.00. Waktunya makan siang. Saya memilih duduk di area food court SPM MTC Karebosi bersama Mas Khun, Mas Yeka dari Divisi promosi Transmedia (Distributor buku Gradien) dan Mas Petrus perwakilan Transmedia Makassar. Kami mendiskusikan banyak hal termasuk strategi pemasaran IAA kemungkinan komunitas AM diajak bekerjasama lagi pada proyek buku selanjutnya. Kami berbincang akrab sembari makan kue barongko’ kegemaran saya yang dibuatkan spesial buat sang Daeng dari Jakarta oleh rekan-rekan blogger Makassar. Siang itu, Nasi Goreng merah dan Jus Melon menemani makan siang saya.

(bersambung lagi…) 

Related Posts
Saya menulis blog bersama "Delliani", Netbook Dell Inspiron Mini 9 saya
Beberapa waktu terakhir ini, saya agak tergelitik saat membaca "kicauan" di Twitter bertagar #priyadingebloglagi. Ada yang lucu, ada pula yang serius.  Beberapa "resolusi" terlontar mulai dari "kalau #priyadingebloglagi @budizainer akan cukur ...
Posting Terkait
SELARIK KENANGAN DI BONE-BONE
SAYA menggunakan kesempatan pulang ke Makassar tanggal 24-25 November 2007 lalu untuk mencari dan mengoleksi foto-foto lama saya. Untuk menghindari kerusakan dan agar tetap lestari sepanjang masa, saya membawa beberapa ...
Posting Terkait
Sang Pemenang Grup Lomba Historia dalam Sumpah Pemuda 2.0
Lapangan hijau yang terletak didepan aula Museum Kebangkitan Nasional usai deklarasi Sumpah Pemuda 2.0 terlihat ramai oleh para blogger yang begitu antusias mengikuti lomba Historia, sebuah lomba interaktif bernuansa napak ...
Posting Terkait
BERSEPEDA CERIA, SEHAT DAN NARSIS BERSAMA CIKARANG BARU CYCLING (CBC)
antangan itu datang seminggu yang lalu, langsung dari Pak Yani Pitono, sang ketua Cikarang Baru Cycling (CBC) Club di mailing list. Dan ternyata "tantangan" gowes jarak pendek Hari Minggu,8 Januari ...
Posting Terkait
“LIRIKAN” EKSOTIS SI “LONDON EYE”
"uatu ketika, saat kamu berkesempatan mengunjungi London, cobalah menaiki "London Eye" dan nikmati keindahan dan pesona kota dari ketinggian, pasti sangat mengesankan"demikian saran Peter Fraser, mantan atasan saya di Andergauge ...
Posting Terkait
SEPEDA GEMBIRA WARGA RW 10 PERUMAHAN CIKARANG BARU YANG MENYENANGKAN
uasana di perempatan jalan Tarum Barat dan Beruang Raya, Perumahan Cikarang Baru terlihat begitu semarak pada Hari Minggu (29/9) pagi. Kurang lebih 800 orang hadir secara serentak dengan sepeda masing-masing ...
Posting Terkait
XLNETRALLY (1) : PENGALAMAN MENYENANGKAN NIKMATI KERETA BER WI FI PERTAMA DI INDONESIA
ikarang masih dilingkupi kegelapan, Sabtu (23/7) saat mobil yang saya tumpangi meluncur menuju Stasiun Gambir tempat “start” pelaksanaan XLNet Rally. Usai mandi dan sholat Subuh, saya dengan antusias mempersiapkan diri ...
Posting Terkait
GOOD BYE 2008, HELLO 2009!
Selalu ada kesedihan sekaligus kegembiraan menyeruak di dada ketika pergantian tahun tiba.  Dan di penghujung tahun ini, saya kembali merasakan sensasi serupa. Kesedihan karena akhirnya meninggalkan tahun yang penuh kesan dan ...
Posting Terkait
DASHYAT ! ACARA BLOGILICIOUS DI MAROS
eperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya disini, saya kembali datang ke Makassar tanggal 1-2 September 2012 dalam rangka mnejadi narasumber sekaligus menghadiri kegiatan Blogilicious di Maros, sebuah kabupaten yang berjarak ...
Posting Terkait
KAPAL HDPE IQRA VISINDO TEKNOLOGI DAN IKHTIAR MEMBANGUN INDUSTRI MARITIM INDONESIA
pa yang terlintas dalam benak anda ketika membaca kata "Kapal HDPE"? Terus terang yang pertama terlintas dalam benak awam saya adalah kapal yang dibuat dan berbahan baku sama dengan material ember ...
Posting Terkait
JIKA SUATU KETIKA SAYA TIDAK NGEBLOG LAGI.. (Refleksi
SELARIK KENANGAN DI BONE-BONE
CATATAN TERTINGGAL DARI SUMPAH PEMUDA 2.0 (Bagian Kedua)
BERSEPEDA CERIA, SEHAT DAN NARSIS BERSAMA CIKARANG BARU
“LIRIKAN” EKSOTIS SI “LONDON EYE”
SEPEDA GEMBIRA WARGA RW 10 PERUMAHAN CIKARANG BARU
XLNETRALLY (1) : PENGALAMAN MENYENANGKAN NIKMATI KERETA BER
GOOD BYE 2008, HELLO 2009!
DASHYAT ! ACARA BLOGILICIOUS DI MAROS
KAPAL HDPE IQRA VISINDO TEKNOLOGI DAN IKHTIAR MEMBANGUN

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *