TENDANGAN DARI LANGIT : TENTANG SEPAKBOLA, CINTA DAN JIWA PANTANG MENYERAH

Putra sulung saya, Rizky, yang memiliki hobi sepakbola dan fans berat pada Irfan Bachdim sejak awal liburan lebaran lalu sudah meminta kepada saya untuk nonton film “Tendangan Dari Langit” yang dibintangi oleh sang idola dan mengangkat tema tentang sepakbola tersebut. Kesibukan saya di kantor yang baru membuat akhirnya saya memiliki kesempatan mengajak nonton buah hati saya itu Hari Minggu (4/9) kemarin di Bioskop XXI Bekasi Square. Kami sekeluarga berangkat kesana dan karena si bungsu Alya tidak suka menonton film akhirnya hanya saya serta Rizky saja yang menonton film tersebut. Alya dan ibunya memilih berjalan-jalan di mal Bekasi Square.

Pertunjukan film di Teater 1 dimulai pukul 14.40 siang. Rizky sudah terlihat tak sabar menanti bersama sejumlah anak-anak lelaki seusianya didepan pintu bioskop yang belum dibuka. Beberapa diantara mereka memakai kostum sepakbola. Rupanya supaya “feel” sepakbolanya meresap sambil menonton film, mereka turut memakai kostum ala pemain idola mereka. Rizky langsung menghambur masuk ketika akhirnya pintu teater dibuka. “Ayo pak cepat masuk, filmnya sudah dimulai,” ajaknya tak sabar.

Kami menempati tempat duduk bagian tengah untuk mendapatkan tampilan yang nyaman dan memadai saat menonton. Rizky yang biasanya terlihat lincah penuh vitalitas nampak duduk tenang menikmati film yang sebentar lagi diputar. “Jangan ribut ya pak, kita nonton Irfan Bachdim dulu,” kata Rizky mengingatkan saya yang menyambutnya dengan senyum geli.

Film ini mengisahkan sosok Wahyu (Yosie Kristanto) seorang remaja belia dari Bromo yang memiliki talenta luar biasa dalam hal sepakbola. Kemampuannya tersebut didukung oleh Hasan, sang paman (diperankankan oleh Agus Kuncoro) yang juga menjadi sang “manager” Wahyu dalam berlaga di arena pertandingan sepakbola antar kampung. Ironisnya, Kepiawaian bakat yang dimiliki Wahyu ternyata tidak mendapat dukungan baik dari sang ayah, Darto (Sudjiwo Tejo). Apa boleh buat, Wahyu mesti melakukan aksinya bermain sepakbola secara sembunyi-sembunyi.

Untaian kisah kemudian kian berwarna dengan adegan cerita cinta antara Wahyu dan teman SMA nya yang cantik, Indah (Maudy Ayunda) putri sang kepala sekolah (diperankan oleh Tarzan Srimulat). Kawan-kawan Wahyu yang kocak seperti Mitra (Jordi Onsu) dan Purnomo (Joshua Suherman) yang jago puisi sangat mendukung sahabat mereka sama halnya dengan Melly (Natasha Chaerany) yang turut menyokong hubungan Indah, kawan karibnya, bersama sang jago sepakbola itu. Romansa yang terjalin antara Indah dan Wahyu sempat “terganggu” oleh hadirnya “orang ketiga” yaitu Hendro (Giorgino Abraham) rekan Indah dalam lomba debat Bahasa Inggris yang ternyata juga menyukai putri sang kepala sekolah itu.

Nasib kemudian mengantarkan Wahyu untuk bertemu dengan Timo (Timo Scheunemann) pelatih tim Sepakbola Persema Malang. Timo begitu terkesan dengan bakat yang dimiliki Wahyu dan kemudian mengajaknya untuk melaksanakan “try-out” bersama tim sepakbola andalan kota Malang tersebut. Sang ayah yang dulunya begitu menentang keinginan sang anak untuk bermain bola akhirnya luluh dan berbalik memberikan dukungan penuh pada putra semata wayangnya itu. Sang ayah yang ternyata pernah menjadi pemain sepakbola handal itu melatih sang anak dengan cara yang unik.

Wahyu begitu senang bisa bermain satu lapangan bersama bintang sepakbola Persema Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan. Sayang sekali, saat pemeriksaan kesehatan ditemukan penyakit pada kaki Wahyu yang membuat impiannya menjadi pemain sepakbola terkenal di masa depan menjadi terhambat. Ini membuat Wahyu patah semangat.

Secara umum, film “Tendangan Dari Langit” menyajikan tata sinematografi yang spektakuler dan mengesankan. Dengan skenario memikat yang dibuat oleh Fajar Nugros dibawah arahan sutradara kawakan Hanung Bramantyo serta tata musik oleh Tya Subiyakto membuat film ini memiliki keistimewaan luar biasa. Keindahan alam Bromo tersaji begitu megah dan menakjubkan ditambah lagi kualitas akting para pendukung film ini membuat penonton bagai terbawa pesona rangkaian kisah film yang ditayangkan perdana pada tanggal 25 Agustus 2011 ini. Soundtrack film “Tendangan Dari Langit” yang dibawakan oleh grup band Kotak juga begitu memukau yang kian memperkuat karakter film ini.

Meski tampil sebagai pemeran figuran di film ini, aksi dua bintang sepakbola nasional Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan cukup lumayan dalam berakting. Keduanya menampilkan gestur tubuh dan mimik wajah yang natural. Demikian pula halnya dengan Yosie, sang pemeran Wahyu, pada debut pertamanya sebagai pemain film cukup menampilkan akting yang memuaskan. Aktor kawakan Agus Kuncoro dan Sujiwo Tejo memperlihatkan kehandalan mereka dalam membawakan perannya. Kritik sosial yang disampaikan dalam film ini juga begitu kental dan diramu dengan baik serta mengesankan. Sayangnya, saya sedikit kurang nyaman dengan umpatan-umpatan seperti–maaf– “Asu” atau “Jancuk” dalam film ini yang sempat membuat saya kelabakan menjawabnya ketika anak saya bertanya apa artinya. Saya kira dengan segmen penonton yang didominasi anak-anak dan remaja, umpatan-umpatan yang kurang pantas itu seyogyanya tidak ditampilkan secara vulgar.

Terlepas dari semua itu, saya sangat puas menyaksikan film ini. Sebuah langkah terobosan yang sangat kreatif dan inovatif di sela-sela maraknya film-film bergenre seks dan horor saat ini. Semangat pantang menyerah yang merupakan spirit film ini menjadi inspirasi positif untuk membawa bangsa ini–khususnya generasi muda–untuk lebih memperkuat tekad untuk berbuat lebih baik, untuk bangsa, lingkungan, keluarga dan tentu saja buat diri sendiri. Saya berharap sineas-sineas Indonesia bisa membuat lebih banyak film-film seperti ini lagi.

Salut dan sukses untuk film “Tendangan Dari Langit” !

 

 

 

Related Posts
CATATAN KECIL JEJAK LANGKAH DI SINGAPURA (2)
Ini adalah kali ketiga dalam bulan Juni saya kembali ke Singapura. Sebenarnya berat rasanya hati meninggalkan anak-anak dan istri lagi, setelah dua minggu berturut-turut sebelumnya saya ke bertandang ke Singapura(Kali ...
Posting Terkait
INDAHNYA KECERIAAN BERBAGI BERSAMA TDA BEKASI
Aula di lantai 2 Islamic Center Bekasi sudah padat begitu padat dipenuhi lebih kurang 500 anak-anak Yatim dari sejumlah Yayasan dan Panti Asuhan di Bekasi ketika saya bersama istri dan ...
Posting Terkait
MENANTANG KEBERANIAN LEWAT ADRENALINE RUSH BLOGGING COMPETITION
elakukan aktifitas yang bernuansa ekstrem, yang memicu laju adrenaline tubuh terpacu kencang kerapkali saya ikuti dalam beberapa kesempatan.Meski sempat juga membuat rasa takut saya terbit ketika akan melakukan kegiatan itu, ...
Posting Terkait
MEMENANGKAN IPOD NANO 8 GB DALAM KONTES YAHOO MIM
Alhamdulillah sebuah kabar gembira datang dari Yahoo Indonesia yang menyatakan saya sebagai pemenang kontes mingguan berhadiah sebuah Ipod Nano 8 GB lewat kompetisi bertajuk Football Mim Minggu ini. Dalam kompetisi ...
Posting Terkait
JELAJAH GIZI 2015 (1) : MENGUAK POTENSI PANGAN, KEKAYAAN NUTRISI DAN KEARIFAN LOKAL DI PULAU DEWATA
esawat Lion Air JT-030 yang ditumpangi rombongan peserta Jelajah Gizi 2015 mendarat mulus di bandar udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Jum'at (30/10) setelah mengalami keterlambatan selama satu jam ...
Posting Terkait
KISAH EMPLOYEE GATHERING (1) : MENIKMATI PESONA PULAU DEWATA YANG EKSOTIS
um'at pagi (24/2), pukul 04.30 Bandara Soekarno Hatta Rombongan Kloter (Kelompok Terbang) pertama PT Geographe Energy Indonesia (GEI) yang akan melaksanakan Employee Gathering di Bali sudah bersiap-siap check-in di counter ...
Posting Terkait
IDBLOGNETWORK YANG “YUNOMISOWEL”
Keberangkatan saya ke Hongkong Disneyland besok hingga Hari Minggu (20/3) nanti yang di-inisiasi oleh IDBlognetwork, merupakan sebuah "lompatan karir blogging" saya yang luarbiasa setelah hampir 8 tahun menekuni hobi menulis ...
Posting Terkait
Bulan  lalu kami sekeluarga berada di Makassar. Berangkat dari Jakarta Hari Kamis pagi,13 Mei 2010 dengan pesawat Lion Air JT 788, saya, bersama istri dan 2 buah hati kami Rizky dan Alya ...
Posting Terkait
SELAMAT ULANG TAHUN KEENAM, RIZKY!
Kehadiranmu membuat hati kami bertalu gembira Membasuh pedih hati dan melerai duka Dari tiga puluh enam purnama yang kami lalui dalam sepi nestapa Anakku, yang datang bagai sebuah anugerah dari surga ketika tangismu pecah pertama ...
Posting Terkait
Saya tak akan pernah lupa pada hari dimana pertama kalinya saya menjadi seorang foto model. Hari itu, 10 Januari 2010, dengan menggunakan coverall ala petugas rig pengeboran minyak lepas pantai ...
Posting Terkait
CATATAN KECIL JEJAK LANGKAH DI SINGAPURA (2)
INDAHNYA KECERIAAN BERBAGI BERSAMA TDA BEKASI
MENANTANG KEBERANIAN LEWAT ADRENALINE RUSH BLOGGING COMPETITION
MEMENANGKAN IPOD NANO 8 GB DALAM KONTES YAHOO
JELAJAH GIZI 2015 (1) : MENGUAK POTENSI PANGAN,
KISAH EMPLOYEE GATHERING (1) : MENIKMATI PESONA PULAU
IDBLOGNETWORK YANG “YUNOMISOWEL”
PENGALAMAN KE MAKASSAR: SENSASI TRANS STUDIO DAN “NGIDAM”NASI
SELAMAT ULANG TAHUN KEENAM, RIZKY!
MENIKMATI INTERAKSI DAN MERAYAKAN JURNALISME WARGA DI KOMPASIANA

4 comments

  1. Satu lagi fil nasional memberikan harapan akan masa depan spak bola indonesia, dan semoga saja film ini jadi motivator untuk mereka yang berlaga di asia dan internasional, dan jangan lupa juga di nasional…..

    nurhasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *