KUNJUNGAN SINGKAT KE MAKASSAR

Jum’at malam (23/12), saat saya bersama istri dan anak-anak tengah menyantap hidangan ala Sunda di Rumah Makan “Dapur Coet” sekedar merayakan hasil Ujian Akhir Rizky dan Alya yang memuaskan, tiba-tiba Blackberry saya berbunyi kencang. Saya segera mengangkat telepon dan sempat melirik sekilas adalah nomor handphone ayah saya di Makassar. Terdengar suara ayah begitu panik disana. Beliau mengabarkan ibu saya tercinta terpeleset di dapur dan kepalanya membentur lantai. Sempat pingsan sebentar lalu setelah sadar langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat. Ayah saya sedang menelepon dari Rumah Sakit Awal Bros Makassar untuk dilakukan CT-Scan di bagian kepala ibu berdasarkan rujukan Rumah Sakit Islam Faisal.

Jantung saya langsung berdetak lebih cepat. Saya ikut panik dan ingin segera tahu bagaimana kondisi ibu sesungguhnya. Suara ayah terdengar terputus-putus di ujung telepon, seperti menahan kesedihan. “Sebaiknya kamu usahakan datang dan temani ibu disini, “kata beliau pelan kemudian menutup telepon.

“Kenapa Pa?”, tanya istri saya yang menangkap kecemasan di wajah saya.

Setelah menghela nafas panjang saya lalu menceritakan kejadian yang menimpa ibu saya. Istri saya kaget dan meminta saya untuk segera ke Makassar. “Kalau bisa cari pesawat terakhir malam ini aja Pa,” katanya dengan sorot mata khawatir. Saya mengangguk.

Kami pulang ke rumah dengan ekspresi tegang. Saya membayangkan bagaimana keadaan ibunda saya disana. Setelah kasak-kusuk cari tiket paling malam dari Jakarta ke Makassar dan hasilnya gagal total, saya akhirnya memutuskan mencari penerbangan paling pagi. Untunglah, kawan SMA saya yang saat ini membuka usaha Travel di Banjarmasin (namanya Rania Tiket), Daeng Rusli siap membantu. Alhamdulillah, masih tersedia satu kursi untuk penerbangan dengan Lion Air jam 05.40, Sabtu (24/12).

“Terbitkan saja Daeng tiketnya, saya langsung bayar ke ATM sekarang,” kata saya via telepon ke Daeng Rusli di Banjarmasin. Tak lama kemudian e-tiket terkirim ke email saya. Istri saya bergegas menyiapkan barang yang akan saya bawa keesokan paginya. Berhubung pesawat berangkat jam 05.40 saya sudah mesti ke Bandara sejak pukul 03.00 dini hari.

Dan begitulah, pukul 04.00 saya sudah tiba di Bandara. Masih terkantuk-kantuk saya check-in di counter Lion Air. Syukurlah semuanya berjalan lancar.  Menjelang masuk gate A 4 di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, saya mampir sebentar mengisi perut dengan Pop-Mie serta teh manis hangat di sebuah Cafetaria. Pesawat ternyata tertunda 20 menit dari perkiraan. Saya mendesah tak sabar. Terbayang wajah ibunda tercinta terbaring di rumah sakit.

Pesawat akhirnya tinggal landas pukul 06.15 pagi. Cuaca begitu cerah pagi itu. Saya lalu memanfaatkan kesempatan untuk tidur selama perjalanan 2 jam dari Jakarta ke Makassar. Lumayanlah, setidaknya saat bangun saya sudah lebih segar. Pukul 09.20 pesawat yang saya tumpangi mendarat mulus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang megah dan indah.

Karena tidak membawa bagasi, saya pun berlari cepat keluar dari Bandara. Tak sabar rasanya saya ingin segera sampai ke Rumah Sakit Islam Faisal Makassar tempat ibu dirawat. Saya lalu menggunakan mobil carteran khusus Bandara seharga Rp 100.000 untuk mengantar. Daihatsu Terios yang saya tumpangi meluncur kencang di Jalan Tol dan langsung menuju Rumah Sakit Islam Faisal. Sayangnya, karena gerbang rumah sakit tidak terlihat, mobil saya kelewatan untuk memutar balik. Pukul 10.15, saya akhirnya tiba di kamar VIP Nomor 208 tempat ibu saya dirawat. Saya menghambur ke arah ibunda yang terbaring lemas di pembaringan. Adik saya, Yayu yang bekerja di BNI Makassar dan menjaga ibu saat itu, menyatakan semalam sudah dilakukan CT Scan dan hasilnya tidak ada cedera signifikan di kepala ibu hanya saja karena terjatuh cukup keras, bagian pinggang serta bokong ibu masih terasa sakit dan agak susah untuk berdiri maupun berjalan. Ayah saya pulang ke rumah kami di Bumi Antang Permai setelah semalam menemani ibu menjalani CT Scan hingga pukul 24.00.

12 tahun lalu, adik saya Yayu juga mengalami kejadian serupa. Waktu itu ia terjatuh dan kepalanya membentur lantai kamar mandi. Untunglah, kondisi kepalanya juga tidak apa-apa namun sempat dirawat dirumah sakit 3 hari lamanya. Saya lalu memijat-mijat kaki dan betis ibu yang raut wajahnya mendadak riang menyaksikan kedatangan saya. Beliau menanyakan kabar anak-anak dan istri saya di Cikarang. Dengan senang hati saya bercerita mengenai prestasi Rizky dan Alya di sekolah bahkan saya sempat menelepon kedua anak saya itu dan berbicara dengan neneknya.

Ibu menyatakan kondisinya baik-baik saja, beliau ingin cepat pulang dan minta dirawat dirumah. “Supaya kalian semua tidak repot bolak-balik ke rumah sakit. Kasihan juga Papa kalian,” kata ibu. Saya meminta untuk menunggu bagaimana keputusan dokter yang merawat. Tak lama kemudian datang Ustadz Rumah Sakit yang membacakan doa kesembuhan. Di Rumah Sakit Islam Faisal ini memang setiap hari secara rutin setiap kamar didatangi Ustadz Rumah Sakit yang membacakan doa. Alhamdulillah, dari hasil keputusan dokter yang memeriksa, ibu akhirnya diperbolehkan pulang. Sebelum meninggalkan rumah sakit, kebetulan saja ada Tante Hawa, spesialis urut ibu-ibu Gorontalo di Makassar datang menjenguk dan langsung memijat ibu saya dengan kemampuan handalnya.

Dengan diantar mobil Toyota Avanza Iwan, suami Yayu yang bekerja di Telkom Makassar, kami sekeluarga kembali ke rumah di Antang, Saya bersyukur kepada Allah SWT kondisi ibu tidak separah seperti yang saya bayangkan sebelumnya dan kehadiran saya disana sungguh berarti sebagai sugesti terbaik bagi semangat beliau untuk sembuh. Kunjungan saya ke Makassar saya akhiri dengan kembali ke Jakarta dua hari sesudahnya.

 

 

 

Related Posts
‘BERAKSI” DI WORLD BOOK DAY INDONESIA 2008
USAI menghadiri hajatan sunatan anaknya Pak Ketua RT didekat rumah (sekaligus makan siang gratis 😀 ), Hari Sabtu siang, 26 April 2008, saya bergegas berangkat menuju lokasi acara World Book ...
Posting Terkait
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
Edi Taslim (General Manager Kompas Cybermedia) didampingi Pepih Nugraha memberikan penjelasan soal Kompas Phone dan QR Code Kompas dalam kesempatan Kopdar kedua Kompasiana bertempat di JHCC, Minggu,14 Juni 2009 Hari Minggu ...
Posting Terkait
RINDU TILIAYA…
nilah salah satu jenis makanan khas Gorontalo yang senantiasa saya rindukan saat bulan Puasa tiba. Kerapkali ibu saya tercinta membuatkan makanan khas Gorontalo ini di Bulan Ramadhan, khususnya pada waktu Sahur. ...
Posting Terkait
PUISI :  PADA TETES PERTAMA EMBUN PAGI RAMADHAN
Pada tetes pertama embun pagi bulan Ramadhan tahun ini Kita menyaksikan pantulan cinta tak bertepi dariNya yang memancar kemilau dari kebeningan permukaan di rerumputan menyongsong fajar yang muncul malu-malu seusai Subuh dengan getar pesona ...
Posting Terkait
SUKSES, PENYELENGGARAAN PELATIHAN BLOG GURU ANGKATAN KEDUA BLOGGER BEKASI
Ruang Rapat Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Minggu 20 November 2011 telah terlihat ramai, ketika saya tiba. Hari itu, saya akan menjadi pembawa materi dalam acara Pelatihan Blog Guru Angkatan Kedua ...
Posting Terkait
DENDANG NADA DERING YANG “MENENDANG”
Era teknologi komunikasi di Indonesia beberapa waktu belakangan ini kian memanjakan para pengguna sekaligus pemerhatinya. Satu hal yang menjadi sorotan saya adalah maraknya nada dering dan juga nada dering tunggu ...
Posting Terkait
KABAR AWAL TAHUN YANG MEMBAHAGIAKAN
Sebuah kabar bahagia tiba di akhir minggu ketiga bulan Januari. Kabar yang membuat saya sempat terpana tak percaya. Ya, saya bersama 3 orang blogger lainnya berkesempatan jalan-jalan gratis ke Hongkong ...
Posting Terkait
Hari ini, Senin 25 Januari 2010, wajah saya yang imut, montok, menggemaskan dan bersahaja itu nongol di iklan Kompasiana di Harian Kompas. Ini adalah kali pertama saya bergaya -- dengan ...
Posting Terkait
SELAMAT MENGORBIT SARONDE, KOMUNITAS BLOGGER GORONTALO
emuanya diawali oleh Semangat. Dengan "S" kapital yang menandai lahirnya komunitas blogger baru berbasis daerah ini. Sebuah pertemuan di akhir Mei bersama Agus Lahinta dan Suwito Pomalinggo ketika saya ke Makassar ...
Posting Terkait
HALAL BI HALAL WARGA JL.ANTILOP 5 BLOK H-3 & I-1 PERUMAHAN CIKARANG BARU
Hari Sabtu malam (25/9) seusai mengantar keluarga adik perempuan bungsu saya, Yanti bersama keluarganya ke Bandara Soekarna Hatta kembali ke Kalimantan, kami sekeluarga menghadiri acara Halal Bi Halal warga Jalan ...
Posting Terkait
‘BERAKSI” DI WORLD BOOK DAY INDONESIA 2008
KOPDAR II KOMPASIANA : KEHANGATAN SEBUAH “RUMAH SEHAT”
RINDU TILIAYA…
PUISI : PADA TETES PERTAMA EMBUN PAGI
SUKSES, PENYELENGGARAAN PELATIHAN BLOG GURU ANGKATAN KEDUA BLOGGER
DENDANG NADA DERING YANG “MENENDANG”
KABAR AWAL TAHUN YANG MEMBAHAGIAKAN
TAMPIL SEBAGAI MODEL IKLAN KOMPASIANA
SELAMAT MENGORBIT SARONDE, KOMUNITAS BLOGGER GORONTALO
HALAL BI HALAL WARGA JL.ANTILOP 5 BLOK H-3

9 comments

  1. syukurlah semua tertangani dengan baik. ibunda tentu merasa jauh lebih baik dan semangat untuk sembuh , salah satunya karena kedatangan anaknya jauh dari Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *