PUISI : MENITI GARIS EDAR PESONAMU

pinusBagai harum hutan pinus di sisi bukit atau

wangi melati di pekarangan

Aroma cinta yang kau taburkan

melayang lembut dengan konfigurasi warna-warni

pada lanskap kesunyian yang terhampar sepanjang perjalanan

pada atmosfir lara yang telah kita hirup dengan nafas tersengal

juga di sepanjang selasar kenangan dimana luka itu kita tinggalkan disana

“Melepasmu,” tuturmu dengan mata basah, “laksana mencabut cengkraman kuat akar sebatang pohon kecil dari tanah”

Menghentak. Memilukan. Menyakitkan.

Dan pada lengkung bianglala yang membentang di horison langit

hingga ujung batas cakrawala

Aku akan meniti garis edar pesonamu yang tak jua pudar

sembari menggenggam perih dan sesak rindu sekaligus

serta harapan yang luruh sia-sia

juga keheningan yang mencekam disudut hati

 

Related Posts
PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP
Seperti mendengarkan dongeng cinta yang absurd Kita selalu terbuai dalam pesona yang kerap kita sendiri tak bisa menafsirkannya Dan pada malam, ketika bintang berkelip genit di rangka langit serta rembulan perlahan meredup dibalik ...
Posting Terkait
PUISI : MENTARI MERAH JAMBU DI MATAMU
Pelangi yang menjemputmu pulang seperti gadis mungil berpita jingga yang berlari kecil menggandeng tanganmu dengan senyum riang dan tak henti memandang mentari merah jambu yang berpijar dari lembut matamu Namun saat kau menganggap setiap larik warnanya tak ...
Posting Terkait
PUISI-PUISI CINTA – RELOADED
Pada Saatnya Pada Saatnya, Ketika musim berganti Dan gugusan mendung yang ranum Menitikkan tetes hujan pertama Biduk yang kukayuh akan merapat ke dermagamu Menyibak kabut keraguan Lalu mendamparkan hasrat yang hangat dibakar rindu Pada Saatnya, Di ujung perjalanan Akan kubingkai ...
Posting Terkait
PUISI : SAJAK UNTUK PEREMPUAN DI UJUNG SENJA
  Kita pernah memaknai arti kebahagiaan, juga kehilangan itu, disini, di ujung senja Saat mentari rebah perlahan di batas cakrawala menampilkan monolog tentang kesunyian dan separuh hati yang tertinggal entah dimana pada cemerlang cahaya ...
Posting Terkait
PUISI : SEPINGGAN KANGEN DI SUDUT KOTA SUMENEP
elah lama kita menikmati setiap rasa yang mengalir yang kerapkali merambati sekujur tubuh, saat kita bertemu Bersama kaldu kokot yang kental dan lezat sate Madura, kita menyelami kenangan pada sepinggan kangen yang dihidangkan ...
Posting Terkait
PUISI : SEPERTI LANGIT BERSELIMUT BIANGLALA
Deru angin bulan Juli Mengantar surat terakhirmu dengan lampiran rindu di tepiannya juga duka di kusam lembarannya Ada lara lekat disana juga api asmara yang menyala sia-sia "Seperti langit berselimut bianglala, dimana segala warna dan rupa, berpadu ...
Posting Terkait
PUISI: SECANGKIR KOPI DAN KENANGAN AKHIR TAHUN
1/ Secangkir kopi yang kau seduh dengan sedih Sejatinya menjadi aura atas segala perih yang disenandungkan dengan nada lirih bersama kemilau mentari senja yang kerap membuatmu risih 2/ Di akhir tahun semua kenangan yang indah terpatri membuat ...
Posting Terkait
PUISI : SEPOTONG EPISODE DI SUDUT PASAR MALAM NGARSOPURO
ita telah menganyam janji disana, pada sepotong sudut temaram bersama bintang yang menggigil dan kilau lampu di pasar malam Ngarsopuro "Kenangan itu mesti dikekalkan disini, bersamamu, agar senja yang mengapung indah dimatamu tak ...
Posting Terkait
PUISI : CAHAYA DI TUNGKU HATI
Menelisik potongan rindu yang entah kau letakkan dimana seperti mengais serpih-serpih kenangan yang tercecer bersama debu jalanan, belukar ilusi, hening malam dan nyala lampu mercury yang membias hangat, memantulkan cahaya pada genangan air di ...
Posting Terkait
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
Kerapkali, kamu menganggap setiap noktah cahaya bintang di langit yang berpendar cemerlang, adalah bagian dari serpih kebahagiaan yang menguap ke langit "Setidaknya, aku bisa menyaksikan rasa yang hilang itu disana, menikmatinya dan ...
Posting Terkait
PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP
PUISI : MENTARI MERAH JAMBU DI MATAMU
PUISI-PUISI CINTA – RELOADED
PUISI : SAJAK UNTUK PEREMPUAN DI UJUNG SENJA
PUISI : SEPINGGAN KANGEN DI SUDUT KOTA SUMENEP
PUISI : SEPERTI LANGIT BERSELIMUT BIANGLALA
PUISI: SECANGKIR KOPI DAN KENANGAN AKHIR TAHUN
PUISI : SEPOTONG EPISODE DI SUDUT PASAR MALAM
PUISI : CAHAYA DI TUNGKU HATI
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN

3 comments

  1. Garis pesona .. yang terus merona..
    Sepertinya membayangkan sudah seperti biduk tertambat dermaga..
    Kadang melepaskan sesuaitu itu juga tanda betapa besar arti akan sesuatu/sesorang..

    Semoga kelak dimudahkan meniti jalan menuju Roma.. ­čśÇ

  2. Ditinggal seseorang yang terkasih itu memang susah,Tapi kita harus berusaha ikhlas dan tegar pasti ada yang etrbaik dibalik semua masalah yang kita hadapi pasti ada jalan keluarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *