ANDERGAUGE, DALAM SEBUAH RUANG KENANGAN TAK TERLUPAKAN

Karikatur ex Andergauge Team (kiri-kanan): Murray Lumsden, Shoerya Shoelastana, Eka Lilis, Heru Kuswanto, Diah Kartikowati, Amril TG dan Peter Fraser

Keramahan khas Scotland tersirat diwajahnya saat menjabat tangan saya dengan hangat diruang kerjanya Gedung Aldevco Octagon Building lantai 2, suatu hari di bulan Juli 2001.

“Welcome Amril, my name Peter Fraser, how are you today?” ujar lelaki itu sambil mempersilahkan saya duduk pada kursi yang berada tepat didepannya. Dan wawancara kerjapun dimulai. Saya melamar sebagai Koordinator Logistik Regional di Andergauge Drilling System Asia Pacific, sebuah perusahaan supply alat pengeboran minyak dan gas bumi yang berkantor di Jakarta dan membawahi wilayah kerja di Asia Tenggara dan Australia. Suasana berlangsung begitu akrab dan cair, tidak hanya menyangkut pekerjaan, juga mengenai latar belakang keluarga.

Pak Peter, Regional General Manager Andergauge juga memperkenalkan sang wakil, Pak Murray Lumsden yang menjabat sebagai Manager Operasional. Di Indonesia, Andergauge sudah beroperasi sejak tahun 1996.

Selang seminggu kemudian, kabar baik itu datang.

Saya diterima sebagai Regional Logistics Coordinator di Andergauge. Dan saya pun mengambil keputusan untuk pindah ke Andergauge, meninggalkan pekerjaan saya sebelumnya sebagai PPIC Section Manager di PT Nofmas Chemical Industries Cibitung setelah 2 tahun bekerja disana.

Dan demikianlah, mulai tanggal 1 Agustus 2001, saya bergabung dengan Andergauge yang ketika itu ke-agenannya di Indonesia dipegang oleh PT Inti Jatam Pura.  Andergauge Jakarta hanya terdiri atas tim kecil. selain Pak Peter dan Pak Murray, ada mbak Fitri Riadi (sekretaris), Eka Lilis Suciyati (administrasi) dan Mas Shoerya Shoelastana (Field Service Engineer). Belakangan ikut bergabung pula Mas Heru Kuswanto (Field Engineer) dan Diah Kartikowati (Akunting).

Tugas saya terkait dengan hal-hal manajemen inventory, logistik, purchasing dan export import untuk Andergauge Wilayah Asia Pasifik. Selain Indonesia, Andergauge Asia Pacific memiliki cabang di Perth (dipimpin oleh John Grullis), Singapura (warehouse/workshop utama, dengan 3 orang Teknisi yakni Yeo Yeok Peang, Aidil dan Rizal) serta di Thailand (warehouse/workshop dikelola oleh Thanormsri dan Phayao), Seluruh pengiriman dari/ke wilayah diatas, termasuk wilayah Indonesia berada dalam tanggung jawab saya.

Sebagai sebuah tim kecil, banyak hal-hal menyenangkan kami alami. Koordinasi dan rantai birokrasi menjadi lebih mudah dibanding ketika saya masih berada di perusahaan lama dan memiliki anak buah 20 orang. Kendala komunikasi pada awalnya membuat saya bingung terutama ketika bercakap-cakap dengan Phayao atau Yeo. Mereka memiliki dialek khas yang kerapkali membuat saya mesti menajamkan pendengaran untuk memahami maksudnya. Yang menggelikan ketika saya menyahut, “Yes” dan diseberang sana membalas “Yes, What?”, lalu kami tertawa terpingkal-pingkal.

Yang paling mengesankan adalah ditahun 2003, kami mendapatkan Saham Gratis dari Andergauge. Saya sempat menikmati satu kali deviden saham di akhir tahun sampai akhirnya kami semua menjual saham tersebut di tahun 2005 menjelang akuisisi oleh Grant Prideco.

Suasana kekeluargaan dibangun dengan baik di “keluarga kecil” kami dibawah kepemimpinan Pak Peter. Ketika anak pertama saya lahir melalui Operasi Caesar dengan biaya yang tidak sedikit, saya menyampaikan kerisauan saya itu pada beliau karena untuk biaya melahirkan tidak ditanggulangi oleh Asuransi Kesehatan Perusahaan kami. Secara spontan, Pak Peter manyatakan, tak usah resah, biaya melahirkan ditanggung oleh Andergauge termasuk sewa kamar rumah sakit di ruang VIP.

Saya terharu. Bagaimanapun ini sebentuk kepedulian beliau sebagai atasan kepada kami, bawahannya. Hal serupa terjadi ketika anak kedua saya, Alya, lahir dengan Operasi Caesar. Semua biayanya ditanggung oleh Andergauge.

Hubungan interpersonal antara kami para karyawan berlangsung sangat akrab dan hangat. Kami sudah bagaikan saudara senasib dan pada beberapa kali kesempatan bertemu untuk saling bersilaturrahmi. Salah satunya adalah Dinner bareng bersama Managing Director Andergauge Malcolm Greener di Kafe Pinang Hotel Kristal, seperti yang sudah saya tulis disini. Sosok Pak Peter dan Pak Murray sendiri sudah kami anggap sebagai satu keluarga meskipun berbeda bangsa. Interaksi konstruktif antara kami berlangsung secara baik dan natural. Kami menjadi saling melengkapi kekurangan dan saling menggenapi. Alhamdulillah, seluruh target perusahaan berhasil kami capai bahkan melampaui ekspektasi.

Tahun 2007, Andergauge dibeli oleh Grant Prideco Inc. sebuah perusahaan Kontraktor Pengeboran Minyak dan Gas dari Amerika. Kami berada dibawah anak perusahaannya Reed Hycalog Inc. Kantor saya sendiri pindah hingga tiga kali mulai dari Gedung Aldevco Octagon, lalu ke gedung Tetrapak dan akhirnya ke Graha Kanaan Jl.TB Simatupang.

Pada pertengahan tahun 2008, Andergauge dan Reed Hycalog dibeli oleh salah satu raksasa Kontraktor Pengeboran Minyak National Oilwell Varco Inc. pada divisi Downhole Tools. Kami semua akhirnya pindah induk perusahaan baru dengan management yang lebih besar, berkali-kali lipat dari perusahaan kami sebelumnya.

Dan begitulah. Waktulah yang akhirnya memisahkan kami, pasca melebur di National Oilwell Varco. Pak Peter memutuskan pensiun, sementara Pak Murray menduduki jabatan baru sebagai Operation Manager NOV-Downhole Jakarta. Eka Lilis dan Mas Heru merintis karir baru di perusahaan lain, sementara saya, Mas Shoerya dan Diah masih tetap bertahan di NOV.

Hari Senin lalu (9/10) adalah hari terakhir Pak Peter di Indonesia. Beliau beserta keluarga memutuskan untuk pindah ke Thailand melewatkan masa tua disana. Sedih sekali rasanya kami semua ditinggalkan beliau, terlebih kami tak sempat bertemu untuk terakhir kalinya, berjumpa dalam sebuah tim kecil kami yang utuh seperti dulu.

Sebagai kenang-kenangan, kami tim ex Andergauge “patungan” dan berinisiatif membuatkan karikatur kenang-kenangan buat Pak Peter (seperti yang terlihat diatas). Beliau sangat gembira dan menyatakan dalam email :

Dear All,

Thanks so much for the great characterture of the old Andergauge Indonesia Team. I will cherish this and have very fond memories each time I look at it.

Stay in touch.

Selamat Jalan Pak Peter dan keluarga.

Kenangan bersama anda serta Andergauge senantiasa bersemayam di hati kami semua… 

Related Posts
WISATA BUDAYA MADURA (6) : KEMERIAHAN UPACARA PETIK LAUT & DAHSYATNYA JAMU MADURA!
ujan yang mengguyur kawasan Sumenep dan sekitarnya, Sabtu (14/12), seusai dari sentra pengrajin Keris di desa Aeng Tong-Tong membuat kami terpaksa mengurungkan niat untuk berkunjung ke salah satu destinasi wisata ...
Posting Terkait
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (34)
1. Tujuh Tanda Bila Anda Kecanduan Twitter Anda sebaiknya mengenali tanda-tanda kecanduan Twitter  dengan membaca ketujuh gejala ini. Menarik juga. Mudah-mudahan saya tidak (atau belum?) mengalami kecanduan akut seperti ini. 2. Panduan ...
Posting Terkait
LELAKI YANG SELALU MENCATAT KENANGAN
“Jangan lupa kirimkan Papa buku diary kosong yang baru untuk tahun depan ya, Nak” Kalimat itu kerap diucapkan oleh ayahanda tercinta saya, Karim Van Gobel, setiap akhir tahun menjelang. Hanya sebuah ...
Posting Terkait
MENULIS DI KORAN TEMPO MELALUI INDONESIANA
ulisan resensi film "Spiderman-2" yang saya buat dan tayangkan di situs blog Tempo "Indonesiana" dimuat di Koran Tempo edisi Minggu,11 Mei 2014. Sungguh sebuah kehormatan besar buat saya karena pihak Indonesiana ...
Posting Terkait
MELANCONG KE HONGKONG (1) : PESONA FANTASI MERAYAKAN 5 TAHUN HONGKONG DISNEYLAND
Pesawat yang kami tumpangi mendarat mulus di Hongkong International Airport, Jum'at pagi (18/3). Dengan penuh semangat, saya bersama kawan-kawan blogger IDBlognetwork : Priyadi Iman Nurcahyo, Nuruddin Jauhari, Setyo Budianto, Isnuansa ...
Posting Terkait
KETIKA PARA BLOGGER INDONESIA BERTEMU
Wimar Witoelar sedang diwawancara di sela-sela Pesta Blogger 2007. Foto: Koleksi Wimar Witoelar/Flickr. Blitz Megaplex yang berlokasi di Lantai 8 Grand Indonesia, Jakarta, pada Sabtu 27 Oktober 2007 mendadak gegap gempita dikerubuti ...
Posting Terkait
PERTAMA KALI BERKACAMATA
ari ini, Sabtu (27/8) menjadi sebuah momentum bersejarah dalam perjalanan hidup saya. Mulai hari ini saya memakai kacamata. Entahlah apakah ini sebuah hal yang perlu dirayakan atau tidak, namun menggunakan ...
Posting Terkait
MAKASSAR, SAYA DATANG!
Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri bakal menggelar kegiatan Talk Show bertajuk “Blog : The Voice of Freedom” pada Hari Minggu tanggal 25 November 2007 sekaligus memperingati satu tahun berdirinya komunitas ini.Acara yang ...
Posting Terkait
MENEMANI AYAH MEROKOK
aya selalu merindukan "ritual" unik itu. Duduk di beranda, menemani ayah merokok. Didepan kami, sejumlah bunga dan tanaman kesayangan ayah tertata rapi di pot bunga. Kala malam mendekati pucuknya, lalu ayahpun ...
Posting Terkait
MENYUSURI SUNGAI SUMIDA, MERAYAKAN KEINDAHAN METROPOLITAN
ada tahun 1995, saat berkesempatan mengikuti pelatihan di Kyoto, terbersit keinginan di hati saya untuk bisa dapat mengunjungi juga kota Tokyo, yang keduanya berada di negeri Sakura, Jepang itu, Sayangnya, ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (6) : KEMERIAHAN UPACARA PETIK
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (34)
LELAKI YANG SELALU MENCATAT KENANGAN
MENULIS DI KORAN TEMPO MELALUI INDONESIANA
MELANCONG KE HONGKONG (1) : PESONA FANTASI MERAYAKAN
KETIKA PARA BLOGGER INDONESIA BERTEMU
PERTAMA KALI BERKACAMATA
MAKASSAR, SAYA DATANG!
MENEMANI AYAH MEROKOK
MENYUSURI SUNGAI SUMIDA, MERAYAKAN KEINDAHAN METROPOLITAN

3 comments

  1. Pak, bravo.. bagus dan menyentuh…
    kalo inget2 kenangan dulu itu… jadi sedih dakyu…
    tapi ya sudahlah… insya allah kapan2 kita ngumpul2 lagi…. mungkin ketemu pak peter lagi di bangkok? who knows… kenapa mesti ketemuan di jakarta terus toh… heheh…

    keep writting, keep posting… keep all your memories in letters…

    Stay in touch.

    Wassalam,
    Eka Lilis

  2. Amrilll ..so touching … kok aku ga ada dalam cerita hukhukhuk sedih dehhh .. padahal aku tuh yang nyaring cv kamu mpe ke meja pak peter .. hahahah sukses yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *