PUISI : MENYIBAK BAYANGMU DI TEPIAN MUSI

Kaki-kaki Jembatan Ampera yang kokoh menghunjam

pada dasar batang sungai anggun mengalir, seakan bertutur

tentang kisah-kisah yang berlalu dari musim ke musim,

tentang cinta, harapan, impian, juga kehilangan

Dan di tepian Musi, mengenangmu bersama senja yang jatuh perlahan

Bagai menyibak garis-garis samar bayangmu pada riak air dan

pantulan muram cahaya petang matahari diatasnya

Ketika menemukanmu kembali adalah kemustahilan semata,

dan segala ihwal tentangmu hanya menyisakan misteri yang menguap bersama kabut

serta jejak-jejak tak terpindai

Maka akan kularutkan segala kata dan rindu padamu lewat deras alir sungai,

kerlip lampu menara jembatan dan perahu yang melintas

bersama derai gerimis yang jatuh membasahi bumi Sriwijaya

juga segala kenangan tentang kita yang luruh tak terlerai

Palembang, 04062011


 

Related Posts
PUISI : SEBARIS BIANGLALA DI SELASAR JIWA
Kelam langit senja telah membawa kita Pada sebuah cerita tentang kenangan yang terdampar di sudut hati tentang cinta yang mengapung rendah antara harapan dan kenyataan serta  sebait kidung lirih bersenandung dengan syair rindu ...
Posting Terkait
PENGALAMAN MENYENANGKAN KE TRANS STUDIO BANDUNG
udah lama sebenarnya keinginan untuk ke Trans Studio Bandung ini menjadi sasaran jadwal kunjungan saat liburan anak-anak, terutama saat pertama kali wahana yang terletak disisi barat dari Bandung Super Mal ...
Posting Terkait
BERKOMENTAR DI TRIBUN TIMUR
Koran Tribun Timur Makassar edisi hari Kamis, 28 Februari 2008 memuat tanggapan saya tentang tawuran mahasiswa Unhas di Makassar. Isinya sebagai berikut: Itu tindakan konyol dan tolol. Citra Unhas dan alumninya akan ...
Posting Terkait
KE JOGYAKARTA (LAGI)..
Setelah pulang mudik ke Jogya bulan lalu dalam rangka lebaran, besok pagi (8/10), saya akan berangkat ke Jogyakarta bersama-sama tim Pesta Blogger 2010, Mbak Dos (alias Agatha) pengajar blogshop dari ...
Posting Terkait
PUISI : HUJAN, KENANGAN DAN TEPIAN ANGAN-ANGAN
Rintik hujan pagi ini membasuh luka yang terlihat samar dibalik halimun Dan entah, janji yang sejatinya akan kutunaikan, terpuruk lunglai di rerumputan Tak berdaya, bersama senarai kisah kita yang terbang melayang bersama ...
Posting Terkait
DARI KOPDAR MILIS CIKARANG BARU : SILATURRAHMI ITU MEMPERPANJANG UMUR & MENAMBAH REZEKI
"ilaturrahmi itu memperpanjang umur dan menambah rezeki," kalimat ini diungkapkan oleh Pak Wawan, begitulah nama "mesra" Darmawan Syaefullah, saat membuka kopdar (kopi darat) warga mailing list Cikarang Baru, Minggu pagi ...
Posting Terkait
SALING SILANG YANG AKHIRNYA MENGHILANG..
inggu lalu (9/1), saya dikagetkan oleh berita ini yang menyebutkan bahwa Saling Silang , situs yang sebelumnya dikenal merangkum peristiwa di media sosial Indonesia ditutup secara resmi sejak berkiprah tahun 2011. ...
Posting Terkait
REOG PONOROGO, PESONA BUDAYA YANG MENGESANKAN
Keterangan Foto : Reog Ponorogo sedang beraksi, hasil karya Domi Yanto, Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia iang menjelang. Namun terik mentari yang menyengat hari itu, Minggu (29/9) tak mengurangi ...
Posting Terkait
MEMPERKENALKAN : DAENG GAMMARA DOT COM
Hari ini, saya meluncurkan secara resmi blog baru anak saya, Muhammad Rizky Aulia Gobel, www.daenggammara.com (Gammara dalam bahasa Makassar berarti Tampan atau Ganteng). Blog ini diniatkan sebagai kelanjutan dari blog ...
Posting Terkait
RESENSI BUKU DEMONSTRAN DARI LORONG KAMBING : KIPRAH MONUMENTAL SANG AKTIVIS KAMPUS”KEPALA ANGIN”
Judul Buku : Demonstran Dari Lorong Kambing Karya : Amran Razak Penerbit : Kakilangit Kencana Cetakan : Pertama, 2015 Jumlah Halaman : 285 ISBN : 976-602-8556-48-4 mran Razak adalah legenda, juga sebuah fenomena... Nama beliau sudah lama ...
Posting Terkait
PUISI : SEBARIS BIANGLALA DI SELASAR JIWA
PENGALAMAN MENYENANGKAN KE TRANS STUDIO BANDUNG
BERKOMENTAR DI TRIBUN TIMUR
KE JOGYAKARTA (LAGI)..
PUISI : HUJAN, KENANGAN DAN TEPIAN ANGAN-ANGAN
DARI KOPDAR MILIS CIKARANG BARU : SILATURRAHMI ITU
SALING SILANG YANG AKHIRNYA MENGHILANG..
REOG PONOROGO, PESONA BUDAYA YANG MENGESANKAN
MEMPERKENALKAN : DAENG GAMMARA DOT COM
RESENSI BUKU DEMONSTRAN DARI LORONG KAMBING : KIPRAH

8 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *