Monthly Archives: July 2009

romance1

Deru angin bulan Juli
Mengantar surat terakhirmu
dengan lampiran rindu di tepiannya
juga duka di kusam lembarannya
Ada lara lekat disana
juga api asmara yang menyala sia-sia

“Seperti langit berselimut bianglala,
dimana segala warna dan rupa, berpadu menaungi
setiap desir cinta yang berpendar lembut dari hati,” katamu perih

Aku tersenyum getir dan kembali membayangkan
ketika badai itu datang menghempaskan segala impian, kenangan
dan larik bianglala
yang telah kau bayangkan menyelimuti langit
akan membuatmu tersesat menemukan jalan pulang
dan mendapatiku kembali dibalik pekat kabut

“Aku percaya,” tulismu,”bila badai ini usai, pelangi
akan datang kembali menyelimuti langit
tempat semua impian kita bersemayam sepanjang musim
dan kangen itu kita semai diam-diam, sejak dulu”

Seketika kata-katamu menjelma kupu-kupu
terbang mencabik angkasa
menepis sepi yang telah kau guratkan
dengan jemari gemetar dan rintik airmata
diatas lembar suratmu

“Seperti langit berselimut bianglala,” aku menggumam pelan,
“dimana noktah-noktah asa mengapung tanpa daya
dan membiarkan dirinya melayang hingga batas cakrawala
bersama redup cahaya matamu dan debar jantungku
yang kerap mengharap perjumpaan meski sekilas
disela kepahitan dan putus asa
antara ada dan tiada…

Jakarta, 280709

Sumber Gambar

 

Cover Buku E-Narcism (Gaul & Eksis di Internet)

Judul Buku : E-Narcism (Gaul dan Eksis di Internet)

Penulis : Pitra Satvika

Editor : Hendrocaroko Marpaung

Penerbit : Pustaka Bina Swadaya, Jakarta

Cetakan : Pertama, Mei 2009

Halaman : 159

Bagaimana anda memaknai Narsisme? Kata tersebut kerapkali dihubungkan dengan perilaku seseorang yang terlalu mengagumi dan mencintai diri sendiri secara berlebihan Bahkan ada yang secara ekstrim menganggap Narsis adalah sebentuk penyakit kejiwaan akut seseorang dan memerlukan penanganan khusus serta serius.

Dalam dunia interaksi digital saat ini, dimana jutaan orang menjelajah internet setiap hari, mengunjungi ratusan ribu situs dan blog, serta pipa-pipa jaringan dipenuhi denyut-denyut data yang bergerak cepat kesana kemari, Narsisme di era revolusi komunikasi digital menemukan makna baru. Yang lebih gaul dan keren, tentu saja dengan memanfaatkan berbagai “new media’ dan “social media” di internet

Pitra Satvika, penulis buku ini menyajikan sebuah narasi panjang namun memikat tentang bagaimana Menunjukkan eksistensi diri secara proporsional, memguntungkan dan bermanfaat melalui E-Narcism. Pitra, blogger yang tahun lalu memenangkan kompetisi blog dunia di Jerman khusus kategori Bahasa Indonesia melalui blognya www.media-ide.com ini, secara lugas dan menarik menguraikan dinamika pergaulan sosial di internet, juga kiat-kiat praktis menjadi populer dengan membangun konten positif serta menaikkan citra diri dengan ber-narsis ria disana

Buku mungil setebal 159 halaman ini dibagi menjadi 5 bab utama antara lain “Masyarakat Digital Saat Ini”, “Membuka Diri di Dunia Maya”, “Sosialita Dunia Digital”, “Membangun Konten Yang Positif” dan “Future Narsicm”. Di bagian akhir, Pitra menyertakan sebuah Kuis Menarik bertajuk “Seberapa Narsiskah kita?”.

Read More…

images (1)

Sepi Malam dan Kerik Jengkerik di Beranda
Adalah dendang nyanyian rindu terlukis diam-diam
pada rangka langit dan bintang yang mendelik cemburu
sementara embun luruh perlahan menyentuh
pucuk rerumputan, kaca jendela, helai daun,
juga bening mataku yang nanar menatap
setiap serpih kenangan menggigil dalam gelap

Ketika desah nafas tertahan di desir angin
yang lembut bertiup di selasar
kupagut segala perih lalu kubungkus rapi
pada sebuah sajak pilu
tentang angan tak tergapai
tentang cinta yang merana
tentang resah yang senantiasa membuncah
tentang mimpi-mimpi tak bertepi
dan tentang senyap yang kerap meratap
saat dini hari enggan mengusir
kunang-kunang yang berpendar sia-sia
pada gelap malam
ketika bayangmu muncul
dari sudut bulan separuh purnama

Cikarang, dinihari,240709

 

 

Blogshops (blogging workshops) memang menjadikan Pesta Blogger tahun ini berbeda. Tahun 2007, Pesta Blogger hanya bergerak di Jakarta. Tahun 2008, Pesta Blogger mulai merambah Bali dan Jogjakarta, bersama 5 orang blogger dari mancanegara. Tahun ini, (alhamdulillah) Pesta Blogger sedikit-sedikit bisa menjelajah lebih jauh lagi, ke 10 kota di Indonesia, termasuk Malang, Semarang, Bandung, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Surabaya, Medan, Yogyakarta, dan Palembang.

Blogshops diadakan untuk mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia terlibat dalam aktivitas blogging-dan lebih jauh lagi, untuk melakukannya secara bertanggung jawab, konstruktif, kritis, dan dengan kesadaran sosial yang tinggi.

Seusai blogshops, akan digelar Pesta Blogger ‘mini’ bersama komunitas blogger lokal. Jenis acara dan tempat penyelenggaraannya akan diusulkan oleh komunitas blogger di daerah tersebut.

Perhentian pertama dalam rangkaian Blogshops Pesta Blogger 2009 adalah: Malang! Ya, terima kasih banyak untuk teman-teman dari komunitas blogger di Malang, blogger Ngalam, yang dengan antusias dan tanpa pamrih membantu persiapan Blogshops Malang minggu depan

Read More…

images (1)“Ini untuk dia, yang pergi membawa kelam dihatinya,” suara perempuan itu bergetar di ujung telepon. Aku menggigit bibir seraya menatap Sonny, sang operator lagu pasanganku, yang balas menatapku dengan senyum maklum. Seperti biasa. Setiap kali perempuan itu menelepon.

“Tolong Mas, putarkan saja kembali lagu itu. Aku ingin mengenang sosok yang pernah lekat dibatin itu kembali, selalu,  lewat radio ini, sama dengan yang sudah aku lakukan pada malam kemarin, juga malam-malam sebelumnya”, lanjut perempuan tersebut dengan suara lirih. Isak tangis terdengar diantara kalimat-kalimatnya.

Aku menghela nafas panjang.

Rasa kesal dan juga kasihan bercampur aduk jadi satu dalam batin. Untuk kesekian kalinya, dia merahasiakan siapa gerangan lelaki yang setiap malam ia bingkiskan lagu “Soledad” yang didendangkan begitu melankolis oleh kelompok vokal Westlife tersebut. Dan perempuan itu, setiap malam selama dua minggu terakhir ini (kecuali malam senin) saat acara “Midnight Song” diudarakan pasti menelepon pada suatu waktu selama acara itu berlangsung dan senantiasa meminta lagu yang sama.

“Tapi mbak..lagu ini sudah diputar berulang kali hampir tiap hari di stasiun radio kami atas permintaan mbak sendiri. Para pendengar kami yang lain tentu saja akan..”, mendadak kalimat saya terpotong.

“Aku tahu itu Mas,”tukas perempuan tersebut. “Namun tentu acara ini dibuat untuk mengakomodir permintaan setiap pendengar radio termasuk aku kan’? Tidak perduli seberapa sering aku memintanya dan juga lagu apa yang aku harapkan untuk diputar”

“Anda benar Mbak, tapi, beberapa pendengar kami menyampaikan keluhan atas permintaan anda yang aneh ini: meminta lagu yang sama setiap kali acara ini berlangsung dan selalu hanya untuk “dia yang pergi membawa kelam di hatinya”. Ini aneh dan tentu mengundang tanda tanya dibenak kami semua serta para pendengar setia radio “Aura FM”. Apakah anda tidak berkeberatan kiranya membagi kisah anda tentang “dia” serta hal-hal yang melatarbelakangi mengapa anda sering memesan lagu “Soledad”setiap kali  menelepon kesini?, Ya..paling tidak ini akan menjawab rasa penasaran dan meminta mbak untuk berbagi duka, siapa tahu ada yang bisa memberikan solusi terbaik “, aku mencoba menjelaskan dengan suara setenang mungkin.

Read More…

Mas Zanu Zawa Susanto telah membuat sebuah widget Hitung Mundur Pesta Blogger 2009 yang bisa dipasang di blog anda masing-masing. Seperti yang ditulis di blognya,

Widget ini untuk mengingatkan momen Puncak Acara Pesta Blogger 2009 yang akan dilaksanakan tanggal 24 Oktober 2009 tersebut, Zawa bikin animasi count down/hitung mundur berupa maskot dari Pesta Blogger 2009. Buat kawan-kawan blogger yang pengin memasang widget ini silakan copypaste kode berikut :

Read More…

Stand Tall, Stay Proud, In Unity We Prevail !

Demikian sebuah kalimat yang menggetarkan nurani dari seorang anggota Grup Indonesia Unite di Facebook. Ini adalah sebuah grup online yang menyikapi peristiwa pengeboman yang terjadi kemarin di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot Mega Kuningan. Dengan slogan khusus “Don’t Let them beat us, United we stand!” grup ini memberikan pesan dan inspirasi bagi semua orang, tidak hanya bagi penggemar facebook belaka namun juga seluruh elemen bangsa ini untuk merapatkan barisan, menyatukan langkah, fikiran dan hati untuk memelihara persatuan dan kesatuan Indonesia serta tidak terpecah belah apalagi terpuruk akibat peristiwa pengeboman yang dilakukan oleh teroris laknat kemarin.

Persatuan yang dijalin erat lintas suku, agama, dan golongan di Indonesia yang digagas lewat perlawanan moral via online ini juga menunjukkan kepada dunia bahwa aksi-aksi terorisme yang menanamkan rasa horor dan ketakutan dikalangan masyarakat sudah tidak mempan lagi. Usaha mereka, para teroris laknat, yang mencoba melemahkan nyali bangsa ini dengan tindakan biadab tak akan berguna. Tak akan ada yang bisa menggoyah keteguhan persatuan kita semua.

Hari ini, Jum’at (17/7) saya mengantar Rizky ke sekolah dengan seragam polisi lalu lintas. Kebetulan hari ini adalah hari terakhir Masa Orientasi Sekolah (MOS) di SDIT An Nur dan dihari terakhir, para murid baru tersebut diminta berseragam profesi pilihan masing-masing.

Gagah benar penampilannya, meski ketika tertawa menampilkan gigi ompong karena tiga gigi susu depannya sudah tanggal sejak bulan lalu. 

Tapi tak apa, “keompongan” ini tak mengurangi kebanggaan saya padanya : putra lelaki yang menjadi “versi revisi” dari saya. Anggap saja, Amril ver.2.0 

Seragam polisi ini disewa harian dan sejak malam sebelum dia tampil, sudah mematut-matut diri di cermin. “Ganteng ya pak?”, kata “Komisaris Besar”Polisi Rizky sambil berkacak pinggang. Dan saya spontan menyahut,”Iyaa doong, anak Papaaa..!”.  Ah, saya terkenang saat masih SMA dulu tahun 1987 sempat ditugaskan sekolah sebagai Patroli Keamanan Sekolah (PKS) . Walau akhirnya tak jadi polisi beneran (malah jadi tukang insinyur) spirit itu ternyata diwarisi Rizky. Terbukti saat ditanya dia mau pake seragam apa di Hari Jum’at, Rizky yang hobi main games di komputer ini langsung berkata tegas : “Mau jadi Polisi!”.

Pada waktu masih di TK Amanah dulu, Rizky selalu ikut mobil jemputan sekolah dan sejak mulai bersekolah di SD Islam Terpadu An-Nur Cikarang, saya menjadi “tukang ojek” bagi sang putra sulung ini. Selain karena lokasinya dekat rumah, juga bersamaan waktunya dengan saat saya berangkat ke kantor.

Dan begitulah, rutinitas setiap pagi saya di hari kerja akan ditambah dengan  kegiatan harian mengantar Rizky (sementara Alya, karena jadwal masuk sekolahnya lebih siang dan jaraknya lebih dekat lagi dari rumah, maka ia diantar ibunya). 

Tak banyak memang para ayah yang mengantar sang anak kesekolah di SDIT An Nur. Lebih banyak ibu-ibu. Untuk tahap awal, saya mengantar Rizky sampai depan pintu kelasnya (Kelas I B) tapi untuk selanjutnya, cukup hanya di gerbang sekolah. Yang penting, saya berusaha untuk menerapkan konsep “Cinta Yang Menumbuhkan, Cinta Yang Memberdayakan” seperti pernah ayah dan ibu saya lakukan pada anak-anaknya dulu. Semoga segala impian dan cita-citamu tercapai, nak. Insya Allah, ayah dan ibu akan mengawalmu menggapai semuanya..

 

Duka kembali merebak pada bangsa ini yang baru usia menyelenggarakan Pemilihan Capres/Cawapres pada periode 5 tahun mendatang. Seperti sudah diberitakan sejumlah media online hari ini, sebuah ledakan dashyat terjadi di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot Jakarta, pagi ini sekitar pukul 07.55, Jum’at (17/7). Saya sendiri sangat kaget mendengar berita tersebut ketika ditelepon istri saya. Menurut berita di Kompas online, tercatat 9 korban tewas dan 50 orang luka-luka akibat ledakan ini. Saya sangat berduka, prihatin dan sedih, kejadian serupa terulang kembali. Semoga para korban yang tewas dalam kejadian ini mendapatkan tempat yang layak disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan dibekali ketabahan dan keikhlasan melalui cobaan ini. Mudah-mudahan polisi bisa segera mengungkap otak dan pelaku peledakan bom biadab ini.

Pertanyaan diatas kerap kali dilontarkan kawan-kawan saya asal Makassar, baik dari sesama alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin atau komunitas blogger Makassar AngingMammiri yang kebetulan berdomisili di Jakarta. Dan begitulah, setiap kali pertanyaan itu terlontar mendadak terbayang dihadapan saya semangkuk Coto Makassar dengan kuah kecoklatan yang eksotik dengan taburan bawang merah goreng diatasnya, beraroma khas menggoda selera. Disamping mangkuk coto itu “terkapar pasrah” beberapa ketupat diatas piring yang siap disantap sambil “nyoto”. Tanpa terasa hatipun dibikin “termehek-mehek” dibuatnya. Tampaknya, saya memang mengidap ketagihan tahap akut pada kuliner khas Makassar ini . Read More…

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Profil di LinkedIn

Arsip

My Karaoke @ SoundCloud

Kicauanku di Twitter

Iklan

Creative Commons License

Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi. Silakan anda mengambil atau mengutip sebagian maupun seluruh isi blog ini asalkan jangan lupa mencantumkan sumber asli tulisannya. Terimakasih atas pengertian anda

Recent Comments

    My Instagram

    Good Reads Book Shelf

    Amril's books

    Nge-blog Dengan Hati
    3 of 5 stars
    Blogisme ala Ndoro Kakung Judul Buku : Ngeblog Dengan Hati Penulis : Wicaksono “Ndoro Kakung” Editor : Windy Ariestanty Penerbit : Gagas Media, Terbitan : Cetakan pertama, 2009 Jumlah Halaman : 142 Di ranah blog Indonesia, nama N...

    goodreads.com

    Page Rank Checker

    Free Page Rank Tool Pagerankchecker.com — Check your Pagerank Website reputation
    Alexa rank,Pagerank and website worth
    Powered by WebStatsDomain
    Blog

    Live Traffic Feed

    badge