PENGALAMAN KE MAKASSAR: SENSASI TRANS STUDIO DAN “NGIDAM”NASI GORENG MERAH (1)

Bulan  lalu kami sekeluarga berada di Makassar.

Berangkat dari Jakarta Hari Kamis pagi,13 Mei 2010 dengan pesawat Lion Air JT 788, saya, bersama istri dan 2 buah hati kami Rizky dan Alya bergegas ke Bandara Soekarno Hatta pukul 03.30 pagi untuk “mengejar” waktu tinggal landas pesawat jam 06.00 dari Cikarang dengan menumpang taxi Blue Bird.

Penumpang yang berjubel karena adanya hari libur “kejepit” membuat antrian kami di loket check in cukup panjang. Alya dan Rizky yang sudah bangun sejak jam 03.00 pagi terlihat sangat antusias. Mereka memang sengaja tidur lebih cepat agar bisa terjaga lebih awal.

Kami berempat lalu bergegas ke ruang tunggu dengan boarding pass ditangan.Tinggal 10 menit lagi pesawat akan berangkat. Istri saya terlihat panik, namun seorang bapak tua–kira-kira seumur ayah saya–yang ikut antri untuk boarding, menenangkan. “Tenang saja, pasti ditunggu kok,” katanya sambil tersenyum ramah. Dan memang benar, pesawat yang mengangkut kami ke Makassar akhirnya terlambat berangkat sekitar setengah jam karena menunggu penumpang yang masih berbaris panjang di antrian.

Di atas pesawat, Rizky dan Alya sangat menikmati penerbangannya. Syukurlah, mereka tidak dibayangi ketakutan naik pesawat terbang seperti yang pernah saya ceritakan dulu disini. Pada awalnya Alya sempat rewel karena sejak berangkat dari rumah perutnya belum diisi. Untunglah, kami sudah mengantisipasi dengan menyiapkan susu dan cemilan untuk anak-anak di pesawat. Setelah menghabiskan 2 botol susu, Alya kembali tenang dan bahkan mengajak bermain.

Saya, Rizky dan Alya duduk di kursi yang berkapasitas tiga orang, sementara istri saya duduk terpisah di posisi dekat lorong. Untuk melerai jenuh, saya mengajak anak-anak bermain tepuk-tepuk tangan dan tebak-tebakan. Tanpa terasa, setelah 2 jam masa perjalanan kami tiba di bandara Hasanuddin Makassar. Kemegahan Bandara baru itu begitu terasa sesaat setelah kami menginjakkan kaki di tanah tempat kelahiran saya itu. Terik mentari begitu menyengat.

Setelah mengambil bagasi, kami disambut oleh ibu saya,  suami adik saya Yayu,  Iwan serta ketiga anak lelaki mereka Yusril (yang akrab dipanggil Ruli, kini berusia 9 tahun), Yayan (3 tahun) dan Ivan (2 tahun) di gerbang penjemputan. Pada hari libur itu, adik ketiga saya, Yayu terpaksa mesti masuk kantor di BNI Jl.Jend.Sudirman Makassar.  Tak lama kemudian Mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Iwan meluncur mulus menyusuri jalan tol ke arah Makassar. Menurut adik ipar saya ini, ia telah menjual mobil Peugeot 206 yang sudah dimilikinya selama dua tahun itu 3 bulan lalu dan membeli Toyota Avanza yang berkapasitas lebih besar.

Setiba dirumah orangtua saya di Bumi Antang Permai, kami disambut ayah saya yang telah menunggu didepan rumah. Beliau langsung memeluk erat dan mencium kami semua, terutama sang cucu perempuan satu-satunya (saat ini) Alya dari garis keturunan keluarga. Memang, adik-adik saya, semuanya memiliki anak lelaki. Dari 7 cucu ayah dan bunda saya, Alya-lah yang menjadi primadona, sang cucu wanita.

Suasana rumah mendadak hiruk pikuk. Kedatangan “pasukan” Cikarang sungguh membawa keadaan menjadi kian semarak. Rizky dan Ruly yang memang “computer mania” langsung bermain berdua di laptop yang saya bawa sementara Alya asyik bermain sebagai “ibu guru” bagi dua murid kecilnya : Yayan dan Ivan. Saya sendiri larut dalam nostalgia menikmati hidangan makanan lezat buatan ibunda tercinta.

(bersambung) 

Related Posts
Warung Baskom alias Bakso Komplit di Sampa'an, Yogya
Hari Sabtu (11/9), merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua anak saya, Rizky dan Alya. Ya, saya memang sudah berjanji pada mereka, saat di Yogya, kami akan mengunjungi Kids Fun, sebuah ...
Posting Terkait
PUISI CINTA GOMBAL DARI MASA LALU
Dalam dua kesempatan liburan panjang bulan Desember lalu, saya dan istri bergotong royong merapikan arsip-arsip lama kami digudang yang terletak dikamar belakang. Dan luar biasa, kami--secara tak sengaja--menemukan arsip-arsip surat ...
Posting Terkait
SEPERTI JANJI MATAHARI (Untuk Ananda Alya Dwi Astari)
Jejak lampau yang telah engkau lewati, anakku menjelma serupa cahaya mengiringi langkahmu kedepan seiring dentang usia dan gerimis November serta pendar bening bola matamu menatap jauh masa depan yang terbentang dan tak mudah Seperti janji ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (2) : MENYINGKAP “MISTERI” BATIK GENTONGAN MADURA
erjalanan kami para peserta Cultural Trip Potret Mahakarya Indonesia terus berlanjut. Setelah makan siang di Bebek Songkem Bangkalan, bis yang kami tumpangi terus melaju menuju Tanjung Bumi. Sambil duduk di ...
Posting Terkait
SELARIK KENANGAN DI BONE-BONE
SAYA menggunakan kesempatan pulang ke Makassar tanggal 24-25 November 2007 lalu untuk mencari dan mengoleksi foto-foto lama saya. Untuk menghindari kerusakan dan agar tetap lestari sepanjang masa, saya membawa beberapa ...
Posting Terkait
MELANCONG KE HONGKONG (1) : PESONA FANTASI MERAYAKAN 5 TAHUN HONGKONG DISNEYLAND
Pesawat yang kami tumpangi mendarat mulus di Hongkong International Airport, Jum'at pagi (18/3). Dengan penuh semangat, saya bersama kawan-kawan blogger IDBlognetwork : Priyadi Iman Nurcahyo, Nuruddin Jauhari, Setyo Budianto, Isnuansa ...
Posting Terkait
MERETAS JALAN SUKSES BERSAMA INDOSAT MOBILE
Saya sungguh beruntung mendapatkan kesempatan untuk hadir pada acara peluncuran Indosat Mobile dua pekan silam bertempat di Pacific Ballroom 1 The Ritz Carlton Jakarta mewakili IDBlognetwork. Sejumlah blogger yang saya ...
Posting Terkait
LELAKI YANG SELALU MENCATAT KENANGAN
“Jangan lupa kirimkan Papa buku diary kosong yang baru untuk tahun depan ya, Nak” Kalimat itu kerap diucapkan oleh ayahanda tercinta saya, Karim Van Gobel, setiap akhir tahun menjelang. Hanya sebuah ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2010 (5) : MENCINTAI POHON, MENGHARGAI KEHIDUPAN
Semangat para peserta Amprokan Blogger 2010 tak jua sirna saat Panitia mengumumkan perjalanan berikutnya adalah Kota Jababeka Cikarang yang berjarak lebih kurang 30 km dari Bantar Gebang. Waktu sudah menunjukkan ...
Posting Terkait
DARI PESTA BLOGGER 2008 KE ACARA BLOGGER MAKASSAR (3)
Saya, selaku penasehat komunitas blogger Makassar Anging Mammiri (AM), menyerahkan potongan tumpeng dan berjabat tangan kepada Rara sang Ketua AM pada momen HUT kedua Blogger Makassar di SPM MTC Karebosi ...
Posting Terkait
KISAH MUDIK 2010 (4) : MENYANTAP BASKOM SEBELUM
PUISI CINTA GOMBAL DARI MASA LALU
SEPERTI JANJI MATAHARI (Untuk Ananda Alya Dwi Astari)
WISATA BUDAYA MADURA (2) : MENYINGKAP “MISTERI” BATIK
SELARIK KENANGAN DI BONE-BONE
MELANCONG KE HONGKONG (1) : PESONA FANTASI MERAYAKAN
MERETAS JALAN SUKSES BERSAMA INDOSAT MOBILE
LELAKI YANG SELALU MENCATAT KENANGAN
AMPROKAN BLOGGER 2010 (5) : MENCINTAI POHON, MENGHARGAI
DARI PESTA BLOGGER 2008 KE ACARA BLOGGER MAKASSAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *