PUISI : MINGGU SIANG, DI KAKI LANGHAM PLACE

Waktu, katamu, tak akan pernah sebaik ini mempertemukan kita

Dalam dingin yang membekap jalan-jalan kota Mong Kok

Serta basah hujan tadi malam masih membekas di permukaannya

memantulkan bias hutan beton dan orang-orang yang berjalan bergegas

Kau tersenyum seraya mengibaskan gerai warna-warni rambutmu

bersama dandanan ala Harajuku yang tak pernah bosan kau kagumi

Lalu berkisah tentang kerinduanmu pada tempe mendoan, rujak cingur,

Soto Sukaraja, gudeg Yogya dan denting gamelan yang kerap meninabobokkanmu pada malam yang sepi dikampung dulu

“Aku tak pernah berubah sampai kapanpun,” katamu pelan

Siang itu, di kaki Langham Place, kau fasih bercerita tentang trend budaya pop, Ipad 2, dan Justin Bieber yang menurutmu kian tampan belakangan ini

kau lantas berkisah tentang majikan yang baik hati, mimpi membuka toko kelontong dan membangun keluarga bahagia

Secara mengejutkan kamu lalu menghimbauku untuk lebih progressif menyikapi zaman,

lebih bijak memahami situasi dan lebih tabah memaknai kepahitan

Kau kembali tersenyum saat aku menatap matamu yang jernih

“Bahkan Hongkong sekalipun tak akan pernah bisa mengubahku,”ucapmu lirih

Terutama padamu. Pada Tanah Airku.

Lalu airmata jatuh menyusuri tebing pipimu

Seiring rintik hujan yang membuat kita menggigil

Dalam kangen yang tak terkatakan

Di Kaki Langham Place

Coretan di Hongkong, 20 Maret 2011

 

 

 

 

 

Related Posts
INISIATIF KORPORASI UNTUK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN INDONESIA
etika ditunjuk langsung untuk pertama kali sebagai Ketua Komite CSR (Corporate Social Responsibility) di kantor (PT Cameron Service International), saya sungguh terkejut. Setelah sebelumnya mengemban jabatan jadi Ketua Panitia Employee ...
Posting Terkait
MENYUSURI SUNGAI SUMIDA, MERAYAKAN KEINDAHAN METROPOLITAN
ada tahun 1995, saat berkesempatan mengikuti pelatihan di Kyoto, terbersit keinginan di hati saya untuk bisa dapat mengunjungi juga kota Tokyo, yang keduanya berada di negeri Sakura, Jepang itu, Sayangnya, ...
Posting Terkait
MENYUSURI JEJAK LELUHUR DI GORONTALO : REUNI KELUARGA & JADI KAKEK !
esempatan itu datang setelah 22 tahun berlalu. Kembali mengunjungi kampung halaman kedua orangtua saya di Gorontalo, yang kini telah menjadi Provinsi ke-32 Indonesia sungguh merupakan berkah yang sangat saya syukuri. ...
Posting Terkait
BENCANA BANJIR DAN RIUH RENDAH LAPORAN WARGA DI MILIS CIKARANG BARU
Bencana Banjir dashyat yang terjadi kemarin (21/10) di Perumahan Cikarang Baru menjadi topik pembicaraan hangat dikalangan penggiat mailing list (milis) Cikarang Baru Kota Jababeka. Sejak kawasan Cikarang dan sekitarnya mulai ...
Posting Terkait
NAPAK TILAS EMPAT DEKADE PERJALANAN KEHIDUPAN – Sebuah Renungan Di Usia Empatpuluh
Waktu bergulir begitu cepat. Tanggal 9 April 2010 besok, usia saya sudah memasuki 40 tahun. Sebuah usia yang oleh sebagian kalangan dinyatakan : "Life Begin at 40".  Ungkapan yang kerap dimaknai ...
Posting Terkait
SPIRIT KEHANGATAN DARI POTRET KELUARGA
Malam kian tua. Sudah pukul 23.30 saat itu. Dalam kesenyapan, diruang tamu, ayah menemani saya yang tengah resah karena menunggu bagasi tertinggal di Jakarta ketika pulang ke Makassar tahun silam. Kami ...
Posting Terkait
IBUNDA DAN PERAN LUHURNYA UNTUK MENYIAPKAN GENERASI GEMILANG MASA DEPAN
"AMU lahir di sana, Nak. Di Rumah Sakit Bersalin Siti Khadijah, tepat didepan lapangan Karebosi,” demikian ungkap ibu saya, disebuah petang yang senyap sekitar dua puluh lima tahun silam saat saya ...
Posting Terkait
SPIRIT KEPAHLAWANAN ALM.THAYEB MOHAMMAD GOBEL
aat berkunjung ke Gorontalo bulan lalu, saya menyempatkan diri untuk berziarah ke makam keluarga Gobel (Hubulo) di Kabupaten Tapa Gorontalo. Di kompleks Makam keluarga yang terletak diatas bukit dengan pepohonan ...
Posting Terkait
MEMBANGUN SILATURRAHMI DENGAN BUKA PUASA BERSAMA WARGA
"Buka Puasa Bersama warga Jl.Antilop V Blok H 3 dan I 1 Cikarang Baru ini adalah sebuah upaya untuk membangun silaturrahmi penuh nuansa kekeluargaan. Bagaimanapun keluarga terdekat kita saat ini ...
Posting Terkait
TRADISI TUMBILOTOHE YANG MENGESANKAN
enangan masa remaja itu masih melekat di hati hingga kini. Menjelang akhir Ramadhan, saat baru saja tamat SMA , saya berkunjung ke tanah kelahiran kedua orang tua saya — juga kampung ...
Posting Terkait
INISIATIF KORPORASI UNTUK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN INDONESIA
MENYUSURI SUNGAI SUMIDA, MERAYAKAN KEINDAHAN METROPOLITAN
MENYUSURI JEJAK LELUHUR DI GORONTALO : REUNI KELUARGA
BENCANA BANJIR DAN RIUH RENDAH LAPORAN WARGA DI
NAPAK TILAS EMPAT DEKADE PERJALANAN KEHIDUPAN – Sebuah
SPIRIT KEHANGATAN DARI POTRET KELUARGA
IBUNDA DAN PERAN LUHURNYA UNTUK MENYIAPKAN GENERASI GEMILANG
SPIRIT KEPAHLAWANAN ALM.THAYEB MOHAMMAD GOBEL
MEMBANGUN SILATURRAHMI DENGAN BUKA PUASA BERSAMA WARGA
TRADISI TUMBILOTOHE YANG MENGESANKAN

6 comments

  1. walaupun banyak negeri kujalani
    yang mashyur permai dikata orang
    tetapi kampung dan rumahku
    disanalah ku rasa senang
    Tanahku tak kulupakan
    engkau kubanggakan

    (Tanah Airku – Ibu Sud)

  2. kren perjalananannya mas kelihatannya … kapan ya aku ke hongkong… he he .. senang berkunjung di blognya mas. unik dan insfiratif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *