BLOG ANAK DAN REFLEKSI VIRTUAL KEHIDUPAN

“Jadi laki-laki memang tidak mudah, nak”, kata ayahku sembari mengoleskan minyak gosok ke keningku yang benjol setelah ditonjok pakai gembok besi oleh Faiz tetangga rumah yang seumur denganku.

Sore tadi, setelah rebutan mainan, Faiz memukul keningku dengan gembok rumahnya. Keningku memang agak memar namun setelah ayah mengoleskan minyak gosok sakitnya jadi sedikit berkurang. Sebenarnya tidak terlalu parah, tapi ibu dengan cemas begitu memperhatikan keadaanku.

“Nggak apa-apa koq,”kata ayahku menghibur ibu. “Anak laki-laki memang biasa kalau berantem, kayak bapaknya dulu waktu kecil”.Ayah kemudian mengusap kepalaku pelan sambil menatapku tajam,”Tapi jangan mau kalah dong!”.  

Ibu melotot ke arah ayahku.

“Zaman Rizky sudah berbeda dengan zamanmu dulu !”, kata ibu ketus.

Ayah tertawa renyah.

“Ya, tapi itu tidak berarti bahwa dia mesti jadi pecundang dong!”, sahut ayahku enteng kemudian meraih handuk lalu menuju ke kamar mandi.

Keesokan harinya, saat bermain bersama Faiz dan ia berusaha merebut mainan mobil-mobilanku, aku segera memukul wajahnya lantas mendorongnya ke tanah. Iapun menangis sejadi-jadinya. Ibu Faiz dan ibuku yang sedang asyik mengobrol terkejut kemudian datang melerai kami berdua. Ibu kemudian merangkulku dan mengajak bersalaman untuk berdamai dengan Faiz. Sore harinya ibu menceritakan hal ini pada ayah. Mau tahu apa tanggapannya ?. “So, that’s my Boy!!”, serunya lantang sembari mengacungkan jempolnya.

(Dikutip dari Blog Rizky “That’s My Boy”)

Image hosting by PhotobucketMENULIS blog memang mengasyikkan. Apalagi blog anak. Sejak pertama kali menulis blog untuk anak pertama saya Muhammad Rizky Aulia Gobel, awal tahun 2003 silam, saya tidak semata-mata menemukan sebuah sarana curhat yang gratis, bebas sensor dan bebas biaya distribusi tetapi lebih dari itu, saya bisa menampilkan refleksi kehidupan keluarga saya secara virtual lewat media internet.

Hadirnya blog Rizky–buah hati kami yang lahir 3 tahun sejak saya dan istri menikah tahun 1999–pada awalnya memang diniatkan menjadi catatan perjalanan kehidupannya mulai lahir dan (mudah-mudahan) hingga dewasa kelak.

Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, saya menyadari, blog telah menjelma menjadi sebuah kekuatan media baru yang tangguh dan layak diperhitungkan dalam membentuk opini publik bahkan menjadi struktur yang berlawanan dengan media konvensional.

Pendapat ini juga disitir oleh John Katz dalam tulisannya “Here Come the Weblogs” Mei 1999,“Blog merupakan struktur terbalik dari media konvensional yang bersifat top-down, membosankan dan arogan”. Sementara itu, Rebecca Blood, penulis buku “The Weblog Handbook: Practical Advice on Creating and Maintaining your blog” berpendapat,“Weblogs are the mavericks of the online world. Two of their greatest strengths are their ability to filter and disseminate information to a widely dispersed audience, and their position outside the mainstream of mass media”.

Salah satu bukti “kedashyatan” blog dapat dilihat dari skandal yang terjadi pada National Kidney Foundation (NKF) Singapore tahun silam. Skandal penyelewangan dana LSM sosial di negeri tetangga itu mendapat sorotan tajam dari masyarakat setelah publikasi si Direktur Utama yang bergaji 600 ribu Dollar Singapore per tahun dan bepergian naik pesawat dengan kelas bisnis, padahal dana yang digunakan adalah uang hasil sumbangan masyarakat itu terkuak. Tak ayal lagi, protes, demo, yel-yel dan caci maki dari masyarakat Singapore yang konon merupakan dua pertiga dari pendonor NKF deras mengalir. Uniknya, sebagian besar “demo” tersebut memakai sarana blog via internet sebagai medianya (saya belum dapat membayangkan apakah gerakan seperti ini kelak dapat terjadi di negeri kita yang masyarakatnya belum terlalu banyak mengenal teknologi internet, apalagi blog). Publik dari berbagai kalangan menyuarakan opini dan pendapat mereka melalui media alternatif ini sekaligus salah satu bentuk baru “gerakan bawah tanah” era digital . Dan sukses. Sang Direktur Utama serta wakilnya mengundurkan diri dari jabatannya dan langsung diadili oleh pengadilan setempat.

Harus diakui, blog sebagai salah satu bagian budaya digital memberi pengaruh besar bagi perkembangan dunia informasi dewasa ini. Merebaknya layanan blog gratis yang ditawarkan seperti dari blogger.com, blogdrive.com, blogsome.com, dan lain-lain, memberi peluang tumbuh kembang blog secara spektakuler. Ditambah lagi semakin melaju pesatnya teknologi digital terbaru serta kemudahan dan kecepatan akses internet misal melalui area hot-spot memungkinkan seseorang dapat seketika melakukan update terbaru di blog masing-masing.

Mengikuti kecenderungan yang terjadi, saya menulis blog anak sesungguhnya lebih didasari keinginan untuk berbagi informasi, ekspresi dan juga keceriaan dari aktifitas Rizky. Seperti sebuah rumah singgah maya yang nyaman di belantara virtual yang terus tumbuh. Adapun perkembangan blog yang mengambil posisi diluar dari “mainstream” media massa seperti yang sudah diungkap oleh Rebecca Blood menjadi stimulir berharga bagi saya untuk menampilkan blog yang saya tulis menjadi lebih menarik.

Amy Jo Kim seorang konsultan dan pengarang buku “Community Building on the Web: Secret Strategies for Succesful Online Communities” , seperti dikutip dari blog Enda Nasution, menulis bahwa diperlukan beberapa syarat dasar khusus untuk menjadi seorang Blogger, yaitu kemampuan untuk mengekspresikan diri, keinginan untuk berkomunikasi dengan orang banyak dan minat pribadi pada “keterusterangan”. Saya memberi aksentuasi khusus pada kalimat terakhir Amy, karena dengan menulis blog anak saya–mau tidak mau–memberi peluang bagi pembaca untuk secara “telanjang”mengetahui lika-liku dan latar belakang kehidupan keluarga saya. Tentu saya mesti siap menempuh resiko “keterus-terangan”itu. Blog sebagai refleksi personal pembuatnya pada gilirannya–secara langsung maupun tidak–menjadi “jendela” yang membingkai ide, aktifitas keseharian, emosi, kreatifitas,harapan bahkan mimpi-mimpi sang penulis blog.

Melalui blog Rizky, saya berusaha mengartikulasikan “ketelanjangan” itu lewat untaian kalimat yang (moga-moga) tidak hanya sebagai representasi aktifitas keseharian Rizky juga menjadi bahan renungan bagi semua publik pembacanya. Seperti cuplikan kisah dari blog Rizky diawal tulisan ini, selain sebagai dokumentasi aktifitasnya, saya juga “menitip”pesan tersirat pada Rizky bahwa mental pecundang mesti disingkirkan jauh-jauh dalam dirinya, sebagai lelaki. Dan itu, tidak mudah.

Pada Posting yang lain “Bayi juga Manusia”, saya mengisahkan pertemuan Rizky dan ibunya dengan seorang bayi hasil hubungan gelap yang dititipkan di klinik tak jauh dari rumah kami. Sebuah potret kelam dari kehidupan dunia yang kian carut-marut. Sementara di posting “Mbak Ami Minggat, Mbak Ida Merapat” dipaparkan kisah lika-liku mencari pembantu rumah tangga yang memiliki beragam karakter. Atau pada posting “Menemani ayah bercukur” saya merekam percakapan konyol saya dengan seorang cukur yang mengkritisi kondisi sosial politik sekarang kemudian dituturkan lewat “kacamata” Rizky yang kebetulan ikut menemani saya waktu itu.

Sejujurnya, saya merasa lebih sreg bertutur lewat Rizky semata-mata karena dua hal. Pertama, saya bisa menggali dan meng-explore lebih luas dan bebas segala kejadian yang terjadi disekitar Rizky misalnya ekspresi, tindakan dan reaksi dari kedua orang tuanya, juga suasana disekelilingnya. Kedua, saya tidak bisa setiap hari berada dan mengamati perkembangan kegiatan Rizky dirumah. Melalui cerita dari istri saya–momen dimana Rizky juga terlibat dalam peristiwa itu–setelah kembali dari kantor, saya dapat meramu dan menuturkan kembali kejadian tadi lewat sudut pandang Rizky di blognya. Ini tantangan yang sangat mengasyikkan, meski pada akhirnya saya harus mengakui tidak dapat melakukan update secara periodik karena keterbatasan waktu dan kesibukan dikantor.

Dari sejumlah blog anak yang sempat saya kunjungi memang masih lebih banyak berisi tentang jurnal kegiatan harian sang anak, tentu saja termasuk blog anak saya, Rizky. Disela-sela peristiwa kekerasan terhadap anak yang belakangan ini kerap terjadi, blog anak yang ditulis oleh ayah/bundanya menebar kesejukan dan memantulkan cemerlang cinta orangtua pada buah hatinya. Saya memendam harap kiranya ini akan menjadi energi positif dan wadah kontemplasi bagi sang anak kelak jika ia beranjak dewasa dan meneruskan penulisan blog itu sendiri. Baik Sang anak maupun orang tua akan membaca arsip”jejak-jejak cinta” yang telah ditorehkan lewat blog untuk kemudian menumbuh-suburkan kasih sayang antar mereka secara intens. Saya yakin kekuatan blog anak terletak disini : sebuah monumen cinta yang tak akan luluh digerus zaman. Dan ungkapan“From Blog, with Love”, jadi kian nyata adanya.


Thomas Friedman dalam bukunya “The World is Flat: A Brief History of the Globalized World in the 21st Century” secara gamblang menyatakan,”Kemudahan setiap individu untuk berkolaborasi di dunia global didukung oleh berbagai macam perangkat teknologi informasi berikut aplikasinya”. Lebih lanjut Friedman menjelaskan, adanya “playing field” (arena permainan) lewat web-enabled tools memberi kekuasaan kepada individu untuk berkolaborasi di dunia interaktif. Saya menyadari, di dunia yang makin tipis sekat-sekat geografisnya kini (dan kian ceper seperti diungkapkan Friedman dalam bukunya itu) karena perkembangan internet dan teknologi digital yang melaju pesat, membuka peluang berinteraksi antar individu. Melalui blog,terlebih jika dilengkapi dengan fasilitas komentar serta link untuk akses ke topik yang terkait, membuat blog terasa lebih personal, kolegial dan non-formal bagi pembacanya. Implikasinya adalah kedekatan emosional akan terjalin antar sang penulis blog dan khalayak pembacanya.

Sejak situs blog anak saya diluncurkan, saya mendapat pengalaman batin yang berharga lewat “feed-back” dari para pembaca blog (yang sebagian besar diantaranya juga penulis di blog masing-masing). Tidak hanya kepuasan karena mereka mampir dan membaca isi blog anak saya, tetapi pada saat yang sama, saya memperoleh jaringan interaksi virtual dari kawan-kawan maya yang bisa jadi berada ratusan bahkan ribuan kilometer dari tempat saya berpijak. Beberapa diantara kawan-kawan maya yang kebetulan juga menulis blog untuk sang anak memberi nasihat serta berbagi pengalaman mendidik anak lewat email. Sebuah kolaborasi di dunia interaktif yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan ketika saya masih aktif menulis buku diary dulu.

Catatan:

Blog Rizky akhirnya dibukukan dan diterbitkan oleh Gradien Mediatama tahun 2005 bertajuk “Warna Warni Hidupku”.

Tulisan ini menjadi kata pengantar dari buku tersebut. Blog Rizky kini sudah pindah ke hosting sendiri disini.  

Related Posts
“CATATAN DARI HATI” ADA DI STORIAL
E-Book di Storial baru saja saya luncurkan. Bertajuk "Catatan Dari Hati" E-Book ini berisi 90 tulisan-tulisan non fiksi pilihan yang saya kumpulkan dari blog saya www.daengbattala.com. Tulisan-tulisan yang saya buat dalam rentang ...
Posting Terkait
SEKEPING CATATAN TENTANG INDONESIA BERSATU
"Tanah air adalah sebuah proyek yang kita tempuh bersama-sama, kau dan aku. Sebuah kemungkinan yang menyingsing, sebuah cita-cita yang digayuh generasi demi generasi, sebuah impian yang kita jalani dengan tungkai ...
Posting Terkait
DARI KOPDAR BARENG WAPRES JUSUF KALLA : KEBEBASAN KITA, DIBATASI OLEH KEBEBASAN ORANG LAIN
Pukul 19.00 malam, Kamis (19/3), saya tiba di depan Cafe Pizza yang terletak di seberang hotel Grand Mahakam kawasan Blok M Jakarta Selatan untuk menghadiri kopdar bersama Wakil Presiden RI ...
Posting Terkait
ALHAMDULILLAH, MENANG LOMBA “GOKIL DAD” !
  Alhamdulillah, ternyata saya ini punya bakat gokil juga jadi ayah. Pada lomba "Be A Gokil Dad" yang diselenggarakan oleh sang penulis "Gokil Dad" Iwok Abqary dan Penerbit Gradien Mediatama saya berhasil ...
Posting Terkait
YUK, IKUT IDBLOGILICIOUS ROADBLOG DI MAKASSAR!
Anda seorang blogger ? Punya blog meski jarang update ? Pengen punya blog tapi tidak tahu caranya ? Atau mau tahu bagaimana caranya mendapatkan uang dari nge-blog ? Ikuti, ajang seminar ...
Posting Terkait
Pertarungan hebat tanpa pertumpahan darah itu akhirnya dilaksanakan kemarin, Minggu, 25 November 2009 bertempat di lantai 2 Rumah Makan Sami Kuring Cikarang. Acara yang digelar oleh Komunitas Blogger Cikarang dan ...
Posting Terkait
MENGABADIKAN CERPEN-CERPEN TERPILIH DI “STORIAL”
"Cinta Dalam Sepotong Kangkung" adalah cerpen yang pernah saya tulis dan dimuat di Suratkabar Pedoman Rakyat Makassar, 15 April 1991. Pada Hari Sabtu, 9 Desember 2006, cerpen ini diadaptasi menjadi ...
Posting Terkait
AYO PARA GURU, NGEBLOGLAH DI BLOG GURU !
  Think, Write and Share Them Itulah tagline yang tercantum pada bagian atas blog ini yang khusus dibuat dan didedikasikan untuk para Guru se Indonesia. Web ini diperuntukkan bagi tenaga pengajar untuk ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2010, AJANG TEMU BLOGGER DI BEKASI
Sebuah ajang pertemuan blogger akan digelar di Bekasi, tanggal 6-7 Maret 2010. Acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Bekasi atau Be-Blog dinamakan "Amprokan Blogger" (dalam bahasa Bekasi berarti "pertemuan") dilaksanakan sebagai ...
Posting Terkait
KEUNGGULAN PRIMA PRODUK CAT KANSAI PAINT
eusai mengikuti mini workshop yang dilaksanakan oleh Kansai Paint beberapa waktu silam, saya kian tertarik untuk menyingkap lebih dalam pada benefit apa saja yang ditawarkan oleh produk cat yang dihasilkan ...
Posting Terkait
KERJA BAKTI DI MARKAS CIMART
  Para anggota UB Cimart berfoto bersama di depan "Markas" (foto by Pak Eko Eshape) Hari Minggu kemarin (29/3) saya menghadiri acara kerja bakti di "Markas" dan juga toko sekaligus silaturrahmi ...
Posting Terkait
JADI, KAPAN KITA “NYOTO” LAGI?
Pertanyaan diatas kerap kali dilontarkan kawan-kawan saya asal Makassar, baik dari sesama alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin atau komunitas blogger Makassar AngingMammiri yang kebetulan berdomisili di Jakarta. Dan begitulah, setiap ...
Posting Terkait
INVESTASI HULU MIGAS : MERETAS HARAPAN DALAM KETIDAKPASTIAN
“Investasi Hulu Migas kita sudah diambang kehancuran,” demikian keluh kawan saya, seorang praktisi migas dalam sebuah diskusi di sebuah gerai kopi di Cilandak. Tatap matanya terlihat suram, sembari menyeruput kopi ...
Posting Terkait
BLOGSHOP KOMPASIANA : SEMANGAT BELAJAR YANG TANPA BATAS
Blogshop Kompasiana yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya Hari Sabtu (8/8) bertempat di ruang training Gedung Kompas Gramedia Unit II Lantai 5 menyisakan kesan yang sangat mendalam buat saya. Ditengah hiruk ...
Posting Terkait
#BATIKINDONESIA : MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL DENGAN KAMPANYE KOLABORATIF DIGITAL MULTI ARAH
aya masih selalu terkenang-kenang perjalanan wisata budaya "Mahakarya Indonesia" ke Madura 3 tahun silam. Salah satunya adalah ketika mengunjungi pengrajin batik gentongan Zulfah Batik di Tanjung Bumi, Bangkalan. Waktu itu, ...
Posting Terkait
SEHARI MENJELANG KOPDAR PERDANA KOMPASIANA
Tak sabar rasanya untuk mengikuti Kopi Darat (Kopdar) pertama para pemerhati (pembaca dan penulis) Kompasiana yang akan dilaksanakan besok, Sabtu, 21 Februari 2009 bertempat di Gedung Bentara Budaya Jakarta, ...
Posting Terkait
“CATATAN DARI HATI” ADA DI STORIAL
SEKEPING CATATAN TENTANG INDONESIA BERSATU
DARI KOPDAR BARENG WAPRES JUSUF KALLA : KEBEBASAN
ALHAMDULILLAH, MENANG LOMBA “GOKIL DAD” !
YUK, IKUT IDBLOGILICIOUS ROADBLOG DI MAKASSAR!
“DUEL MAUT” BERAKHIR BAHAGIA ITU TERJADI DI “PADEPOKAN”
MENGABADIKAN CERPEN-CERPEN TERPILIH DI “STORIAL”
AYO PARA GURU, NGEBLOGLAH DI BLOG GURU !
AMPROKAN BLOGGER 2010, AJANG TEMU BLOGGER DI BEKASI
KEUNGGULAN PRIMA PRODUK CAT KANSAI PAINT
KERJA BAKTI DI MARKAS CIMART
JADI, KAPAN KITA “NYOTO” LAGI?
INVESTASI HULU MIGAS : MERETAS HARAPAN DALAM KETIDAKPASTIAN
BLOGSHOP KOMPASIANA : SEMANGAT BELAJAR YANG TANPA BATAS
#BATIKINDONESIA : MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL DENGAN KAMPANYE KOLABORATIF
SEHARI MENJELANG KOPDAR PERDANA KOMPASIANA

3 comments

  • hehehehe… kami juga membuatkan blog untuk Lanang kami tercinta. Selain tempat untuk saya berbagi informasi seputar bayi juga bisa jadi jurnal pemantauan perkembangan anak kami.

    kurang lebih niat yang sama dengan anda 🙂 salam kenal…

    –Salam kenal juga Jeng Tika..wah blog anaknya juga bagus dan sangat informatif

  • aku juga punya om. diisi sama ayah dan bundaku..;-)

  • ayah ibu yang baik, sangat perhatiannya sampai membautkan blog. Semoga memotivasi putra-putrinya kelak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.