PUISI : TITIAN KENANGAN, PADA LANGIT HATI

Sekeping Pilu yang kau tambatkan di dermaga jiwa

Adalah rekaman sebait sajak dan jejak tertatih tentang perjalanan

tentang luka, tentang segenap rasa yang berkecamuk di tiap lamunan

“Seharusnya,” katamu,”meraihmu adalah niscaya dan mendekapmu

dalam hening malam seperti menikmati kepak kupu-kupu  di taman

serta menghayati setiap cahaya redup kunang-kunang terbang diberanda malam”

Pada titian kenangan dimana kaki kita menjejak rapuh

harapan yang kita simpan di setiap rintih tertahan yang kita kemas lewat senyum

akan mengalir deras lewat sungai rindu yang kita lintasi

dan bersemayam abadi pada langit hati

Kita akan menatap kembali setiap bekas pijakan di titian itu di ujungnya

Seraya mengucap doa lirih :

semua tak akan sia-sia dan tak akan pernah pergi dari ingatan

Cikarang,031210

 

Related Posts
PUISI : HUJAN, KENANGAN DAN TEPIAN ANGAN-ANGAN
Rintik hujan pagi ini membasuh luka yang terlihat samar dibalik halimun Dan entah, janji yang sejatinya akan kutunaikan, terpuruk lunglai di rerumputan Tak berdaya, bersama senarai kisah kita yang terbang melayang bersama ...
Posting Terkait
PUISI : PADA SEPOI ANGIN DI BERANDA (Selamat Ulang Tahun Ananda Alya Dwi Astari Gobel)
Putriku sayang, apa yang sedang kau lamunkan di serambi depan menjelang senja? sepoi angin menggoyang-goyangkan beberapa helai rambut di keningmu dan kau tersenyum sekilas menyaksikan mentari tenggelam menyisakan cahaya redup keemasan dibalik tembok ...
Posting Terkait
PUISI : SEPINGGAN KANGEN DI SUDUT KOTA SUMENEP
elah lama kita menikmati setiap rasa yang mengalir yang kerapkali merambati sekujur tubuh, saat kita bertemu Bersama kaldu kokot yang kental dan lezat sate Madura, kita menyelami kenangan pada sepinggan kangen yang dihidangkan ...
Posting Terkait
PUISI : SAJAK UNTUK PEREMPUAN DI UJUNG SENJA
  Kita pernah memaknai arti kebahagiaan, juga kehilangan itu, disini, di ujung senja Saat mentari rebah perlahan di batas cakrawala menampilkan monolog tentang kesunyian dan separuh hati yang tertinggal entah dimana pada cemerlang cahaya ...
Posting Terkait
PUISI : SAAT INDAH MENGENANGMU
Kenangan itu selalu berjalan tertatih dalam benak meniti sebuah perjalanan panjang tentang sebuah rasa yang tertinggal pada relung hati dimana sunyi bersemayam bersama rindu "Kadangkala," katamu,"pada lirih sajak yang kuterbangkan bersama angin senantiasa ada ...
Posting Terkait
PUISI : KITA TELAH MENOREH MALAM DENGAN ANGAN-ANGAN (Sajak Cinta Untuk Istriku)
Kerapkali kita menyempatkan diri duduk diberanda bercakap tentang hal-hal tak penting dan upaya-upaya menanggulangi kegetiran seraya menatap gelap yang luruh perlahan dipelupuk mata dan kunang-kunang melintas anggun membawa kerlip harapan sementara rindu memantul-mantul gemas ...
Posting Terkait
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
Kerapkali, kamu menganggap setiap noktah cahaya bintang di langit yang berpendar cemerlang, adalah bagian dari serpih kebahagiaan yang menguap ke langit "Setidaknya, aku bisa menyaksikan rasa yang hilang itu disana, menikmatinya dan ...
Posting Terkait
PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP
Seperti mendengarkan dongeng cinta yang absurd Kita selalu terbuai dalam pesona yang kerap kita sendiri tak bisa menafsirkannya Dan pada malam, ketika bintang berkelip genit di rangka langit serta rembulan perlahan meredup dibalik ...
Posting Terkait
MENARASIKAN UNTAIAN PUISI DI YOUTUBE
Beberapa waktu terakhir ini, saya mencoba eksperimen baru dengan menarasikan (membaca) puisi-puisi karya saya dan menayangkannya di Youtube. Dengan "persenjataan" yang masih "tradisional" yaitu handphone dan komputer serta software video ...
Posting Terkait
PUISI : WAKTU YANG BERDERAK RIUH BERSAMAKU
Ada begitu banyak jejak terpacak yang tertinggal di belakang Bersama berjuta kenangan, kisah-kisah lama dan deretan musim yang luruh dengan serpihan hikmah dan kiprah Meniti segalanya ibarat mengarungi petualangan dengan ujung yang kadang ...
Posting Terkait
PUISI : HUJAN, KENANGAN DAN TEPIAN ANGAN-ANGAN
PUISI : PADA SEPOI ANGIN DI BERANDA (Selamat
PUISI : SEPINGGAN KANGEN DI SUDUT KOTA SUMENEP
PUISI : SAJAK UNTUK PEREMPUAN DI UJUNG SENJA
PUISI : SAAT INDAH MENGENANGMU
PUISI : KITA TELAH MENOREH MALAM DENGAN ANGAN-ANGAN
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP
MENARASIKAN UNTAIAN PUISI DI YOUTUBE
PUISI : WAKTU YANG BERDERAK RIUH BERSAMAKU

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + nineteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.