PROFESIONAL BLOGGER, PILIHAN KARIR MASA DEPAN

aKetatnya persaingan di dunia kerja dewasa ini akibat terbatasnya lapangan pekerjaan, belum lagi ditambah dengan Krisis Keuangan Global yang menyebabkan efek berantai berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan sebagai ekses karena perusahaan tidak mendapatkan order dari customer menjadi salah satu potret buram yang tengah melanda negeri kita saat ini. Banyaknya tenaga terdidik yang menganggur akibat tak mampu bersaing mendapatkan pekerjaan yang cocok dengan disiplin ilmu yang digelutinya selama menempuh pendidikan, menjadi sebuah fenomena yang lazim dan tentu saja sangat memprihatinkan kita semua.

Padahal, dibalik “mendung” yang menggayut itu, sesungguhnya ada seberkas cahaya cerah sebagai salah satu peluang alternatif dalam memperoleh duit dari sebuah pekerjaan yang tak terikat oleh aturan-aturan formil perusahaan, bebas memilih jam kerja, tidak perlu capek-capek bermacet ria dijalan, santai (tapi serius tentu saja) bekerja walau cukup pakai sarung atau celana pendek dan hanya cukup bermodalkan komputer dan koneksi internet.

Ya, Menjadi Profesional Blogger. Profesi ini bisa diartikan sebagai blogger yang dibayar untuk setiap tulisan spesifik yang dibuatnya dan ditayangkan di blog/situs tertentu sesuai dengan tema atau topik diemban oleh situs/blog yang bersangkutan. Sejumlah blog/situs menyediakan bayaran mahal bagi para blogger yang menulis dengan konten yang menarik dan atraktif di blog tersebut.

Budi Putra salah satu contohnya. Mantan wartawan Tempo yang dikenal sebagai Profesional Blogger full time pertama di Indonesia ini menjadikan profesi tersebut sebagai lahan untuk mencari nafkah. Dengan menjadi “paid blogger” atau blogger yang dibayar untuk mengisi posting di blog-blog tertentu, Budi lebih enjoy dalam bekerja. Meski sebagai professional blogger menuntutnya harus menulis setiap hari dan tak kenal libur, namun ia bisa mengerjakan semuanya dimana saja, ditempat yang ia suka. Bisa dirumah, café dll.

Meskipun begitu, menjadi blogger professional tidak semudah yang dibayangkan.

Bila seseorang ingin menekuni profesi ini, maka ia mesti mengerti topik tertentu yang dibahas atau diulasnya (misal soal teknoiogi komunikasi, elektronik, otomotif, dll), punya kemampuan menulis, dan ngeblog, serta dapat menulis dalam bahasa Inggris (ini karena sebagian besar lowongan Profesional Blogger berasal dari luar negeri). Dilain pihak, kecepatan dan ketepatan penyajian juga dituntut bagi seorang blogger professional. Layaknya jurnalis media, ia dituntut untuk lebih kreatif dan duluan dalam mencari untuk kemudian menuliskan sebuah topik hangat yang tengah dibahas di masyarakat atau terkait dengan peluncuran produk tertentu. Apa yang disajikan menjadi “breaking news” dan ini menjadi kan blog yang diisinya semakin dihargai bahkan menjadi rujukan bagi blog/situs internet lain.

Jika seorang blogger professional menjadi memahami secara mendalam topik yang ditulisnya, maka akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi kompetensinya dan tentu saja berpotensi meningkatkan “page view” pada blog yang bersangkutan. Tingginya “page view” akan bermuara pada kian bertambahnya popularitas blog tersebut sehingga ikut pula menaikkan nilai tawar bagi para pemasang iklan.

Konsistensi untuk menulis posting juga diperlukan.Kesanggupan untuk memenuhi persyaratan posting menjadi hal penting bagi seorang professional blogger. Keseriusan sang blogger untuk memenuhi syarat posting yang sudah ditetapkan (misalnya 2 posting tulisan per hari) dinilai dari seberapa banyak ia meningkatkan atau setidaknya mempertahankan target tersebut.

Dengan semakin luas dan membaiknya koneksi internet di Indonesia saat ini maka semakin mendukung pula aktifitas Profesional Blogger dalam melaksanakan tugasnya. Terlebih dengan kian merebaknya aktifitas serta interaksi jaringan komunitas berbasis internet yang tumbuh subur belakangan ini menjadi potensi pasar luar biasa dalam menarik pengunjung blog.

Namun pasti selalu ada saja kendala yang menghadang.

Pada sebuah kesempatan wawancara saya bersama Budi Putra di Majalah online Blogfam beliau menyatakan, Hambatan terbesar bagi seorang blogger Indonesia yang ingin menjadi professional blogger adalah keterampilan menulis yang masih pas-pasan.

Blog, kata Budi yang kini menjadi CEO Asia Blogging Network , hanyalah media baru. Ia sebenarnya mirip dengan koran atau majalah, hanya saja ini formatnya online. Lebih repot lagi, karena sifatnya, tulisan-tulisan di blog harus lebih padat, ringkas dan mengena. Dan itu bukanlah pekerjaan yang gampang.

Celah untuk menjadi Blogger Profesional sangat terbuka saat ini. Untuk memperkaya konten, berbagai situs internet dan blog di Amerika atau Eropa, justru mencari “paid blogger” asal Asia yang akan menulis dengan perspektif dan sudut pandang yang berbeda.

Silahkan anda mampir ke situs lowongan pekerjaan untuk profesi tersebut di www.jobs.problogger.net atau http://jobs.freelanceswitch.com/categories/3, atau silakan anda mengetikkan kata kunci yang terkait dengan peluang kerja sebagai blogger professional di mesin pencari internat, maka anda akan menemukan begitu besar daftar peluang kerja bagi profesi ini.

Bagi yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris pas-pasan, dapat mencoba www.reviewmu.com yang digagas oleh Cosa Aranda Network (www.cosaaranda.net) yang berbahasa Indonesia.

Anda Tertarik Jadi Profesional Blogger?

Sumber Gambar 

Related Posts
GEDUNG SMESCO INDONESIA, LOKASI ACARA PUNCAK PESTA BLOGGER 2009
Akhirnya, setelah melewati perjalanan panjang mencari tempat yang representatif untuk pelaksanaan acara Puncak Pesta Blogger 2009 tanggal 24 Oktober 2009 mendatang, kami akhirnya mendapatkan konfirmasi untuk bisa menggunakan Exhibition Hall ...
Posting Terkait
ROMANTISME RENYAH DARI SEBUAH KE-“JADUL”-AN
Judul Buku : Gaul Jadul (Biar Memble Asal Kece) Penulis : Q Baihaqi Penerbit : Gagas Media ISBN : 979-780-346-5 Jumlah halaman : viii + 280 halaman Cetakan : Pertama, 2009 Ukuran : 13 x 19 ...
Posting Terkait
KAPAL HDPE IQRA VISINDO TEKNOLOGI DAN IKHTIAR MEMBANGUN INDUSTRI MARITIM INDONESIA
pa yang terlintas dalam benak anda ketika membaca kata "Kapal HDPE"? Terus terang yang pertama terlintas dalam benak awam saya adalah kapal yang dibuat dan berbahan baku sama dengan material ember ...
Posting Terkait
JURUS “ANTI MATI GAYA” HADAPI KRISIS GLOBAL (Dari Seminar Export Import DHL Express)
Pada Hari Selasa (24/3) lalu, saya berkesempatan menghadiri Seminar Setengah Hari mengenai Export Import yang diselenggarakan oleh PT Birotika Semesta (DHL Express) bertempat di Ballroom 1 Hotel Ritz Carlton Kawasan ...
Posting Terkait
BLOGGER, DUTA INFORMASI DAN SOSIALISASI PENGEMBANGAN KOMUNITAS ASEAN
Langkah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk menggandeng Komunitas Blogger dalam melakukan sosialisasi Piagam ASEAN patut diapresiasi. Sabtu kemarin (7/8), bertempat di ruang Krakatau Hotel Horizon Bekasi, kerjasama konstruktif antara ...
Posting Terkait
Pesona Parade Lampu yang memukau dalam Symphoni of Light (sumber : www.tourism.gov.hk)
ahabatku yang baik, Bagaimana kabarmu? Semoga tetap sehat ya. Hongkong tak banyak berubah sejak kepergianmu. Gedung-gedung tinggi menjulang bagaikan hutan beton menyelimuti seantero kota masih berdiri kokoh dan nuansa Tiongkok Moderen yang ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2010 (8) : TEGAKKAN KOMITMEN UNTUK E-GOVERNMENT
Seusai Makan Siang dan Sholat Ashar, Acara Seminar sesi kedua Amprokan Blogger 2010 Minggu (7/3) dilanjutkan kembali. Sebelum memasuki acara inti, lebih dulu diperkenalkan gerakan SEBUAI (Sejuta Buku untuk Anak ...
Posting Terkait
E-NARCISM DAN HAL-HAL KEREN YANG MENYERTAINYA
Judul Buku : E-Narcism (Gaul dan Eksis di Internet) Penulis : Pitra Satvika Editor : Hendrocaroko Marpaung Penerbit : Pustaka Bina Swadaya, Jakarta Cetakan : Pertama, Mei 2009 Halaman : 159 Bagaimana anda memaknai Narsisme? Kata ...
Posting Terkait
HARI BLOGGER NASIONAL DAN TANTANGAN MASA DEPAN
Masih lekat rasanya dalam ingatan saya ketika saya menghadiri Pesta Blogger Pertama, 27 Oktober 2007 di Blitz Megaplex. Saya menjadi saksi dari sebuah sejarah pencanangan hari blogger nasional oleh ...
Posting Terkait
DELLIANI : “MY NEW BLOGGING WEAPON”
Kehadiran si Delliani, sebuah nama yang saya sematkan pada Netbook DELL Inspiron Mini 9 yang saya terima kemarin sebagai hadiah doorprize saat peluncuran produk Dell Terbaru di Plaza FX tanggal ...
Posting Terkait
GEDUNG SMESCO INDONESIA, LOKASI ACARA PUNCAK PESTA BLOGGER
ROMANTISME RENYAH DARI SEBUAH KE-“JADUL”-AN
KAPAL HDPE IQRA VISINDO TEKNOLOGI DAN IKHTIAR MEMBANGUN
JURUS “ANTI MATI GAYA” HADAPI KRISIS GLOBAL (Dari
BLOGGER, DUTA INFORMASI DAN SOSIALISASI PENGEMBANGAN KOMUNITAS ASEAN
SURAT PANJANG DARI HONGKONG : KEMERIAHAN MUSIM PANAS
AMPROKAN BLOGGER 2010 (8) : TEGAKKAN KOMITMEN UNTUK
E-NARCISM DAN HAL-HAL KEREN YANG MENYERTAINYA
HARI BLOGGER NASIONAL DAN TANTANGAN MASA DEPAN
DELLIANI : “MY NEW BLOGGING WEAPON”

8 comments

  1. Disamping peluang, profesi sebagai blogger pro juga penuh tantangan. Tantangan yang paling mendasar adalah kita harus berani keluar dari konteks passion. Misalnya, ketika kita sama sekali awan dengan dunia otomotif tiba-tiba mendapatkan job untuk membuat konten tentang otomotif.

    Ini menantang, kita diberikan tawaran yang sama sekali bukan bidang kita. Tapi, ini juga peluang. Bisa saja kita mengabaikan dan melewatkannya dengan begitu saja, tidak mau ambil resiko yang bukan bidangnya, lalu ‘keukeuh’ konsisten dengan selera, kemampuan dan passion yang ada saja, alhasil kita tidak akan pernah bisa berkembang.

    Semakin giat meningkatkan kemampuan diri, semakin lebar peluang membuka kesempatan untuk kita.

    Hupppttthh… blogger pro memang tidak mudah, tapi juga menjanjikan.

    Mantap nih Daeng, mudah-mudahan Blogger Reporter bisa jadi jembatan selanjutnya. 😀

Leave a Reply to ary widodo Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *