PUISI TAHUN BARU UNTUK ANAKKU

Tidurlah yang pulas anakku
Saat kuganti kalender penanda waktu
pada pagi pertama ditahun baru
ditingkah gerimis yang tak jua usai
dan kerlip kembang api dilangit malam
serta gemuruh petir menggetarkan sukma
Seperti degup jantungku yang mencoba memadamkan gusar
menghadapi hari-hari yang bakal tersingkap satu-satu dari kalender baru

 

Mimpilah yang indah anakku
Tentang hari-hari berwarna sepanjang tahun
Tentang pelangi yang selalu bertengger anggun di Cakrawala
Tentang bidadari yang menari riang diatas awan
karena ayah, juga ibumu, akan menjagamu, mengawalmu,
membelaimu dan memelihara mimpimu menjadi nyata
Seperti kemarin, kini dan juga nanti
lalu menyimpan rapi setiap iris kenangan yang menyertainya
dipalung hati paling dalam
dan bukan pada lembar-lembar kalender tua yang teronggok sepi disudut ruang
Selamat Tahun Baru, Anakku..

 

 

 

 

Related Posts
PUISI : JALAN PULANG MENUJUMU
Kelam yang dibekap gerimis senja tadi kini membayang jelas di bening matamu menorehkan luka, sepi, hampa, resah, dan rindu yang retak juga mimpi yang terbelah Pada genangan sisa hujan di jalan ada kenangan memantul cemerlang juga seiris ...
Posting Terkait
Kaca-kaca bening di Wisma Atria  seperti memantulkan wajahmu perlahan luruh bersama cahaya senja  yang turun dengan enggan Pada kaki Mall Isetan dan Lucky Plaza sementara hiruk pikuk pejalan kaki yang berseliweran  pada pundak Orchard dari dua ...
Posting Terkait
Sajak Sebatang Lisong oleh WS Rendra menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak - kanak tanpa ...
Posting Terkait
UNTUK SEPOTONG SENJA DI AKHIR TAHUN
Dalam Diam, kau termangu Sepotong senja dibatas cakrawala memaku pandangmu "Di akhir tahun, selalu ada rindu yang luluh disana, sejak dulu" katamu, pilu Terlampau cepat waktu berderak hingga setiap momen tak sempat kau bekukan dalam ...
Posting Terkait
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
Semburat cahaya senja merah jingga menerpa sendu wajahmu ketika jemari lentikmu lemah menuding langit Pada sebuah titik yang engkau namakan "ujung penantian" dan tak pernah bisa kumaknai secara jelas apakah itu akan menjadi akhir ...
Posting Terkait
VIDEO PUISI, SEBUAH EKSPERIMEN BARU
einginan saya untuk membuat musikalisasi puisi-puisi yang pernah saya tulis masih tetap membara dalam hati meskipun hingga saat ini masih belum jua terwujud. Sebuah ide mendadak terbit di benak seusai ...
Posting Terkait
PUISI : MENARI DI LINTASAN PELANGI
Sepagi ini kita bercakap tentang hujan yang jatuh dari langit laksana hunjaman jarum-jarum air Pada tanah basah tempat kita berpijak. dan rindang pepohonan dimana kita berdiri dibawahnya "Sebagaimana setiap kisah pilu dituturkan," katamu perih,"Seperti ...
Posting Terkait
PUISI : PADA SENJA YANG TERMANGU
Pada senja yang termangu Kita menyaksikan mentari rebah di pelupuk cakrawala yang redup mengatup hari Dan camar terbang dengan sayap ringkih memekik pilu di langit merah seakan mewakili setiap kehilangan yang terurai perlahan bersama ...
Posting Terkait
PUISI : SEPINGGAN KANGEN DI SUDUT KOTA SUMENEP
elah lama kita menikmati setiap rasa yang mengalir yang kerapkali merambati sekujur tubuh, saat kita bertemu Bersama kaldu kokot yang kental dan lezat sate Madura, kita menyelami kenangan pada sepinggan kangen yang dihidangkan ...
Posting Terkait
PUISI : LANSKAP KESUNYIAN DAN EMBUN DI TEMARAM PAGI
Keheningan, katamu, adalah rangkaian aksara yang menggantung pada rapuh rangka langit dan pada desau angin berhembus pelan membelai dedaunan Di "rahim" ingatan, kata-kata yang seharusnya kau ucapkan dengan lugas berhenti pada basah bibirmu ...
Posting Terkait
PUISI : JALAN PULANG MENUJUMU
PUISI : TERMANGU DI PUNDAK ORCHARD
MENGENANG WS RENDRA : SAJAK SEBATANG LISONG
UNTUK SEPOTONG SENJA DI AKHIR TAHUN
PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU
VIDEO PUISI, SEBUAH EKSPERIMEN BARU
PUISI : MENARI DI LINTASAN PELANGI
PUISI : PADA SENJA YANG TERMANGU
PUISI : SEPINGGAN KANGEN DI SUDUT KOTA SUMENEP
PUISI : LANSKAP KESUNYIAN DAN EMBUN DI TEMARAM

8 comments

  1. wah, sederhana, indah dan bermakna banget. Pesan ketulusan om sebagai orang tua jelas banget buat si kecil, semoga si kecil mengerti dan menjadi si besar yang berbakti. Salam kenal om.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *