POSTER FILM SERAM DIPINGGIR JALAN

05-11-08_0746.jpg

Tadi pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor dari atas bis AC 132 Jurusan Bekasi Timur-Lebak Bulus, saya menemukan sebuah pemandangan menarik dan sempat bikin bulu kuduk merinding. Pada Pojok Perempatan Jalan di depan Rumah Sakit Fatmawati, poster film berukuran raksasa (sekitar 4 x 2 meter) terpampang menyolok, menampilkan 2 sosok legenda horor paling tersohor di Indonesia : Kuntilanak dan Pocong.05-11-08_0746.jpg05-11-08_0746.jpg

Dua sosok mengerikan itu mejeng secara seronok dengan wajah saling berhadapan berlatar belakang warna hitam kelam. Judulnya pun sangat menghentak : Pocong vs Kuntilanak (sinopsis film dan gambar lebih jelas bisa anda lihat disini).

Spontan saya mengabadikan pemandangan itu dengan kamera handphone saya.

Mendadak, seorang pria muda berkemeja biru yang duduk tepat disebelah saya nyeletuk iseng,”Ngapain poster film seram kayak gitu diambil gambarnya Mas?. Itu kan malah nakut-nakutin pengguna jalan yang melintas disini”.

 “Yaa..seru aja, ini sebuah langkah kreatif berpromosi,” sahut saya menyanggah pernyataannya.

“Hah? Kreatif bagaimana? Coba lihat tampang dua setan itu, mengerikan sekali! Bisa-bisa orang gak mau lewat jalan ini daripada kena resiko jantungan,” tukas pria itu ketus.

“Justru kalo poster film yang dipasang itu Sandra Dewi atau Luna Maya itu malah berbahaya lho,” kata saya tenang.

“Berbahaya? Apanya yang berbahaya Mas?,” serunya heran.

“Ya jelas berbahaya, itu kan’ bisa membuyarkan konsentrasi para pengemudi kendaraan, khususnya lelaki, yang lebih memilih menikmati poster film artis cantik itu dipinggir jalan. Resiko kecelakaan sangat mungkin terjadi. Apalagi jika artis di poster film itu berpakaian minim, tak hanya membahayakan arus lalu lintas, malah bisa kena tangkap karena melanggar Undang-Undang Anti Pornografi yang baru saja disahkan itu,” tutur saya dengan gaya meyakinkan.

“Waah..bisa aja nyari alasan,”kata pria itu sambil nyengir.

“Eitss..jangan salah, poster film itu ada gunanya lho, buat orang-orang kayak kita,” ujar saya dengan nada lirih dan misterius.

Pria itu mendekatkan wajah ke arah saya bersiap mendengarkan sebuah rahasia besar. “Apa gunanya, Mas?” tanyanya penasaran.

“Ya..iyalah..orang-orang jelek kayak kita ini gak perlu minder. Toh masih ada tampang yang lebih jelek lagi masih bisa nampang di poster film,” tukas saya sembari tertawa lebar.

Tapi pria itu tak tertawa.

Ia malah berkata,”Kita? Elu aja kalee..”.

Usai mengucapkan kalimat pamungkas itu, tawanya meledak.

Dan sayapun, manyun dengan sukses  😀 

Related Posts
Kemarin sore (14/12) bersama si sulung Rizky, saya menuju ke tempat cukur langganan kami dengan mengendarai motor Suzuki Shogun butut kami. Rambut kami berdua sudah gondrong dan relatif "cukup umur" ...
Posting Terkait
MALAIKAT JUGA TAHU, SIAPA YANG JADI JUARANYAA..
Saya sudah memiliki reputasi tersendiri sebagai seorang tukang jahil. Waktu masih sekolah dulu, beberapa kali saya melakukan aksi-aksi usil yang menyebabkan seseorang jadi korban. Tapi kadang-kadang juga justru malah saya yang ...
Posting Terkait
MAKANYA, GAUL DONG!
MALAIKAT JUGA TAHU, SIAPA YANG JADI JUARANYAA..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *