E-NARCISM DAN HAL-HAL KEREN YANG MENYERTAINYA

Cover Buku E-Narcism (Gaul & Eksis di Internet)

Judul Buku : E-Narcism (Gaul dan Eksis di Internet)

Penulis : Pitra Satvika

Editor : Hendrocaroko Marpaung

Penerbit : Pustaka Bina Swadaya, Jakarta

Cetakan : Pertama, Mei 2009

Halaman : 159

Bagaimana anda memaknai Narsisme? Kata tersebut kerapkali dihubungkan dengan perilaku seseorang yang terlalu mengagumi dan mencintai diri sendiri secara berlebihan Bahkan ada yang secara ekstrim menganggap Narsis adalah sebentuk penyakit kejiwaan akut seseorang dan memerlukan penanganan khusus serta serius.

Dalam dunia interaksi digital saat ini, dimana jutaan orang menjelajah internet setiap hari, mengunjungi ratusan ribu situs dan blog, serta pipa-pipa jaringan dipenuhi denyut-denyut data yang bergerak cepat kesana kemari, Narsisme di era revolusi komunikasi digital menemukan makna baru. Yang lebih gaul dan keren, tentu saja dengan memanfaatkan berbagai “new media’ dan “social media” di internet

Pitra Satvika, penulis buku ini menyajikan sebuah narasi panjang namun memikat tentang bagaimana Menunjukkan eksistensi diri secara proporsional, memguntungkan dan bermanfaat melalui E-Narcism. Pitra, blogger yang tahun lalu memenangkan kompetisi blog dunia di Jerman khusus kategori Bahasa Indonesia melalui blognya www.media-ide.com ini, secara lugas dan menarik menguraikan dinamika pergaulan sosial di internet, juga kiat-kiat praktis menjadi populer dengan membangun konten positif serta menaikkan citra diri dengan ber-narsis ria disana

Buku mungil setebal 159 halaman ini dibagi menjadi 5 bab utama antara lain “Masyarakat Digital Saat Ini”, “Membuka Diri di Dunia Maya”, “Sosialita Dunia Digital”, “Membangun Konten Yang Positif” dan “Future Narsicm”. Di bagian akhir, Pitra menyertakan sebuah Kuis Menarik bertajuk “Seberapa Narsiskah kita?”.

Di bab awal, Pitra—sarjana dan magister lulusan Institut Teknologi Bandung ini— menguraikan sejumlah fenomena yang terkait dengan perkembangan dunia internet yang begitu spektakuler saat ini. Keadaan saat ini sudah sangat jauh berbeda pada satu decade yang lalu dimana koneksi internet sangat bergantung pada sambungan telepon dial-up dengan kecepatan 6 kbps melalui modem 33.6 kbps.

Pitra lantas berandai-andai, seandainya seekor kura-kura bisa dimasukkan kedalam jaringan telepon , maka ia bisa bergerak lebih cepat dari kecepatan data. Sekarang, kondisinya sudah jauh berbeda setidaknya bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar, koneksi internet melalui kabel, HSDPA dan 3G kian populer. Walau belum bisa memiliki kecepatan akses data super cepat, sekurang-kurangnya kecepatan internet saat ini sudah cukup memadai untuk dipakai ngeblog, browsing atau mengunggah foto.

Internet bukan menjadi barang mewah lagi,karena harga koneksi dan aksesnya lebih murah bahkan beberapa provider internet hanya membebankan biaya pemakaian sebesar bandwith yang dipakai dan bukan berdasarkan waktu pemakaian lagi.

Iklim kondusif ini menambah akselerasi pengguna internet di Indonesia, data dari APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) pada bulan Mei 2008, ada sekitar 25 juta pengguna internet dengan penetrasi pertumbuhannya 10,5%. Ditahun sebelumnya pada periode yang sama,hanya ada 20 juta pengguna internet dengan penetrasi pertumbuhan hanya 8,9%. Meski jumlah 25 juta hanya 10% dari jumlah penduduk Indonesia, tapi bandingkanlah dengan populasi rakyat Singapura yang hanya 4,5 juta dan Malaysia yang berpopulasi 25 juta. Tak salah bila kemudian dikatakan bahwa Indonesia adalah penyumbang konten terbesar sekaligus pengkonsumsi bandwith terbesar di Asia Tenggara.

Implikasi atas kemudahan mengakses internet di Indonesia menyebabkan perkembangan jejaring sosial dan blog meningkat tajam. Terutama ketika konsep interaktivitas pada jejaring sosial diaplikasikan secara luas. Rantai pertemanan seseorang dapat diidentifikasi malah kitapun dapat memperoleh teman baru yang sama sekali belum kita kenal karena ia memiliki rantai pertemanan dengan teman yang berada di jejaring kita. Pitra menyebutkan salah satu situs jejaring sosial yang terkenal di Indonesia adalah Friendster.Anggota asal Indonesia dari situs pertemanan kondang itu sebanyak 2 juta orang atau kedua terbesar di Asia Tenggara setelah Filipina yang mencapai 3,5 juta orang.

Yang tentu sangat fenomenal adalah situs Facebook yang konon anggotanya adalah sebagian besar dari mereka yang bosan dengan Friendster. Inovasi Facebook dengan menampilkan kuis dan game serta penandaan (tag) pada foto menambah daya tarik situs ini, Pitra yang semenjak lulus kuliah, membangun Stratego (www.strategocorp.com) yang bergerak dibidang interactive communication, juga memaparkan sejumlah situs jejaring sosial lokal ala Indonesia seperti Bundagaul.com, Kafebalita.com, ibudananak.com, akucintasekolah.com, dll.

Blog di Indonesia sendiri mengalami pertumbuhan cukup spektakuler.Matt Mullenweg, pendiri aplikasi blog wordpress menyatakan dalam acara Wordcamp Indonesia yang diadakan pada bulan Januari 2009 lalu bahwa dalam waktu 6 bulan pengguna wordpress di Indonesia mencapai 143.000 orang, malah Bahasa Indonesia adalah bahasa ketiga terbanyak digunakan dalam wordpress setelah bahasa Inggris dan Spanyol. Sementara itu pengguna situs blog www.blogspot.com asal Indonesua tercatat 587.000 blog dari Indonesia (per Januari 2009). Di waktu yang sama. pengguna blog hosting lokal di Indonesia Dagdigdug.com dan Blogdetik.com masing-masing sebanyak 9000 dan 23000 blog. Belum lagi data blogger di situs Multiply dan menyewa hosting sendiri.

Lahirnya era web 2.0 membawa dampak yang cukup signifikan pada perkembangan dunia internet dimana era tersebut ditandai dengan ciri khas semakin besar kemungkinan penggunanya untuk dapat berinteraksi aktif satu sama lain. Blog yang dikenal sebagai jurnal pribadi di dunia maya membuka peluang pengunjung blog bersangkutan untuk berkomentar bahkan berdiskusi aktif dengan sang penulis blog. Fenomena maraknya situs Microblogging (seperti plurk.com, twitter.com,kronologger.com dan koprol,com) dimana seseorang bisa menyampaikan pesan pendek maksimal 140 karakter lewat situsnya. Bisa mengenai sikap kita menghadapi sesuatu, hal-hal menarik, serta ekspresi kita menanggapi satu atau hal apa saja yang mungkin luput dari perhatian.

Interaktivitas itu menghasilkan kedekatan emosional konstruktif dalam hal hubungan antar manusia satu dengan yang lain. Pitra mengajak untuk memanfaatkan situs jejaring sosial dan blog guna menampilkan citra positif melalui sebuah upaya Narsis yang baik.

Sebenarnya,tutur Pitra, menciptakan eksistensi di dunia maya tidaklah sulit. Semuanya kembali pada kesukaan kita masing-masing. Kita tinggal memilih sendiri media sosial yang sesuai dengan minat dan kebutuhan kita masing-masing. Sesaat setelah bergabung di media sosial yang kita pilih mulailah berinteraksi aktif dengan anggota lainnya. Seiring dengan semakin seringnya kita berhubungan dengan orang lain, maka sosok kita akan semakin dikenal. Narsis hendaknya diarahkan pada hal positif. Menjadi narsis berarti kita memperlihatkan eksistensi kita melalui beragam keahlian yang kita kuasai. Keahlian dalam menulis, berpuisi, mengolah gambar, foto dan video dan kagum akan karyanya itu bukanlah sesuatu yang buruk. Menjadi narsis dengan melakukan hal-hal tersebut justru akan meningkatkan pencitraan diri. Lingkungan sekitar akan melihat keahlian yang kita miliki. Semakin narsis diri kita secara positif, maka lingkungan juga semakin paham dengan keahlian kita. Hal ini bermuara pada pencitraan diri kita secara positif. Perkembangan dan kemudahan teknologi digital yang ada semakin membuka peluang memanfaatkannya sebagai sarana membangun pencitraan diri.

Melalui blog. misalnya, kita bisa menulis apa saja yang menarik minat kita sendiri. Keaktifan seseorang dalam mengelola blognya termasuk “blogwalking” sembari memberi komantar baik pada posting blog yang dikunjunginya , maka semakin tinggi popularitas seseorang. Publik pembaca akan menilai dan membangun persepsi tentang diri kita. Citra diri kita akan meningkat seiring semakin banyaknya pembaca bereaksi terhadap apa yang kita ekspresikan melalui blog.

Sebenarnya tidak ,harus melalui blog saja seseorang mampu menampilkan citra dirinya. Era web 2.0 menyajikan banyak alternatif menarik. Seorang pembuat film misalnya dapat mengunggah videonya ke Youtube.com atau Vimeo,com (atau bisa juga lewat situs lokal seperti videoku.tv atau Beoscope.com. Bila anda punya keterampilan illustrasi atau gambar dapat memajang karyanya di www.deviantart.com. Atau bila anda hobi foto dapat memasangnya disitus ayofoto.com dan www.fotografer.net.

Di Bab selanjutnya, Pitra secara atraktif memberikan bentuk-bentuk sosialita di ranah internet. Mulai dari karakteristik situs komunitas, unjuk diri melalui facebook,sampai bagaimana mengecek popularitas diri.

Saya tertarik pada ulasan Pitra yang membahas tentang membangun konten positif pada social media dan blog kita. Konten positif ini tentu akan mengangkat citra elegan diri kita .Di bab ini Pitra menguraikan dan menjelaskan juga hal yang dianggap penting menjadi seorang blogger yakni Passion (gairah), fokus, bermimpi, Frekuensi, Identitas, Desain, Berani unjuk Diri. Dibagian yang sama Pitra juga menyajikan rujukan blog dengan konten berkualitas, Kampanye sosial melalui blog, Kontribusi konten melalui audio dan video serta Perlindungan hak cipta konten di dunia maya. Semuanya disajikan secara lengkap dan runtut lengkap dengan ilustrasi “capture” gambar situs blog yang dimaksud.

Buku ini, saya kira adalah sebuah buku yang sangat bermanfaat, terutama bagi anda yang ingin berusaha untuk narsis, gaul dan eksis didunia internet secara elegan dan keren. Tak salah kiranya, Enda Nasution sang Bapak Blogger Indonesia memberikan testimoni tentang buku ini dihalaman belakang :”Kalau dunia digital sering terasa seperti hutan rimba raya yang belum dieksplor, maka buku ini adalah peta menuju tempat harta karunnya. Panduan lengkap tentang”unchartered territory”yang akan membantu kita bernavigasi didunia maya dengan satu tujuan, “menjadi lebih gaul dan eksis”.

Di akhir bab, Pitra menyajikan hal menarik tentang “Future Narcism”. Ia membayangkan kelak seiring dengan koneksi internet yang semakin cepat akan muncul jejaring sosial dimana kita bisa “hidup” dan bersosialisasi didalamnya. Layaknya dalam serial animasi jepang .hack/roots, kita bisa menyajikan pengejawantahan diri kita sebagai avatar didalam dunia virtual. Dimasa depan, bisa saja avatar itu perwujudan diri kita sendiri, yang berinteraksi secara aktif dengan avatar lain yang juga perwujudan dari seseorang. Boleh juga tuh khayalannya!. Dan tentu bukan hal yang mustahil tentu saja ketika geliat teknologi digital dan internet terus berkembang pesat seiring bergulirnya zaman. Saya sepakat dengan pernyataan akhir Pitra bahwa,: Kesempatan untuk eksis di dunia maya tidak akan hilang, yang menjadi pertanyaan adalah seberapa jauh kita mampu mengeksplorasi dan memanfaatkannya.

Sebelum mengakhiri membaca buku ini, ada baiknya anda mencoba kuis “Seberapa Narsiskah Kita”. Ada 10 pertanyaan dengan score berbeda-beda. Bila rentang nilai anda 100-150 maka masuk kategori inactive (tidak aktif), 160-250 (kategori spectators atau pemerhati), 260-350 (kategori Joiners atau pengikut serta), 360-450 (kategori collectors atau pengumpul), 460-550 (kategori Critics atau Kritikus) dan 560-600 (kategori Creators atau pencipta). Kuis ini mengadopsi “Social Technographics Level” yakni perilaku tindakan sosial seseorang di ranah maya berdasarkan enam tingkat partisipasinya sesuai hasil penelitian Forrester yang dimuat di bagian ketiga buku ini. Dari kuis ini, anda bisa menakar, termasuk pada kategori mana kadar kenarsisan anda.

Selamat ber-narsis ria dan rasakan hal-hal keren yang menyertainya… 

Related Posts
SELAMAT DATANG BLOG ULAS FILM !
epat tanggal 1 November 2016, saya meluncurkan blog baru di alamat http://ulasfilm.id. Ini adalah blog perdana saya berdomain .id, sebagai salah satu komitmen untuk menggunakan domain website Indonesia untuk menyebarkan ...
Posting Terkait
BANG RAMELAN, BAPAK BLOGGER KOMPASIANA, MERETAS JALAN MENUJU KURSI GUBERNUR DKI JAKARTA
aya sempat tersentak kaget, saat pertama kali membaca berita tentang tampilnya Pak Prayitno Ramelan yang juga dikenal sebagai Bapak Blogger Kompasiana sebagai salah satu kandidat calon Gubernur DKI Jakarta periode ...
Posting Terkait
TAMAN LAUT DI RAJA AMPAT
Photo credits - Gunawan Wicaksono/Tempo Siapa bilang di tanah Papua tidak ada objek pariwisata bahari yang memukau? Selama ini Papua lebih dikenal dengan eksotisme kebudayaannya yang sederhana serta sumber daya alamnya ...
Posting Terkait
MANCHESTER UNITED BOLEH TAK DATANG, TAPI INDONESIA UNITE HARUS TETAP TEGAK !
Stand Tall, Stay Proud, In Unity We Prevail ! Demikian sebuah kalimat yang menggetarkan nurani dari seorang anggota Grup Indonesia Unite di Facebook. Ini adalah sebuah grup online yang menyikapi peristiwa ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2011 (1) : MENGASAH KECERDASAN INTERNET DAN EKOLOGIS ITU”SESUATU BANGET”!
abtu pagi (17/9) matahari menyapa penuh kehangatan saat saya tiba di aula Asrama Haji Bekasi, tempat pelaksanaan kegiatan Amprokan Blogger 2011 yang kedua. Sejumlah rekan panitia tampak sibuk menyambut kedatangan ...
Posting Terkait
SEHARI MENJELANG KOPDAR PERDANA KOMPASIANA
Tak sabar rasanya untuk mengikuti Kopi Darat (Kopdar) pertama para pemerhati (pembaca dan penulis) Kompasiana yang akan dilaksanakan besok, Sabtu, 21 Februari 2009 bertempat di Gedung Bentara Budaya Jakarta, ...
Posting Terkait
SELAMAT DATANG ASTAMEDIA BLOGGING SCHOOL MAKASSAR !
Sebuah gebrakan baru datang dari Makassar. AstaMedia Group, sebuah induk perusahaan dari beberapa perusahaan online dan offline yang bergerak di bidang internet marketing, blog advertising dan Search Engine Optimalization services akan ...
Posting Terkait
HIDUP SEDERHANA, DISITU KUNCINYA !
Hidup Sederhanaa.. Gak Punya apa-apa, tapi banyak cinta.. Hidup Bermewah-mewahan Punya banyak harta, tapi sengsara Seperti Para Koruptor.. (Seperti Para Koruptor, Slank, 2008) Seorang pengamen jalanan melantunkan lagu anyar andalan Slank tersebut diatas bis yang ...
Posting Terkait
UPAYA MENISCAYAKAN IMPIAN LEWAT POIN REJEKI BNI TAPLUS
erencanakan sesuatu secara matang di awal, senantiasa menjadi pertimbangan saya sebelum melaksanakan sesuatu pekerjaan. Tidak sekedar sebagai sebuah upaya antisipasi, tetapi buat saya ini menjadi langkah preventif agar tak terjadi ...
Posting Terkait
LOMBA PUISI UNTUK MAMA BERHADIAH Rp 8 JUTA
Di bulan Desember banyak perayaan yang menyentuh jiwa, di antaranya adalah perayaan Hari Ibu. Tentu kita selalu punya banyak kenangan tentang ibu yang melahirkan kita, sehingga terlalu banyak kata-kata yang ...
Posting Terkait
SELAMAT DATANG BLOG ULAS FILM !
BANG RAMELAN, BAPAK BLOGGER KOMPASIANA, MERETAS JALAN MENUJU
TAMAN LAUT DI RAJA AMPAT
MANCHESTER UNITED BOLEH TAK DATANG, TAPI INDONESIA UNITE
AMPROKAN BLOGGER 2011 (1) : MENGASAH KECERDASAN INTERNET
SEHARI MENJELANG KOPDAR PERDANA KOMPASIANA
SELAMAT DATANG ASTAMEDIA BLOGGING SCHOOL MAKASSAR !
HIDUP SEDERHANA, DISITU KUNCINYA !
UPAYA MENISCAYAKAN IMPIAN LEWAT POIN REJEKI BNI TAPLUS
LOMBA PUISI UNTUK MAMA BERHADIAH Rp 8 JUTA

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.