ARUNG JERAM ARUS LIAR : MENAKLUKKAN TANTANGAN DAN KETAKUTAN

Matahari pagi belum muncul saat hari Sabtu 30 April 2011 saya berangkat meninggalkan rumah menuju ke kantor. Saya melirik arloji di tangan. Masih pukul 04.50, saya membatin. Kami mesti kumpul paling lambat pukul 06.00 pagi agar bisa berangkat menuju lokasi Arung Jeram, Arus Liar, Citarik Sukabumi. Untunglah masih sempat sholat subuh sebelum berangkat, saya mengucap syukur dalam hati. Taksi yang saya tumpangi meluncur mulus menembus gelap malam.

Saya tiba di kantor tepat pukul 05.30 WIB. Kondisi jalan yang tidak macet cukup membantu banyak sehingga perjalanan saya menjadi lebih lancar. Setelah membayar ongkos taksi, saya akhirnya menyapa kawan-kawan yang lebih dulu datang termasuk Manager Operasional kami Mr.Murray Lumsden yang akan memimpin rombongan Divisi Operasional PT National Oilwell Varco Downhole Tools yang berjumlah 20 orang ini menjajal keberanian menaklukkan tantangan arung jeram  Arus Liar di Citarik, Sukabumi. Kami mengambil paket 2 jam Rafting Trip disana.

Dengan berseragam kaos hijau berlogo NOV, rombongan kami naik ke atas bis Cahya Pariwisata yang “dipersenjatai” tidak hanya fasilitas AC dan Karaoke tetapi juga Wi-Fi. Mantap!. Ada 3 orang “wanita perkasa” yang ikut dalam rombongan kami yaitu Erika, Rumi dan Ningsih. Mereka bertiga terlihat tegar dan sangat antusias mengikuti Arung Jeram kali ini.

Perjalanan menuju Citarik sangat menyenangkan. Kami tidak menjumpai macet yang parah sebagaimana biasanya terjadi ketika akhir pekan tiba dimana banyak orang memilih untuk berlibur di Puncak. Mungkin karena kami berangkat lebih pagi. Kami bersendau gurau didalam bis selain itu kami pun bernyanyi bersama melerai rasa bosan sepanjang 3,5 jam perjalanan menuju Citarik.

Pemandangan indah banyak kami temui terutama ketika memasuki kawasan Citarik, dikiri kanan kami terlihat perkebunan Kelapa Sawit milik PTP VIII. Jalan yang berkelak-kelok menuju lokasi arung jeram Arus Liar seakan-akan menjadi “arung jeram darat” sekaligus menjadi “pemanasan” sebelum menuju “penaklukan tantangan” sebenarnya.

Pukul 09.30 pagi kami tiba di lokasi Arung Jeram Citarik dan disambut hangat oleh Arus Liar penyelenggara kegiatan ini. Setelah berganti baju, kami diminta menyimpan ransel, kamera, dompet, dan handphone di loker yang disediakan. Saya sendiri sudah siap dengan kaos, celana pendek dan sandal gunung.

Kami lalu dibawa ke sebuah tempat dimana telah disiapkan pelampung badan, helm dan dayung sebagai bekal kami mengarungi Sungai Citarik. Setelah lengkap memakai perlengkapan pengaman, kami bersiap berangkat ke lokasi awal mula petualangan seru ini.

Kami naik mobil pick-up dengan tempat duduk kayu disisi kiri dan kanannya. Saya duduk bersama Mr.Murray yang terlihat santai ikut nongkrong bersama kami, anak buahnya, diatas bak pick-up. Kurang lebih 5 km kami menuju tempat “start” menyusuri jalan bebatuan dan berkelak-kelok.

Sebelum masuk perahu karet, kami diberikan “briefing” singkat lebih dulu oleh pemandu kegiatan. Kami lalu dibagi per perahu dengan masing-masing 6 orang tiap perahu. Nah, kebetulan, saya kebagian perahu khusus lelaki-lelaki montok dan hanya bermuatan 4 orang yakni Yaman (supir Mr.Murray), pak Miko dan pak Bintang dan saya tentu saja.

Perahu kami dipandu oleh Nasir, “bay-watch”-nya Arus Liar yang memberikan instruksi-instruksi bagaimana kami mengendalikan perahu. Mulai dari Dayung Maju, Dayung Mundur, Geser Kiri, Geser Kanan hingga “Buum”!. Untuk yang terakhir ini adalah posisi ketika kita menghadapi turunan jeram yang curam atau menghindari ranting pohon di pinggir sungai dengan cara menundukkan badan. Kami lalu diminta duduk di pinggir perahu karet dan meletakkan kaki kami ditempat yang disediakan didalam perahu karet agar kondisi selalu stabil selama diombang-ambingkan arus sungai.

Dalam hati terus terang terbersit kekhawatiran dihati saya, apalagi saya punya pengalaman traumatik naik Roller Coaster waktu di Hongkong Disneyland dulu. Arung Jeram ini adalah sebuah tantangan alam dan bukan artifisial. Jadi tentu saja lebih natural dan tentu saja jauh lebih berbahaya bila tak waspada.

“Mari kita berdoa dulu sebelum berangkat ya,” kata Nasir. Kami pun khusyuk berdoa, setelah itu mengayuh perahu menuju arus sungai yang mengalir deras. “Lebih kompak ya, yuk..Dayuung Majuuuu!!,” Dari belakang Nasir memberikan instruksi. “Awas lho Man, jangan becanda melulu, ini menyangkut nyawa dan keselamatan,” kata Pak Miko dan kerap kami panggil “Ayah” di kantor karena usianya yang jauh lebih tua mengingatkan Yaman yang terus mengajak kami bercanda.

Kami dengan bersemangat mendayung perahu dan melampaui 2 perahu kawan-kawan kami yang berangkat lebih dulu. Dasar usil, Yaman menggunakan dayungnya untuk menyiram perahu kawan-kawan disamping kami. Tak ayal basahlah mereka. Kami semua tertawa lepas. Sungguh aksi ini cukup mengurai ketegangan kami. Dan “aksi” balasan pun mereka lakukan. Giliran kami yang basah. “Kapan lagi nih kita nyiram pak Murray,” gurau Yaman sambil tertawa.

Didepan kami jeram besar menghadang. Saya deg-deg-an. Perahu meluncur melewati jeram tersebut, sempat terombang-ambing sejenak. lalu stabil kembali. Tapi tak lama, didepan jeram yang curam muncul kembali. Dengan keras Nasir memberi aba-aba untuk bersiap. Kami pun meluncur turun dengan deras. Yaman berteriak kencang. Pak Bintang berseru: Mantaap!!. Saya dan pak Miko masih tegang.

Perjalanan rafting kami semakin seru dan menyenangkan. Meski memacu adrenalin namun lama kelamaan saya mulai menikmati alunan gelombang arus sungai citarik yang menyeret perahu karet kami, terombang-ambing, dan yang lucunya, karena body kami montok-montok lebih sering nyangkut di batu. Apa boleh buat, bila ini terjadi, kami mesti geser kiri atau geser kanan atau malah bergoyang-goyang agar perahu bergeser kembali mengikuti arus air.

Ada beberapa kawan yang tercebur di Air seperti Yaman, Pak Shoerya dan Aziz. Namun semuanya dapat naik kembali ke perahu melanjutkan perjalanan yang berjarak 9 km itu. Sepanjang rafting, kami didampingi tim penyelamat yang terdiri dari 3 orang kru Arus Liar yang selalu sigap membantu bila ada masalah. Kami sempat beristirahat satu kali (tepatnya ditempat kami berganti baju sebelumnya), untuk minum dan kemudian melanjutkan perjalanan.

“Perjalanan kita berikutnya lebih ekstrim dan menantang lho. Jeramnya curam dan pasti seru dari sebelumnya,” kata Nasir pada kami saat beristirahat. Dan memang betul, di paruh kedua perjalanan, jeramnya memang lebih membangkitkan ketegangan. Perahu karet kami menabrak batu besar dan hampir saja terbalik. Untunglah berkat kekompakan kami semua, serta tentu saja kelihaian Nasir yang berada dibelakang membuat kami selamat melewati tantangan itu.

Di jeram bernama Zig-Zag, lagi-lagi perahu kami hampir saja terbalik. Lokasi jeram tersebut memang sangat “menyeramkan” tapi justru sangat menantang buat kami untuk diarungi. Arus air yang melewatinya berpola zig-zag melewati batu-batu. Kami mesti pandai-pandai mengendalikan perahu, mengikuti arus air yang mengalir deras. Kekompakan tim benar-benar dibutuhkan serta tentu saja patuh mengikuti aba-aba Nasir dibelakang kami. Alhamdulillah, kami berhasil melewati tantangan mengarungi Sungai Citarik yang benar-benar ber-“arus liar” itu.

Tiba di akhir perjalanan, rasa puas dan senang tergambar di wajah kami semua. Disana kami disuguhi kelapa muda segar untuk menghilangkan dahaga. Sungguh sebuah hidangan yang pas setelah letih ber-rafting ria ditengah cuaca yang panas terik.Setelah itu kami kembali ke tempat kami berganti baju sebelumnya dengan menumpang mobil pick-up bak terbuka seperti yang kami tumpangi ke tempat memulai rafting sebelumnya. Cukup jauh juga perjalanan balik, kurang lebih 4 km dengan jalan berliku dan menanjak.

Setelah mandi dan berganti baju kering, kami menikmati makan siang ala Sunda yang disiapkan oleh penyelenggara (Arus Liar). Nikmat betul rasanya menyantap hidangan ayam bakar, sayur asem, karedok, ikan asin dan krupuk. Seusai makan, pukul 14.00 siang kami beranjak pulang. Perjalanan kembali tampaknya tak semulus saat berangkat. Beberapa kali kami menemui kemacetan parah di sepanjang jalur Cicurug dan Lido.

Sekitar pukul 16.30 sore, kami mampir makan malam dan beristirahat di Desa Sawah. Dengan suasana pedesaan yang asri dan sejuk, kami dimanjakan dengan hidangan makanan yang lezat disebuah “saung” besar secara lesehan. Hujan gerimis mengguyur kawasan tersebut semakin memancing rasa lapar. Tak ayal Gurame Goreng Asem Manis, Sayur Asem, Gurame Bakar, Ayam Goreng dan terakhir ada pisang goreng, langsung licin tandas disantap oleh kami.

Dalam perjalanan pulang kembali ke Jakarta, Mr.Murray Lumsden berpidato didalam bis menyatakan kepuasan dan terimakasih atas kekompakan kami semua dalam pelaksanaan acara hari ini. “Saya berharap sepulang dari acara ini ikatan persaudaraan antara kita semakin kuat, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas kantor, kita semakin bersemangat dan saling mendukung. Kita juga akan semakin “fresh” setelah menikmati masa liburan di Arung Jeram Arus Liar Sungai Citarik. Sukses untuk kita semua!” kata Mr.Murray dengan sorot mata berbinar dan tepuk tangan kami semua. Kami akhirnya tiba di kantor pukul 20.30 malam dengan kesan indah yang sangat mendalam.

Silahkan saksikan videonya yang seru di:

Arung Jeram Arus Liar Citarik NOV Downhole Jakarta from Amril Taufik Gobel on Vimeo.

Related Posts
DARI PESTA BLOGGER 2008 KE ACARA DI MAKASSAR (4)
Spanduk besar acara Blog:Field of Money yang diselenggarakan Komunitas Blogger Anging Mammiri pada Hari Minggu (23/11) bertempat di SPM MTC Karebosi (foto by Syaifullah "Daeng Gassing") Malam makin tua. Saya menyesap ...
Posting Terkait
MORNING, SEMOGA CAHAYA PAGI SELALU BERSAMAMU
Morning has broken, like the first morningBlackbird has spoken, like the first birdPraise for the singing, praise for the morningPraise for the springing fresh from the word(Cat Steven, "Morning Has ...
Posting Terkait
SELAMAT JALAN MBAK AJENG,  BLOGGER SEJATI YANG TAK PERNAH LETIH BERJUANG
abar duka itu datang begitu menyentak nurani. Tadi malam saat membaca informasi dari mbak Mira Sahid di WA Grup Blogger Bekasi tentang meninggalnya mbak Ajeng (nama lengkapnya Raden Ajeng Nunuk Purwaningsih) ...
Posting Terkait
MERIAH DAN SUKSES, PELAKSANAAN PESTA BLOGGER 2010 (1)
Tepat pukul 08.30 pagi, Sabtu (30/10), kami, rombongan komunitas Blogger Cikarang, yang dipimpin oleh Presidennya Pak Ceppi Prihadi, tiba  di lokasi Rasuna Episentrum Walk tempat pelaksanaan Pesta Blogger 2010. Rombongan ...
Posting Terkait
KEHANDALAN STRATEGIS KONTEN LOKAL DALAM MENDUKUNG INDUSTRI MIGAS NASIONAL
  enin pagi (7/10), cuaca Bandung terlihat begitu cerah. Matahari bersinar terang dan berkas cahayanya memantul lembut pada kaca vertikal dinding koridor yang berbatasan langsung dengan ruang Zamrud lantai 2 Hotel ...
Posting Terkait
Bulan  lalu kami sekeluarga berada di Makassar. Berangkat dari Jakarta Hari Kamis pagi,13 Mei 2010 dengan pesawat Lion Air JT 788, saya, bersama istri dan 2 buah hati kami Rizky dan Alya ...
Posting Terkait
MONOLOG “MAKKUNRAI” YANG MEMUKAU
MATAHARI sudah turun ke peraduannya saat saya tiba di gerbang Taman Ismail Marzuki (TIM), Senin, 24 Maret 2008 untuk menghadiri Diskusi dengan tema Perkembangan Sastra Kontemporer di Makassar: Menelisik Kumpulan ...
Posting Terkait
IDBLOGNETWORK, SETELAH 2 TAHUN
ari ini, 1 Agustus 2012, IDBlognetwork (selanjutnya saya singkat IBN) berulang tahun yang kedua.  Perusahaan Startup lokal yang masih berusia belia ini telah menunjukkan prestasi luar biasa. Tidak hanya karena ...
Posting Terkait
EKSOTISME IIMS 2015 YANG MEMPESONA
atahari bersinar terik saat saya dan putra sulung saya, Rizky tiba di pintu timur area JIEXPO Kemayoran, Hari Minggu (23/8) untuk menyaksikan acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 yang ...
Posting Terkait
TOLOOONG…ANAK SAYA TAKUT NAIK PESAWAT TERBANG!
SAYA tidak tahu, apakah anak saya telah mengalami sebuah indoktrinasi sistematis dari Mr.T tokoh bertubuh kekar yang--ironisnya-- takut naik pesawat, sampai-sampai sang rekan Murdock mesti membiusnya dulu sebelum dibawa terbang ...
Posting Terkait
DARI PESTA BLOGGER 2008 KE ACARA DI MAKASSAR
MORNING, SEMOGA CAHAYA PAGI SELALU BERSAMAMU
SELAMAT JALAN MBAK AJENG, BLOGGER SEJATI YANG
MERIAH DAN SUKSES, PELAKSANAAN PESTA BLOGGER 2010 (1)
KEHANDALAN STRATEGIS KONTEN LOKAL DALAM MENDUKUNG INDUSTRI MIGAS
PENGALAMAN KE MAKASSAR: SENSASI TRANS STUDIO DAN “NGIDAM”NASI
MONOLOG “MAKKUNRAI” YANG MEMUKAU
IDBLOGNETWORK, SETELAH 2 TAHUN
EKSOTISME IIMS 2015 YANG MEMPESONA
TOLOOONG…ANAK SAYA TAKUT NAIK PESAWAT TERBANG!

11 comments

  1. Ah. Luar biasa mas.
    Saya belum pernah lho arung jeram….. menaklukkan tantangan dan ketakutan itu hanya bisa dibuktikan bila sudah dilakukan.

    1. Iya mbak ini jadi pengalaman pertama buat saya sekaligus yg paling berkesan seumur hidup karena menaklukkan tantangan dan ketakutan disaat ygsama sekaligus :). Ayo dicoba mbak, seru deh!

  2. thank’s atas kunjungan rekan2 dari NOV.
    semoga dapat kembali berkunjung ke Arus liar Citarik untuk lebih banyak melihat keindahan & keunikan alam indonesia dari sudut pandang sungai Citarik.

    salam Adventure

    1. Terimakasih mas Bimo atas pelayanan dan keramahan teman2 dari Arus Liar dalam acara Rafting kami minggu lalu. Mudah2-an kesempatan mendatang bisa kesana lagi. Salam adventure juga..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *