SEBUAH “ROMANSA” BERHARGA DARI RONDA

Ronda Malam yang saya laksanakan kemarin malam (21/3) sungguh menyisakan kesan tersendiri dalam batin. Setiap malam minggu, 2 bulan sekali, saya mendapat jatah giliran ronda di wilayah RT tempat saya bermukim. Pada “ritual” yang sudah berlangsung hampir 2 tahun dan dimulai pukul 23.00 ini, saya menjadi ketua regu yang memimpin 12 orang peserta (saya pernah menuliskan soal aktivitas ronda tersebut disini).

Seperti malam kemarin. Ada 9 orang yang datang dan 2 orang yang berhalangan hadir karena sakit. Pak Soetarman, salah satu sesepuh RT kami yang telah berusia 66 tahun dan masih memiliki fisik yang sehat (beliau mantan pemain sepakbola Persija dan sering aktif bermain bulutangkis) sudah datang lebih awal ditempat kami berkumpul (sekretariat RT 02/RW 10).Kami lalu bercakap-cakap tentang perkembangan Pemilu 2009 saat ini serta Paguyuban sosial Kematian “Al Muawayah” Masjid Al Madani Perumahan Cikarang Baru. Pak Tarman mengajak saya ikut bergabung dalam paguyuban tersebut yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan khususnya membantu menyelenggarakan pengurusan jenazah secara islami. Saya menyatakan tertarik dan ikut bergabung dalam paguyuban sosial tersebut dengan iuran tahunan Rp 50,000.

Setelah melakukan patroli keliling wilayah RT, sembari menikmati kopi panas dan kacang goreng, obrolan kami berlanjut. Pembicaraan malam itu membahas soal keprihatinan kian merebaknya penyebaran Narkoba di kalangan anak muda dewasa ini. Parahnya beberapa oknum aparat juga terlibat dalam peredaran barang haram tersebut.Kami sempat membicarakan perjuangan gigih seorang alm.Rony Pattinasarany membebaskan kedua anak tercintanya dari pengaruh narkoba. Pesepakbola nasional yang terkenal pada zamannya itu memiliki tekad membara membawa putranya menuju kesembuhan total dari ketergantungan obat terlarang tersebut.

Tak diduga, seorang peserta ronda (maaf saya tidak sebutkan namanya disini) yang selama ini dikenal pendiam dalam grup kami tiba-tiba angkat bicara.

“Saya sebenarnya adalah mantan pengguna narkoba, pak,” katanya lirih.

Kami semua mendadak terpana.

Dengan tenang lelaki muda itu lalu menggulung lengan baju dan jaketnya lalu memperlihatkan bekas-bekas suntikan di lengannya yang memberikan bukti nyata atas pernyataannya itu.

Lelki itu lalu bercerita bagaimana ia terjerumus dalam aktivitas penggunaan Narkoba. Faktor lingkungan disekitar tempatnya kuliah waktu itu menjadi pemicu awal bagaimana ia akhirnya menjadi pemakai.

“Awalnya, ada kawan yang mau numpang “ngisap” shabu-shabu dikamar kos saya. Semula saya tak terpengaruh, namun lama-lama saya tertarik juga mencobanya. Sejak saat itu saya menjadi pengguna aktif. Semua jenis narkoba, mulai dari yang level “ecek-ecek” sampai yang paling berat sudah saya coba,” kata lelaki itu dengan pandangan menerawang mengingat masa-masa kelamnya dulu , sekitar 7 tahun silam. Kami semua mendengarkannya dengan penuh minat.

“Selama 5 tahun saya terperangkap dalam jerat narkoba. Kedua orang tua saya sampai pusing dan berusaha mencari jalan terbaik agar saya bisa sembuh, termasuk mengeluarkan uang jutaan rupiah dengan berobat kemana-mana. Tapi tetap saja tak ada hasil yang memuaskan, saya tetap jadi pecandu narkoba akut,” lanjut lelaki tadi dengan suara lirih.

“Lantas, bagaimana anda bisa sembuh?”, tanya Pak Tarman penasaran.

Lelaki itu tersenyum lalu menghela nafas panjang.

“Kesembuhan itu datangnya dari hati pak. Ternyata sugesti kesembuhan itu, memang harus mulai dari diri kita sendiri. Saya begitu sayang kepada orang tua dan keluarga saya, sehingga dalam hati saya menguatkan tekad untuk sembuh, meninggalkan barang laknat itu dari hidup saya”.

Lelaki itu lalu menghirup kopinya, dan melanjutkan.

“Suatu hari, saya dan beberapa kawan berniat untuk naik gunung Gede. Ketika sampai di puncak, mendadak tubuh saya menggigil. Saya sakaw. Saya ingin segera mengkonsumsi narkoba. Udara dingin diatas gunung membuat tubuh saya makin menggigil. Saya sudah seperti hampir mati rasanya. Mendadak saya ingat keluarga, orang tua, adik-adik, sanak saudara yang begitu prihatin pada keadaan saya. Dalam keadaan sakaw berat dan rasa dingin yang menghajar badan, saya menangis. Saya ingin sembuh dan berjanji tak akan mengkonsumsi narkoba. Setelah itu, saya tidak ingat apa-apa. Saya pingsan”.

Kami semua yang mendengar ceritanya menahan nafas. Keharuan tiba-tiba menyeruak didada.

“Beberapa saat kemudian, saya bangun dan tersadar. Ajaibnya, tubuh saya seperti kembali segar. Itulah yang menjadi titik balik yang paling mengesankan dalam hidup saya dan selalu saya kenang bahkan hingga sudah berkeluarga dan memiliki satu anak sekarang. Narkoba memang telah merampas masa depan dan kebahagiaan yang saya miliki selama ini. Narkoba hanya menawarkan kebahagiaan semu. Alhamdulillah, setelah lepas dari jeratan obat-obatan terlarang itu, saya menemukan kembali kebahagiaan yang saya dambakan lewat kehangatan keluarga dan orang-orang tercinta,” kata lelaki tadi menutup ceritanya dengan mata berkaca-kaca.

Sungguh, dimalam pelaksanaan ronda ini, saya menemukan sebuah “romansa” berharga yang memperkaya batin. 

Related Posts
CHAU, THANKS!
Namanya Andi Ahmad Makkasau. Dia kawan masa kecil sekaligus kawan "masa besar" saya. Kami sama-sama pernah satu kelas di kelas 6 SD Negeri 1 Kabupaten Maros, Sulawesi-Selatan. Saya memanggilnya dengan nama ...
Posting Terkait
SELAMAT DATANG RAMADHAN 1432 H
Ramadhan 1432 H telah tiba. Hari pertama puasa jatuh tepat pada tanggal 1 Agustus 2011. Umat Islam seluruh dunia, termasuk Indonesia menyambut dengan suka cita. Termasuk keluarga kami. Yang paling ...
Posting Terkait
NOSTALGIA PILKADES DI CIKARANG
Sebentar lagi Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Cikarang akan digelar (tepatnya 20 Januari 2013). Saya terkenang kembali nostalgia 5 tahun silam saat kami sekeluarga mengikuti acara ini di Cikarang. Waktu itu ...
Posting Terkait
MENAPAK USIA 45, HARI INI…
"amu lahir di sana, Nak. Di Rumah Sakit Bersalin Siti Khadijah, tepat didepan lapangan Karebosi,” demikian ungkap ibu saya, disebuah petang yang senyap sekitar tiga puluh tahun silam saat saya ...
Posting Terkait
SPIRIT KEPAHLAWANAN ALM.THAYEB MOHAMMAD GOBEL
aat berkunjung ke Gorontalo bulan lalu, saya menyempatkan diri untuk berziarah ke makam keluarga Gobel (Hubulo) di Kabupaten Tapa Gorontalo. Di kompleks Makam keluarga yang terletak diatas bukit dengan pepohonan ...
Posting Terkait
“VITAMIN” MOTIVASI MENGGALI POTENSI DIRI DARI MERRY RIANA
alk show Merry Riana, yang dikenal sebagai motivator ulung dan memiliki ikon "Mimpi Sejuta Dollar"tadi malam dalam acara MLD Talk-In , Rabu (20/11) di Jababeka Center, Marketing Gallery Movieland Kota ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (2) : MENYINGKAP “MISTERI” BATIK GENTONGAN MADURA
erjalanan kami para peserta Cultural Trip Potret Mahakarya Indonesia terus berlanjut. Setelah makan siang di Bebek Songkem Bangkalan, bis yang kami tumpangi terus melaju menuju Tanjung Bumi. Sambil duduk di ...
Posting Terkait
BERSEPEDA DENGAN (SEPENUH) HATI
agi saya, aktifitas bersepeda bukan hanya merupakan sebuah kegiatan yang tidak hanya memiliki keuntungan bagi kesehatan namun lebih dari itu : sebuah romansa kenangan senantiasa menyertainya. Waktu masih bersekolah di ...
Posting Terkait
DARI PESTA BLOGGER 2008 KE ACARA BLOGGER MAKASSAR (2)
Budi Putra, sang profesional blogger pertama di Indonesia membawakan materi di breakout session bersama Pepih Nugraha  Memasuki lokasi acara Pesta Blogger 2008, "aroma" kemegahan acara ini begitu kental terasa. Di beberapa ...
Posting Terkait
MY BLOGGING KALEIDOSKOP 2012
Januari 2012 Sabtu (28/1) saya berkesempatan menghadiri peluncuran buku "Japan After Shock" sahabat blogger saya, mas Junanto Herdiawan dan Hani Yamashita. Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 orang ini menghadirkan Pak Prayitno ...
Posting Terkait
CHAU, THANKS!
SELAMAT DATANG RAMADHAN 1432 H
NOSTALGIA PILKADES DI CIKARANG
MENAPAK USIA 45, HARI INI…
SPIRIT KEPAHLAWANAN ALM.THAYEB MOHAMMAD GOBEL
“VITAMIN” MOTIVASI MENGGALI POTENSI DIRI DARI MERRY RIANA
WISATA BUDAYA MADURA (2) : MENYINGKAP “MISTERI” BATIK
BERSEPEDA DENGAN (SEPENUH) HATI
DARI PESTA BLOGGER 2008 KE ACARA BLOGGER MAKASSAR
MY BLOGGING KALEIDOSKOP 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *