IN MEMORIAM NITA FEBRI : SEMANGAT DALAM KETERBATASAN

Tak perlu menunggu kaya..
Tak perlu menjadi hebat
Untuk bisa sekedar berbagi..
tebarkan semangat lewat ngeblog!

(sumber : Blog Almarhumah Yusnita Febri, 27 Oktober 2011)

Hari ini, Rabu,16 November 2011, saya menerima sebuah kabar sedih. Yunita Febri atau akrab disapa Nita, seorang blogger yang mengalami keterbatasan dalam hal pendengaran namun memiliki berlimpah semangat untuk terus maju dan belajar, telah berpulang. Walau baru 3 kali bertemu langsung dengan Nita dalam event Pesta Blogger 2010, Blogilicious Jakarta 2011 dan ASEAN Blogger chapter Jakarta Meet-Up 2011, namun saya selalu terkesan pada spirit yang selalu menyala dimatanya.

Foto yang saya pajang diatas saya ambil dari blog Nita di Multiply saat penyelenggaraan kegiatan Blogilicious Jakarta, sebuah event seminar dan workshop blog yang digagas oleh IDBlognetwork dimana saya menjadi salah satu pembicaranya. “Sudah lama nih pengen foto sama Pak Amril, ayo foto bareng dong pak,” ajaknya dengan mata berbinar. Saya pun dengan senang hati menyanggupinya. Setelah itu kami sempat berbincang tentang perkembangan blog di Indonesia, istilah-istilah yang kerap Nita tidak ketahui tentang blog dan banyak hal lainnya. Antusiasmenya untuk belajar hal-hal baru sangat luar biasa. Saya kagum atas keuletan yang dimilikinya tanpa harus terpaku pada keterbatasan yang dimiliki.
“Tidak hanya kamu lho Nit yang perlu belajar sama saya tentang blog, sebaliknya saya juga perlu belajar banyak dari kamu,” kata saya tulus dengan pelan dan suara sedikit agak kencang disela-sela hiruk pikuk ruangan Blogilicious.

“Kok bisa sih Pak Amril? Apa yang bisa dipelajari dari saya?” sahutnya agak rikuh.

‘Semangatmu, Nit. Semangatmu adalah inspirasi saya selalu untuk terus selalu belajar tanpa harus merasa rendah diri dan terbelenggu karena keterbatasan fisik. Ini sebuah modal dashyat untuk terus berbagi ilmu dan pengalaman melalui blog. Moga-moga spirit ini bisa Nita pertahankan terus,” jawab saya penuh keyakinan.

Nita terlihat sedikit tersipu. “Saya ini bukan apa-apa pak, masih banyak yang lebih baik dan lebih hebat dari saya,” sahutnya merendah.

Ya, Nita memang istimewa. Dengan lugas, jujur dan terbuka ia mengungkapkan jati diri, termasuk keterbatasan yang dimilikinya di blognya. Lihatlah bagaimana dia menulis dengan tegar pada pengantar blognya:

 

Seseorang yang mengalami gangguan pendengaran di usia 10 th. Dimana Pendengaran saya mengalami gangguan dengar sebesar 93 dB (Decibel) di kanan-kiri. Jadi hanya suara-suara keraslah yang masih bisa kudengar.

Untuk komunikasi mesti dibantu dengan Alat Bantu Dengar (ABD)/Hearing Aid. Walaupun pendengaranku terganggu, namun aku sama dengan kalian yang “Normal”.

Aku masih bisa mendengar dengan Alat Bantu Dengar, berkomunikasi seperti kalian dan tentunya akupun punya hati untuk merasakan.

Mudah-mudahan dengan blog ini bisa berbagi dan bisa lebih banyak mengenal dengan orang-orang, dan tentu saja blog ini tempat saya bercerita tentang apapun di sekitar saya melalui sudut pandang saya sebagai orang yang mengalami gangguan dengar..

Salam..

-Nita-

Sayang sekali saya tidak sempat berbincang banyak dengan Nita saat pertemuan terakhir kami dalam ASEAN Blogger Meet-up dan Workshop bulan Agustus 2011 silam. Meskipun begitu, Nita telah berbincang tentang banyak hal, tidak hanya pada saya, tapi semua pengunjung blog yang setia membaca kisah-kisahnya. Nita yang ceria,ramah dan penuh vitalitas dalam kopdar Komunitas Blogger Multiply lalu dinobatkan menjadi Ratu Kopdar karena ia begitu rajin mengunjungi setiap even acara kopdar yang diadakan. Sebuah selempang bertulis “Ratu Kopdar” tersemat ditubuhnya. Prestasi dalam bidang menulis pun diraihnya ketika mendapatkan anugerah Pemenang Ketiga Writing Contest dalam Pesta Blogger 2010 lalu.

Hari ini saya sedih sekali, terlebih saat membaca posting di blognya dalam rangka memperingati Hari Blogger dengan pengantar yang saya kutip di awal tulisan ini yang menggambarkan betapa semangat Nita untuk terus ngeblog tak pernah surut.

Dalam artikelnya ia menulis begini:

Dua tahun sudah saya ngeblog, apa yang saya dapat dari tulis menulis tersebut.
Bila di ukur dari segi materi memang tak banyak. Tetapi bila yang dapat dari non materi itu semua berlimpah yang sudah saya dapatkan.

Betapa senangnya saya ketika menerima email dari orang lain yang ternyata memiliki gangguan dengar dan merasa yang saya tuliskan turut mewakili apa yang dirasakannya. Lalu betapa senangnya saya ketika melihat orang tergerak membantu kenalannya seorang anak yang mengalami gangguan dengar.

Hal yang tak saya lupakan terjadi tahun lalu di Pesta Blogger 2010. Dimana saya meraih juara 3 dalam writing contest. Saya bangga sebab yang tulisan yang saya sertakan dalam writing contest adalah tentang saya dan anak-anak yang terlahir mengalami gangguan dengar.

***

Saya semakin bersemangat menyuarakan tentang gangguan dengar. Mengabarkan bahwa tidaklah buruk mengakui mengalami gangguan dengar. Karena saya masih bisa beraktifitas sama seperti yang lain, berkomunikasi secara verbal. Hanya saja yang membedakan saya memelukan Alat Bantu Dengar (Hearing Aid) untuk bisa berkomunikasi dengan baik.

Dengan Ngeblog saya berbagi semangat kepada dunia dan mengatakan
“Haiii duniaa.. mengalami gangguan dengar bukanlah hal yang buruk.. Tetap Semangaat”

Ah, Nita..betapa luar biasa semangatmu dalam berbagi lewat blog. Saya mendoakan semoga Allah SWT menerima segala amal baik dan memberikan tempat terbaik untukmu disisiNya. Jasad Nita memang sudah terkubur hari ini, tapi semangat dan spirit yang dimilikinya tetap menyala menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk terus maju.

Selamat jalan, Nita..

Sumber foto diambil dari Blog Katerina dan Blog Yusnita 

Related Posts
BERBAGI PENGALAMAN DALAM PELATIHAN JURNALISTIK HIMPUNAN MAHASISWA SIPIL UNHAS 2016
Hari Sabtu (24/9), cuaca terlihat begitu bersahabat saat saya tiba di Kampus baru Fakultas Teknik UNHAS di Gowa. Ini adalah kali kedua saya menginjakkan kaki di kampus tersebut, setelah sebelumnya ...
Posting Terkait
SAMPAI KETEMU DI BLOGILICIOUS MEDAN !
Setiap akhir minggu di bulan September ini, selalu menjadi waktu-waktu sibuk buat saya bersama para blogger. Awal September, saya menghadiri Blogilicious di Maros, pada tanggal 8 September 2012 (Sabtu) saya ...
Posting Terkait
SARUNGAN ? SIAPA TAKUT ?
Sekitar tahun 1996 (11 tahun silam, tanggal tepatnya saya lupa), ketika itu saya masih kost di daerah Klender-Jakarta Timur dan bekerja sebagai salah seorang karyawan di PT.KADERA-AR INDONESIA Pulogadung.Bersama 4 ...
Posting Terkait
“GEBRAKAN” SASTRA DARI MAKASSAR
Media citizen journalism Panyingkul! (www.panyingkul.com), kafe baca Biblioholic, penerbit Nala Cipta Litera dan Forum Tenda Kata meluncurkan inisiatif Sastra dari Makassar, upaya yang dikerjakan secara independen dengan mengandalkan partisipasi lembaga ...
Posting Terkait
JELAJAH GIZI 2015 (2) : MENGUAK POTENSI PANGAN, KEKAYAAN NUTRISI DAN KEARIFAN LOKAL DI PULAU DEWATA
agi baru saja merekah di Ubud, Sabtu (31/10),  saat dua bis berukuran sedang yang membawa rombongan Jelajah Gizi bergerak menuju pelabuhan Benoa dari Hotel Grand Sunti. Cahaya matahari nan hangat ...
Posting Terkait
APLIKASI ANAK CERDAS & GELIAT RIUH GENERASI PLATINUM
nam tahun silam, saya pernah menulis mengenai fenomena generasi platinum. Sebuah generasi yang oleh, Alzena Masykouri psikolog asal Universitas Paramadina memiliki kemampuan tinggi dalam mengakses dan mengakomodir informasi sehingga mereka memiliki kesempatan ...
Posting Terkait
KUPAT TAHU MANG OMAN CIKARANG, MEMANG “SESUATU BANGET” !
alah satu gerai kuliner kegemaran saya di perumahan Cikarang Baru adalah Kupat Tahu Bandung Mang Oman yang berlokasi di Jl.Rusa Raya No.47. Seusai berenang bersama anak-anak di Kolam renang Jababeka ...
Posting Terkait
PENTAS “I LA GALIGO, ASEKKU!” : MANIFESTASI KEARIFAN LOKAL DALAM KARYA TEATRIKAL YANG MEMUKAU
etelah mengarungi kemacetan panjang akhir pekan, saya akhirnya tiba juga di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jum'at malam (13/5). Di tempat ini saya akan menyaksikan pentas "I La ...
Posting Terkait
STRATEGI JITU MELAMPIASKAN NGIDAM
Sejak Istri saya dinyatakan hamil oleh dokter--setelah penantian kami yang cukup panjang selama 3 tahun--maka sebagai suami yang berbahagia (karena perkasa) telah berhasil "membuahi" istri tercinta, saya begitu bersemangat memanjakan ...
Posting Terkait
MENIKMATI PESONA PERUMAHAN BINTARO JAYA DALAM ONE DAY BLOGGER TOUR
atahari bersinar begitu cerah di Hari Sabtu (22/6) ketika saya bersama sejumlah blogger berkumpul di fX Plaza Jl.Jenderal Sudirman Jakarta Selatan untuk berkumpul kemudian bersama-sama berangkat menuju Perumahan Bintaro Jaya. ...
Posting Terkait
BERBAGI PENGALAMAN DALAM PELATIHAN JURNALISTIK HIMPUNAN MAHASISWA SIPIL
SAMPAI KETEMU DI BLOGILICIOUS MEDAN !
SARUNGAN ? SIAPA TAKUT ?
“GEBRAKAN” SASTRA DARI MAKASSAR
JELAJAH GIZI 2015 (2) : MENGUAK POTENSI PANGAN,
APLIKASI ANAK CERDAS & GELIAT RIUH GENERASI PLATINUM
KUPAT TAHU MANG OMAN CIKARANG, MEMANG “SESUATU BANGET”
PENTAS “I LA GALIGO, ASEKKU!” : MANIFESTASI KEARIFAN
STRATEGI JITU MELAMPIASKAN NGIDAM
MENIKMATI PESONA PERUMAHAN BINTARO JAYA DALAM ONE DAY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *