PUISI : SEBARIS BIANGLALA DI SELASAR JIWA

Kelam langit senja telah membawa kita

Pada sebuah cerita tentang kenangan yang terdampar di sudut hati

tentang cinta yang mengapung rendah antara harapan dan kenyataan

serta  sebait kidung lirih bersenandung dengan syair rindu tak bertepi

juga waktu yang tak jua beranjak saat mataku memaku matamu

“Kita,” katamu,” adalah sebaris bianglala di selasar jiwa, yang menggoreskan warna

dengan bias pesona di tiap lariknya, menyepuh lembut bilik sanubari dan

memaknai setiap kata “pulang” adalah sebuah jalan menuju kepadamu”

Setelah senja berlalu meninggalkan jejak-jejak merah saga di batas cakrawala

Kita akan berangkat kembali dengan arah berbeda

membawa kesunyian  dan kepiluan masing-masing

pada gelap malam serta doa yang kita gantungkan di langit

bersama asa yang musykil dan gigil kangen yang tak jua pudar

Cikarang,211010

 

Related Posts
PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP
Seperti mendengarkan dongeng cinta yang absurd Kita selalu terbuai dalam pesona yang kerap kita sendiri tak bisa menafsirkannya Dan pada malam, ketika bintang berkelip genit di rangka langit serta rembulan perlahan meredup dibalik ...
Posting Terkait
PUISI : SEPINGGAN KANGEN DI SUDUT KOTA SUMENEP
elah lama kita menikmati setiap rasa yang mengalir yang kerapkali merambati sekujur tubuh, saat kita bertemu Bersama kaldu kokot yang kental dan lezat sate Madura, kita menyelami kenangan pada sepinggan kangen yang dihidangkan ...
Posting Terkait
Sajak Sebatang Lisong oleh WS Rendra menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak - kanak tanpa ...
Posting Terkait
MENARASIKAN UNTAIAN PUISI DI YOUTUBE
Beberapa waktu terakhir ini, saya mencoba eksperimen baru dengan menarasikan (membaca) puisi-puisi karya saya dan menayangkannya di Youtube. Dengan "persenjataan" yang masih "tradisional" yaitu handphone dan komputer serta software video ...
Posting Terkait
PUISI : DI TEPI KALIMALANG, AKU DUDUK DAN TERMANGU
  Riak air berwarna kusam mengalir pelan di sepanjang batang tubuhmu, Kalimalang Pada tepiannya aku termangu dan menyesap segala cerita tentang anak-anak yang tertawa riang menceburkan diri ke dalammu tentang sampah yang mengapung disekitarmu tentang tawa ...
Posting Terkait
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA DJALIL
Judul Buku : Cintaku Lewat Kripik Balado Penulis : Linda Djalil Prolog : Putu Wijaya Epilog : Jodhi Yudono Penerbit : Penerbit Buku Kompas , Juni 2011 Halaman : xii + 244 Halaman Ukuran : 14 ...
Posting Terkait
PUISI : SEHELAI PASMINA BIRU UNTUK ISTRIKU
Kita telah lama membincang pagi dan senja, pada malam, ketika gelap meluruh pelan dari kisi-kisi jendela kamar kita dan kenangan yang telah kita rajut bersama larut dalam kelam Sehelai pasmina biru, untukmu, istriku, ...
Posting Terkait
PUISI : SAJAK UNTUK PEREMPUAN DI UJUNG SENJA
  Kita pernah memaknai arti kebahagiaan, juga kehilangan itu, disini, di ujung senja Saat mentari rebah perlahan di batas cakrawala menampilkan monolog tentang kesunyian dan separuh hati yang tertinggal entah dimana pada cemerlang cahaya ...
Posting Terkait
PUISI : SENANDUNG SEKEPING KEHENINGAN
    Kita tak akan pernah bisa menyepuh ulang segala impian dan kenangan yang meranggas perlahan di ringkih hati lalu menyemai harap, segalanya akan kembali seperti semula "Karena apa yang tertinggal," katamu,"seperti sisa jejak kaki di ...
Posting Terkait
PUISI : MENGENANG NAMAMU PADA LIRIH DESAU ANGIN
  Dalam banyak kisah, kita selalu percaya bahagia selalu ada di penghujung hilirnya sementara duka dan tangis hanyalah ornamen pelengkap yang kerap melekat ringkih di sepanjang perjalanan lalu akan luruh satu-satu meninggalkan jejak kelam dibelakang Saat ...
Posting Terkait
PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP
PUISI : SEPINGGAN KANGEN DI SUDUT KOTA SUMENEP
MENGENANG WS RENDRA : SAJAK SEBATANG LISONG
MENARASIKAN UNTAIAN PUISI DI YOUTUBE
PUISI : DI TEPI KALIMALANG, AKU DUDUK DAN
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA
PUISI : SEHELAI PASMINA BIRU UNTUK ISTRIKU
PUISI : SAJAK UNTUK PEREMPUAN DI UJUNG SENJA
PUISI : SENANDUNG SEKEPING KEHENINGAN
PUISI : MENGENANG NAMAMU PADA LIRIH DESAU ANGIN

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.