PENGALAMAN JADI KHATIB KULTUM DAN IMAM TARAWIH DI MUSHALLA

Tawaran itu datang akhir bulan lalu.

Pak Yuliusman, salah satu pengurus Mushalla Al-Ishlah RT 02/RW 10 Perumahan Cikarang Baru yang terletak persis dibelakang rumah, meminta saya untuk mengisi Kultum (Kuliah Tujuh Menit) sekaligus menjadi Imam Sholat Tarawih di Mushalla tersebut pada bulan Ramadhan 1432 H.

Saya tidak langsung menyanggupi tawaran tersebut. Meski saya pernah beberapa kali ditugaskan menjadi Khatib pada Sholat Jum’at di Mesjid PT..NOFMAS Chemical Industries (tempat kerja saya sebelumnya) di Kawasan MM 2100 Cibitung Bekasi pada tahun 2000-2001 serta pernah memenangkan Juara III lomba dakwah antar SMA se Kabupaten Maros tahun 1987, bagi saya ini menjadi sebuah tantangan berat buat saya yang sudah lama tidak “naik mimbar”.

“Bulan Ramadhan adalah saat yang sangat mulia untuk saling mengingatkan, berbagi ilmu dan menyebarkan kebaikan buat sesama melalui dakwah. Sanggupi saja Pa permintaan pak Yuliusman. Insya Allah kita semua akan mendukung. Apalagi selama ini kan’ sudah biasa jadi pembawa materi blogging di 6 kota di Indonesia,” kata istri saya dengan mata berbinar.

“Eh, beda lho audiens dan konteksnya, Ma. Jadi khatib dan pembawa materi blogging itu jelas tidak sama” kata saya menyanggah.

“Paling tidak, supaya tidak gugup, anggap saja jamaahnya nanti blogger-blogger pemula Pa. Materinya saja yang berbeda. Apalagi kan’ pernah pengalaman jadi khatib Jum’at di Mesjid PT Nofmas dulu. Pasti bisa dong, Papanya Rizky dan Alya,” sahut istri saya sambil tersenyum manis. Saya sempat tertawa renyah ketika istri saya meminta untuk meng-analogikan jamaah sholat tarawih di Mushalla bagaikan blogger-blogger pemula, untuk menghilangkan rasa gugup.

Saya akhirnya menyanggupi tawaran tersebut setelah berdiskusi bersama istri tercinta dan mendapat jadwal pada Hari Minggu (7/8).

Dan hari Minggu kemarin, seusai kopdar bersama rekan-rekan mailing list Cikarang Baru, saya akhirnya naik mimbar sebagai khatib kultum di Mushalla Al-Ishlah yang kini masih dalam tahap renovasi. Saya menyampaikan khotbah singkat tentang bagaimana cara Allah SWT mengawasi hamba-hambaNya, yakni secara langsung bahkan lebih dekat dari urat leher kita sendiri, melalui Malaikat-MalaikatNya dan melalui diri kita sendiri (di hari akhir anggota tubuh kita akan bersaksi atas apa yang sudah kita lakukan selama menjalani hidup di dunia).

Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, meski sempat lutut saya gemetar apalagi melihat ada sejumlah sesepuh RT 02 turut hadir dalam jamaah Tarawih malam itu. Ternyata tantangan yang lebih berat kembali datang. Saya mesti memimpin menjadi imam Sholat Tarawih. Pada beberapa kesempatan, saya memang sempat jadi imam Tarawih, tapi dirumah dengan jamaahnya adalah istri dan anak-anak sendiri.

Lagi-lagi, jantung saya deg-deg-an. Ini sebuah tugas berat memimpin sholat tarawih 8 raka’at ditambah sholat Witir 3 Raka’at. Setelah menghela nafas panjang dan menetapkan hati saya maju ke depan dengan terlebih dulu mempersilahkan sesepuh RT 02 yang biasa menjadi imam untuk maju. “Silahkan Pak Amril saja, sekalian supaya bisa latihan dan gantian ya,” kata Pak Fadil, Imam Mushalla Al-Ishlah.  Syukur Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Pada raka’at awal sempat agak gugup namun berikutnya, saya sudah bisa menguasai keadaan.

Usai sholat Tarawih, saya langsung dikerumuni oleh anak-anak yang meminta tanda tangan. Rupanya ada tugas dari guru mereka di sekolah untuk melaporkan kegiatan sholat mereka dengan tanda bukti berupa paraf/tandatangan imam/khatib. Jadi ingat nostalgia waktu masa kecil dulu, saya pernah melakukan hal serupa juga.

Dalam perjalanan pulang, tak henti-hentinya saya mengucapkan Syukur kepada Allah SWT karena berhasil menunaikan tugas sebagai Khatib Kultum sekaligus Imam Sholat Tarawih.di Mushalla Al Ishlah. Sungguh ini sebuah pengalaman yang sangat berharga buat saya. Semoga apa yang sudah saya lakukan, memberikan manfaat dan berkah, bagi semua orang, terutama buat diri saya sendiri.

Sumber Gambar 

Related Posts
CATATAN PERJALANAN DARI MAKASSAR : TUDANG SIPULUNG DAN REFLEKSI CINTA YANG MENGGUNUNG
Suara tetabuhan gendang khas ala Makassar membuka ajang Tudang Sipulung (yang berarti bahwa "duduk bersama")--sebuah program acara diskusi paling anyar yang bakal digelar sebulan sekali oleh Komunitas Blogger Makassar Anging ...
Posting Terkait
Foto bareng seusai kopdar
ahagia sekali rasanya, kemarin, Minggu (29/1) kami semua anggota dan pengurus Blogger Bekasi bertemu kembali dengan sang ketua, Mas Aris Heru Utomo yang kebetulan “mudik” ke Indonesia selama masa penugasannya sebagai diplomat Kemenlu RI ...
Posting Terkait
ALYA DAN DUNIA CERIA YANG DIBANGUNNYA
Hari ini, 10 November 2009, adalah hari ulang tahun kelima putri bungsu saya, Alya Dwi Astari. Sungguh begitu cepat waktu berlalu. Alya tumbuh menjadi gadis kecil yang manis dan montok. ...
Posting Terkait
PENGALAMAN MENYENANGKAN KE TRANS STUDIO BANDUNG
udah lama sebenarnya keinginan untuk ke Trans Studio Bandung ini menjadi sasaran jadwal kunjungan saat liburan anak-anak, terutama saat pertama kali wahana yang terletak disisi barat dari Bandung Super Mal ...
Posting Terkait
MELESAT BAGAI KILAT BERSAMA TELKOMSEL FLASH
etbook saya si "Deliiani" (Dell Inspiron Mini 9) mendadak menjadi sangat mumpuni dan bagaikan "ngacir" menjelajah dunia maya ketika dalam internal modemnya saya pasangkan dengan kartu Telkomsel Flash. Daya ...
Posting Terkait
BERDAMAI DENGAN KETIDAKSEMPURNAAN : SEBUAH KISAH TENTANG RASA MARAH
Yang Paling saya tahu tentang Marah adalah, dia lebih banyak melukai diri sendiri ketimbang orang yang kita marahi   -- Oprah Winfrey, Pembawa acara TV Terkenal (dikutip dari Majalah Intisari Maret ...
Posting Terkait
“RUMAH TANPA JENDELA” : TENTANG IMPIAN BERSAHAJA DAN KETULUSAN PERSAHABATAN (RE-POST)
Catatan: Tulisan dibawah ini sebelumnya pernah ditayangkan di Yahoo OMG Indonesia pada tanggal 28 Februari 2011 (sayang link-nya sudah tak bisa dibuka lagi  🙁 ). Saya tayangkan ulang kembali disini menyongsong pemutaran ...
Posting Terkait
SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL!
Gegap gempita tahun silam kembali terasa getarannya hari ini, tepat setahun setelah hari bersejarah itu terjadi : 27 Oktober 2007. Hari itu pada momen penyelenggaraan Pesta Blogger Pertama di Blitz Megaplex ...
Posting Terkait
KISAH PERJALANAN KE PERTH (2) : CAMAR YANG GENIT DI SISI DERMAGA FREMANTLE
ari Rabu (28/8) kami berkesempatan untuk mengunjungi Fremantle. Hari itu, training kami memang hanya setengah hari saja, sehingga kami memanfaatkan waktu berjalan-jalan menuju kota kecil yang berjarak 19 kilometer arah barat ...
Posting Terkait
SELAMAT DATANG BLOG ULAS FILM !
epat tanggal 1 November 2016, saya meluncurkan blog baru di alamat http://ulasfilm.id. Ini adalah blog perdana saya berdomain .id, sebagai salah satu komitmen untuk menggunakan domain website Indonesia untuk menyebarkan ...
Posting Terkait
CATATAN PERJALANAN DARI MAKASSAR : TUDANG SIPULUNG DAN
KEMERIAHAN KOPDAR BERSAMA KETUA BLOGGER BEKASI
ALYA DAN DUNIA CERIA YANG DIBANGUNNYA
PENGALAMAN MENYENANGKAN KE TRANS STUDIO BANDUNG
MELESAT BAGAI KILAT BERSAMA TELKOMSEL FLASH
BERDAMAI DENGAN KETIDAKSEMPURNAAN : SEBUAH KISAH TENTANG RASA
“RUMAH TANPA JENDELA” : TENTANG IMPIAN BERSAHAJA DAN
SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL!
KISAH PERJALANAN KE PERTH (2) : CAMAR YANG
SELAMAT DATANG BLOG ULAS FILM !

4 comments

  1. hehehehe…
    mengagumkan,
    detik demi detik perkembangan diri dicatat dengan rapi di blog ini, saya merupakan salah satu dari sekian orang yang ‘berlangganan’ blog ini, teruslah menulis, pak! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *