KENANGAN BURONCONG DAN ROMANTIKA YANG MENYERTAINYA

Penjual Kue Pancong (Buroncong ala Cikarang) foto : Ananto

Diskusi di milis Cikarang Baru tiba-tiba membuat kenangan saya pada kue masa lalu mengapung kembali. Berawal dari posting Pak Ananto yang menceritakan soal penjual kue pancong di pasar Tegal Danas Cikarang membuat tanggapan di milis mendadak ramai. Pak Ananto, yang juga adalah sekretaris RT 02 (satu RT dengan saya) ini menulis:

Kue pancong yang hangat dengan taburan gula pasir secukupnya, dan dibungkus guntingan koran bekas, benar-benar sangat pas dinikmati di pagi hari sekitar jam 8 sampai 10-an. karena jika sudah beranjak siang, kenikmatannya akan sedikit berkurang, kecuali jika hujan turun rintik2. dengan harga gopek dapat dua biji, saya coba beli Rp 1.000, dapat 4 biji. “nyam-nyam nyam…” ternyata mantab, tambah lagi Rp 2.000 dapat 8 biji.

Mendadak saya jadi ingat kue Buroncong. Kue favorit saya waktu masih SD dan SMP dulu di Kab.Maros dulu. Kue ini persis sama dengan kue Pancong yang digambarkan pak Ananto.Dari gambar cetakannya seperti terlihat dibawah, ingatan saya langsung melayang pada wajah penjual kue Buroncong yang selalu mangkal di depan sekolah saya dulu. Ia bertopi butut dengan mulut yang selalu tersenyum. Tampaknya memang “setelan” bibirnya senantiasa begitu karena setiap kali kami, anak-anak SDN 1 Kab.Maros (akhir tahun 1982) menghampirinya untuk membeli Buroncong, wajah riangnya selalu terlihat.

Cetakan kue Pancong (foto : Ananto)

Sensasi pinggiran kue Buroncong yang renyah serta agak gosong juga rasa kriuk-kriuk yang berasal dari kelapa parut membuat makan kue ini terasa sangat istimewa. Taburan gula pasir dibagian atasnya menambah kelezatan kue ini. Uang jajan Rp 25 dari orang tua saya waktu itu selalu saya pakai untuk membelanjakan kue Buroncong. Lumayan bisa mengganjal perut mungil saya. Penjual Buroncong memang banyak yang mangkal didepan sekolah. Menyadari putra tertuanya menyukai Buroncong, ibu saya, setiap hari minggu sepulang dari pasar membelikan saya kue ini.

Di mailing list Cikarang Baru, percakapan berkembang menyoal nama-nama lain Kue Buroncong di beberapa daerah. Ternyata meski bentuknya sama, namanya beda-beda. Ada daerah yang memberikan nama Gonjing, Bandros, Gandos (diduga inilah asal kata “Joss Gandos” itu 🙂 ). Wah, luar biasa. Kekayaan kuliner negeri kita memang sangat unik.

Ah, jadi kangen Buroncong..eh..Kue Pancong :))

 

Related Posts
KOTA DELTAMAS, MENGEMAS HARMONI KAWASAN HUNIAN DAN INDUSTRI DENGAN CITARASA BERKELAS
 Kehijauan rerumputan pada gerbang masuk Kota Deltamas (sumber) ak jauh dari tempat saya bermukim di Cikarang, Kota Deltamas hadir dengan daya pikat tersendiri yang memukau. Tidak hanya karena kawasan kota mandiri ...
Posting Terkait
SUKSES, PENYELENGGARAAN BLOGSHOP KOMPASIANA BERSAMA BLOGGER BEKASI
Hari Sabtu, 14 November 2009 bersama Pak Eko Eshape (wakil ketua Komunitas Blogger Bekasi) dan Pak Ceppi Prihadi saya berangkat dari Cikarang menuju STMIK Bani Saleh Bekasi, lokasi pelaksanaan Roadshow ...
Posting Terkait
MEMPERTANYAKAN TANGGUNG JAWAB DAN NURANI SANG PELAKU TABRAK LARI
aya terhenyak saat membaca berita yang tertera di mailing list Cikarang Baru setelah kami sekeluarga baru keluar menonton film "Brandal-Brandal Ciliwung"  Jum'at (17/8) sore. Saya memang baru menyalakan Blackberry dan ...
Posting Terkait
KEBEBASAN BEREKSPRESI DI INTERNET DAN DINAMIKA SOSIOLOGIS MASYARAKAT KITA
ada sebuah kesempatan ke Kota Palembang sebagai moderator dalam acara Blogilicious bulan lalu, saya sangat beruntung dapat "oleh-oleh" spesial DVD Film Linimasa dari mas Donny BU, dosen dan Senior Associate ...
Posting Terkait
PROGRAM CSR PT.CSI DIMULAI DENGAN PELETAKAN BATU PERTAMA RUANG KELAS SDN KARANGBARU 06 CIKARANG UTARA
endung menggelayut di langit Cikarang ketika saya bersama rombongan PT Cameron Service International (CSI) tiba di SDN Karang Baru 06, Cikarang, Kamis pagi (6/12). Dalam hati sempat terbersit rasa khawatir ...
Posting Terkait
SAPRI, OBSESI DAN PANGGILAN HATI
adi malam, Senin (27/5), saya bertemu dengan sahabat lama, teman aktivis seperjuangan di kampus  Tamalanrea (tahun 1990-1994) dan juga senior saya di Fakultas Teknik UNHAS, Muhammad Sapri Pamulu di rumah ...
Posting Terkait
MELESAT BAGAI KILAT BERSAMA TELKOMSEL FLASH
etbook saya si "Deliiani" (Dell Inspiron Mini 9) mendadak menjadi sangat mumpuni dan bagaikan "ngacir" menjelajah dunia maya ketika dalam internal modemnya saya pasangkan dengan kartu Telkomsel Flash. Daya ...
Posting Terkait
TAMPILAN BARU SITUS PESTA BLOGGER 2009
  Kawan-kawan, Secara resmi hari ini, kami dari jajaran "kabinet" Pesta Blogger 2009 meluncurkan tampilan terbaru Pesta Blogger 2009 yang lebih bagus dengan tambahan fitur-fitur seperti aggregator berita komunitas, forum diskusi (masih ...
Posting Terkait
SOLUSI KEREN UNTUK MATA KERING DAN LETIH
Sebagai blogger yang hampir tiap hari berhadapan dengan monitor computer , persoalan mata merah dan iritasi senantiasa menjadi “langganan” yang kerap kali saya alami. Beberapa kali saya mesti mengerjap-ngerjapkan mata ...
Posting Terkait
KANSAI PAINT DAN IKHTIAR MEWARNAI KEHIDUPAN
uaca di Sabtu pagi (26/4) begitu bersahabat. Sinar mentari menyapa hangat, memantulkan cahaya yang begitu menyilaukan pada barisan kaca gedung megah Plaza Bapindo, Jl.Jenderal Sudirman, Jakarta. Bergegas saya masuk menuju ...
Posting Terkait
KOTA DELTAMAS, MENGEMAS HARMONI KAWASAN HUNIAN DAN INDUSTRI
SUKSES, PENYELENGGARAAN BLOGSHOP KOMPASIANA BERSAMA BLOGGER BEKASI
MEMPERTANYAKAN TANGGUNG JAWAB DAN NURANI SANG PELAKU TABRAK
KEBEBASAN BEREKSPRESI DI INTERNET DAN DINAMIKA SOSIOLOGIS MASYARAKAT
PROGRAM CSR PT.CSI DIMULAI DENGAN PELETAKAN BATU PERTAMA
SAPRI, OBSESI DAN PANGGILAN HATI
MELESAT BAGAI KILAT BERSAMA TELKOMSEL FLASH
TAMPILAN BARU SITUS PESTA BLOGGER 2009
SOLUSI KEREN UNTUK MATA KERING DAN LETIH
KANSAI PAINT DAN IKHTIAR MEWARNAI KEHIDUPAN

10 comments

  1. Huaaaa….ini makanan kesukaan keluarga…..kalau kami menyebutnya kue rangin. kemarin waktu lebaran eksperimentasi bikin kue rangin durian……hehe

    1. Wah..jadi pengen nih ngerasain Rangin alias Buroncong ala duren. Pasti enak banget tuh! Thanks mas udah mampir sampai ketemu di Sidoarjo yaa

  2. Ini kue Favoritku sejak kecil.., tetangga di Makassar ada yg jualan Buroncong, tiap hari pasti singgah dirumah.., Btw nama lainnya kok Rada serem ya..”Pancong” 😀

Leave a Reply to inspirasiku Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *