PUISI : SAAT INDAH MENGENANGMU


Kenangan itu selalu berjalan tertatih dalam benak

meniti sebuah perjalanan panjang tentang sebuah rasa yang tertinggal

pada relung hati dimana sunyi bersemayam bersama rindu

“Kadangkala,” katamu,”pada lirih sajak yang kuterbangkan bersama angin

senantiasa ada harap disana untuk menghampirimu di suatu ketika

sembari bercerita tentang janji, obsesi memiliki juga cinta”


Ah, belahan jiwaku,

Pesonamu selalu memercik pada riuh rendah pundak Malioboro,

denting syahdu gamelan, warna coklat tua gudeg yang nikmat,

gemulai penari keraton, pepohonan rindang di Bulaksumur dan

keramaian pasar Beringharjo.

Kamu ada, bersama segala keindahan yang menyertai

gigil kangen saat angin lembut yang membawa sajakmu

menerpa kalbu, perlahan, saat mengenangmu, saat mengingatmu

Jkt,191109

Related Posts
PUISI : SENANDUNG SEKEPING KEHENINGAN
    Kita tak akan pernah bisa menyepuh ulang segala impian dan kenangan yang meranggas perlahan di ringkih hati lalu menyemai harap, segalanya akan kembali seperti semula "Karena apa yang tertinggal," katamu,"seperti sisa jejak kaki di ...
Posting Terkait
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA DJALIL
Judul Buku : Cintaku Lewat Kripik Balado Penulis : Linda Djalil Prolog : Putu Wijaya Epilog : Jodhi Yudono Penerbit : Penerbit Buku Kompas , Juni 2011 Halaman : xii + 244 Halaman Ukuran : 14 ...
Posting Terkait
PUISI : RESIDU RINDU
Ketika harapan tak terjelmakan dan ilusi tentangmu hanyalah bagian dari noktah kecil yang bersinar redup di langit malam, maka segala impian yang telah kita bangun mendadak sirna diterpa angin sementara kerlip kunang-kunang tetap tak ...
Posting Terkait
PUISI : MENGHAYATI BENING NUANSAMU
Adakah kerlip bintang di langit dan spektrum cahayanya yang berkilau menerangi jernih bola matamu adalah tanda harapan masih terbersit disana? Setelah luka kehilangan itu perlahan pudar jejaknya dan kita kembali mengais-ngais remah-remah kenangan yang tersisa lalu menyatukannya kembali ...
Posting Terkait
PUISI : CAHAYA DI TUNGKU HATI
Menelisik potongan rindu yang entah kau letakkan dimana seperti mengais serpih-serpih kenangan yang tercecer bersama debu jalanan, belukar ilusi, hening malam dan nyala lampu mercury yang membias hangat, memantulkan cahaya pada genangan air di ...
Posting Terkait
PUISI : PADA SEPOI ANGIN DI BERANDA (Selamat Ulang Tahun Ananda Alya Dwi Astari Gobel)
Putriku sayang, apa yang sedang kau lamunkan di serambi depan menjelang senja? sepoi angin menggoyang-goyangkan beberapa helai rambut di keningmu dan kau tersenyum sekilas menyaksikan mentari tenggelam menyisakan cahaya redup keemasan dibalik tembok ...
Posting Terkait
PUISI CINTA BUAT ISTRIKU
Selalu, pada setiap makna yang terungkap, ada getar rasa yang tak terkatakan pada setiap kata yang disampaikan, ada dawai ilusi yang berdentang jauh riuh, lalu menyisakan senyap damai, kadang perih di sanubari Dan ...
Posting Terkait
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
Semburat cahaya senja merah jingga menerpa sendu wajahmu ketika jemari lentikmu lemah menuding langit Pada sebuah titik yang engkau namakan "ujung penantian" dan tak pernah bisa kumaknai secara jelas apakah itu akan menjadi akhir ...
Posting Terkait
PUISI : PADA GENANGAN KELAM, PADA RATAP YANG TERDEKAP
Deras Hujan yang datang malam ini seperti kidung melankolis yang datang membuai perlahan tapi juga mengusung ketakutan tak terkatakan Kita menyaksikannya dengan tatap nanar sembari mendekap erat ratap yang tak terungkap Pada genangan kelam yang ...
Posting Terkait
VIDEO PUISI, SEBUAH EKSPERIMEN BARU
einginan saya untuk membuat musikalisasi puisi-puisi yang pernah saya tulis masih tetap membara dalam hati meskipun hingga saat ini masih belum jua terwujud. Sebuah ide mendadak terbit di benak seusai ...
Posting Terkait
PUISI : SENANDUNG SEKEPING KEHENINGAN
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA
PUISI : RESIDU RINDU
PUISI : MENGHAYATI BENING NUANSAMU
PUISI : CAHAYA DI TUNGKU HATI
PUISI : PADA SEPOI ANGIN DI BERANDA (Selamat
PUISI CINTA BUAT ISTRIKU
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
PUISI : PADA GENANGAN KELAM, PADA RATAP YANG
VIDEO PUISI, SEBUAH EKSPERIMEN BARU

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *