PUISI : ZIARAH PADA KELAM KENANGAN


Kita telah begitu lama mencumbu sunyi seraya menyaksikan

pucuk-pucuk pohon trembesi di boulevard meliuk pelan diterpa angin

pada batangnya yang kokoh kita menyandarkan harapan

bermimpi keajaiban akan terjadi, memagut segala asa yang terbang

dan meninggalkannya terkulai di setiap helai daunnya

lalu kita akan memetiknya satu-satu dengan dada yang lapang

bukan dengan nafas tersengal, bersama rindu yang terbit tiba-tiba

laksana pertemuan pertama seusai gerimis

“Kita akan selalu menziarahi setiap kenangan, sekelam apapun itu,

dan menitipkan segala yang pernah kita lewati , tangis dan tawa,

luka dan duka, juga cinta, pada bait-bait sajak

yang kutuliskan dengan jemari gemetar,” katamu lirih.

 

Kita telah begitu lama menyampirkan angan-angan di larik pelangi

sembari menatapnya pilu dari kejauhan

sebab ingatan, terkadang membuat batas ruang dan waktu begitu samar

sementara kita terlalu terbuai melewatkan musim demi musim

tanpa pernah menduga takdir datang mengendap-endap dari belakang

menyergap segala impian yang telah kita rajut rapi, tanpa ampun

dan hanya menyisakan penyesalan yang tak jua usai

Kita akan tetap menziarahi setiap serpih kenangan dan bertukar cerita

bukan tentang apa yang telah gagal kita raih

tapi tentang masa depan yang ada di genggaman

dan selalu menjadi bagian dari dirimu, dari diriku,

sekelam apapun itu..

Jakarta, 04072011

Foto oleh Yusnawir Yusuf

 

Related Posts
DARI KOPDAR PERDANA KOMPASIANA: DI DUNIA NYATA MAUPUN MAYA, GAUL ITU NISCAYA
  Blogger Kompasiana (tua dan muda) ngobrol santai sebelum acara dimulai Bersama rekan se-hidup se-"Cikarang", Pak Eko"Eshape", saya berangkat bareng menuju Bentara Budaya Jakarta untuk menghadiri Kopdar alias kopi darat pertama blogger ...
Posting Terkait
LAMPU JALAN FUNKY BEYBEH!
Semalam, saya berhasil membuat sebuah terobosan baru dalam bidang teknologi per-lampu-jalanan. Jangan melotot takjub dulu. Ini bukanlah suatu inovasi teknologi yang melibatkan piranti-piranti canggih masa kini. Dibutuhkan bekal sedikit kegilaan ...
Posting Terkait
IKUT MEJENG DI MAJALAH SWA
  etelah sebelumnya pernah mejeng di Harian Kompas (jadi model iklan Kompasiana), Majalah Tempo dan Majalah Internal Asuransi Bumiputera 1912, maka kali ini di Majalah SWA dalam edisi No.08/XXVII/14-27 April ...
Posting Terkait
RESENSI BUKU KOMPASIANA, ETALASE WARGA BIASA: MELAJU PASTI DENGAN JURUS “ANTI MATI GAYA”
Judul Buku : KOMPASIANA, Etalase Warga Biasa Penulis : Pepih Nugraha Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Cetakan : Pertama, Oktober 2013 Tebal : xi + 268 halaman ISBN : 978-979-22-9987-8 asih segar di ingatan saya ...
Posting Terkait
ISTRIKU, KAMU BEGITU CANTIK HARI INI…
Pada Bening Kilau matamu, istriku Selalu kutemukan telaga jernih yang melerai galau hati dan lembut embun pagi menyejukkan jiwa serta gerimis di penghujung musim semi yang selalu menghimbauku untuk lekas pulang Pada merdu suaramu, istriku Senantiasa kurasakan getar dawai ...
Posting Terkait
SEPASANG TELINGA SELUAS SAMUDERA
"When you listen, you offer a package of the most valuable healing gifts you can give: compassion, consolation, and forgiveness".  -- James Kullander, taken from Gaia Community Website Menjelang tidur malam, usai ...
Posting Terkait
1. Direktori Blog Saling Silang Bila anda mampir di blog ini, pada sidebar sisi kanan, anda akan melihat banner yang tertulis : "Direktori Blog Saling-Silang : Terverifikasi!". Apa maksudnya?. Ya, saya ...
Posting Terkait
PILKADA JAWA BARAT 2008 DAN KAMPANYE VIA WEB 2.0
HIRUK PIKUK kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 mulai terasa di wilayah sekitar rumah tempat saya tinggal, perumahan Cikarang Baru Kota Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kampanye yang dicanangkan sejak ...
Posting Terkait
UNTUK MEREKA, YANG MENYISAKAN JEJAK INDAH DI BATIN
HARI ini, 2 Mei 2008, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, izinkan saya membagi sebagian serpih-serpih kenangan tentang beberapa orang guru saya sejak SD hingga Universitas yang telah menorehkan jejak ...
Posting Terkait
SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL!
Gegap gempita tahun silam kembali terasa getarannya hari ini, tepat setahun setelah hari bersejarah itu terjadi : 27 Oktober 2007. Hari itu pada momen penyelenggaraan Pesta Blogger Pertama di Blitz Megaplex ...
Posting Terkait
DARI KOPDAR PERDANA KOMPASIANA: DI DUNIA NYATA MAUPUN
LAMPU JALAN FUNKY BEYBEH!
IKUT MEJENG DI MAJALAH SWA
RESENSI BUKU KOMPASIANA, ETALASE WARGA BIASA: MELAJU PASTI
ISTRIKU, KAMU BEGITU CANTIK HARI INI…
SEPASANG TELINGA SELUAS SAMUDERA
YANG “MELENGKING” DARI BLOGWALKING (39)
PILKADA JAWA BARAT 2008 DAN KAMPANYE VIA WEB
UNTUK MEREKA, YANG MENYISAKAN JEJAK INDAH DI BATIN
SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL!

Related Posts

One thought on “PUISI : ZIARAH PADA KELAM KENANGAN

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.