ASURANSI BUMIPUTERA, UNTUK MASA DEPAN YANG CERAH DAN MENJANJIKAN

Makassar 1989

“Ayo ikut!,” kata ayah seraya menggamit tangan saya untuk berjalan dibelakangnya. Saya yang masih kebingungan saat ini sedang berada dimana tak bisa berkata apa-apa. Hanya mengikuti petunjuk ayah dengan patuh. Setelah memastikan motor dinas yang kami pakai tadi sudah dalam kondisi “aman dan baik-baik saja”ditempat parkir, kami lalu berjalan perlahan menuju gedung yang berada didepan kami. Saya baru saja selesai menamatkan pendidikan SLTA waktu itu. Dan saat melihat ke sebuah papan nama yang bertuliskan nama sebuah perusahaan asuransi, saya segera paham untuk apa kami kesana dengan mengaitkan di saat tersebut, tidak lama lagi saya akan memasuki jenjang universitas dan tentu membutuhkan biaya tidak sedikit.

Tak lama kemudian kami memasuki sebuah ruangan yang agak besar untuk pengajuan aplikasi. “Duduk disini ya, jangan kemana-mana tunggu ayah kesana dulu sebentar,”kata ayah saya sembari menunjuk sebuah kursi kosong. Saya duduk disitu dan tak lama kemudian, ayah saya kembali dengan wajah bersinar seraya membawa sebuah amplop. Beliau duduk dikursi kosong disamping saya dan berbisik pelan. “Gapai semua impian dan cita-citamu nak, ayah akan bantu mencapainya salah satunya dengan asuransi pendidikan yang sudah ayah siapkan buat kalian, anak-anak tercinta, sejak kalian masih kecil dulu. Sedikit demi sedikit dari hasil kerja keras ayah sebagai pegawai negeri sipil. Hari ini, kita langsung bayar pendaftaran biaya masuk kuliahmu di UNHAS ya nak,” kata ayah lirih ditelinga saya dan seketika membangkitkan keharuan mendalam di batin saya. Sampai kini.

Cikarang 2009

20 tahun kemudian, saya seperti mengalami De Ja vu’ .

Saat membayar biaya pendaftaran masuk sekolah dasar Islam terpadu An-Nur Cikarang untuk putra sulung saya, Rizky dengan menggunakan dana asuransi pendidikan Bumiputera saya kembali merasakan sensasi serupa. Kali ini, saya seakan berada dalam posisi ayah saat 20 tahun silam, menunaikan tanggung jawab sebagai orang tua, mengawal dan membantu anak-anak saya menggapai mimpi dan cita-citanya dengan mempersiapkan lebih awal dana untuk pendidikannya.

Sejak Rizky lahir tahun 2002, saya langsung mengikut sertakan dirinya dalam program Asuransi Pendidikan Bumiputera. Kebetulan saja, kawan saya main tenis waktu kami sekeluarga mengontrak rumah di Taman Aster Cibitung, Pak Soekirno WS, adalah agen Asuransi Bumiputera. Setelah berdiskusi panjang dengan beliau mengenai manfaat yang akan saya peroleh dengan mengikutsertakan anak saya dalam program Asuransi Pendidikan, apalagi ketika itu ada promosi program Asuransi Jiwa sebesar Rp 100 juta, dengan mantap saya mendaftarkan diri dan menjadi nasabah.

Sejarah panjang yang dibangun Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera dengan semangat nasionalisme yang kental dan bergelora membuat saya memutuskan untuk “melestarikan” rasa cinta negeri itu dengan mengikuti program asuransi pendidikan yang juga sarat dengan makna cinta pada kedua buah hati saya. Seperti dikutip dari link ini :

AJB Bumiputera 1912 atau lebih dikenal dengan sebutan “Bumiputera” lahir dari haribaan pergerakan kemerdekaan Boedi Oetomo di Magelang, 12 Februari 1912. Sejarahnya digoreskan oleh tiga tokoh pendiri yang punya idealisme dan berpikiran jauh ke depan; M Ngabehi DwidjosewojoMKH Soebroto dan M Adimidjojo.

Ketiga pendiri pejuang yang berprofesi  guru itu masing-masing menjabat sebagai Komisaris, Direktur, dan Bendahara pada awal berdirinya Bumiputera. Lalu R. Soepadmo dan M Darmowidjojo—keduanya guru Sekolah Rakyat—segera bergabung bersama ketiga Pendiri lainnya, mereka tercatat sebagai Pemegang Polis yang pertama.

Dari tempat asalnya di kota Magelang dengan bangunan kantor yang sederhana, kantor Bumiputera pindah ke Yogyakarta pada tahun 1921. Pada tahun 1958 Kantor Pusat dipindahkan ke Jakarta. Hingga saat ini Buniputera bermarkas di gedung berlantai 21 Wisma Bumiputera, Jalan Jend Sudirman. Kav 75. Jakarta

Kerja keras yang telah dibangun hampir seabad lamanya memberikan kontribusi luar biasa bagi reputasi perusahaan Asuransi asli bangsa Indonesia ini untuk bekerja secara profesional, tidak hanya bagi kelangsungan hidup perusahaan dan nasabahnya, namun yang paling penting memberikan sumbangsih nyata untuk negeri tercinta melalui spirit kebangsaan.

Asuransi pendidikan yang saya ikutkan untuk anak saya, selain sebagai pilihan investasi terbaik, juga merupakan wujud keinginan saya untuk melindungi masa depan mereka jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada saya sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah.

Saya mempercayai keikutsertaan sebagai nasabah Asuransi Bumiputera  ini tak hanya menjadi wujud cinta namun lebih dari itu, ini sebuah upaya sederhana saya untuk “menjaga” dan mengawal cita-cita kedua anak saya menggapai harapannya. Sama halnya seperti yang dilakukan oleh ayah saya dengan mengumpulkan hasil jerih payah dan keringatnya, sedikit demi sedikit demi membangun impian dimasa depan, untuk saya dan ketiga adik saya.

Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia membuat saya mesti berhitung lebih cermat agar apa yang saya siapkan sebagai investasi masa depan pendidikan kedua buah hati saya bisa tercukupi secara optimal. Menarik sekali uraian yang saya peroleh dari link ini mengenai ilustrasi semakin meningkatnya biaya pendidikan anak dari tahun ke tahun di Indonesia:

Jika anak Anda berusia 7 tahun dan ingin mencapai jenjang pendidikan S3 (total waktu pendidikan 23 tahun), dengan asumsi tingkat inflasi biaya pendidikan 12%/tahun, dan penentuan biaya pendidikan per tahun menggunakan standar Angka Biaya Pendidikan (ABP) saat ini, maka dengan menggunakan rumus “Future Value of an Annuity” total biaya yang harus Anda keluarkan adalah sekitar Rp 4,3 miliar.

Jika anak Anda ingin dididik sampai jenjang S2, maka total biaya yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 1,8 miliar. Jika hanya sampai S1, maka total biaya yang dikeluarkan adalah sekitar Rp 1,2 miliar. Jika hanya sampai SMA, maka total biaya yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 290 juta. Jika hanya sampai SMP, maka total biaya yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 116 juta. Dan, jika hanya sampai SD, maka total biaya yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 43 juta.

Asumsi total waktu pendidikan adalah 23 tahun, dengan rincian: Waktu pendidikan S3 adalah 4 tahun, S2 adalah 2 tahun, S1 adalah 5 tahun, SMA adalah 3 tahun, SMP adalah 3 tahun, SD adalah 6 tahun.

Dasar perhitungan biaya pendidikan adalah menggunakan standar Angka Biaya Pendidikan (ABP) yang REAL pada saat ini. ABP untuk SD saat ini sekitar Rp 5,340,000/tahun/siswa. ABP untuk SMP saati ini sekitar Rp 10.900.000/tahun/siswa. ABP untuk SMA sekitar Rp 18.650.000. ABP untuk Mahasiswa S1 sekitar Rp 35.900.000/tahun/orang. ABP untuk Mahasiswa S2 sekitar Rp 43.500.000/tahun/orang. ABP untuk Mahasiswa S3 sekitar Rp 60.100.000/tahun/orang.

Angka Biaya Pendidikan (ABP) di atas timbul jika anak Anda bersekolah atau kuliah di sekolah/universitas yang standar, bukan di sekolah/universitas berstandar internasional atau di luar negeri. ABP itu bisa disesuaikan dengan kondisi real biaya pendidikan di daerah masing-masing.

Penentuan “Tingkat Inflasi Biaya Pendidikan” dihitung dari tingkat Inflasi Indonesia saat ini (sekitar 6% per tahun) dikalikan 2. Sebagai informasi, rata-tata tingkat inflasi di Indonesia selama 30 tahun adalah sekitar 10% per tahun.

Menyadari fakta tersebut, saya mulai merencanakan biaya pendidikan kedua anak saya dengan menjadikan Asuransi Bumiputera sebagai salah satu alternatif perencanaan pembiayaan mereka, saat Rizky & Alya lahir, disesuaikan dengan budget dan kemampuan yang saya miliki. Saya mempelajari berbagai opsi investasi akhirnya saya memutuskan untuk mempercayakan Asuransi Bumiputera  untuk mengelola dana yang saya siapkan untuk bekal biaya pendidikan anak saya kelak.

Alhamdulillah, saat Rizky dan Alya masuk SD, biaya pendidikan sudah tersedia dari Asuransi Bumiputera dengan prosedur pencairan yang praktis dan tidak rumit. Kelak saat masuk SMP, SMA dan Universitas, dana pendidikan untuk mereka juga sudah tersedia tentu saja termasuk proteksi jika sewaktu-waktu saya mengalami sesuatu yang tak diinginkan. Jalinan birokrasi yang ribet dalam hal pencairan dana nasabah asuransi yang selama ini tergambar dibenak langsung terhapus ketika dana untuk biaya pendidikan masuk SD untuk putra pertama saya Rizky diserahkan dengan cepat dan mulus. Saat membayar di kasir pendaftaran SD, mata saya mendadak berkaca-kaca. Terbayang bagaimana ayah saya mengumpulkan sedikit demi sedikit hasil keringatnya untuk ditabung bagi asuransi pendidikan untuk saya dan adik-adik saya. Saya mengelus pelan kepala Rizky sembari diam-diam berharap, agar kelak saya bisa diberikan kekuatan dan kesehatan, hingga menyaksikan ia dan Alya, adiknya mencapai jenjang pendidikan tertinggi, sesuai cita-citanya.

Yang menarik adalah konsep kemitraan berbasis usaha bersama yang dianut Asuransi Bumiputera menyertakan komitmen emosional para nasabahnya untuk secara kolektif ikut membangun serta mengembangkan bisnis Asuransi dengan partisipasi secara aktif. Seperti yang diungkap dalam link ini:

Asas mutualisme yang kemudian dipadukan dengan idealisme dan profesionalisme pengelolanya, merupakan kekuatan utama Bumiputera hingga hari ini. Keunikan suatu ~usaha bersama~ yang patut dibanggakan.

TIDAK seperti perusahaan lain yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) Bumiputera 1912 sejak awal pendiriannya menganut model kepemilikan yang unik, berbentuk usaha bersama. Dengan model ini semua pemegang polis sejatinya adalah pemilik perusahaan yang menunjuk wakil mereka untuk duduk di Badan Perwakilan Anggota.

Istilah bentuk `usaha bersama` berasal dari bahasa Belanda onderling yang dalam bahasa Inggris dipadankan dengan kata `mutual`. Bumiputera terlahir dengan roh perjuangan, idealisme yang dijiwai semangat perjuangan. Semangat juang yang penuh idealisme merasuki para Bumiputerawan yang dimulai oleh tiga orang guru sebagai pendirinya. Salah satunya Sekretaris Boedi Oetomo, Dwidjosewojo.

Pemikiran para pendiri saat itu sangat simple, ingin memperbaiki tatanan ekonomi para guru di zaman Hindia Belanda. Jadi nilai-nilai perjuangan itu takarannya adalah kebangsaan. Dengan semangat juang yang penuh idealisme inilah yang merasuki para Bumiputerawan sejak berdirinya sampai kini. Roh kebersamaan itu ada mulai pucuk pimpinan hingga segenap karyawan yang diimplementasikan dalam bentuk ketulusan dan keiklasan dalam bekerja mengelola perusahaan.

Bentuk usaha mutual ini ternyata membawa berkah bagi kesinambungan perusahaan, rasa kebersamaan yang terjalin di perusahaan ini karena didorong bentuk ~mutual~ usaha bersama, yang akhirnya memperkuat organisasi ini, yang menjadikan kualitas kebersamaan menjadi kekuatan tersendiri.

Konsep ini menjadi menarik dimata saya karena terbukti hingga saat ini, ditengah terjangan krisis dan tantangan sepanjang perjalanan republik ini, Asuransi Bumiputera tetap berdiri tangguh dan kuat. Dengan aset lebih dari 13,5 triliun, mengelola sekitar 5,2 juta pemegang polis/anggota, mempekerjakan lebih dari 30.000 tenaga kerja, memiliki 500-an jaringan kantor di seluruh Indonesia, dan dalam 10 tahun terakhir menunaikan kewajiban membayar klaim triliunan rupiah setiap tahunnya, menjadi sebuah pencapaian yang spektakuler memasuki usia se-abad..

Sebagaimana diungkap pada tautan ini:  Semua itu sungguh bukan pencapaian yang mudah di tengah keterbatasan – karena Bumiputera tidak memiliki akses permodalan sebagaimana pada perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas, dan tidak pernah memperoleh bantuan finansial dari pemerintah lantaran Bumiputera bukan BUMN. Bumiputera, Implementasi Pasal 33 ASURANSI Jiwa Bersama Bumiputera 1912, didirikan oleh pendekar- pendekar pendidik di tanah air dalam situasi penjajahan, dengan tujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia, diawali kesejahteraan guru-guru bumiputera.

Perjalanan panjang sejarah perusahaan ini, merupakan bukti komitmen pendiri yang mampu diteruskan para penerusnya. Perusahaan ini tumbuh dan berkembang seiring dengan perjuangan bangsa Indonesia, baik di saat penjajahan maupun setelah kemerdekaan. Bumiputera dapat melewati berbagai gejolak yang terjadi di tanah air.

Saya kian yakin dan percaya untuk mempercayakan masa depan pendidikan kedua anak saya kepada Asuransi Bumiputera yang dengan gigih telah berjuang secara profesional menjadi sosok Asuransi yang dibanggakan dan menjadi produk asli bangsa Indonesia. Saya bangga menjadi nasabah, sekaligus pemilik usaha ini.

Semoga Asuransi Bumiputera kian sukses dalam mengelola bisnisnya menjelang usia seabad dan tetap menjadi kebanggaan kita semua, bangsa Indonesia.

Maju terus Asuransi Bumiputera !!

GIVE AWAY CONTEST :

Give Away Contest yang saya sajikan diblog ini, akan memilih 3 komentator terpilih yang masing-masing akan memenangkan satu buah handphone Android Samsung Galaxy Mini serta dua voucher senilai Rp 500 ribu. Komentar yang masuk atas artikel ini akan dinilai berdasarkan ketentuan yang dituliskan dibawah ini:

  1. Peserta yang ikut harus memiliki akun aktif di Twitter
  2. Follow @bumiputera dan like fan page facebook.com/bumiputera1912
  3. Memberikan komentar atas artikel ini (termasuk menyertakan akun twitter diakhir komentar).
  4. Peserta menuliskan tweet “ayo ikuti  giveaway contest berhadiah Samsung Galaxy Mini http://bit.ly/u4uI6B  #100tahunbumiputera” mentioned ke @amriltg
  5. Komentar terbaik di posting ini mendapatkan hadiah berupa 1 unit HP Android Samsung Galaxy Mini dan 2 voucher senilai masing -masing Rp. 500.000.
  6. Batas waktu kontes sampai 23 Desember 2011 jam 24.00 WIB
Related Posts
BERSEPEDA DENGAN (SEPENUH) HATI
agi saya, aktifitas bersepeda bukan hanya merupakan sebuah kegiatan yang tidak hanya memiliki keuntungan bagi kesehatan namun lebih dari itu : sebuah romansa kenangan senantiasa menyertainya. Waktu masih bersekolah di ...
Posting Terkait
CATATAN DARI CSCP TRAINING 2013 : MEMBANGUN TATA KELOLA RANTAI SUPPLY YANG MUMPUNI
inggu lalu (29-31 Oktober 2013), saya akhirnya berhasil menyelesaikan materi pelatihan seluruh modul dari Certified Supply Chain Professional (CSCP) yang diselenggarakan oleh PQM (Productivity & Quality Management) Consultant di Hotel ...
Posting Terkait
DARI DEKLARASI KOMUNITAS BLOGGER ASEAN-INDONESIA: MENDUKUNG INTEGRASI ASEAN BERBASIS KERAKYATAN
Babak baru dalam jagad blog Indonesia telah dimulai tadi malam (10/5) setelah dilaksanakan Deklarasi Komunitas Blogger ASEAN-Chapter Indonesia. Bertempat di Kedai Es Teler 77 Jl.Adityawarman Jakarta Selatan dan dihadiri oleh ...
Posting Terkait
PUISI CINTA GOMBAL DARI MASA LALU
Dalam dua kesempatan liburan panjang bulan Desember lalu, saya dan istri bergotong royong merapikan arsip-arsip lama kami digudang yang terletak dikamar belakang. Dan luar biasa, kami--secara tak sengaja--menemukan arsip-arsip surat ...
Posting Terkait
LINTAS.ME BANGUN SINERGI KONSTRUKTIF BERSAMA BLOGGER
ari Sabtu pagi (16/3), saya bersama "pasukan" (istri dan anak-anak) menghadiri acara kopdar (kopi darat) yang diadakan oleh Lintas.Me bersama Komunitas Blogger Bekasi di Rumah Makan Wulansari 3 Bekasi Barat. ...
Posting Terkait
SEMANGAT BERBAGI BAHAGIA BERSAMA BLOGGER BEKASI
Langit begitu cerah, ketika kemarin sore (29/8) saya tiba di lokasi pelaksanaaan Buka Puasa bersama Blogger Bekasi di kantor RW Dusun 1 Desa Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Berbekal ...
Posting Terkait
TAHLILAN 40 HARI & PERKEMBANGAN KASUS TABRAK LARI ANANDA ZAHRA
asus Tabrak Lari yang menewaskan ananda Zahra Amelia Sanusi (seperti pernah saya tuliskan disini) tanggal 17 Agustus 2012 silam tampaknya sudah mendapatkan titik terang. Seusai acara Tahlilan 40 hari wafatnya ananda ...
Posting Terkait
HARBLOGNAS 2015 : MERAYAKAN KONSISTENSI, MERAWAT PERSISTENSI
elapan tahun sejak pencanangan Hari Blogger Nasional, aktifitas blogging tetap tak kehilangan gregetnya. Hari ini, rekan-rekan blogger se-Indonesia merayakan hari bersejarah itu dengan menyampaikan ucapan selamat di beragam kanal media ...
Posting Terkait
SEPERTI JANJI MATAHARI (Untuk Ananda Alya Dwi Astari)
Jejak lampau yang telah engkau lewati, anakku menjelma serupa cahaya mengiringi langkahmu kedepan seiring dentang usia dan gerimis November serta pendar bening bola matamu menatap jauh masa depan yang terbentang dan tak mudah Seperti janji ...
Posting Terkait
PENGAJIAN “3 IN 1” : KOMUNIKASI, PILAR KOKOH DALAM RUMAH TANGGA
elasa malam (10/4), kami sekeluarga menyelenggarakan pengajian "3 in 1" di rumah yang merupakan gabungan dari 3 hajatan yakni : Syukuran Ulang Tahun Perkawinan ke-13 (10 April) , Ulang Tahun ...
Posting Terkait
BERSEPEDA DENGAN (SEPENUH) HATI
CATATAN DARI CSCP TRAINING 2013 : MEMBANGUN TATA
DARI DEKLARASI KOMUNITAS BLOGGER ASEAN-INDONESIA: MENDUKUNG INTEGRASI ASEAN
PUISI CINTA GOMBAL DARI MASA LALU
LINTAS.ME BANGUN SINERGI KONSTRUKTIF BERSAMA BLOGGER
SEMANGAT BERBAGI BAHAGIA BERSAMA BLOGGER BEKASI
TAHLILAN 40 HARI & PERKEMBANGAN KASUS TABRAK LARI
HARBLOGNAS 2015 : MERAYAKAN KONSISTENSI, MERAWAT PERSISTENSI
SEPERTI JANJI MATAHARI (Untuk Ananda Alya Dwi Astari)
PENGAJIAN “3 IN 1” : KOMUNIKASI, PILAR KOKOH

51 comments

  1. Alhamdulillah, saya ikut AJB sejak anak pertama sy lahir dari tahun 2002. Pertama ikut2an almarhumah kakak, begitu kakak meninggal ternyata asuransinya langsung cair dan bisa menyekolahkan anak-anak almarhumah.
    Saya langsung ikut lagi anak kedua, kebetulan agen yang saya ikuti sangat kooperatif. Meskipun posisi saya di Cikarang dan keikutsertaan saya di Solo tidak menghalangi saya untuk ikut AJB Bumiputera.
    Maju terus AJB BP, diantara asuransi yang marak sekarang ini, saya yakin AJB BP tetap yang terbaik.

  2. pengalaman ini saya dapatkan dari adik teman kerja saya: saat orangtuanya kelimpungan untuk mendaftarkan anaknya disebuah perguruan tinggi negeri, teman berinisiatif tuk mencairkan asuransi pendidikan adiknya di asuransi bumi putera. saya yang tadinya hanya mengenal gedung bumi putera secara sepintas lalu karena hampir setiap hari melintasi gedung tersebut menuju tempat kantor akhirnya menjadi tertarik dan ikut mendaftarkan diri sebagai nasabah dari asuransi bumi putera

  3. Saat putri pertama saya lahir, hal yang cukup membebani pikiran saya adalah; “Apakah saya bisa memberikannya pendidikan yang cukup dan mengantarkannya ke gerbang kesuksesan dan kebahagiaannya kelak?” Dengan kondisi saya yang belum mapan, ketakutan ini terus saja membayang. Memiliki buah hati adalah anugerah. Di balik itu, ada pula tanggung jawab besar atas masa depannya. Bisakah saya membahagiakannya?

    Dunia pendidikan sangat penting, dan itulah yang mendorong saya mulai melirik dan mengamati program-program asuransi pendidikan yang ada. semua hadir dengan tawaran-tawaran menggiurkan, dengan benefit yang luar biasa. Sayang, premi yang harus dibayarkan juga luar biasa. Buat kantong saya, banyak hal yang harus lebih diutamakan ketimbang sebuah premi yang sedemikian besar.

    Untunglah seorang Sales marketing Bumiputera menanggapi keluhan saya dengan bijak. Bumiputera adalah asuransi bagi semua, katanya. Dengan telaten beliau menawarkan solusi yang begitu menenangkan. Beliau mencoba menghitung sebuah program asuransi pendidikan yang disesuaikan dengan budget yang saya miliki. Tentu dengan benefit yang tidak akan membuat saya (atau putri saya) akan menjadi Orang kaya baru di akhir program nanti. Tapi buat saya tidak masalah. Yang terpenting bagi saya, ada dana tercadangkan yang sudah disiapkan untuk pendidikan putri saya kelak. Dan itu sudah sangat membuat hati saya tenang.

    Alhamdulillah… dua putri saya sudah terlindungi dalam Asuransi Pendidikan Bumiputera sejak mereka lahir. Bahkan si Sulung sudah dua kali mendapatkan benefitnya untuk biaya masuk TK dan SD, dengan proses yang begitu mudah. Setiap masa benefit turun, saya tidak kerepotan sama sekali. Justru saya kaget karena petugas Bumiputera yang datang menjemput bola, mengingatkan saya atas benefit yang segera cair, lalu datang ke kantor untuk mengurus kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. semudah itu prosesnya.

    Terima kasih Bumiputera, semoga tetap menjadi asuransi andalan bagi masyarakat Indonesia.

    https://twitter.com/iwokabqary

  4. Waktu awal-awal menikah satu tahun yang lalu, saya tidak pernah berpikiran jauh mengenai masa depan calon anak-anak saya. Saya masih muda, dan saya tidak terpikir sama sekali mengenai bagaimana menyekolahkan anak saya kelak. Sampai kemudian saudara saya, yang juga agen salah satu asuransi, menawarkan suatu produk asuransi untuk kami. Saya baru sadar bahwa kami memang memerlukan perlindungan untuk masa depan, terutama biaya sekolah untuk anak-anak kami kelak.

    Saat ini saya sedang hamil anak pertama, dan artikel ini semakin membuka mata saya bahwa asuransi adalah salah satu usaha kita dalam rangka mempersiapkan masa depan yang terbaik untuk anak. Saya sangat tertarik dengan ilustrasi biaya pendidikan di atas. Apalagi, dari beberapa testimonial, saya menangkap bahwa Bumiputera memiliki service yang bagus. Semoga, dari tahun ke tahun, pelayanan Bumiputera tetap yang terbaik. Dan semoga Bumiputera semakin maju dan jaya.

    https://twitter.com/andiahzahroh

  5. Membayangkan besarnya biaya pendidikan yang harus disiapkan untuk setiap anak akan membuat pusing bukan kepayang. Soalnya jumlahnya begitu besar. bisa dibayangkan untuk seorang anak yang ingin melanjutkan pendidikan sampai jenjang s3 harus menghabiskan 4.3 miliyar.

    Jumlah itu, jika tidak dipersiapkan dan direncanakan dari sekarang akan membuat kewalahan. ujung ujungnya yang jadi korban adalah anak kita sendiri. Anak yang seharusnya bisa mengenyam pendidikan tapi karena biaya tak cukup jadi harus putus sekolah.

    Akan sangat bijak memang jika setiap orang tua mulai merencanakan pendidikan anaknya jauh hari sebelumnya.

    Pengalaman ini saya alami sendiri. Bagaimana orang tua kewalahan setengah mati untuk membiayai empat orang anaknya. umurku dan tiga saudara yang lainnya hanya berselang satu dua tahun. tiga orang kuliah dan satu sma.

    jika semuanya bersamaan ingin membayar uang kuliah, orang tua bingung setengah mati. Kalau mengharap gaji yang pas pasan itu tak mungkin. Hanya keberuntungan saja yang membuat saya dan saudara saudaraku bisa mengenyam pendidikan hingga sekrang.

    Dari pengalaman ini, memberikan kepada saya cerminan. Begitu pentingnya mempersiapkan dana pendidikan anak. Kalau asuransi bumiputera bisa menyiapkan itu, kenapa tidak.

    twitter: http://twitter.com/#!/armansyahrachim

  6. Suatu yang mudarat adalah ilusi dan suatu yang manfaat adalah solusi. Dimana Asuransi Bumiputera memberikan solusi tepat bagi nasabah dan calon nasabah dalam pengaturan system keuangan masa depan yang berwujud investasi asuransi. Penting bagi kita untuk mengetahui atau mendalami seluk beluk dari suatu asuransi dimana dewasa ini banyak asuransi yang hanya berorientasi pada segi profit tanpa menghiraukan (bahkan enggan) tuk merealisasikan obral janji. Ini yang membuat buruknya citra asuransi di Indonesia, walau hanya beberapa yang berbuat, semua terkena imbas negatif. Tetapi dengan disosialisasikannya kembali benefit dari asuransi, termasuk Asuransi Bumiputera yang di share di blog ini, saya jadi berfikir, “Ternyata asuransi memang bermanfaat untuk ke depan, walaupun saya masih single, sebuah momentum bagi saya untuk mempersiapkan semuanya sejak dini, untuk kehidupan saya nanti, untuk pendidikan anak-anak saya nanti, dan terutama untuk meng-back-up kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi atas diri saya nanti.” Thanks untuk Mas Amril yang telah memperkenalkan kepada kami, terutama saya pribadi Asuransi Bumiputera, tidak hanya dari segi benefit, tetapi lengkap dengan system, history, dan yang terpenting pandangan netral dari seorang Mas Amril Taufik Gobel terhadap sebuah asuransi membanggakan karya anak bangsa yang mendekati seabad usia. Karena tanpa membaca posting ini, tanpa tahu seluk-beluk Asuransi Bumiputera ini, saya tak akan berfikir untuk mempercayakan aset masa depan keluarga saya kepada Asuransi Bumiputera! Semoga dengan pengalaman yang ada, dengan nama baik yang telah dirintis sejak lama, Asuransi Bumiputera dapat selalu memberikan support dan solusi terbaik bagi nasabah dan calon nasabah!

    https://twitter.com/#!/Riqo_ZHI

  7. Jika anak Anda ingin dididik sampai jenjang S2, maka total biaya yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 1,8 miliar. Jika hanya sampai S1, maka total biaya yang dikeluarkan adalah sekitar Rp 1,2 miliar. Jika hanya sampai SMA, maka total biaya yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 290 juta. Jika hanya sampai SMP, maka total biaya yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 116 juta. Dan, jika hanya sampai SD, maka total biaya yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 43 juta.

    Perhitungan seperti diataslah yang mendorong Ibu saya sewaktu saya masih SMA untuk mendaftar di #AJB. Beliau sangat memperhatikan masa depan pendidikan anaknya sampai saya lulus kuliah D3 dan berlanjut transfer S1. Saya lulus Juni 2011 kemarin dan langsung kerja di Bank swasta di daerah saya. Alhamdulillah. Saya sangat berterima kasih kepada beliau yang sangat memperhatikan masa depan saya dan rela memotong gaji PNS nya untuk #AJB.

    Seperti #Iklan saya akan bilang, “IBU, You are my everything”
    Semoga Ibu sehat selalu dan diberi umur panjang serta kekuatan. Aamiin.

    #SelamatHariIbu untuk Ibu-Ibu Indonesia

    https://twitter.com/dhanz_ztya

  8. Salut dengan perjalanan Asuransi Bumiputera yang sudah seabad ini, dari cerita di atas serta pengalaman dari beberapa orang yang pernah bercerita padaku juga mengalami hal yang sama, hal ini menunjukkan bahwa Asuransi Bumiputera sangat PEDULI pada dunia PENDIDIKAN. Sebagaimana kita ketahui bahwa PENDIDIKAN adalah modal dasar pembentukan karakter bangsa, sehingga generasi-generasi bangsa ini mampu menjawab dan menyikapi tantangan-tantangan di era modern yang makin kompetitif, bangsa ini ternyata memiliki potensi yang luar biasa! dan wajib diberdayagunakan, salah satunya adalah PENDIDIKAN, ya sekali lagi PENDIDIKAN, Asuransi Bumiputera telah menjembantangi hal ini, dengan umur yang sudah sangat mapan bersama dengan bangsa yang besar ini, semoga Asuransi Bumiputera semakin akrab dengan masyarakat malah lebih intim. Dan saran saya, mungkin juga ada baiknya jika perusahaan ASURANSI BUMIPUTERA berbagi dengan anak-anak yang lain, yang notabene belum mencicipi pendidikan secara layak, salah satunya dengan kegiatan sosial, atau berangkali sudah pernah melakukannya?. Jadi intinya, ASURANSI BUMIPUTERA adalah “the best and the real”, (yang terbaik dan sangat nyata) ASURANSI yang pernah ada di negeri ini. Salut, Salam hormat untuk ASURANGSI BUMIPUTERA. terimakasih

    @daengoprek
    http://twitter.com/daengoprek

  9. Uraian yang menarik mas Amril. Pengalamannya dengan asuransi Bumiputera nyaris sama dengan yang saya alami.

    Bagi saya asuransi adalah Bumiputera. Begitulah yang ditanamkan ayah saat saya kecil dan mulai bertanya mengenai apa itu asuransi. Sedari kecil pula saya diberikan contoh bagaimana kami sekeluarga memperoleh keuntungan dengan menjadi pemegang polis asuransi Bumiputera. Yang saya ingat dari penjelasan ayah waktu kecil, asuransi Bumiputera itu terpercaya dan tak akan ingkar janji pada nasabahnya.

    Rupanya pemahaman saya yang sederhana mengenai asuransi saat kecil membekas di benak saya bertahun-tahun kemudian. Saat punya anak dan mulai berfikir untuk masa depan pendidikannya, hanya satu nama yang saya ingat yakni Bumiputera. Kebetulan saat itu tetangga sebelah rumah sudah lebih dulu menjadi nasabah asuransi Bumiputera, dan saya pun bisa leluasa bertanya secara detail kepadanya.

    Semua penjelasan tetangga itu kemudian dipertegas oleh agen asuransi bernama mbak Diah. Sayapun makin yakin dan sepakat mengambil paket asuransi pendidikan bagi anak saya sesuai kemampuan finansial kami.

    Waktu itu banyak juga yang bertanya mengapa saya ikut asuransi, apakah tidak lebih aman dengan menabung saja? Saya jelaskan masing-masing punya kelebihan, namun asuransi memberikan proteksi pada masa depan pendidikan anak saya. Sementara jika menabung di bank tidak ada perlindungan terhadap pendidikan anak.

    Kini Ihsan, anak saya sudah duduk di kelas 8 SMP. Alhamdulillah berkat kesertaan saya di asuransi Bumiputera, kami terbantu saat Ihsan butuh biaya sekolah yang kian hari makin mahal. Benar kata ayah saya dulu, Bumiputera tak pernah ingkar janji pada nasabahnya. Buktinya kami sudah menikmati benefitnya sejak Ihsan masuk TK, SD, hingga sekarang SMP.

    Entah apa jadinya jika saya tak mengikuti asuransi Bumiputera, kelimpungan mencari biaya pendidikan pastinya.

    Oya satu hal yang menurut saya menjadi kelebihan asuransi Bumiputera dibandingkan lainnya adalah sikap agennya yang sangat ramah dan helpful. Selama 13 tahun lebih ikut asuransi Bumiputera sudah dua agen yang melayani kami. Meski berbeda agen, namun keduanya memiliki kesamaan, ramah dan membantu. Karena dekat secara personal, mereka sudah seperti saudara bagi kami. Sentuhan personal yang seperti inilah menjadi salah satu alasan mengapa kami betah bersama Bumiputera.

    Rasa ‘feel at home’ tak bisa serta merta terbangun antara agen dengan nasabah kalau mereka tak ditanamkan ‘nilai-nilai’ oleh Bumiputera sendiri. Dan kami bisa merasakan para agen Bumiputera yang kami temui sudah bekerja dengan hati.

    https://twitter.com/syai_fuddin

  10. Asuransi,

    Terus terang untuk orang Indonesia kata asuransi mungkin masih belum terlalu familiar, apalagi dianggap perlu. Lihat saja masyarakat kelas menengah kita, ketika mendengar kata asuransi mereka akan menggeleng. Toh masih banyak kebutuhan lain yang lebih penting daripada “sekadar” asuransi.

    Hal lain yang menjadi kendala adalah skeptisme sebagian masyarakat kita bahwa asuransi itu gampang saat mendaftar tapi sangat susah ketika mengajukan klaim. Ini juga yang kemudian menjadi faktor kenapa masih banyak orang Indonesia yang berpikir dua kali ketika ditawarkan program asuransi.

    Berbeda di negara maju di mana asuransi menjadi sebuah keharusan. Ini tentunya menjadi tantangan berat untuk AJB Bumiputera sebagai penyedia asuransi tertua di Indonesia sekaligus sebagai produk dalam negeri. Bagaimana membuka mata masyarakat kita tentang pentingnya asuransi.
    Sejauh ini saya melihat berbagai program yang ditawarkan oleh Bumiputera cukup menarik dan bisa mengundang rasa ingin tahu orang untuk ikut berasuransi. Kebetulan saya juga adalah salah satu nasabah Bumiputera, mengambil program asuransi jiwa dan tentu saja asruransi pendidikan untuk anak-anak saya.

    Ketika pertama ditawarkan produk asuransi oleh sales dari Bumiputera, saya dan istri yang kebetulan banyak tanya merasa puas dengan penjelasan sang sales hingga akhirnya tanpa pikir panjang kami kemudian bergabung dengan asuransi Bumiputera. Setelah 5 tahun lebih bergabung dengan AJB Bumiputera, kami tidak menemukan kesulitan berarti. Pelayanan dari Bumiputera cukup memuaskan, bahkan dengan sang sales kami sudah seperti keluarga sendiri karena akrabnya.

    Semoga ini menjadi bukti kalau AJB Bumiputera memang asuransi terbaik di Indonesia.

    @iPulG_
    http://twitter.com/#!/iPulG_

  11. Siapa seh yang tidak ingin melihat anak-anaknya kelak nanti sukses? Saya yakin semua orang berkeinginan seperti itu. Membaca pengalaman di atas, memberikan banyak pelajaran. Pentingnya sebuah perencanaan, khususnya untuk anak-anak. Sering saya mendengar, orang tua yang merasa terbebani oleh biaya pendidikan anak, khususnya yang sudah masuk perguruaan tinggi. Asuransi bisa menjadi salah satu alternatif dalam mewujudkan mimpi anak yang akan membanggakan orang tua.

    Tak menyangka, ternyata asuransi bumi putera yang koantornya sering saya lewati itu sudah berumur satu abad ya? Salah satu asuransi yang dipercaya oleh banyak masyarakat Indonesia. Salah satunya oleh kakak saya juga, memasukan 2 keponakan saya itu ke asuransi bumi putera, Khansa dan Lala yang masih SD.

    Saya selalu merasa senang dan bangga ketika orang atau bidang usaha dalam negeri mampu menjadi raja di negaranya sendiri. Mereka tahu akan karakter orang Indonesia, jadinya usaha itupun dikembangkan dengan semangat dan kebutuhan orang indonesia. Bumi putera sebagai asuransi bisa memiliki 30.000an karyawan, yang pastinya salah satunya biasa datang ke rumah untuk memberikan layanan ‘jemput bola’ ke rumah saya untuk asuransi kedua ponakan saya tadi 😀 telah memberikan banyak kesempatan kerja mengembangkan karirnya.

    Nanti, saya juga akan memasukkan anak-anak saya masuk asuransi, yang terpercaya. Sepertinya bumi putera adalah pilihan yang tepat. Saya juga ingin merencanakan masa depan anak-anak saya kelak. Tak ada salahnya menyisihkan atau menabung untuk anak, karena hal itu tidak membuat beban berat di kemudian hari. Suatu saat saya akan tersenyum melihat anak-anak saya sukses meraih cita-citanya.

    Tidak ada kebahagian kecuali bisa memberikan kebahagian untuk anak, sekarang dan nanti.

    @kurniasepta | http://twitter.com/kurniasepta

  12. Baca tulisan Pak Amril ini, jadi tertarik untuk mendaftarkan Fadel dalam program Asuransi Pendidikan Bumiputera. Sukses terus, Asuransi Bumiputera!

  13. Bicara mengenai asuransi pada masyarakat indonesia adalah bicara mengenai pola pikir. Pola pikir sebagian besar masyarakat indonesia adalah asuransi = ribet , potongan besar, belum jelas manfaatnya.

    Untuk itu jika sebuah perusahaan asuransi mau besar & maju, tantangan terbesar mereka adalah bagaimana merubah cara pandang masyarakat.

    Pilihan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera mengandeng blogger sebagai sarana promosi adalah sebuah langkah cerdas dalam usaha merubah pola pikir sekaligus ajang promosi.

    Sumbang saran saya sebagai pekerja.. lakukan promosi ke pabrik-pabrik, ajak kerjasama HRD untuk sosilisasi & promosi serta lakukan program potongan langsung dari gaji.

    Sukses untung Daeng.. & sukses juga untuk Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera.

    Herfin https://twitter.com/#!/Veen22

  14. Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya, untuk bergabung dengan asuransi Bumi Putera dan mempercayakan pendidikan anak-anak saya. Saya harap itu belum terlambat.

    Asuransi = ribet ! Itulah yang pertamakali terlintas dipikiran saya, ketika ada yang menawarkan asuransi. Bagaimana tidak, saya mendapatkan banyak kusulitan ketika ingin mengklaim premi yg selama ini saya bayar untuk mengasuransikan kesehatan istri saya.

    Ingin rasanya saya berhenti menjadi nasabah asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan untuk kedua anak saya, diperusahaan asuransi dimana saya mendaftarkan asuransi kesehatan istri saya. Tapi yang ada, saya rugi. Sekarang tidak ada alasan untuk tidak berhenti jadi nasabah perusahaan asuransi tersebut.
    Saya tidak ingin mendapatkan kesulitan yg sama kelak, jika ingin mengklaim apa yg sudah saya persiapkan bertahun-tahun sebelumnya untuk pendidikan kedua anak saya.

    Mudah-mudahan asuransi pendidikan Bumi Putera menjadi solusi yang terbaik. Aamiin

  15. saya sebenarnya selalu berpikir,kelak klo sdh punya anak bisa tidak ya sekolah yang jauh lebih baik dari saya??mengingat perjalanan pendidikan saya yg penuh perjuangan tanpa bisa menikmati kemudahan dengan adanya asuransi pendidikan dan sebagainya karena orang tua serba pas-pasan.
    membaca artikel ini, ada harapan besar “BUMI PUTERA” bisa membantu saya untuk mengantar anak saya kelak memperoleh pendidikan yang jauh lebih layak.
    Maju Terus BUMIPUTERA!!!
    andi ampa mahasiswa UNHAS)
    akun twitter @etosAMPA
    https://twitter.com/#!/etosAMPA

  16. Saya tersedak baca postingan bapak, jadi berapa Miliar rupiah yang sudah dikeluarkan orang tua saya untuk pendidikan kelima anaknya? ingin menangis bahagia atas cinta kasih orangtua sekaligus menangis sedih karena orang tua saya sama sekali tidak memiliki polis asuransi, mereka bilang asuransi itu hanya untuk kalangan golongan menengah ke atas dan kesulitan bila harus membayar premi tiap bulannya. saya juga jadi ikut skeptis terhadap asuransi.

    setelah membaca postingan ini, saya baru tahu kalau Bumiputera adalah jasa asuransi asli Indonesia yang benar-benar memihak rakyat, saya jadi tertarik dan sedikit menyesal : andai saja kedua orang tua saya memiliki asuransi pendidikan untuk semua anaknya, mungkin keadaan ekonomi keluarga saya akan sedikit terbantu.. yah penyesalan memang selalu datang belakangan.

    saya memantaokan hati bila saya berkeluarga kelak, saya akan mendaftar asuransi pendidikan untuk anak-anak saya, harus! terimakasih telah berbagi, semoga publikasi tentang asuransi merakyat ini akan lebih gencar lagi di Indonesia..

    @nabilafirdausi | http://twitter.com/nabilafirdausi

  17. Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya, untuk bergabung dengan asuransi Bumi Putera dan mempercayakan pendidikan anak-anak saya. Saya harap itu belum terlambat.
    Asuransi = ribet ! Itulah yang pertamakali terlintas dipikiran saya, ketika ada yang menawarkan asuransi. Bagaimana tidak, saya mendapatkan banyak kesulitan ketika ingin mengklaim premi yg selama ini saya bayar untuk mengasuransikan kesehatan istri saya.
    Ingin rasanya saya berhenti menjadi nasabah asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan untuk kedua anak saya, diperusahaan asuransi dimana saya mendaftarkan asuransi kesehatan istri saya. Tapi yang ada, saya rugi. Sekarang tidak ada alasan untuk tidak berhenti jadi nasabah perusahaan asuransi tersebut.
    Saya tidak ingin mendapatkan kesulitan yg sama kelak, jika ingin mengklaim apa yg sudah saya persiapkan bertahun-tahun sebelumnya untuk pendidikan kedua anak saya.
    Mudah-mudahan asuransi pendidikan Bumi Putera menjadi solusi yang terbaik. Aamiin
    @rachmat_alam

  18. “Saat Anda tiba pada penanggalan ini, maka beberapa hari lagi Bumiputera akan merayakan 1 abad Bumiputera. Waktu akhirnya membuktikan bahwa Bumiputera tidak hanya merayakan ulang tahun ke-25 (foto atas),atau ke 98 (foto kanan). Tapi juga ke-99, ke-100 atau bahkan lebih. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan Anda. Anda adalah bagian dari kesuksesan Bumiputera.”

    Beberapa hari yang lalu sebelum saya membaca postingan ini, pandangan saya sempat tertuju pada kutipan di atas. Kutipan yang tersaji di halaman kalender 2011 Bumiputera. Kutipan yang tepat berada pada halaman bulan November-Desember. Sudah 1 abad? ah iya, saya baru ingat 1912 adalah tahun kelahiran Bumiputera.

    AJB Bumiputera bukanlah nama yang baru bagi saya. Bagaimana tidak, Ayah saya memulai pekerjaannya di tempat ini. Sejak saya pun keempat kakak saya belum lahir ia sudah mengabdi di bumiputera. Hingga akhirnya pada tahun 2004 ia pensiun.

    Saya ini anak seseorang yang lama berkecimpung di dunia asuransi. Tapi parahnya saya tidak tahu asuransi itu apa dan bagaimana. Saya tahu ayah saya mendaftarkan kami (anak-anaknya) pada asuransi pendidikan. Belakangan saya tahu karena ia selalu saja punya anggaran untuk pendidikan. Saat kami khawatir dengan biaya pendidikan yang makin hari makin mahal saja, ia selalu mengingatkan kami untuk konsentrasi belajar dan giat berdoa saja. Soal biaya tak perlu dipikirkan. Ah, ayah..rupanya segalanya sudah engkau persiapkan sebelumnya.

    Selain asuransi pendidikan, ayah rupanya diam-diam sudah mendaftarkan dirinya pada asuransi jiwa. Pernah ia katakan bahwa kalau suatu saat nanti terjadi ‘apa-apa’ pada Ayah, itu ada sedikit yang bisa dimanfaatkan.

    Walaupun sudah tak bekerja di AJB Bumiputera lagi, ayah masih saja akrab dengan bawahannya dulu. Sesekali beliau berkunjung ke kantor cabang Bumiputera sekedar bersilaturrahmi dengan rekan-rekannya. Bahkan ia pun membantu beberapa agen disana untuk mendapatkan peserta asuransi. Akhirnya didaftarkanlah suami saya untuk program asuransi jiwa, kami membayar premi setiap 4 bulan sekali. Tak perlu repot-repot mengurusnya, kami tinggal menyiapkan uang, dan ayah dengan senang hati akan mengantarkan dana tersebut ke kantor Bumiputera.

    Beberapa bulan yang lalu saat anak pertama saya lahir. Seorang rekan yang bekerja pada suatu perusahaan asuransi (bukan bumiputera) menawarkan asuransi pendidikan untuk anak saya. Berhubung saya tidak pernah kenal dengan asuransi tersebut, lagi pula keluarga saya sudah sangat akrab dengan layanan asuransi yang disediakan AJB Bumiputera. Langsung saja saya menolak baik-baik tawaran rekan saya, saya katakan bahwa Rani (anak saya) sudah saya daftarkan pada asuransi pendidikannya AJB Bumiputera. Walau waktu itu saya belum benar-benar mendaftarkan anak saya. Syukurlah teman saya mundur teratur atas penolakan saya tadi. Beberapa hari setelahnya pun ayah memberikan penjelasan tentang apa itu asuransi pendidikan. Saya dan suami setuju untuk mendaftarkan Rani pada program tersebut. Jadilah saya mengisi beberapa formulir,yang seperti biasa..selanjutnya tinggal ayah yang urus.

    Seabad sudah AJB Bumiputera, senang menjadi bagian dari perjalanan panjang ini. Sukses selalu untuk Bumiputera! Asuransi yang melayani sepenuh hati, sepenuh jiwa. Semoga nafas perjuangan itu tetap ada, tak hanya sampai usia 100 tahun, tapi bahkan lebih!

    Tetaplah jadi perusahaan asuransi dari, oleh, dan untuk rakyat Indonesia 🙂

    http://twitter.com/#!/andyhardiyanti

  19. Membaca artikel dari Daeng Amril Taufiq Gobel yang berjudul “Asuransi Bumiputera: Untuk Masa Depan Cerah dan Menjanjikan” sungguh telah membuka mata saya tentang pentingnya asuransi terutama asuransi pendidikan. Orang tua saya tidak mengikuti program asuransi pendidikan untuk anak-anaknya. Oleh karena itu agak mengalami kesulitan untuk membiayai pendidikan kami. Dari 5 bersaudara hanya saya yang kuliah di perguruan tinggi. Umur saya sekarang 22 tahun dan masih menempuh kuliah di tingkat akhir. Dengan membaca saksama keseluruhan artikel dari Daeng Amril Taufiq Gobel, saya telah bertekad, jika nanti saya telah bekerja dan menikah, saya akan ikut program asuransi pendidikan Bumiputera untuk anak-anak saya. Sungguh suatu pencerahan bagi saya dapat belajar dari pengalaman Daeng Amril Taufiq Gobel. Artikel yang Daeng Amril Taufiq Gobel paparkan sungguh menarik. Pertama, kembali ke masa lalu saat Daeng Amril Taufiq Gobel akan masuk kuliah yang dibiayai oleh Ayah Daeng Amril Taufiq Gobel dari asuransi pendidikan Bumiputera. Selanjutnya, masuk ke masa 20 tahun kemudian saat Daeng Amril Taufiq Gobel mendaftarkan putra sulungnya sekolah. Link ilustrasi tentang semakin meningkatnya biaya pendidikan yang diberikan juga memberi pemahaman yang lebih mendalam. Pengalaman Daeng Amril Taufiq Gobel saat mencairkan dana pendidikan juga bisa menjadi gambaran nyata tentang profesionalisme Bumiputera. Dengan pengalaman panjang dan kekuatan dari dalam Bumiputera serta hubungan baik dengan nasabah maka Bumiputera dapat terus bertahan dan berkembang. Dengan konsep kemitraan usaha bersama yang unik, Bumiputera dapat menghadapi dan menyesuaikan dengan tantangan perubahan zaman. Persaingan yang semakin kompetitif antarperusahaan asuransi tidak membuat Bumiputera gentar namun juga semakin berinovasi. Dengan keseluruhan pemaparan Daeng Amril Taufiq Gobel tentang asuransi Bumiputera dengan bahasa yang mudah dimengerti dan berdasarkan pengalaman pribadi membuat saya yakin untuk menjadi bagi Bumiputera nanti. Kalimat “untuk menggaai cita-cita dan mempesiapkan lebih awal dana pendidikan” dari Daeng Taufiq Gobel, akan selalu saya ingat. Semoga sukses untuk Daeng Amril Taufiq Gobel dan Bumiputera. Terima kasih.

    Twitter: @maman2789
    http://twitter.com/maman2789

  20. Percaya atau tidak Pak Amril, saya sebenarnya diingatkan kembali oleh postingan ini tentang pentingnya berasuransi.

    Beberapa waktu yang lalu saya memang mencari asuransi yang tepat untuk anak-anak saya. Saya sendiri sudah tahu keberadaan Asuransi Bumi Putera namun belum punya kesempatan berhubungan dengannya.Asuransi A sampai Z saya coba cari tahu. Yang masalah buat saya sebenarnya adalah rasa percaya atau tidaknya saya terhadap suatu perusahaan asuransi. Benar tidak ya asuransi ini begitu ? Bagaimana ya kalau klaim asuransi perusahaan asuransi ini ? Mudah tidak ya pencairannya ? dst..

    Jadi, pengalaman sukses Pak Amril seperti ini sebenarnya penting, minimal untuk orang-orang di sekitar kita agar tumbuh rasa percaya terhadap Asuransi. Bukan apa-apa nih Pa, saya sudah sering mendengar pengalaman pahit orang-orang yang mengikuti asuransi. Kalau sudah ikut asuransi tapi kita mengalami kesulitan kan sangat mengecewakan.

    Asuransi sendiri tentu sangat berguna sebagai persiapan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi sekalipun. Apalagi saya “hanya” seorang guru swasta dengan 4 orang anak. Bayangan menyekolahkan semua anak hingga perguruan kadang terbentur dengan gambaran biaya pendidikan yang setiap tahunnya berlipat ganda.

    terimakasihlah Pa, alhamdulillah menjadi pencerahan buat saya.

    http://twitter.com/#!/mugirahayu

  21. Salam.
    Saya sebenarnya tidak punya pengalaman yang khusus dan spesifik tentang perusahaan asuransi seperti penulis postingan diatas, saya hanya punya pengalaman kecil tentang perusahaan asuransi beberapa tahun lalu, ketika saya akan ke Kalimantan beberapa tahun lalu, ketika liburan kuliah, karena kebetulan di tiket penumpang di ikutsertakan sebuah polis asuransi dalam bentuk seperti lembaran tiket yang di sertakan pada saat pembelian tiket, dan saya seakan ngeri ketika harus menulis nama di lembar polis asuransi pada saat itu, dan hanya satu yang terbayang di kepalaku ketika mendengar kata asuransi, yaitu klaim tentang kecelakan fisik yang dialami sang pemegang polis, dan seakan-akan kita mendoakan agar kejadian seperti yang tercantum dalam lembaran polis tersebut terjadi, karena dan kebetulan pada saat itu setiap penumpang di anjurkan untuk menuliskan namanya diatas lembaran polis tersebut, dan resmi sebagai pemegang polis asuransi kecelakaan pada saat perjalanan menuju Kalimantan dan begitupun juga pada saat kembali ke sulawesi, lembaran tersebut masih di ikutkan pada saat pembelian tiket, mungkin sudah inklud pada saat membeli tiket, karena di atas lembaran pertama polis asuransi tersebut, tercantum sebuah nominal, tapi saya lupa berapa nominalnya.

    Dengan pengetahuan yang minim tentang perusaan jasa asuransi, seperti halnya bagi sebagian masyarakat yang pernah saya lihat, bahwa konsepsi mereka tentang suransi hanya sekitar asuransi kecelakaan fisik sang pemegang polis, sehingga seakan muncul kesan bahwa, dengan ikut jasa asuransi seakan mendoakan diri agar mendapat kecelakaan, agar bisa mengajukan klaim atas apa yang terjadi pada diri dan seberapa parah accident yang dialami, sehingga sebagian besar dari mereka enggan untuk menjadi pemegang polis asuransi karena ketidaktahuan yang mencolok tentang produk-produk apa saja yang di miliki oleh sebuah perusahaan asuransi, dan banyak orang yang saya temui, ketika mendengar kata asuransi, maka dengan cepat mereka menimpali “ oh tentang kecelakaan diri dan harta ya”, dan komentar-komentar seperti itu tidak sulit kita temukan, dan itu bisa kita dapatkan pada setiap orang yang punya pemahaman dangkal dan minim tentang perusahaan jasa asuransi.

    Setelah membaca postingan diatas, saya juga baru mengetahui sedikit tentang beberapa produk sebuah perusahaan jasa asuransi, seperti produk PT.Bumiputera, walaupun saya pernah mendengar nama PT. Bumiputera ketika masih di SMA, saya sama sekali tak tahu apa saja yang di tawarkan oleh sebuah oleh sebuah perusahaan asuransi, selain asuransi kecelakaan, dan ternyata ada yang disebut asuransi pendidikan, ternyata ada produk lain dari sebuah perusahaan asuransi, yang memungkinkan bagi para orang tua untuk merencanakan investasi pendidikan yang jelas pada putra putrinya.

    Kalau melihat akan anggaran pendidikan yang tidak semakin turun, malah bertambah naik, maka akan sangat bijak jika para orang tua mempersiapkan dari awal anggaran dan dana untuk keberlanjutan dari pendidikan putra putri kita, dan solusi yang cerdas dan menurut saya sebagai bentuk investasi jangka panjang dan jelas, ya melalui asuransi pendidikan, seperti produk dari PT. Bumiputera tersebut, karena bagaimanapun, perinsip orang untuk memilih sebuah asuransi, apapun produknya adalah berhitung tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dimasa depan, karena zaman kita rentan akan perubahan dan situasi sosial yang tidak menentu, sehingga sangat pas jika para orang tua bisa mengantipasi zaman yang tidak menentu dengan menjatuhkan pilihan pada sebuah investasi pendidikan yang jelas dan sangat menjanjikan, dengan menjadi pemegang polis asuransi pendidikan seperti yang ditawarkan oleh PT. Bumiputera, untuk menghilangkan keraguan dan kegamangan akan masa depan pendidikan putra putri kita, untuk menatap masa depannya. Jaya dan Maju terus Untuk PT. Bumiputera.
    Salam.

    http://twitter.com/Beck_tenzero

  22. Ikutan share Daeng..

    Asuransi emang penting!

    Beberapa tahun lalu saya sakit dan harus menjalani operasi besar sebanyak 2 kali dalam waktu tak sampai 6 bulan. Meski saya masuk ke rumah sakit pemerintah dan ambil kamar kelas 3, tetap saja total biayanya tak sedikit. Belum lagi ditambah biaya2 operasional sehari-hari bagi suami dan orang tua yang tiap hari harus bolak-balik ke rumah sakit menjenguk saya. Kalau sudah seperti itu, saya benar-benar bersyukur saya punya polis asuransi.

    Sayangnya, pada saat mengambil polis, saya kurang paham mengenai polis asuransi sehingga pergantian biaya RS-pun tidak maksimal (meski sudah lumayan). Setelah kena sakit dan ingin mengganti beberapa poin polis agar seumpama (moga2 jangan ya) penyakit saya kambuh dan memerlukan tindakan bisa mendapat penggantian lebih besar, di sisi lain banyak sekali poin2 lain yang berkurang nilainya. Ingin berganti ke asuransi lain, saya sudah punya riwayat sakit sehingga kemungkinan besar jika sakit tsb kambuh tdk akan ter-cover 🙁

    Sayang sekali ketika memilih polis asuransi itu saya kurang cerdas (sayang juga, kok waktu itu ga ada agen Bumiputera yang menemui saya jadinya saya ga ambil asuransi Bumiputera) Semestinya saya lebih banyak mencari tahu terlebih dahulu, sehingga bisa lebih banyak mengambil manfaat dari asuransi.

    Asuransi itu penting, tapi lebih penting lagi untuk cerdas memilih agar mendapat manfaat maksimal

    Jadi ya kelihatannya saya musti puas dengan polis saya yg sekarang, sambil terus mempelajari tentang asuransi agar kelak jika dikaruniai anak saya bisa memberikan asuransi pendidikan dengan manfaat terbaik.

    Aduh maap kepanjangan curcolnya :p Tapi semoga ada yang bisa mengambil pelajaran dari pengalaman saya 🙂

    @coffeecream

  23. Posting ini mengingatkan saya untuk segera ikut serta dalam asuransi, khususnya asuransi pendidikan.
    Apalagi si kecil sudah lahir. Biaya pendidikannya harus sudah dipikirkan dari sekarang. Satu-satunya cara agar biaya pendidikan anak bisa terencana dengan baik selain dengan menabung adalah mengikutsertakan anak dalam program asuransi pendidikan.
    Dan satu-satunya asuransi yang terpercaya dalam melayani nasabahnya adalah Asuransi Jiwa Bumiputra. Satu-satunya asuransi di Indonesia yang sudah satu abad melayani nasabahnya. Jelas bukan waktu yang singkat. Dan jelas bukan pencapaian yang mudan bagi sebuah perusahaan asuransi untuk tetap berdiri sampai satu abad kalau bukan karena dedikasi dan kerja keras serta citra positif yang sudah lama menempel pada asuransi bumiputra.
    Satu hal yang saya harapkan, semoga Asuransi Bumiputra tetap menjadi satu-satunya asuransi yang mengutamakan ekonomi kerakyatan, demi kesejahteraan semua.
    https://twitter.com/#!/ethieaja

  24. Pendidikan memang sangat penting untuk manusia,oleh karena itu pendidikan sekarang sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang dan itu sudah menjadi kebutuhan.
    Tetapi,seperti yang kita ketahui di Indonesia biaya pendidikan setiap tahunnya pasti mengalami kenaikan yang cukup tinggi,lalu bagaimana cara kita menanggulanginya?
    Mungkin salah satu solusinya adalah dengan asuransi pendidikan,tetapi apakah hanya dengan itu saja menjamin?
    Sebelumnya saya minta maaf apabila pendapat saya bertentangan dengan yang lain mengenai pandangan terhasap asuransi pendidikan
    oke,saya akan berbagi salah satu kekurangan asuransi pendidikan:
    1)Ketika kita akan menggunakan produk asuransi pendidikan kita bisa minta dihitungkan berapa besar premi yang harus kita bayarkan dan bandingkan dengan nilai tabungan pendidikan yang dapat ditarik ketika masa penarikan tiba
    Kalau dibandingkan antara biaya pendidikan yang dibutuhkan dengan hasil akhir (atau ilustrasi) yang didapatkan dari asuransi pendidikan, nah dari situ dapat dilihat apakah dana yang akan diberikan cukup untuk memenuhi kebutuhan biaya-biaya sekolah.Hati-hati dan harus selalu diingat bahwa biasanya illustrasi dari perusahaan asuransi memberikan nilai investasi yang dapat ditarik (dibagikan) dalam nilai uang sekarang.
    Contohnya, uang pangkal untuk masuk sekolah yang sama sekarang sebesar Rp. 5 juta, dengan rata-rata kenaikan biaya pendidikan sebesar 20% per tahun ,maka biaya uang pangkal buat masuk ke sekolah yang sama 4 tahun lagi bisa menjadi Rp.10,370,000 .Bisa dilihat dari ilustrasi diatas bahwa asuransi pendidikan yang dicontohkan diatas gak bisa memenuhi kebutuhan dana pendidikan. Karna itu hitunglah dengan lebih hati-hati.
    2)Terus kelemahan berikutnya yang juga harus diperhatikan adalah seberapa fleksibel nilai tunai atau tahapan dana pendidikan tersebut bisa ditarik
    3)Terakhir yang juga sering terjadi yaitu banyak nasabah yang diberikan saran buat membeli asuransi pendidikan atau jenis asuransi lain untuk anaknya. Yang artinya adalah si anak yang menjadi tertanggung untuk polis tersebut, yang artinya adalah justru jiwa di anak yang dijadikan tanggungan.
    Banyak agen beralasan kalo semakin muda usia seseorang maka akan semakin murah premi yang harus dibayarkan. Ya, saya setuju untuk hal itu.Tetapi mengcover jiwa seorang anak biasa, itu menunjukan tidak mengerti konsep asuransi jiwa yang sebenarnya, yaitu sebagai proteksi nilai ekonomis
    Jadi, saya sangat menyarankan bagi kita semua untuk menghitung dengan teliti, melakukan perbandingan, meminta advice atau rekomendasi dari Perencana Keuangan (Financial Planner / Advisor) yang berpengalaman dan mengerti produk sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk asuransi pendidikan.
    Dengan ini saya tidak bermaksud bertentangan dengan Bumiputera,mungkin dengan pendapat saya ini bisa menjadi masukan untuk anda 🙂
    Satu lagi,saya juga memberikan salah satu solusi mengenai asuransi pendidikan dengan menggunakan emas atau dinar sebagai salah satu alat asuransi pendidikan anda
    Twitter: @sigazi

  25. saya mau tanya untuk anak saya kelas 2 SD, berapakah premi terendah yang ada di bumi putra, ? terimakasih.

  26. Salam semuanya khusus pengurus Asuransi Bumi Putra:
    Kami mau tanya:
    Kami ikut Asuransi bumi putra kira 4 tahun yang lalu dengan uang yang kami store kurang lebih 7 JT.
    YANG KAMI PERTANYAKAN
    1.Bagaimana uang kami yg 7 jt itu apakah masih bisa kami ambil.
    sebab kami tidak membayar iutan karna usaha kami bangkrut.
    2.bagaimana kami ambil sikap masalah kelanjutannya sebab kami tidak punya usaha lagi buat makan saja susah apalagi mau bayar iuran
    3.Kami minta penjelasan anda yang secara profesional. dan kami harap uang kami kembali. Wassalam

    1. Mas Ahmad,
      Sebaiknya pertanyaan anda ini dialamatkan langsung ke Bumiputera karena saya tidak memiliki kompetensi profesional untuk menjawabnya.

      1. Terima kasih Pak Amril Taufik Gobel untuk artikel-nya yang sangat menarik.

        Untuk Bapak Ahmad Jaya,
        Silakan menghubungi langsung ke customer care officer kami di Halo Bumiputera 0800 188 1912 (bebas pulsa) 24 jam.

        Demikian, mohon maklum.

        Terima kasih.
        Salam hangat,

    1. Dear Bapak Kamilluddin Bin Sholeh

      Untuk menanyakan produk dan layanan AJB Bumiputera 1912 silakan menghubungi langsung ke customer care officer kami di Halo Bumiputera 0800 188 1912 (bebas pulsa) 24 jam.

      terima kasih.
      Salam hangat,

  27. maap.. saya ingin menanyakan tentang asuransi atas nama eros roseh yang mungkin sudah lama jatuh tempo bagai mana kelanjutannya sedangkan saya berada di luar negri,, trima kasih.

    1. Dear Sdr. Eros Roseh

      Untuk menanyakan produk dan layanan AJB Bumiputera 1912 silakan menghubungi langsung ke customer care officer kami di Halo Bumiputera 0800 188 1912 (bebas pulsa) 24 jam.

      terima kasih.
      Salam hangat,

    1. mnurut saya jika kita sebagai agen baru kita harus banyak keluar rumah berbicara tentang asuransi. dan manfaatkan waktu untuk prospek.diluar daerah. maksudnya jangan disekeliling kampung aja..cobalah kekampung yang lain…pasti kamu banyak nasabah…oh yaa. saya juga pernah mengalami keresahan yang kamu rasakan tapi dengan saya terapkan langkah diatas saya sekarang sudah punya nasabah..

    1. untuk asuransi pendidikan ada beberapa jenis ibu, untuk lebih jelasnya bisa hubungi saya di 085 643 0220 17, terima kasih…

    2. silahkan hubungi saya bu, saya lulusan Magister Manajemen keuangan, sekiranya saya bisa memberikan sharing info baik untuk ibu. 🙂 ockta fiyany 08159584825

    1. Dear Bpk. Akhur Azulgranas,

      Untuk menanyakan prosedur layanan AJB Bumiputera 1912 silakan menghubungi langsung ke customer care officer kami di Halo Bumiputera 0800 188 1912 (bebas pulsa) 24 jam.

      Terima kasih.
      Salam hangat,

  28. Dunia pendidikan sangat penting, dan itulah yang mendorong saya mulai melirik dan mengamati program-program asuransi pendidikan yang ada. semua hadir dengan tawaran-tawaran menggiurkan, dengan benefit yang luar biasa. Sayang, premi yang harus dibayarkan juga luar biasa. Buat kantong saya, banyak hal yang harus lebih diutamakan ketimbang sebuah premi yang sedemikian besar.
    Untunglah seorang Sales marketing Bumiputera menanggapi keluhan saya dengan bijak. Bumiputera adalah asuransi bagi semua, katanya. Dengan telaten beliau menawarkan solusi yang begitu menenangkan. Beliau mencoba menghitung sebuah program asuransi pendidikan yang disesuaikan dengan budget yang saya miliki. Tentu dengan benefit yang tidak akan membuat saya (atau putra putri saya) akan menjadi Orang kaya baru di akhir program nanti. Tapi buat saya tidak masalah. Yang terpenting bagi saya, ada dana tercadangkan yang sudah disiapkan untuk pendidikan putri saya kelak. Dan itu sudah sangat membuat hati saya tenang.
    Alhamdulillah… ke 3 anak saya sudah terlindungi dalam Asuransi Pendidikan Bumiputera sejak mereka lahir. Bahkan si Sulung sudah 1kali mendapatkan benefitnya untuk biaya masuk SD, dengan proses yang begitu mudah. Setiap masa benefit turun, saya tidak kerepotan sama sekali. Justru saya kaget karena petugas Bumiputera yang datang menjemput uang premi asuransi nya.., dan mengingatkan saya atas benefit yang segera cair, lalu datang ke kantor untuk mengurus kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. semudah itu prosesnya. pd tanggal 20- 06-2013 pa2 nya anak2 renanaa nya mau menutup seemua polisnya..karna ada sesatu hal….kmudian datang kepala cabang asuransi bumiputera cabang angso duo pak nopri arman dan pak sarkowi. dan pa2 nya di berikan suatu solusi. tp pa2 nya tetap pd pendirian nya. dana yg 2 hari lg akan segera cair.. tp untung saya bisa meyakin kan pa2.. nya.. dan akhir nya polis km batal di tutup…. 1 minggu kemudian saya pun di angkat menjadi agen bumiputera dan penghasilan saya bertambah dan teman juga penggalaman saya jadi bertambah.
    Thanks bumiputera buat solusi dan banyak ilmu yg saya dapat dr sini.. Maju terus to bumiputera dan thanks to pak nopri arman dan tman semua…
    Suka tidak suka, Asuransi adalah hal WAJIB di negara MAJU… Kalau kita ingin bangsa indonesia MAJU, maka kita harus terus bersama, membangun komitmen yang kuat untuk membangun kesadaran Masyarakat Indonesia akan pentingnya Asuransi Dalam Kehidupannya. Kalau ada yang benar_benar Real Ngapain masih ragu untuk join atau anda mau asuransi sambil invetasi yach di asuransi bumiputera. mau gabung dan join hub 085764165965 atau masi ragu klik di http://www.bumiputera.com bunda daftar putra putri anda untuk kelangsungan dana belajar ananda nya.. agar apa yg di cita2 nya tercapai.. to info hub 085764165965 dgn ibu nurmala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *