PUISI : MENYIBAK BAYANGMU DI TEPIAN MUSI

Kaki-kaki Jembatan Ampera yang kokoh menghunjam

pada dasar batang sungai anggun mengalir, seakan bertutur

tentang kisah-kisah yang berlalu dari musim ke musim,

tentang cinta, harapan, impian, juga kehilangan

Dan di tepian Musi, mengenangmu bersama senja yang jatuh perlahan

Bagai menyibak garis-garis samar bayangmu pada riak air dan

pantulan muram cahaya petang matahari diatasnya

Ketika menemukanmu kembali adalah kemustahilan semata,

dan segala ihwal tentangmu hanya menyisakan misteri yang menguap bersama kabut

serta jejak-jejak tak terpindai

Maka akan kularutkan segala kata dan rindu padamu lewat deras alir sungai,

kerlip lampu menara jembatan dan perahu yang melintas

bersama derai gerimis yang jatuh membasahi bumi Sriwijaya

juga segala kenangan tentang kita yang luruh tak terlerai

Palembang, 04062011


 

Related Posts
PUISI : LANSKAP KESUNYIAN DAN EMBUN DI TEMARAM PAGI
Keheningan, katamu, adalah rangkaian aksara yang menggantung pada rapuh rangka langit dan pada desau angin berhembus pelan membelai dedaunan Di "rahim" ingatan, kata-kata yang seharusnya kau ucapkan dengan lugas berhenti pada basah bibirmu ...
Posting Terkait
SEPEDA GEMBIRA WARGA RW 10 PERUMAHAN CIKARANG BARU YANG MENYENANGKAN
uasana di perempatan jalan Tarum Barat dan Beruang Raya, Perumahan Cikarang Baru terlihat begitu semarak pada Hari Minggu (29/9) pagi. Kurang lebih 800 orang hadir secara serentak dengan sepeda masing-masing ...
Posting Terkait
Talkshow tentang Sumpah Pemuda 2.0, dipandu oleh Jaya Suprana
Sudah lewat seminggu lalu acaranya, namun kenangan masih membekas begitu nyata di benak. Ya, acara Sumpah Pemuda 2.0 yang digelar oleh XL, sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka negeri ini bertempat di ...
Posting Terkait
MENAPAK USIA 45, HARI INI…
"amu lahir di sana, Nak. Di Rumah Sakit Bersalin Siti Khadijah, tepat didepan lapangan Karebosi,” demikian ungkap ibu saya, disebuah petang yang senyap sekitar tiga puluh tahun silam saat saya ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2011 (4): KECERDASAN EKOLOGIS DALAM PERSPEKTIF KEARIFAN LOKAL
"ari kita berkaca pada diri masing-masing, apakah kita semua sudah memiliki kecerdasan ekologis?" Sebuah pertanyaan menohok datang dari Emmy Hafild seorang "pendekar" wanita di bidang pelestarian lingkungan hidup saat membawakan presentasi ...
Posting Terkait
MENJAGA AGAR KEHIJAUAN ITU TETAP NISCAYA DI KOTA JABABEKA
ailing list Cikarang Baru mendadak heboh terkait demonstrasi warga menolak pengalihan fungsi jalur hijau menjadi ruko. Adalah Pak Mualib Wijono yang kemudian menuliskan aksi warga itu di Kompasiana menjelaskan aksi ini ...
Posting Terkait
WAJAH SAYA, 20 TAHUN KEMUDIAN…
Saya menemukan sebuah situs keren yang menampilkan rekayasa digital wajah kita 20 tahun kemudian. Dan inilah hasilnya, 2 wajah tua saya 20 tahun lagi. Anda mau coba? Silahkan kesini, upload ...
Posting Terkait
TENTANG CINTA PERTAMA, SEBUAH KENANGAN TAK TERLUPAKAN
Kau datang membawa Sebuah cerita Darimu itu pasti lagu ini tercipta Darimu itu pasti lagu ini tercipta Dari jendela kelas yang tak ada kacanya Tembus pandang kekantin bertalu rindu Datang mengetuk pintu hatiku (Iwan Fals, "Jendela Kelas ...
Posting Terkait
JADI TUA ITU NISCAYA
"Kita sudah makin tua, kawan," kata rekan saya, Farid Ma'ruf Ibrahim (kini dosen Universitas Paramadina) seraya mengelus lembut rambut anaknya Fawwaz (9 tahun), saat kami bertemu di Galeri Cipta II ...
Posting Terkait
DAYA PUKAU PERUMAHAN GRAHA RAYA DALAM ONE DAY BLOGGER GATHERING
ari Sabtu (27/9) saya memenuhi undangan untuk menghadiri Blogger Gathering #LiveInGrahaRaya bersama sejumlah teman-teman blogger dari berbagai komunitas. Sama seperti yang pernah saya ikuti tahun lalu dalam one day blogger ...
Posting Terkait
PUISI : LANSKAP KESUNYIAN DAN EMBUN DI TEMARAM
SEPEDA GEMBIRA WARGA RW 10 PERUMAHAN CIKARANG BARU
CATATAN TERTINGGAL DARI SUMPAH PEMUDA 2.0 (Bagian Pertama)
MENAPAK USIA 45, HARI INI…
AMPROKAN BLOGGER 2011 (4): KECERDASAN EKOLOGIS DALAM PERSPEKTIF
MENJAGA AGAR KEHIJAUAN ITU TETAP NISCAYA DI KOTA
WAJAH SAYA, 20 TAHUN KEMUDIAN…
TENTANG CINTA PERTAMA, SEBUAH KENANGAN TAK TERLUPAKAN
JADI TUA ITU NISCAYA
DAYA PUKAU PERUMAHAN GRAHA RAYA DALAM ONE DAY

Related Posts

8 thoughts on “PUISI : MENYIBAK BAYANGMU DI TEPIAN MUSI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + 13 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.