MENERBITKAN BUKU “NARSIS” DI NULISBUKU.COM

Hari ini adalah sebuah hari yang berbahagia buat saya, karena tepat di Hari Kesepuluh Bulan Januari 2011, buku saya yang merupakan kumpulan cerita Narsis atau Narasi Romantis berjudul “Balada Lelaki Petang Temaram dan Perempuan Kilau Rembulan” telah terbit dan mengorbit melalui situs “self publishing” pertama di Indonesia dan juga baru saja berhasil memenangkan “Best E-Commerce” Award dalam ajang Sparx Up Award 2010, Nulis Buku.

Konsep “Self Publishing” dengan sistem “POD atau Print On Demand” sesungguhnya bukanlah hal baru. Di Amerika, www.lulu.com dikenal sebagai salah satu perintis model penerbitan seperti ini. Di Indonesia, Nulisbuku.com merintis usaha serupa dan merupakan sebuah terobosan penting bagi dunia penerbitan di Indonesia.

Situs Nulis Buku yang memiliki tagline “Publish Your Dream” ini menjadi pilihan untuk menerbitkan kisah-kisah Narsis (Narasi Romantis) yang sebelumnya saya tayangkan di blog saya ini tentu dengan pertimbangan tersendiri.

Selain sebagai wujud dukungan moril saya terhadap “start up lokal” pada Nulisbuku yang dibangun oleh rekan-rekan sesama blogger (Ollie, dkk) , Saya ingin mencoba pengalaman baru menerbitkan buku secara self publishing dan memasarkannya secara online. Dengan potensi jaringan dunia maya yang saya miliki melalui modal potensil komunitas dan relasi virtual yang luas, saya memendam keyakinan bahwa model penerbitan self publishing melalui Print on Demand dengan pemasaran via online cukup berhasil untuk diterapkan.

Tak mudah memang, apalagi masyarakat kita secara psikologis belum memiliki kebiasaan melakukan transaksi online serta mempunyai “tradisi” membeli buku langsung di toko buku dan tidak menunggu untuk dicetak lalu dikirimkan ke alamat yang bersangkutan. Kesenjangan waktu transaksi dan  saat buku tiba ditangan pembeli kerap menjadi pertimbangan sang calon pembeli untuk memutuskan membeli buku. Belum lagi soal ongkos kirim yang berada diluar dari harga jual buku.  Kendala dan Tantangan inilah yang mesti saya hadapi dalam memasarkan buku ini.

Setelah membaca dengan seksama F.A.Q (Frequently Asked Question) pada situs nulis buku, saya lalu mendaftar kesana dan memulai melakukan kompilasi tulisan-tulisan Narsis saya di blog. Saya lalu menyalin naskah tersebut kedalam format “template” yang sudah disediakan oleh Nulisbuku disini, kemudian saya meminta bantuan sahabat saya di Makassar, Syaifullah Daeng Gassing yang juga Ketua Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri yang piawai membuat dan mendesain materi promosi untuk membuatkan cover bukunya sesuai format yang sudah disiapkan oleh Nulisbuku. Tak lupa pula saya menyiapkan materi “contoh” buku (10 halaman pertama) yang akan saya upload bersamaan nanti dengan naskahnya.

Setelah semuanya komplit, saya lalu mengunggah naskah buku ke situs Nulisbuku.com. Yang menarik, kita bisa menentukan harga buku kita sendiri. Dengan skema harga jual buku: Ongkos Produksi + Royalti Penulis + Fee untuk Nulisbuku. Royalti untuk penulis lumayan besar yaitu 60% dan untuk Nulisbuku 40%. Ongkos produksi buku ditentukan berdasarkan jumlah halaman buku serta material kertasnya. Setelah input jumlah halaman buku dan jenis kertasnya, akan keluar harga ongkos produksi. Kita tinggal menentukan harga jual buku yang kita inginkan. Jika naskah sudah selesai diunggah, maka akan datang email konfirmasi dari pihak Nulisbuku.com.

Untuk keperluan “proofread” dan review, sebelum buku ini “Live” di pasaran, kita membeli satu buku dulu lewat Nulisbuku.com. Satu minggu kemudian, bukunya tiba. Bila memang sudah cocok dengan keinginan kita, maka konfirmasi “cetak” dan promosi sudah bisa kita kirim ke admin nulisbuku.com. Dan begitulah, buku kita pun sudah langsung dipajang di “etalase” Nulisbuku.com. Simple, cepat dan praktis.

Saat ini buku Narsis (Narasi Romantis) saya sudah bisa anda dapatkan dengan klik link ini. Tebal bukunya 149 halaman dan harganya Rp 46.500 (tidak termasuk ongkos kirim).  Untuk prosedur cara belanja buku di Nulisbuku.com bisa dilihat disini.

Beli buku saya ya? :)) 

Related Posts
SELAMAT DATANG KEMBALI BZ!
ari ini, keharuan terasa menyeruak di hati saya. Betapa tidak, setelah "pingsan" sejak Desember 2008, Majalah Online Blogfam akhir "siuman" dan terbit dengan format baru, hari ini, Minggu 12 Februari 2012. Saya ...
Posting Terkait
PISANG EPE’ DAN RONA SENJA DI PANTAI LOSARI
Senja merona di batas cakrawala. Kursi-kursi dijajarkan seiring pisang epe' dipanggang. Dan matahari tenggelam bersama harum kepulan asap pembakaran, knalpot sepeda motor juga semburat merah jingga dalam keindahan lanskap petang ...
Posting Terkait
PENGALAMAN MENCONTRENG DI PILPRES 2009: ASTAGA, MASIH JADI BRONDONG LAGI !
Hari Kamis pagi (8/7), bersama"pasukan" rumah, saya bersiap menuju Tempat Pemungutan Suara yang terletak dibelakang rumah kami. Lapangan bulutangkis yang berada tepat didepan Mushalla Al-Ishlah RT 02 "disulap" menjadi arena ...
Posting Terkait
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
Edi Taslim (General Manager Kompas Cybermedia) didampingi Pepih Nugraha memberikan penjelasan soal Kompas Phone dan QR Code Kompas dalam kesempatan Kopdar kedua Kompasiana bertempat di JHCC, Minggu,14 Juni 2009 Hari Minggu ...
Posting Terkait
MOHON MAKLUM, MEREKA ANAK GENERASI PLATINUM
BETAPA kagetnya saya kemarin ketika menemukan foto saya sendiri tengah lelap tertidur dalam posisi sangat tak elok (mulut menganga, mata terkatup, hidung kembang kempis, iler mengalir..hehehe) di handphone saya. Saya ...
Posting Terkait
KISAH PERJALANAN KE PERTH (1) : NIKMATNYA KULINER NUSANTARA DI NEGERI ORANG
enangan indah terpatri di benak saat saya kembali dari perjalanan ke Perth tadi malam (29/8). Sejak keberangkatan untuk tugas kantor ke wilayah Barat Australia ini pada tanggal 25 Agustus 2013 ...
Posting Terkait
SESUDAH PESTA, TERUS MAU APA?
HISTERIA Pesta Blogger 2007 baru saja usai. Saya masih merasakan betapa gegap gempitanya acara yang diselenggarakan di sebuah bioskop terkenal yang berada di sebuah "kompleks" pertokoan mewah di pusat ...
Posting Terkait
SAPRI, OBSESI DAN PANGGILAN HATI
adi malam, Senin (27/5), saya bertemu dengan sahabat lama, teman aktivis seperjuangan di kampus  Tamalanrea (tahun 1990-1994) dan juga senior saya di Fakultas Teknik UNHAS, Muhammad Sapri Pamulu di rumah ...
Posting Terkait
SEPASANG TELINGA SELUAS SAMUDERA
"When you listen, you offer a package of the most valuable healing gifts you can give: compassion, consolation, and forgiveness".  -- James Kullander, taken from Gaia Community Website Menjelang tidur malam, usai ...
Posting Terkait
CATATAN DARI PELUNCURAN NOKIA N97
Selasa Malam (9/6), bertempat di Café Poste East Building Kawasan Lingkar Mega Kuningan Jakarta Selatan, saya diundang atas nama salah satu Blogger di Asia Blogging Network (ABN) ,untuk menghadiri Exclusive ...
Posting Terkait
SELAMAT DATANG KEMBALI BZ!
PISANG EPE’ DAN RONA SENJA DI PANTAI LOSARI
PENGALAMAN MENCONTRENG DI PILPRES 2009: ASTAGA, MASIH JADI
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
MOHON MAKLUM, MEREKA ANAK GENERASI PLATINUM
KISAH PERJALANAN KE PERTH (1) : NIKMATNYA KULINER
SESUDAH PESTA, TERUS MAU APA?
SAPRI, OBSESI DAN PANGGILAN HATI
SEPASANG TELINGA SELUAS SAMUDERA
CATATAN DARI PELUNCURAN NOKIA N97

7 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *