DUNIA PENERBANGAN DAN KEHIDUPAN DALAM SEBUAH RUANG KONTEMPLASI HUMANIS

Judul Buku : Awas Ketabrak Pesawat Terbang

Penulis : Chappy Hakim

Editor : Dicky Septriadi

Penerbit : Grasindo

Jumlah halaman : 289 halaman

Cetakan : Pertama, Desember 2009

Jonathan Yang dalam bukunya The Rough Guide to Blogging: Navigate the Blogosphere (London: Rough Guides Ltd, Oktober 2006) hal-80-81 menyatakan : Post that are entertaining, informative, inspirasional, humorous, or memorable will always touch a chord with readers. Tampaknya, resep ini diterapkan oleh Pak Chappy Hakim dalam buku kedua kumpulan tulisan-tulisan beliau di blog Kompasiana berjudul “Awas Ketabrak Pesawat Terbang!” (buku pertama berjudul “Cat Rambut Orang Yahudi” diluncurkan bulan Agustus 2009).

Racikan kata dan kalimat dikemas begitu rapi dalam alunan gaya bertutur yang lugas, cerdas, runtut, cermat, elegan, jenaka namun bersahaja. Dengan sejumlah pengalaman handal di dunia penerbangan, apalagi Pak Chappy sendiri telah memiliki 8000 jam terbang dengan berbagai tipe pesawat, ulasan yang terkait dengan bidang ini dipaparkan secara memikat sesuai kompetensi beliau. Gaya tulisan ala blogger yang lincah dan tangkas serta pemilihan judul yang agak “gaul” dipersembahkan Pak Chappy untuk para pembacanya. Disitulah daya tariknya. Dunia penerbangan yang tak banyak orang awam tahu latar belakang yang ada dibaliknya dituangkan oleh mantan Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan Penerbangan dan Keamanan Transportasi (EKKT) ini dalam untaian narasi yang mudah dimengerti khas ala pendekatan jurnalisme warga.

Wacana yang disampaikan pria kelahiran Yogyakarta, 17 Desember 1947 melalui tulisan dibuku ini tidak hanya melulu membahas soal penerbangan. Kisah-kisah sederhana kehidupan baik yang lucu dan mengharukan juga dikemas Pak Chappy dalam rangkaian penuturan yang membuat pembacanya penasaran untuk menuntaskannya hingga akhir.

Judul buku yang “sexy” dan “menggelitik” segera memicu rasa keingintahuan saya untuk segera “melahap” lembar demi lembar buku yang ditulis Mantan KSAU-RI 2002-2005 ini dan diluncurkan pertama kali pada tanggal 17 Desember 2009 silam. Saya kembali terpesona, setelah sebelumnya juga pernah mengalami hal serupa saat membaca tulisan beliau secara online dan intens di Kompasiana (Pak Chappy merupakan salah satu penulis favorit di Kompasiana yang sering saya tunggu dan baca tulisan-tulisannya).

Judul “Awas Ketabrak Pesawat Terbang” adalah judul tulisan Pak Chappy di blog Kompasiana yang ditayangkan pada 11 Maret 2009. Pada tulisan tersebut, diulas bahwa pada tanggal 27 Agustus 2008 pukul 1634 waktu Indonesia bagian barat pesawat B-737, nomor registrasi PK – CJG dari maskapai penerbangan Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ – 062 mendarat di Sultan Thaha Jambi. Pada saat mendarat ini pesawat mengalami “overrun” keluar landasan sejauh 200 meter dari landasan pacu 31. Pesawat Boeing 737 seri 200 yang membawa 126 penumpang dan 6 orang awak pesawat ini ternyata menabrak 3 orang di persawahan yang terletak tidak jauh dari runway atau landasan pacu bandara Sultan Thaha Jambi.

Mungkin ini adalah kejadian yang sangat unik, suatu peristiwa yang patut dicatat yaitu ada orang yang ketabrak pesawat terbang. Tanpa harus berdiskusi lebih jauh serta bersusah payah melakukan penyelidikan tentang penyebab terjadinya kecelakaan, sudah dapat diduga bahwa ada kesalahan besar yang di buat sehingga terjadi kecelakaan : “orang tertabrak pesawat terbang”. Bagaimana bisa, ada orang celaka tertabrak pesawat terbang ketika sedang asyik bercocok tanam. Inilah sebenarnya gambaran yang sangat jelas dari bagaimana miskinnya kita mengelola sistem transportasi udara. Hal yang sama, tidak lebih dan tidak kurang terjadi pada sistem moda transportasi lainnya seperti angkutan darat, laut dan lebih-lebih kereta api. Bisa dikatakan, setiap hari kita bisa membaca di koran tentang terguling nya kereta api, demikian ungkap Pak Chappy dalam tulisannya.

Kedisiplinan untuk menuruti aturan-aturan yang ada menjadi salah satu kunci utama untuk mencegah kejadian kecelakaan ini terjadi. Secara tajam, Pak Chappy lalu menulis kritik: Ketentuan, peraturan dan atau regulasi tentang seberapa jauh dari landasan pacu tidak diperkenankan adanya kegiatan lain selain yang berhubungan langsung dengan kegiatan penerbangan sudah ada. Koq ada orang bercocok tanam pada jarak yang kurang dari 200 meter dari ujung landasan?.

Disiplin memang tidak mungkin dibangun hanya dengan mengharapkan kesadaran dari setiap orang. Disiplin harus ditegakkan dengan tegas dan keras. Tegas dan keras dalam arti disiplin harus parallel dengan berjalannya pengawasan yang ketat. Pengawasan yang ketat akan sia-sia apabila tidak diikuti dengan “law enforcement”, penegakkan hukum yang tanpa pandang bulu dan menumbuhkan efek “jera”. Sudah siapkah kita untuk itu ? Apabila belum, maka janganlah coba-coba bermimpi negara kita akan makmur, sejahtera, aman tenteram kerta raharja.

Wakil dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yang menyampaikan “Ijazah MURI” bernomor 3840 kepada Pak Chappy Hakim sebagai Marsekal/Jenderal pertama yang tulisan di blog diterbitkan menjadi buku (Cat Rambut Orang Yahudi), Agustus 2009.
Wakil dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yang menyampaikan “Ijazah MURI” bernomor 3840 kepada Pak Chappy Hakim sebagai Marsekal/Jenderal pertama yang tulisan di blog diterbitkan menjadi buku (Cat Rambut Orang Yahudi), Agustus 2009.

Buku ini memuat 5 bab masing-masing “Penerbangan”, “Politik”, “Tokoh”, “Teknologi” dan “Cerpen”. Di Bab Penerbangan Pak Chappy banyak mengulas soal yang terkait langsung dengan kompetensinya sebagai praktisi di dunia tersebut. Yang menarik adalah ketika tanggapan kritis Pak Chappy atas vonis pengadilan untuk Capt.Pilot Marwoto di Pengadilan Sleman. Untuk memberikan dukungan moral bagi Capt.Pilot Marwoto, Pak Chappy dan beberapa koleganya sempat datang ke pengadilan (dituangkan dalam beberapa rangkaian tulisan antara lain “Ke Jogya untuk Capt.Marwoto”, “Bukan Arogan, Tetapi Memang Tidak Mempunyai Cukup Pengetahuan”, dan “Ruang Pengadilan atau Pasar Ikan”). Tidak hanya itu, Pak Chappy juga menulis soal keprihatinannya pada rangkaian kecelakaan pesawat Hercules TNI-AU yang terjadi beberapa waktu terakhir yang menewaskan sejumlah prajurit terbaik TNI AU (“C 130 Hercules”, “C-130 Hercules looks like a truck and fly like cadillac“). Tulisan yang meninggalkan kesan mendalam buat saya adalah “Drama Penyelamatan Nyawa  di Ketinggian 39.000 feet”, yang membahas pengalaman pribadi Pak Chappy tentang kesigapan awak pesawat dalam menyelamatkan penumpangnya di ketinggian 39.000 kaki hingga kemudian pesawat mendarat darurat dengan selamat.

Pada Bab “Politik”, Pak Chappy mengulas berbagai fenomena politik yang terjadi di Indonesia, mulai dari soal “Presiden Harusnya Anak Muda?”, “Komunikasi Presiden dan Rakyatnya”,”Teknologi dan Pendidikan” hingga “Tari Pendet dan Ambalat” yang diklaim oleh Malaysia. Di Bab “Tokoh” Pak Chappy membahas sejumlah tokoh yang memiliki kedekatan emosional dan memberikan kenangan tersendiri di benak. Di bab ini, Pak Chappy menulis tentang sosok mulai dari Gesang, Oemar Dhani, Nurtanio, Saleh Basarah, Sutradara Ginting sampai Jim Reeves.

Di bab Teknologi Pak Chappy menguraikan mulai tentang Banjir akibat jebolnya tanggul di Situ Gintung (“”Banjir Gede, Baru Bangun Jalan Situ Gitung Jebol, Baru Bangun Dam”),”Kisah Nomaden di abad moderen”, “Diktator”, hingga “Lailatul Qadar”. Tulisan yang menyisakan kesan mendalam dihati saya adalah tentang “Tukang Kerupuk”. Pak Chappy menulis tentang seorang tukang kerupuk yang berjualan dengan cara tak biasa. Tahun 1969 saat mengikuti latihan para dasar di pangkalan udara Margahayu Bandung, Pak Chappy menemukan cara berdagang yang menarik dari seorang ibu separuh baya, warga sekitar asrama prajurit, yang meletakkan karung plastik kerupuk dan menjualnya sebagai makanan tambahan bagi ransum prajurit. Pak Chappy mengisahkan:

Sang ibu paruh baya ini, tidak pernah menunggu barang dagangannya. Setiap pagi, siang dan malam menjelang waktu makan dia meletakkan karung plastik berisi krupuk dan disamping nya diletakkan pula kardus bekas rinso untuk uang, bagi orang yang membeli kerupuknya. Nanti setelah selesai waktu makan dia datang dan mengemasi karung plastik dengan sisa kerupuk dan kardus berisi uang pembayar kerupuk.

Iseng, saya tanyakan, apakah ada yang nggak bayar Bu? Jawabannya cukup mengagetkan, dia percaya kepada semua siswa latihan terjun, karena dia sudah bertahun-tahun berdagang kerupuk di barak tersebut dengan cara demikian. Hanya meletakkan saja, tidak ditunggu dan nanti setelah semuanya selesai makan dia baru datang lagi untuk mengambil sisa kerupuk dan uang hasil jualannya. Selama itu, dia tidak pernah mengalami defisit. Artinya tidak ada satu pun pembeli kerupuk yang tidak bayar. Setiap orang memang dengan kesadaran mengambil kerupuk, lalu membayar sesuai harganya. Bila dia harus bayar dengan uang yang ada kembaliannya, dia bayar dan mengambil sendiri uang kembaliannya di kotak rinso kosong tersebut. Demikian seterusnya. Beberapa pelatih terjun, bercerita bahwa dalam pengalamannya, semua siswa terjun payung yang berlatih disitu dan menginap dibarak latihan tidak ada yang berani mengambil kerupuk dan tidak bayar. Mereka takut, bila melakukan itu, khawatir payung nya tidak mengembang dan akan terjun bebas serta mati berkalang tanah.

Sampai sekarang, saya selalu berpikir, mengapa orang sebenarnya bisa jujur, dan dapat dipercaya, hanya karena pintu kematian berada didepan wajahnya. Yang saya pikirkan, bagaimana caranya membuat manusia setiap saat berada dalam kondisi atau suasana latihan terjun, mungkinkah ?

Di bab “Cerpen”, saya sempat terkecoh. Semula saya mengira Pak Chappy mencoba-coba untuk menulis kisah fiksi. Namun disini Pak Chappy menguraikan beberapa pengalamannya seputar peluncuran buku perdana beliau “Cat Rambut Orang Yahudi” (CROY) dan pengalaman menulis di Kompasiana. Terus terang saya sempat terpingkal-pingkal membaca tulisan jenaka berjudul”Andaikata PSSI punya pemain sekelas Wiederholung!”. Sebuah tulisan tentang pengalaman pribadi Pak Chappy bersama sang adik, Budiman Hakim, ketika menonton pertandingan sepakbola liga jerman di Televisi.

Sungguh menarik membaca seluruh rangkaian tulisan Pak Chappy dalam buku ini. Sangat membumi. Beliau memadukan romantika dunia penerbangan dan kehidupan yang menghasilkan kontemplasi humanis lewat tulisan yang mencerahkan. Tulisan-tulisan Pak Chappy di blog Kompasiana sesungguhnya menuai banyak komentar. Untuk menambah “greget” interaksinya, mungkin akan lebih baik jika ada beberapa komentar pembaca terpilih ditayangkan bersama tulisan yang bersangkutan. Esensi utama blog adalah “percakapan” dan ini sangat berbeda dengan website biasa. Jalinan “percakapan” ini dibangun lewat komentar dibawah tulisan. Interaksi antara penulis-pembaca, pembaca-pembaca, akan memberikan nilai tambah tersendiri pada tulisan. Moga-moga di buku berikutnya Pak Chappy bisa menerapkannya.

Saya menyelesaikan buku ini layaknya sudah menuntaskan dahaga. Ada banyak pelajaran hidup dan tambahan pengalaman berharga yang bisa saya petik dari tulisan-tulisan bernas Pak Chappy. Kesan itu tertinggal begitu mendalam di hati.

Terus berkarya dan terus ngeblog ya pak!


 

Related Posts
MARI MERIAHKAN AMPROKAN BLOGGER BEKASI 2011
aat itu akan tiba. Tidak lama lagi. Amprokan Blogger Bekasi kedua yang merupakan ajang temu blogger Indonesia akan digelar pada tanggal 17-18 September 2011. Dengan tema "Blogger Membudayakan Kecerdasan Ekologis" kegiatan ...
Posting Terkait
LAUNCHING BUKU “CELOTEHAN LINDA” : REFLEKSI NARATIF SANG WARTAWATI HANDAL
ari Sabtu (30/6) kami sekeluarga berkesempatan menghadiri acara peluncuran buku mbak Linda Djalil berjudul "Celotehan Linda" pada ajang Jakarta Book Fair di Istora Senayan Jakarta. Rencana untuk datang ke acara ...
Posting Terkait
“LIRIKAN” EKSOTIS SI “LONDON EYE”
"uatu ketika, saat kamu berkesempatan mengunjungi London, cobalah menaiki "London Eye" dan nikmati keindahan dan pesona kota dari ketinggian, pasti sangat mengesankan"demikian saran Peter Fraser, mantan atasan saya di Andergauge ...
Posting Terkait
MOHON MAKLUM, MEREKA ANAK GENERASI PLATINUM
BETAPA kagetnya saya kemarin ketika menemukan foto saya sendiri tengah lelap tertidur dalam posisi sangat tak elok (mulut menganga, mata terkatup, hidung kembang kempis, iler mengalir..hehehe) di handphone saya. Saya ...
Posting Terkait
TENDANGAN DARI LANGIT : TENTANG SEPAKBOLA, CINTA DAN JIWA PANTANG MENYERAH
utra sulung saya, Rizky, yang memiliki hobi sepakbola dan fans berat pada Irfan Bachdim sejak awal liburan lebaran lalu sudah meminta kepada saya untuk nonton film "Tendangan Dari Langit" yang ...
Posting Terkait
BLOGGER CIKARANG MENGGAGAS BLOGSHOP “BURUH NGEBLOG”
ikarang memiliki ciri khas tersendiri sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kawasan industri terbesar. Dengan luas lokasi 6.219,40 Ha terdiri atas 16 kawasan industri dengan hampir 1000 pabrik ...
Posting Terkait
NOSTALGIA SMA, YANG TAK TERLUPAKAN
nda masih menyimpan memori-memori indah saat masih SMA dulu? Sayangnya, sejumlah foto-foto lama saya --termasuk masa-masa SMA-- masih tertinggal di Makassar. Sebenarnya, sudah ada niat di hati saya untuk  memboyong semuanya ...
Posting Terkait
RESENSI BUKU KOMPASIANA, ETALASE WARGA BIASA: MELAJU PASTI DENGAN JURUS “ANTI MATI GAYA”
Judul Buku : KOMPASIANA, Etalase Warga Biasa Penulis : Pepih Nugraha Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Cetakan : Pertama, Oktober 2013 Tebal : xi + 268 halaman ISBN : 978-979-22-9987-8 asih segar di ingatan saya ...
Posting Terkait
PSF & IKHTIAR MEMBANGUN ANAK BANGSA BERKEUNGGULAN
amanya Raven. Lengkapnya Raven Dwipa Bangsa. Konon namanya merupakan inspirasi dari sang ayah yang begitu mengagumi tokoh film "Raven" di televisi pada era 80-an yang begitu digjaya membasmi penjahat. Anak ...
Posting Terkait
SAHABAT, KEKAYAAN NYATA BAGI JIWA
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti dipenuhi Dialah Ladang Hati, yang kau taburi dengan kasih dan Kau panen dengan penuh rasa terimakasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat hati lapar ...
Posting Terkait
MARI MERIAHKAN AMPROKAN BLOGGER BEKASI 2011
LAUNCHING BUKU “CELOTEHAN LINDA” : REFLEKSI NARATIF SANG
“LIRIKAN” EKSOTIS SI “LONDON EYE”
MOHON MAKLUM, MEREKA ANAK GENERASI PLATINUM
TENDANGAN DARI LANGIT : TENTANG SEPAKBOLA, CINTA DAN
BLOGGER CIKARANG MENGGAGAS BLOGSHOP “BURUH NGEBLOG”
NOSTALGIA SMA, YANG TAK TERLUPAKAN
RESENSI BUKU KOMPASIANA, ETALASE WARGA BIASA: MELAJU PASTI
PSF & IKHTIAR MEMBANGUN ANAK BANGSA BERKEUNGGULAN
SAHABAT, KEKAYAAN NYATA BAGI JIWA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *