ROMANTISME RENYAH DARI SEBUAH KE-“JADUL”-AN

Judul Buku : Gaul Jadul (Biar Memble Asal Kece)

Penulis : Q Baihaqi

Penerbit : Gagas Media

ISBN : 979-780-346-5

Jumlah halaman : viii + 280 halaman

Cetakan : Pertama, 2009

Ukuran : 13 x 19 cm

Kenangan masa kecil dan remaja saya bagai terwakili dalam buku ini. Ya, seluruh isi buku ini merangkum segala hal-hal menarik seputar nostalgia era 80-an, mulai dari serial TV (“Rumah Masa Depan”, “Little House on the Praire”, The A-Team, dll), Musik, Dunia anak-anak, film, buku dan majalah hingga slogan-slogan yang terkenal di era jadul dulu. Beberapa kali saya sempat tersenyum-senyum sendiri seraya mengenang masa remaja seusai membaca artikel dalam buku yang dibuat oleh Q.Baihaqi yang juga menggagas Blog 80-an di tahun 2005 dimana sebagian besar artikelnya diambil dari blog ini.

Saat membaca artikel tentang serial TV terkenal “The A Team” misalnya, saya mendadak terkenang bagaimana saya dulu secara narsis, genit dan atraktif meniru-niru gaya rambut Templeton”Face” Peck (diperankan oleh Dirk Benedict) yang tampan dan playboy itu. Di sore hari, menjelang serial TV ini ditayangkan, saya dan adik lelaki saya Budi sudah bersiap-siap menanti The A Team beraksi membasmi lawan dengan kocak, lucu dan tanpa pertumpahan darah dengan “kata pengantar”nya yang menggetarkan : “If you Have A Problem, And No One Else Can Help, And If You Can Find Them, Maybe You Can Hire….. The A Team !” , lalu mengalunlah “theme song”-nya yang legendaris itu (Bila anda mau dengar, silahkan download disini)

Di artikel lain yang menulis tentang buku “Lima Sekawan” karya Enid Blyton, saya terkenang dulu ketika meminjam buku-buku koleksi perempuan yang menjadi “incaran” saya sebagai pacar di masa SMP dulu. “Bayaran” atas peminjaman buku itu cukup mudah kompensasinya : “si dia” minta diajari Matematika. Sebuah bentuk kompensasi yang sangat elegan, adil dan menyenangkan, tentu saja. Tokoh-tokoh 5 sekawan termasuk ringkasan cerita beberapa serialnya juga ditampilkan dalam buku ini.

Gaya bahasa yang ringan, ngepop dan santai membuat buku ini sungguh nyaman dibaca. Beberapa ungkapan spontan tercetus dan kian menambah “greget” buku yang diterbitkan bulan Oktober 2009 itu.

Pembaca buku ini seakan-akan dibawa ke dalam nuansa romantik era 80-an. Deskripsi yang disajikan cukup detail dan dilengkapi data-data pendukung yang valid. Ulasan lengkap soal Film “Catatan si Boy” misalnya disajikan mulai dari Catatan si Boy pertama (1987) hingga Ketiga (1989) komplit dengan sejumlah hal-hal unik dan menarik seputar film yang mengangkat nama Onky Alexander dan memulai debut pertamanya berakting di film ini.

Ulasan soal jajanan anak-anak di era 80-an juga dibahas dengan sangat menarik. mulai dari Wafer Superman (hmm..tiba-tiba jadi kangen merasakan kembali nikmatnya wafer jadul kegemaran saya ini) sampai permen Chelsea. Ada juga pembahasan soal permainan anak-anak jadul termasuk fenomena Game Watch yang begitu populer dan sangat digemari waktu itu.

Lagu-lagu populer yang dinyanyikan oleh artis-artis JK Records seperti Obbie Messakh, Dian Piesesha, Heidy Diana, Helen Sparingga, Ratih Purwasih dan lain lain juga dibahas dibuku ini. Kisah-kisah unik yang mengiringi album-album musik JK Records juga dipaparkan. Misalnya fenomena “deklamasi” Obbie Messakh ditengah-tengah lagu , Rinto Harahap dengan “Uwo..uwo..uwooo”-nya dan Pance Pondaag dengan ciri khas suara yang melengking. Juga tentu saja iming-iming hadiah kuis bagi pembeli kaset album JK Records ketika itu berupa : Mini Compo!.

Meski tidak semua kenangan 80-an tersaji lengkap dalam buku ini, namun saya melihat “puncak-puncak” legenda kejayaan era jadul 80-an terdokumentasi dengan baik. Sang penulis dengan piawai menampilkan kenangan-kenangan yang tak terlupakan dibenak saya–salah satu lelaki jadul 80-an–pada masa indah itu, dengan renyah dan memikat. Masih banyak hal yang sesungguhnya bisa dieksplorasi mengenai kenangan 80-an. Mudah-mudahan akan ada edisi lanjutan untuk buku ini.

Jadi, biar jadul dan memble, yang penting gaul dan kece… ya gak, Cing ?

Sumber foto 

Related Posts
HARI BLOGGER NASIONAL DAN TANTANGAN MASA DEPAN
Masih lekat rasanya dalam ingatan saya ketika saya menghadiri Pesta Blogger Pertama, 27 Oktober 2007 di Blitz Megaplex. Saya menjadi saksi dari sebuah sejarah pencanangan hari blogger nasional oleh ...
Posting Terkait
SOLIDARITAS DUNIA MAYA UNTUK PRITA MULYASARI
Kasus ditahannya ibu Prita Mulyasari di penjara akibat Surat Pembacanya tentang perlakuan yang kurang nyaman di Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera, Tangerang pada sebuah media yang kemudian berujung gugatan ...
Posting Terkait
BERSIAP KE MAROS, 1-2 SEPTEMBER 2012
aya melewatkan sebagian besar masa kecil saya di kota mungil ini. Kabupaten Maros, sebuah wilayah yang terletak lebih kurang 30 km dari ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, Makassar, menjadi saksi kehidupan ...
Posting Terkait
MENIKMATI PESONA PERUMAHAN BINTARO JAYA DALAM ONE DAY BLOGGER TOUR
atahari bersinar begitu cerah di Hari Sabtu (22/6) ketika saya bersama sejumlah blogger berkumpul di fX Plaza Jl.Jenderal Sudirman Jakarta Selatan untuk berkumpul kemudian bersama-sama berangkat menuju Perumahan Bintaro Jaya. ...
Posting Terkait
MENIKMATI KEHIJAUAN NEGERI, MELERAI LETIH DAN PERIH
Keterangan foto: Hijau Negeriku, karya Adi Wiratmo, Potret Mahakarya Indonesia, Dji Sam Soe nakku sayang Rizky & Alya Selalu terbayang dalam benak ayah, bagaimana kalian menikmati masa liburan di kampung sembari menyusuri ...
Posting Terkait
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
Edi Taslim (General Manager Kompas Cybermedia) didampingi Pepih Nugraha memberikan penjelasan soal Kompas Phone dan QR Code Kompas dalam kesempatan Kopdar kedua Kompasiana bertempat di JHCC, Minggu,14 Juni 2009 Hari Minggu ...
Posting Terkait
PETUALANGAN SERU WARTAWAN PEMBURU MUMI
nilah aksi “Tomb Rider” ala Perancis di awal abad 20-an! Demikian kesan saya seusai menonton “The Extraordinary Adventures of Adèle Blanc-Sec” (selanjutnya disingkat menjadi “Adèle”) akhir pekan lalu. Film ini diadaptasi ...
Posting Terkait
MENGGAGAS STRATEGI PROMOSI ONLINE PARIWISATA SUL-SEL
ak dapat dipungkiri, perkembangan aktifitas dan interaksi online di Indonesia terus berkembang secara gesit dan eksponensial. Tahun lalu, berdasarkan informasi yang saya peroleh lewat tautan ini, menggambarkan sangat jelas profil "kekuatan" ...
Posting Terkait
MEMPERTANYAKAN TANGGUNG JAWAB DAN NURANI SANG PELAKU TABRAK LARI
aya terhenyak saat membaca berita yang tertera di mailing list Cikarang Baru setelah kami sekeluarga baru keluar menonton film "Brandal-Brandal Ciliwung"  Jum'at (17/8) sore. Saya memang baru menyalakan Blackberry dan ...
Posting Terkait
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?
Tune, Piyo-Piyohu Ngana Uti ? emikian ucapan yang kerap saya dengar dari ayah saya di Makassar pada ujung telepon saat menanyakan kabar saya bersama keluarga di Cikarang. Ucapan dalam bahasa ...
Posting Terkait
HARI BLOGGER NASIONAL DAN TANTANGAN MASA DEPAN
SOLIDARITAS DUNIA MAYA UNTUK PRITA MULYASARI
BERSIAP KE MAROS, 1-2 SEPTEMBER 2012
MENIKMATI PESONA PERUMAHAN BINTARO JAYA DALAM ONE DAY
MENIKMATI KEHIJAUAN NEGERI, MELERAI LETIH DAN PERIH
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
PETUALANGAN SERU WARTAWAN PEMBURU MUMI
MENGGAGAS STRATEGI PROMOSI ONLINE PARIWISATA SUL-SEL
MEMPERTANYAKAN TANGGUNG JAWAB DAN NURANI SANG PELAKU TABRAK
BRIPTU NORMAN, PIYO-PIYOHU NGANA UTI ?

3 comments

  1. Yang jadul tidak selamanya tidak punya makna, justru dari kejadulan itu kita dapat belajar lebih bijak, bukan begitu Bung Amril? Salam salut untuk kreatifitasnya. Omong – omong kapan bikin sinetron lagi. Gabungan yuk, Aku punya beberapa konsep yang belum tayang nih. Ditunggu balasannya, thanks ya.

Leave a Reply to Anggi Kusumah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *