PUISI : LURUH DALAM TEDUH MAGHFIRAH-MU

Ya Allah,

Pada Teduh MaghfirahMU

Aku luluh terharu dalam sujud panjang

Mengharap ampunan dan RidhaMU yang tak bertepi

Pada bentang cakrawala, lengkung bianglala, bening kilau embun direrumputan

bahkan pada jernih airmataku

yang menitik pelan diujung sajadah di akhir Tahajjud

kuasaMU melingkupi semesta dengan segenap kasih

merangkum segala definisi cinta hingga yang tak terkatakan sekalipun

Aku luruh pada TeduhMU, Ya Allah..

yang rindang menaungi dalam dekap sejuk erat

seraya melantunkan doa lirih dan mengagungkan nama suciMU

bergema panjang di sanubari hingga ke lereng langit dan palung lautan terdalam

menegakkan Kemuliaan dan kebesaranMU dengan tahlil dan tahmid

mengantar segala asa dan cita-cita penuh tawadhu’

ke tahtaMU yang tak terbatas, meliputi bumi dan langit

dengan bibir bergetar dan tangis tertahan,

dari hambaMU yang dhaif dan penuh khilaf,

Ampuni aku Ya Allah, dan biarkan aku luruh dalam teduh MaghfirahMU

disetiap desah nafas dan ucap syukur atas karuniaMU yang tak akan putus

 

Related Posts
PUISI : MENITI GARIS EDAR PESONAMU
Bagai harum hutan pinus di sisi bukit atau wangi melati di pekarangan Aroma cinta yang kau taburkan melayang lembut dengan konfigurasi warna-warni pada lanskap kesunyian yang terhampar sepanjang perjalanan pada atmosfir lara yang telah kita ...
Posting Terkait
PUISI : PADA SEPOI ANGIN DI BERANDA (Selamat Ulang Tahun Ananda Alya Dwi Astari Gobel)
Putriku sayang, apa yang sedang kau lamunkan di serambi depan menjelang senja? sepoi angin menggoyang-goyangkan beberapa helai rambut di keningmu dan kau tersenyum sekilas menyaksikan mentari tenggelam menyisakan cahaya redup keemasan dibalik tembok ...
Posting Terkait
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
Semburat cahaya senja merah jingga menerpa sendu wajahmu ketika jemari lentikmu lemah menuding langit Pada sebuah titik yang engkau namakan "ujung penantian" dan tak pernah bisa kumaknai secara jelas apakah itu akan menjadi akhir ...
Posting Terkait
MENARASIKAN UNTAIAN PUISI DI YOUTUBE
Beberapa waktu terakhir ini, saya mencoba eksperimen baru dengan menarasikan (membaca) puisi-puisi karya saya dan menayangkannya di Youtube. Dengan "persenjataan" yang masih "tradisional" yaitu handphone dan komputer serta software video ...
Posting Terkait
PUISI : JIKA SUATU KETIKA KITA TAK BERSAMA LAGI
Jika Suatu Ketika Kita Tak Bersama Lagi Aku ingin kau mengenang segala kisah tentang kita yang telah terpahat rapi di rangka langit bersama segenap noktah-noktah peristiwa juga canda dan pertengkaran-pertengkaran kecil yang mewarnai seluruh perjalanan kita Dalam ...
Posting Terkait
PUISI : PURNAMA TERISAK DI PUCUK MALAM
Purnama yang mengapung di rangka langit malam ini seperti bercerita tentang sebuah kehilangan yang pedih dan jejak-jejak luka yang tertinggal pada sepanjang bias cahaya lembutnya Purnama yang menggigil di kelam malam adalah pilu kegetiran yang kau ...
Posting Terkait
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
Kerapkali, kamu menganggap setiap noktah cahaya bintang di langit yang berpendar cemerlang, adalah bagian dari serpih kebahagiaan yang menguap ke langit "Setidaknya, aku bisa menyaksikan rasa yang hilang itu disana, menikmatinya dan ...
Posting Terkait
PUISI : TENTANG KITA, RINDU DAN MALAM YANG BIRU
Sepasang debu yang terbang liar itu adalah kita bersama segenap impian yang telah kita rangkai dalam ringkih hati juga cinta yang kita pahatkan diam-diam pada tepian angan-angan Kita melayang mengarungi siang, juga malam sementara ...
Posting Terkait
SAJAK SEORANG IBU UNTUK ALMARHUM ANAKNYA DI GAZA
Bermimpilah yang indah, anakku saat kucium keningmu dengan mata basah lalu kukalungkan selendang berkotak pada lehermu dimana serpih mortir Israel laknat itu menembusnya dan membuatmu meregang nyawa lalu menyebut nama ibu dan ayah berulang-ulang menahan rasa ...
Posting Terkait
PUISI : PERJALANAN SEPARUH KERINDUAN
Haruskah geliat rindu yang kau simpan pada getar dawai hati, bening kilau embun dan segaris cahaya pagi membuatmu mesti berhenti pada sebuah titik yang kau namakan tepian sebuah perjalanan panjang? Kegetiran ini, katamu, melelahkan dan ...
Posting Terkait
PUISI : MENITI GARIS EDAR PESONAMU
PUISI : PADA SEPOI ANGIN DI BERANDA (Selamat
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
MENARASIKAN UNTAIAN PUISI DI YOUTUBE
PUISI : JIKA SUATU KETIKA KITA TAK BERSAMA
PUISI : PURNAMA TERISAK DI PUCUK MALAM
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
PUISI : TENTANG KITA, RINDU DAN MALAM YANG
SAJAK SEORANG IBU UNTUK ALMARHUM ANAKNYA DI GAZA
PUISI : PERJALANAN SEPARUH KERINDUAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *