PUISI : TARIAN HUJAN

hujan2-300x172

Kisah yang kau rajut pada rinai tarian hujan sore ini

Adalah gemerlap mimpi dan getir kesedihan

yang mengalun pelan menyusuri relung hati, selasar waktu

dan derap putus asa yang luruh dalam hening

Hujan, katamu, kerapkali telah memerangkapmu dalam pilihan-pilihan sulit

Apakah akan memaksakan diri berlari menembusnya

atau menunggu hingga reda sembari mengumpat kesal

Dan selalu, pada akhirnya, kau akan memutuskan

untuk tetap menanti

: menikmati air menimpa dan merambati genting, helai dedaunan, pucuk pepohonan

lalu membasahi tanah

seraya mengenang kisah tentang kita

yang terlihat samar dari balik tarian hujan dan

kelopak matamu yang membasah

Jakarta, 260110

Sumber Gambar : Re-Post from Yahoo Mim

 

Related Posts
PUISI : SEHELAI PASMINA BIRU UNTUK ISTRIKU
Kita telah lama membincang pagi dan senja, pada malam, ketika gelap meluruh pelan dari kisi-kisi jendela kamar kita dan kenangan yang telah kita rajut bersama larut dalam kelam Sehelai pasmina biru, untukmu, istriku, ...
Posting Terkait
PUISI : DESAU ANGIN DAN PEREMPUAN YANG MERINDU
gaknya, urat sejarah dan gurat kenangan yang membeku dalam ingatanmu telah membuat semuanya menjadi tak sama, seperti dulu.. laksana sebatang pohon kesunyian yang tumbuh enggan dari perih luka atau mata air pegunungan yang ...
Posting Terkait
Sajak Sebatang Lisong oleh WS Rendra menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak - kanak tanpa ...
Posting Terkait
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA DJALIL
Judul Buku : Cintaku Lewat Kripik Balado Penulis : Linda Djalil Prolog : Putu Wijaya Epilog : Jodhi Yudono Penerbit : Penerbit Buku Kompas , Juni 2011 Halaman : xii + 244 Halaman Ukuran : 14 ...
Posting Terkait
PUISI : KITA TELAH MENOREH MALAM DENGAN ANGAN-ANGAN (Sajak Cinta Untuk Istriku)
Kerapkali kita menyempatkan diri duduk diberanda bercakap tentang hal-hal tak penting dan upaya-upaya menanggulangi kegetiran seraya menatap gelap yang luruh perlahan dipelupuk mata dan kunang-kunang melintas anggun membawa kerlip harapan sementara rindu memantul-mantul gemas ...
Posting Terkait
SAJAK SEORANG IBU UNTUK ALMARHUM ANAKNYA DI GAZA
Bermimpilah yang indah, anakku saat kucium keningmu dengan mata basah lalu kukalungkan selendang berkotak pada lehermu dimana serpih mortir Israel laknat itu menembusnya dan membuatmu meregang nyawa lalu menyebut nama ibu dan ayah berulang-ulang menahan rasa ...
Posting Terkait
PUISI : MENITI GARIS EDAR PESONAMU
Bagai harum hutan pinus di sisi bukit atau wangi melati di pekarangan Aroma cinta yang kau taburkan melayang lembut dengan konfigurasi warna-warni pada lanskap kesunyian yang terhampar sepanjang perjalanan pada atmosfir lara yang telah kita ...
Posting Terkait
PUISI : SENANDUNG SEKEPING KEHENINGAN
    Kita tak akan pernah bisa menyepuh ulang segala impian dan kenangan yang meranggas perlahan di ringkih hati lalu menyemai harap, segalanya akan kembali seperti semula "Karena apa yang tertinggal," katamu,"seperti sisa jejak kaki di ...
Posting Terkait
PUISI : MENYIBAK BAYANGMU DI TEPIAN MUSI
Kaki-kaki Jembatan Ampera yang kokoh menghunjam pada dasar batang sungai anggun mengalir, seakan bertutur tentang kisah-kisah yang berlalu dari musim ke musim, tentang cinta, harapan, impian, juga kehilangan Dan di tepian Musi, mengenangmu bersama ...
Posting Terkait
PUISI : TITIAN KENANGAN, PADA LANGIT HATI
Sekeping Pilu yang kau tambatkan di dermaga jiwa Adalah rekaman sebait sajak dan jejak tertatih tentang perjalanan tentang luka, tentang segenap rasa yang berkecamuk di tiap lamunan "Seharusnya," katamu,"meraihmu adalah niscaya dan mendekapmu dalam ...
Posting Terkait
PUISI : SEHELAI PASMINA BIRU UNTUK ISTRIKU
PUISI : DESAU ANGIN DAN PEREMPUAN YANG MERINDU
MENGENANG WS RENDRA : SAJAK SEBATANG LISONG
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA
PUISI : KITA TELAH MENOREH MALAM DENGAN ANGAN-ANGAN
SAJAK SEORANG IBU UNTUK ALMARHUM ANAKNYA DI GAZA
PUISI : MENITI GARIS EDAR PESONAMU
PUISI : SENANDUNG SEKEPING KEHENINGAN
PUISI : MENYIBAK BAYANGMU DI TEPIAN MUSI
PUISI : TITIAN KENANGAN, PADA LANGIT HATI

3 comments

  1. Daeng, kunjungan pertama ku ke blog ta. Blog nya keren. Mau sekalika kodong punya blog bagus seperti ini.

    Saya add ki’ di blog roll ku nah.

    Wassalam

    Cipu

  2. puisi ini bisa dimaknai sindiran halus banjir Jakarta, karena akhirnya adalah menangis seperti warga Jakarta yg tertimpa musibah banjir itu..keren om, ga tau deh makna dibalik puisi ini sebenarnya, hanya Tuhan dan om Daeng yang tau, he he

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *