Hidup Sederhanaa..

Gak Punya apa-apa, tapi banyak cinta..

Hidup Bermewah-mewahan

Punya banyak harta, tapi sengsara

Seperti Para Koruptor..

(Seperti Para Koruptor, Slank, 2008)

Seorang pengamen jalanan melantunkan lagu anyar andalan Slank tersebut diatas bis yang saya tumpangi dalam perjalanan menuju ke kantor tadi pagi. Disamping saya duduk seorang pria tua dengan uban yang nyaris menutupi seluruh kepalanya nampak benar menikmati lagu itu dengan mengangguk-anggukkan kepalanya mengikuti irama. Bibirnya menyunggingkan senyum.

“Lagunya enak ya dik,” katanya membuka pembicaraan.

Saya mengangguk setuju.

“Iya pak, pokoknya amit-amit deh, jangan sampai kita punya harta banyak tapi malah hidup sengsara,” saya menyahut pelan.

“Bener, dik. Hidup Sederhana, terlebih di zaman krisis finansial global seperti sekarang ini, jadi kunci utama membuat kita tetap bertahan,” jawab bapak tersebut bersemangat.

“Tapi pak, walau hidup sederhana, banyak cinta, namun duit gak ada, tetap aja sengsara lho pak,” kata saya mengadu argumen.

Si Bapak menyunggingkan senyum lebar. Ia menatap saya dalam-dalam.

“Ya..kamu benar. Umumnya memang, banyak yang beranggapan, pangkal kesengsaraan itu ada di duit. Dan kebanyakan orang, secara kasat mata melihat, setiap orang kaya pasti bahagia dan setiap orang miskin pasti sengsara. Tapi kebahagiaan tidak melulu bicara soal duit. Ukurannya ada disini nih,” sahut si Bapak sembari menunjuk dadanya. “Hati”, imbuhnya pelan.

Saya menggigit bibir.

karena-bahagia-itu-sederhana_edit

“Jangan bingung dulu, dik. Sekarang saya mau tanya, apakah adik sudah merasa puas dan senang dengan handphone yang dimiliki saat ini? Apakah tidak ada keinginan dihati untuk mendapatkan dan membeli handphone yang lebih baik, lebih canggih, lebih lengkap dari yang ada sekarang? Coba jawab dengan jujur,” kata Bapak tersebut sambil memandang saya penuh selidik.

Dengan kikuk, saya menatap sedih handphone digenggaman. Tak dapat dipungkiri, sudah lama saya mengidap keinginan memiliki handphone generasi terbaru yang pasti memiliki fitur lebih canggih dan lengkap, namun belum ada biaya yang tersedia untuk membelinya hingga saat ini.

“Sejujurnya pak, saya belum puas dan memang, dalam hati, ada keinginan untuk memiliki handphone yang lebih baik dari yang saya miliki sekarang,” sahut saya pelan dan sedikit tersipu.

Bapak itu tersenyum samar.

Ia tak segera menanggapi malah menatap kearah jendela bis. Kami baru saja memasuki tol Cikunir. Antrian panjang kendaraan terlihat di gerbang tol.

“Kerapkali, kebahagiaan pergi menjauh karena keinginan-keinginan manusia yang berlebihan,” gumam Bapak itu, seperti berkata pada dirinya sendiri.

Saya menatapnya bingung.

Bapak itu menghela nafas panjang, lalu menatap saya lekat.

“Boleh jadi saat ini kamu belum bahagia atau puas memiliki handphone generasi terbaru. Suatu ketika, jika kamu akhirnya memperoleh barang idamanmu itu, kebahagiaan yang akan kamu rasakan hanya sementara. Sesudahnya akan biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa lagi. Rasa bahagia itu bisa segera hilang dan bahkan mungkin disaat yang sama, akan terbit keinginan baru untuk memperoleh handphone yang lebih bagus lagi dari yang kamu peroleh sekarang. Ini sebuah kebahagiaan semu. Sebentuk kebahagiaan yang disebabkan oleh hal-hal diluar kita. Bukan dari hati,” tutur Bapak itu serius.

Saya menelan ludah.

Bapak itu menghela nafas panjang. Ia melanjutkan kembali.

“Pernahkah kamu membayangkan kebahagiaan itu adalah sebuah situasi tanpa syarat. Tak perlu punya apa-apa untuk menjadi bahagia. Sebuah situasi dimana ketika kamu bisa menyatakan dengan berani, didalam hati, “Walau saya jadi orang termiskin didunia sekalipun, saya akan tetap bahagia”. Kamu tidak menempatkan kebahagiaan itu “diluar” tapi “didalam”. Disini. Dalam hati,” ujar Bapak itu sambil kembali menunjuk dadanya.

Saya tercenung dan terdiam lama. Sungguh kalimat-kalimat Bapak ini menggugah batin saya begitu dalam.

“Tenang, dik. Jangan risau,” kata Bapak itu seraya menepuk pundak saya pelan.

“Saya tidak mengatakan bahwa saya melarang kamu bermimpi dan beli handphone yang lebih bagus dari yang ada sekarang, lho. Monggo, jika ada duit dan kemampuan silahkan beli. Saya hanya ingin mengungkapkan bahwa, tak harus punya apa-apa untuk jadi bahagia. Saat kita mampu mengendalikan keinginan dan senantiasa bersyukur atas apa yang kita miliki, kebahagiaan itu akan datang. Percayalah”.

Bapak itu menatap saya dengan penuh keyakinan. Tak lama kemudian ia menatap kembali kearah luar jendela bis. Kami sudah memasuki kawasan Terminal Kampong Rambutan.

“Masalahnya pak, banyak diantara kita-juga mungkin termasuk saya-tidak mampu secara sadar mengendalikan keinginan-keinginan yang datang. Godaannya banyak. Media informasi mengerahkan semua kemampuan yang mereka miliki untuk menggugah dan menggedor-gedor nurani kita untuk bertindak konsumtif. Padahal kenyataanya kita tak punya apa-apa untuk memenuhi semuya itu. Ujung-ujungnya banyak yang malah tidak bahagia dengan apa yang dimiliki”, saya balik menyodorkan argumen, memecah keheningan diantara kami.

Bapak itu tersenyum.

“Itu sudah fitrah kemanusiaan. Wajar kok. Justru disitulah letaknya romantika dan indahnya hidup. Kalau hidup tidak ada tantangannya, malah nggak seru toh?. Kuncinya tentu kembali ke individu masing-masing bagaimana mesti menyikapinya. Sepanjang seseorang, menempatkan kebahagiaan itu “didalam”hati, maka segala godaan konsumerisme tak akan membuatnya goyah. Ia sama sekali tak akan terganggu. Bukankah seperti kata nyanyian Slank tadi, Hidup Sederhana, walau gak punya apa-apa tapi banyak cinta lebih baik ketimbang hidup bermewah-mewahan seperti para koruptor namun malah sengsara?. Sekali lagi, dik..kuncinya itu dihati”, tutur Bapak tadi panjang lebar.

Saya mengangguk-angguk mafhum.

Bis kami sudah mendekat ke Cilandak. Tak lama lagi saya akan turun.

“Terimakasih pak, atas nasehatnya yang sangat berharga selama perjalanan kita tadi,” saya menjabat tangan Bapak itu dan tersenyum tulus ke arahnya.

“Sama-sama, dik. Saya yakin kalau kita semua bisa hidup sederhana dan banyak cinta, krisis ekonomi global itu tak akan terasa dampaknya,” sahut Bapak tadi lembut.

Saat berdiri, dorongan penumpang lain yang mau turun membuat saya terdesak keluar kearah pintu bis. Saya belum sempat berkenalan lebih lanjut dengan Bapak tadi. Dari jalan saya hanya sempat melihat lambaian tangannya dari jauh dibalik jendela bis.

Saya melangkah ringan menuju kantor.

Sungguh, saya sangat beruntung mendapatkan guru kehidupan di perjalanan hari ini 

Related Posts
JADI ANGGOTA “KABINET” PESTA BLOGGER 2009
Posting terbaru di website resmi Pesta Blogger mencantumkan nama saya sebagai salah satu diantara anggota kabinet Pesta Blogger 2009 yang rencananya akan digelar pada tanggal 24 Oktober 2009. Setelah tahun lalu ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU : 15 TAHUN BERSAMA MENGARUNGI SUKA DAN DUKA
Istriku sayang, Saat menulis surat ini, aku sempat menatap wajahmu yang teduh sembari menahan sakit pada bagian kaki kanan yang baru saja mengalami kecelakaan sepeda motor seminggu silam dan belum sepenuhnya ...
Posting Terkait
SILLY DAN AKSI NYATA YANG TAK SEBATAS “HANYA”
Namanya Silly. Hanya Silly. Persis sama dengan akun namanya di twitter @justsilly. Saya mengenal sosok blogger perempuan tangguh ini pertama kali ketika ia meninggalkan jejak komentar kocak di blog saya, dua tahun silam. ...
Posting Terkait
MENYONGSONG (DENGAN SEDIH) PENUTUPAN LAYANAN BLOG MULTIPLY
erus terang saya sangat kaget saat membaca berita ini.  Per 1 Desember 2012, Multiply akan menutup layanan blog dan jejaring sosialnya . Dalam suratnya, Stefan Magdalinski, sang CEO menulis disini : Seperti Anda ...
Posting Terkait
KECERIAAN RUMAH DENGAN WARNA WARNI CAT DULUX
ebuah “tradisi” yang selalu saya kenang dan pelihara hingga kini, sejak masih kecil hingga memiliki keluarga sendiri seperti sekarang adalah, mengecat rumah menjelang berakhirnya bulan Ramadhan. Saya masih ingat betul, ...
Posting Terkait
SUDAH DIUMUMKAN, PEMENANG KOMPETISI BLOG INTERNASIONAL THE BOBS VI 2010
Kompetisi Blog Internasional The Bobs VI 2010, benar-benar menyisakan banyak kesan mendalam buat saya. Impresi itu sudah saya tuangkan dalam posting di blog kemarin yang mengungkapkan romantika meraih gelar "public ...
Posting Terkait
ANAKKU, SHOLAT ITU MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR
Lokasi : Mushalla Rumah Makan Sami Kuring, Cikarang saat acara Blogshop Kompasiana tanggal 5 Juli 2009 (foto : Darmawan Saefullah)
Posting Terkait
BUKU “CERITA DI BALIK NODA” : UNTAIAN HIKMAH BAHKAN DARI SEPERCIK NODA
Judul Buku : Cerita Di Balik Noda (42 Kisah Inspirasi Jiwa) Penulis : Fira Basuki Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia Halaman : xii + 235 Cetakan : Pertama, Januari 2013 ISBN :978-979-91-0525-7 aya membeli buku ini ...
Posting Terkait
SOLUSI CANGGIH DAN ELEGAN BERSAMA SAMSUNG GALAXY NOTE 10.1
ejak membeli Samsung Galaxy Tab 10.1 tahun silam, saya sudah merasakan sensasi menjelajahi fitur demi fitur canggih dalam gadget tersebut untuk mendukung aktifitas online saya sehari-hari. Beragam aplikasi yang dimiliki ...
Posting Terkait
GUNUNG BROMO, DAYA TARIK MONUMENTAL YANG EKSOTIS
Keterangan foto: Para Pengunjung Gunung Bromo Menyusuri Lautan Pasir & Lembah untuk menyaksikan sensasi keindahan disana, khususnya di setiap akhir pekan atau waktu liburan (Foto karya: Budi Sugiharto, Potret Mahakarya ...
Posting Terkait
JADI ANGGOTA “KABINET” PESTA BLOGGER 2009
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU : 15 TAHUN
SILLY DAN AKSI NYATA YANG TAK SEBATAS “HANYA”
MENYONGSONG (DENGAN SEDIH) PENUTUPAN LAYANAN BLOG MULTIPLY
KECERIAAN RUMAH DENGAN WARNA WARNI CAT DULUX
SUDAH DIUMUMKAN, PEMENANG KOMPETISI BLOG INTERNASIONAL THE BOBS
ANAKKU, SHOLAT ITU MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR
BUKU “CERITA DI BALIK NODA” : UNTAIAN HIKMAH
SOLUSI CANGGIH DAN ELEGAN BERSAMA SAMSUNG GALAXY NOTE
GUNUNG BROMO, DAYA TARIK MONUMENTAL YANG EKSOTIS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Profil di LinkedIn

Arsip

My Karaoke @ SoundCloud

Kicauanku di Twitter

Creative Commons License

Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi. Silakan anda mengambil atau mengutip sebagian maupun seluruh isi blog ini asalkan jangan lupa mencantumkan sumber asli tulisannya. Terimakasih atas pengertian anda

Recent Comments

    My Instagram

    Good Reads Book Shelf

    Amril's books

    Nge-blog Dengan Hati
    3 of 5 stars
    Blogisme ala Ndoro Kakung Judul Buku : Ngeblog Dengan Hati Penulis : Wicaksono “Ndoro Kakung” Editor : Windy Ariestanty Penerbit : Gagas Media, Terbitan : Cetakan pertama, 2009 Jumlah Halaman : 142 Di ranah blog Indonesia, nama N...

    goodreads.com

    Page Rank Checker

    Free Page Rank Tool Pagerankchecker.com — Check your Pagerank Website reputation
    Alexa rank,Pagerank and website worth
    Powered by WebStatsDomain
    Blog

    Live Traffic Feed