PUISI : PADA SEPOI ANGIN DI BERANDA (Selamat Ulang Tahun Ananda Alya Dwi Astari Gobel)

Putriku sayang, apa yang sedang kau lamunkan di serambi depan menjelang senja?

sepoi angin menggoyang-goyangkan beberapa helai rambut di keningmu

dan kau tersenyum sekilas menyaksikan mentari tenggelam

menyisakan cahaya redup keemasan dibalik tembok kusam rumah kita

membias di kelam pucuk-pucuk daun jambu

Tak ada kecemasan dimata indahmu, seperti harapan yang selalu kami, ayah dan ibumu

lantunkan pada doa-doa sederhana seusai sholat, saat mengecup dahimu sebelum tidur

atau ketika menyaksikanmu melangkah ringan menuju gerbang sekolah bersama kakakmu

kami, orangtuamu, selalu menyemai asa di setiap jejakmu dan jalan hidup yang kau pilih

Pada sepoi angin di beranda, putriku sayang

kami melihat mimpimu terbang melayang jauh ketika matamu terkatup

menghayati kesejukan desirannya menerpa pipimu yang ranum

menikmati setiap detik yang berlalu dan ketika usiamu bertambah setahun

Putriku sayang, betapa karunia Illahi meliputi seluruh semesta

termasuk berkah dan kasihNya untukmu, untuk kita semua

juga wujud cintaNya melalui kami, ayah, ibu serta kakakmu

yang bahagia menyaksikanmu tumbuh mewarnai kehidupan, menata helai kenangan,

dan merangkum segala keinginan yang bertahta di benakmu

seraya mengalirkan kehangatan tak terlupakan

yang menyertaimu meniti waktu dan menjelajahi musim demi musim

bersama sepoi angin di beranda..

 

Selamat Ulang Tahun ketujuh, Putriku Sayang

Cikarang,10 November 2011 

 

Related Posts
PUISI : PEKIK RINDU CAMAR PUTIH DI DERMAGA FREMANTLE
eperti sebuah isyarat, kita telah menyaksikan langit biru mengirimkan pertanda itu lewat pekik pilu camar yang terbang lalu hinggap di pelataran dermaga sayap putihnya mengepak indah sembari mata tajamnya melirik piring berisi ...
Posting Terkait
PUISI : KOTA KECIL DAN KEHENINGAN ITU
Senyap yang menggantung pada kelam kota kecil kita Adalah desah nafas rindu yang kita tiupkan perlahan pada langit, bulan separuh purnama, rerumputan pekarangan dan desir angin yang mengalir lembut menerpa pipimu yang telah basah ...
Posting Terkait
PUISI : SEBARIS BIANGLALA DI SELASAR JIWA
Kelam langit senja telah membawa kita Pada sebuah cerita tentang kenangan yang terdampar di sudut hati tentang cinta yang mengapung rendah antara harapan dan kenyataan serta  sebait kidung lirih bersenandung dengan syair rindu ...
Posting Terkait
PUISI : ELEGI DINI HARI
Sepi Malam dan Kerik Jengkerik di Beranda Adalah dendang nyanyian rindu terlukis diam-diam pada rangka langit dan bintang yang mendelik cemburu sementara embun luruh perlahan menyentuh pucuk rerumputan, kaca jendela, helai daun, juga bening mataku ...
Posting Terkait
Ya Allah, Pada Teduh MaghfirahMU Aku luluh terharu dalam sujud panjang Mengharap ampunan dan RidhaMU yang tak bertepi Pada bentang cakrawala, lengkung bianglala, bening kilau embun direrumputan bahkan pada jernih airmataku yang menitik pelan diujung sajadah di ...
Posting Terkait
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
Semburat cahaya senja merah jingga menerpa sendu wajahmu ketika jemari lentikmu lemah menuding langit Pada sebuah titik yang engkau namakan "ujung penantian" dan tak pernah bisa kumaknai secara jelas apakah itu akan menjadi akhir ...
Posting Terkait
PUISI : SERENADE LOSARI
Kaki langit tempat segala harapan kita berlabuh Serta kepak camar menyapa cakrawala Adalah muara segala impian yang telah kita rajut rapi Bersama desir rindu dan riak semangat Membangun rumah bersahaja tempat kita senantiasa pulang Dan ...
Posting Terkait
PUISI :  PADA TETES PERTAMA EMBUN PAGI RAMADHAN
Pada tetes pertama embun pagi bulan Ramadhan tahun ini Kita menyaksikan pantulan cinta tak bertepi dariNya yang memancar kemilau dari kebeningan permukaan di rerumputan menyongsong fajar yang muncul malu-malu seusai Subuh dengan getar pesona ...
Posting Terkait
SAJAK UNTUK LELAKI TEGAR DARI BATUSITANDUK
: untuk almarhum Maksum.A.Kararok  Kita telah mengurai malam, mempelajari makna yang ada di baliknya dengan hati riang Kita juga telah menelaah setiap siang bersama teriknya yang membakar tubuh bersama sungging senyuman Kita telah ...
Posting Terkait
PUISI : TENTANG DIA, YANG BERJARAK DENGAN RINDU PADAMU
Barangkali, kepanikan yang melanda dirimu hanyalah serupa gerhana yang melintas sekilas lalu pergi meninggalkan sebaris jelaga di hatimu bersama tangis getir disepanjang jejaknya Sementara dia, yang berjarak dengan rindu padamu tersenyum sembari membawa cahaya musim semi meninggalkan ...
Posting Terkait
PUISI : PEKIK RINDU CAMAR PUTIH DI DERMAGA
PUISI : KOTA KECIL DAN KEHENINGAN ITU
PUISI : SEBARIS BIANGLALA DI SELASAR JIWA
PUISI : ELEGI DINI HARI
PUISI : LURUH DALAM TEDUH MAGHFIRAH-MU
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
PUISI : SERENADE LOSARI
PUISI : PADA TETES PERTAMA EMBUN PAGI
SAJAK UNTUK LELAKI TEGAR DARI BATUSITANDUK
PUISI : TENTANG DIA, YANG BERJARAK DENGAN RINDU

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *