SURAT CINTA TERBUKA BUAT ISTRIKU : 11 TAHUN YANG MENAKJUBKAN BERSAMAMU…

Foto Pernikahan dengan pakaian adat Gorontalo, 1999
Foto Pernikahan dengan pakaian adat Gorontalo, 1999

Istriku Sayang,

Untuk kedua kalinya, setelah pada perayaan ulang tahun perkawinan kita yang kesepuluh tahun lalu, aku menulis Surat Cinta Terbuka, maka kali ini aku melakukan hal yang sama kembali. Mohon jangan dimaknai sebagai sebentuk kenarsisan yang dibalut dengan bumbu gombal ala remaja masa kini, tapi lebih sebagai ungkapan rasa syukur telah melewatkan setahun yang penuh warna lagi bersamamu.

Hari ini, 10 April 2010, kita kembali merayakan perayaan ulang tahun perkawinan kita yang kesebelas, tepat sehari setelah memperingati ulang tahunku yang keempatpuluh. Dengan mata yang masih sakit dan tidak sempat masuk kantor kemarin, aku menemanimu duduk berdua diruang keluarga menyaksikan acara televisi yang menayangkan sejumlah berita yang sempat membuat batin kita miris. Mulai dari pengakuan Anji “Drive” sebagai ayah biologis dari Letticia, anak Sheila Marceila, indikasi kontraversi adanya “Markus” Palsu antara Polri dan TV One, terungkapnya jati diri “Mr.X” yang disebut-sebut mantan Kabareskrim Susno Duadji, hingga berita soal kekayaan oknum mantan pejabat pajak BA yang mencengangkan. Aku memeluk bahumu saat kamu berkata lirih, “Dunia sudah banyak berubah, ya”.

Aku tersenyum dan membawamu kedalam dekapanku. “Semoga cinta kita berdua, tak akan berubah dan akan tetap bertahan sampai kapanpun,” sahutku pelan.  Mengarungi bahtera rumah tangga laksana mengayuh sampan bersama menuju samudera kehidupan.Kita meninggalkan “daratan” yang tenang, menempuh segala resiko yang mungkin terjadi disepanjang perjalanan.  Saat gelombang menghantam sampan, kita akan kuyup dan menggigil kedinginan.  Tangan kita yang menyatu erat saling memberi kehangatan. Ketika Badai itu reda, kita akan memahami arti kehangatan ketika tangan kita bersatu lalu menjalar hingga ke ruang hati kita masing-masing. Memberi makna dalam pada arti kebersamaan, arti cinta yang menggelora, arti kehadiran diri kita, untuk saling menguatkan, saling menggenapi.

Saat samudera diam, angin mati, ombak tak menderu kencang, kejenuhan kerap kali melanda. Sampan kita hanyut melintasi laut yang dipenuhi oleh riak air hingga kaki langit. Dalam ketenangan itu, kita toh tetap akan menemui camar yang melintas anggun menuju  biru langit atau menyaksikan sekerumunan ikan berenang riang di kedalaman tepat disamping sampan yang kita kayuh. Atau selarik pelangi warna-warni melengkung menakjubkan dibatas cakrawala.  Keindahan-keindahan yang kita temui disela rasa jenuh menikam batin, membuat kita mensyukuri berkah hidup yang kita miliki, memahami bahwa memilikimu dan memilikiku adalah sebuah anugerah yang tak ternilai, tak terlerai.

Kemudian, ketika kita memutuskan menepi disebuah pulau lalu membangun sebuah rumah mungil disana, aku akan senantiasa mengajakmu duduk di beranda. Menikmati senja, menjenguk kembali laut yang pernah kita layari serta mengenang segala pengalaman yang kita sudah alami dulu. Kita akan hanyut dalam pusaran waktu yang melenakan, yang mengajari betapa berartinya segala kenangan yang sudah pernah kita lalui bersama dalam suka, dalam duka.

Istriku sayang,

Kita memperingati ulang tahun pernikahan kesebelas secara bersahaja. Tadi malam, kita merayakannya dalam sebuah makan malam romantis di rumah makan Sami Kuring Cikarang. Tak ada lilin atau musik melankolis yang mengiringi, hanya tawa dan senyum anak-anak kita yang membangkitkan rasa bahagia di hati.

Memiliki mereka berdua, Rizky (7 tahun) dan Alya (5 tahun) adalah karunia Illahi yang patut kita syukuri, buah dari kasih yang kita semai secara tekun di ladang hati, perlahan tapi konsisten dan menghias kehidupan kita menjadi lebih berwarna.  Membuat kita kian memahami makna cinta dan keberuntungan yang sudah kita miliki berdua dan membingkainya secara rapi pada dinding sanubari, setelah 11 tahun yang menakjubkan bersamamu.

Aku ingin mempersembahkan sebuah puisi bagus untukmu, karya sahabatku, M.Aan Mansyur dan mudah-mudahan menjadi sebuah bingkisan terindah menandai ulang tahun perkawinan kita kesebelas, hari ini.

Seperti sebuah janji

aku dan kau, tidak lebih dari satu

kidung sebuah perahu menidurkan ombak

sempurna

disana seorang lelaki menanam dirinya

ke perut samudera, dalam sekali

seperti sebuah janji

aku dan kau, tidak kurang dari satu

suara-suara dari bukit menikam lembah

berdarah

disana, seorang perempuan menanti

sebuah masa, lama sekali

seperti sebuah janji,

aku dan kau, hanya satu

Selamat Ulang Tahun Perkawinan ke sebelas istriku tercinta

 

Related Posts
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (Refleksi 10 Tahun Usia Pernikahan)
Istriku sayang, Malam ini, usai kita menunaikan sholat isya berjamaah dalam suasana khusyuk dan tawadhu', ada berjuta kebahagiaan merekah tak terhitung memenuhi dadaku. Hal ini terutama karena, malam ini, kita memperingati ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA BUAT ISTRIKU (Merayakan 12 Tahun Pernikahan)
Istriku sayang, Membuka bulan keempat di tahun 2011 yang juga merupakan bulan penuh kenangan dimana cinta kita berdua dikekalkan dalam ikatan suci pernikahan, kita menyaksikan betapa malapetaka berupa bencana alam serta ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (16 TAHUN USIA PERNIKAHAN) : MENGHAYATI CINTA DAN MENIKMATI KEBERSAMAAN
Istriku Sayang, Tepat tanggal 10 April 2015, kita telah memasuki tahun ke-enambelas pernikahan kita. Surat Cinta ini merupakan surat cinta terbuka ketujuh sejak pertama kali merilisnya tahun 2009 silam. Aku tak ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (Refleksi 13 Tahun Usia Pernikahan)
striku sayang, Sudah beberapa hari, peringatan tahun ketigabelas usia pernikahan kita berlalu. Kesibukan mempersiapkan perhelatan syukuran khitanan anak sulung kita, Rizky, telah begitu banyak menyita waktu dan kesempatan untuk sekedar menuliskan ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU : 15 TAHUN BERSAMA MENGARUNGI SUKA DAN DUKA
Istriku sayang, Saat menulis surat ini, aku sempat menatap wajahmu yang teduh sembari menahan sakit pada bagian kaki kanan yang baru saja mengalami kecelakaan sepeda motor seminggu silam dan belum sepenuhnya ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU : “TUMBUH” MENJADI TUA BERSAMAMU (Refleksi Ultah Perkawinan ke-14)
Istriku sayang, Seperti yang sudah aku lakukan dalam 4 tahun terakhir, hari ini Surat Cinta Terbuka buatmu kutulis kembali, memperingati 14 tahun usia pernikahan kita. Aku selalu membangun sebuah "monumen" abadi ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (Refleksi 10 Tahun
SURAT CINTA TERBUKA BUAT ISTRIKU (Merayakan 12 Tahun
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (16 TAHUN USIA
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (Refleksi 13 Tahun
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU : 15 TAHUN
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU : “TUMBUH” MENJADI

12 comments

  1. kalau saja semalem aku ikut acara TDA di Samikuring pasti ketemu sama mas Amril

    Tuhan tidak menggerakkan aku kesana agar aku cukup membayangkan saja suasana malam itu di Samikuring. Kadang lebih indah hanya membayangkan daripada melihat secara nyata.

    Semoga barokah hidup kita mas.
    Amin.

    Salam

    1. Mas Eko, iya nih..kemarin malam saya dan keluarga sempat disapa oleh Pak Ato dan Pak Afrizal, saya cari-cari Mas Eko kok gak ada ya.
      Amiin..terimakasih Mas atas doanya. Salam buat keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *