NAPAK TILAS EMPAT DEKADE PERJALANAN KEHIDUPAN – Sebuah Renungan Di Usia Empatpuluh

Waktu bergulir begitu cepat.

Tanggal 9 April 2010 besok, usia saya sudah memasuki 40 tahun. Sebuah usia yang oleh sebagian kalangan dinyatakan : “Life Begin at 40”.  Ungkapan yang kerap dimaknai sebagai “Kehidupan (berdimensi kesenangan duniawi) dimulai di usia 40, dimana karier seseorang telah berada di puncak setelah sekian lama giat bekerja keras, sebuah tahapan dimana tingkat kesejahteraan seseorang dianggap  sudah mapan dan kemudian siap memetik segala hasil keringat dan airmata sepanjang perjalanan kehidupannya.

Sesungguhnya, memasuki usia 40, bagi saya menjadi sebuah renungan berkurangnya “jatah usia”  di dunia yang fana ini, betapa tubuh dan vitalitas yang saya miliki sekarang perlahan tapi pasti kian rapuh karena penurunan fungsi organ tubuh  serta tak sama lagi ketika saya masih belia dan kemudian membuat saya membangun kontemplasi reflektif antara lain : sudah seberapa jauh saya berjalan, apa yang sudah dicapai, seberapa besar manfaat dan kontribusi yang sudah saya berikan kepada orang-orang terdekat dan masyarakat, seberapa siap saya menghadapi kematian yang tak tertebak  dan yang lebih penting lagi adalah sejauh mana kualitas takwa dan keimanan yang saya miliki kepada sang Khalik. Akumulasi perenungan semuanya tadi menjadi “amunisi” berharga untuk menapak langkah ke depan dengan lebih taktis dan optimis.

Saya mencoba melakukan napak tilas, perjalanan hidup saya, selama 4 dekade, sebagai wujud rasa syukur tak terhingga atas karunia usia yang dianugerahkan oleh Allah SWT dan telah membuat saya berada pada titik ini : usia 40 tahun.

9 April 1970

“KAMU lahir di sana, Nak. Di Rumah Sakit Bersalin Siti Khadijah, tepat didepan lapangan Karebosi,” demikian ungkap ibu saya, disebuah petang yang senyap sekitar dua puluh lima tahun silam saat saya menanyakan dimana tempat saya memekikkan tangis pertama ke dunia. “Waktu itu,” lanjut ibu saya lagi dengan pandangan mata menerawang,”langit Makassar begitu riuh dengan suara parade pesawat terbang di angkasa, karena ketika kamu lahir bertepatan Hari Bakti Angkatan Udara 9 April 1970. Banyak orang menyaksikan parade pesawat terbang itu dari lapangan karebosi. Begitu berisik suaranya hingga ke kamar bersalin, sampai-sampai suara tangismu seperti saling berlomba dengan deru pesawat terbang”.

Saya tercenung dan membayangkan hiruk pikuk suasana ketika itu, tentu saja termasuk histeria kedua orangtua saya menyambut kehadiran putra pertama mereka lahir ke dunia.

Pada sebuah kesempatan, saya pernah berdiri tepat didepan Rumah Sakit Siti Khadijah tempat saya lahir dulu, memandang lepas hingga ke ujung lapangan, seraya membayangkan bagaimana pesawat-pesawat tempur TNI-AU berparade menghias langit Makassar dan disaksikan dengan antusias oleh sejumlah penonton dari lapangan Karebosi .

9 April 1980

Saya menjalani usia kesepuluh tahun di Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu, sebuah tempat yang berada sekitar 500 km dari Makassar. Masa kecil disana pernah saya ceritakan disini. Kami sekeluarga tinggal di Bone-Bone pada kurun waktu 1979-1981.

Saya dan ketiga adik saya melewatkan masa kecil yang indah di Bone-Bone. Kami menempati sebuah rumah dinas kopel dengan dua pohon akasia yang tumbuh rimbun didepannya. Dibelakang rumah, nun jauh disana, pegunungan Velbeek berdiri kokoh. Sementara disamping rumah kami terdapat kebun ketela rambat, singkong dan pisang yang dikelola bersama oleh ayah saya dan Pak Pasaribu, staff ayah saya di IPS yang tinggal tak jauh dari rumah kami.

Gaji ayah saya sebagai pegawai negeri yang dikirim via wesel pos kerapkali terlambat dan bila ini terjadi, kami makan hasil kebun berupa ketela rambat dan singkong yang diramu secara dashyat oleh ibu saya menjadi sajian yang nikmat. Bisa berupa sop ubi, singkong goreng atau “popolu” (makanan khas gorontalo yang terbuat dari ketela rambat rebus, kelapa parut dan gula merah),

Tidak hanya itu, untuk menghemat pembelian solar generator listrik, kami menggunakan lampu teplok (saya masih ingat betul, hidung saya menghitam terkena jelaga lampu teplok saat belajar malam).

9 April 1990

Ini adalah tahun kedua saya menjadi mahasiswa di Jurusan Mesin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makassar. Pada waktu ini, embrio spirit aktivis Mahasiswa saya perlahan mulai tumbuh. Kebetulan saja, pada saat OPSPEK (Orientaso Pengenalan Mahasiswa Baru) 1989, saya menjadi satu diantara 10 Mahasiswa Baru pilihan Fak.Teknik yang berhak ikut dalam OPSPEK Pusat bersama 10  perwakilan mahasiswa baru seluruh fakultas di Unhas ketika itu. Materi “penggemblengan”-nya beda dengan OPSPEK “reguler” karena di OPSPEK Pusat lebih menekankan pada kemampuan berdiskusi dan berargumen serta diajarkan materi-materi kepemimpinan. Ini karena diharapkan alumni OPSPEK Pusat 1989 menjadi calon-calon pemimpin mahasiswa masa depan di fakultas masing-masing.

Alhamdulillah berkat “gemblengan” spesial itu, saya lebih cepat untuk beradaptasi dan kemudian mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Yang paling fenomenal tentu saja adalah ketika saya dkk merintis lahirnya Surat Kabar Mahasiswa Channel 9 yang digagas oleh Senat Mahasiswa Fak.Teknik tahun 1991. Dimasa menjadi  mahasiswa saya juga sempat menjadi Redaktur Pelaksana Penerbitan Kampus Identitas Unhas–penerbitan kampus tertua di Indonesia Timur, lahir tahun 1974) pada tahun 1992-1993. Sungguh kenangan yang sangat mengesankan.

9 April 2000

Saya menikah 10 April 1999, dan ditanggal ini, kami berdua mempersiapkan diri untuk  ulang tahun pernikahan pertama. Tahun yang berat, karena saya dan istri berada pada tahapan tegang luar biasa menunggu kehadiran sang jabang bayi, generasi penerus yang tak jua tiba. Saat merayakan ulangtahun ke 30 itu saya bekerja di PT Nofmas Chemical Industries Kawasan MM 2100 Cibitung sebagai PPIC Section Manager  dan mengontrak rumah tak jauh dari lokasi pabrik yakni di Perumahan Taman Aster.

Alhamdulillah, Kami akhirnya mendapatkan keturunan anak pertama, Muh.Rizky Aulia Gobel, 25 November 2002 dan anak kedua Alya Dwi Astari Gobel, 10 November 2004.

9 April 2010

Ya, disinilah saya, hari ini. Merayakan ulangtahun ke-40 dengan penuh rasa syukur. Saya berusaha untuk tidak menyesali apa yang hilang dan  tidak saya peroleh berdasarkan ekspektasi dan impian saya sebelumnya. “A man is not old until regrets take the place of dreams. Manusia tidak menjadi tua sampai penyesalan menggantikan impiannya.” tulis Mark Twain, dalam suratnya kepada Edward L. Dimmitt, tertanggal 19 Juli tahun 1901.

Pertambahan usia ini tak seharusnya membuat saya risau.  Jadi tua adalah niscaya. Saya tak perlu khawatir bila kemudian misalnya keponakan saya (anak dari kakak istri yang kini sudah berusia 20 tahun)  menikah dan memiliki anak yang kemudian akan memanggil saya sebagai “kakek” atau “Opa”. Semua berjalan seperti yang sudah ditakdirkan olehNya. Inilah kenyataan yang harus saya terima, suka atau tidak.

Saya menetapkan niat dalam hati, memasuki ambang usia ke-40, saya akan berusaha  untuk lebih meningkatkan kedekatan spiritual saya bersama sang Maha Pencipta. Menjalankan ibadah sembari memanjatkan doa kepada Allah SWT agar senantiasa dibekali kekuatan dan semangat mengarungi kehidupan, menjalankan tugas dan tanggungjawab pekerjaan lebih baik serta menjadi sosok anak, ayah dan suami yang penuh cinta dan dedikasi. Disaat yang sama saya juga berkeinginan untuk lebih menjaga kesehatan tubuh yang kian “terdepresiasi” akibat bertambahnya usia. Berolahraga secara rutin dan menjaga pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang alami serta bergizi tinggi menjadi tekad yang akan saya camkan dalam hati. Dan tentu saja, yang terakhir adalah, menjadi manusia yang lebih bermanfaat tidak hanya bagi orang-orang terdekat namun bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Insya Allah.

Selamat Datang usia Empat Puluh ! 

Related Posts
PSF DAN OBSESI MENGGAGAS MASA DEPAN BANGSA BERKEUNGGULAN
emarin siang, Kamis (17/10), saya mendapatkan kehormatan diundang khusus oleh Putra Sampoerna Foundation (PSF) dalam kapasitas sebagai Blogger untuk bersilaturrahmi dan makan siang dalam acara "PSF Bloggers Luncheon" yang dilaksanakan ...
Posting Terkait
MENGALIR MELINTASI ZAMAN : MEMOAR INSPIRATIF TENTANG CITA DAN CINTA
Judul Buku : Mengalir Melintasi Zaman (Menebar Ide dan Gagasan Tanpa Batas) Karya : Prof. DR. A.Arsunan Arsin Editor : Anis Kurniawan Penerbit : P3i Press Cetakan : Pertama, Januari 2018 Tebal : xvi + 282 ...
Posting Terkait
BERKARYA DI EMPAT WILAYAH BERBEDA
Foto keluarga kami yang diambil saat lebaran tahun 2005. Dari kiri ke kanan (berdiri), saya dan keluarga (istri, Rizky & Alya), Budi dan istrinya (Rika) dan Iwan (suami Yayu) sementara dalam ...
Posting Terkait
HEBOHNYA BLOGILICIOUS MEDAN 2012 !
agi yang sejuk menyambut kedatangan saya di Medan, Sabtu (22/9). Saya melirik jam tangan, waktu menunjukkan pukul 08.20. Pesawat Citylink yang membawa saya dari Jakarta memang sedikit terlambat dari jadwal ...
Posting Terkait
Anak-anak Rumah Baca Mutiara Mandiri Bernyanyi diiringi KPJ (Kelompok Pengamen Jalanan) Bekasi diatas panggung acara Buka Puasa Bersama BeBlog, Sabtu (29/8) - Foto: Aris Heru Utomo
Begitu sederhana ruang belajar itu. Namun saya merasakan "aura" semangat menyala-nyala didalamnya. Ruang seluas 4 x 3 meter tiba-tiba mengingatkan saya pada kamar kontrakan di Pulogadung dulu, 14 tahun silam ketika ...
Posting Terkait
SMES MAUT SI ATLET MONTOK MENGGEMASKAN !
  Minggu malam (21/2) saya berkesempatan kembali menjajal kemampuan lama saya sebagai pemain tenis meja dalam rangka pertandingan olahraga memperingati HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2009 mewakili RT 02 melawan RT ...
Posting Terkait
LOVE AT THE FIRST VOICE
DALAM sejarah percintaan saya dari masa remaja di SMA hingga menyelesaikan kuliah, saya termasuk orang yang gagal melakoni indahnya romantisme itu. Saat masih SMA, seorang kawan yang memiliki reputasi sebagai playboy ...
Posting Terkait
MENANTANG KEBERANIAN LEWAT ADRENALINE RUSH BLOGGING COMPETITION
elakukan aktifitas yang bernuansa ekstrem, yang memicu laju adrenaline tubuh terpacu kencang kerapkali saya ikuti dalam beberapa kesempatan.Meski sempat juga membuat rasa takut saya terbit ketika akan melakukan kegiatan itu, ...
Posting Terkait
DEKLARASI ASEAN BLOGGER
Bertempat di Musium Pasifika, Nusa Dua Bali, tanggal 16-17 November 2011 telah dilaksanakan ASEAN Blogger Summit Pertama yang menghadirkan 200 orang blogger yang berasal dari wilayah ASEAN dan perwakilan komunitas ...
Posting Terkait
ANJANGSANA BLOGGER CIKARANG KE OMAH BURUH : MENGGAGAS SINERGI DASHYAT 2 KOMUNITAS
amis malam (5/7) minggu lalu, saya bersama Pak Ceppi Prihadi (Ketua Komunitas Blogger Cikarang) berkesempatan untuk melakukan anjangsana ke Omah Buruh, "markas besar" komunitas serikat pekerja di Cikarang yang berlokasi ...
Posting Terkait
PSF DAN OBSESI MENGGAGAS MASA DEPAN BANGSA BERKEUNGGULAN
MENGALIR MELINTASI ZAMAN : MEMOAR INSPIRATIF TENTANG CITA
BERKARYA DI EMPAT WILAYAH BERBEDA
HEBOHNYA BLOGILICIOUS MEDAN 2012 !
RUMAH BACA MUTIARA MANDIRI DAN SPIRIT “LASKAR PELANGI”
SMES MAUT SI ATLET MONTOK MENGGEMASKAN !
LOVE AT THE FIRST VOICE
MENANTANG KEBERANIAN LEWAT ADRENALINE RUSH BLOGGING COMPETITION
DEKLARASI ASEAN BLOGGER
ANJANGSANA BLOGGER CIKARANG KE OMAH BURUH : MENGGAGAS

8 comments

  1. Happy Birthday, Fiq, I always be inspired of your writing bro. Dari 10 mahasiswa espek 89 yg terbaik itu selain dikau juga aku, di situlah kita bertemu. Semoga tulisan tulisanmu selalu mengilhami taufiqNya.
    Salama` bos

    Illy si ikan bitte

    1. Illy my brother, you’re also my inspiration. Mari kita saling menginspirasi satu sama lain.
      Salam buat keluarga ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *