FOTO KELUARGA DAN UPAYA MENGABADIKAN KENANGAN

Kemarin sore (15/1), kami sekeluarga berfoto bersama di sebuah studio foto di Mal Lippo Cikarang. Ini adalah kali kedua kami sekeluarga berfoto di studio foto setelah sebelumnya pada tahun 2007 kami mengabadikan kenangan dengan berfoto bersama. Berbeda dengan foto tahun 2007, kali ini kami menggunakan kemeja batik seragam berwarna biru dengan kerah ala Shanghai yang bahannya dibeli di sebuah toko di Bekasi Square dan dijahit di penjahit langganan kami di Jl.Rusa XV Cikarang Baru.

Persiapan sebelum foto luar biasa ribetnya. Bila tahun 2007, Alya masih berusia 3 tahun dan Rizky berusia 5 tahun masih bisa “diatur” dan tidak banyak tingkah, maka kali ini kami jadi repot luar biasa. Kedua anak saya tak bisa diam dan saling bercanda satu sama lain. Mulai saat didandani serta dibedaki tak henti-hentinya mereka tertawa terpingkal-pingkal. Terlebih ketika saya dibedaki oleh istri saya menjelang naik”pentas” di studio foto.

“Ih, papa genit nih, pake dibedakin segala,” goda Alya.

“Sekalian Papanya dikasih lipstik ya Ma,” kata Rizky disambut tawa cekikikan adiknya. Tukang foto terlihat tersenyum menyaksikan aksi kedua anak saya itu.

Saat sesi foto dimulai, suasana menjadi tak kalah hebohnya. Rizky yang memang tak bisa diam, selalu menggoda adiknya. Alhasil beberapa kali foto mesti di-“retake” ulang untuk mendapatkan hasil terbaik. Alya yang memang hobi difoto relatif gampang diatur sementara Rizky mesti diarahkan agar konsentrasinya benar-benar fokus pada sesi pemotretan. Sang fotografer sempat beberapa kali menggeleng-gelengkan kepala karena melihat hasil fotonya kurang sempurna yang didominasi oleh ulah iseng Rizky.

Beberapa pose diambil dan yang cukup menggelikan adalah, ketika sesi foto terakhior Rizky mendadak kebelet pipis.

“Pa, Ma, aku mau pipis niiih!”, kata Rizky dengan raut wajah memelas.

“Tahan duluu, tinggal satu foto lagi, nak” kata ibunya menenangkan.

Rizky mengamuk. Mulutnya manyun.

Saya ikut cemas membayangkan hasil foto Rizky akan seperti apa jadinya.

Mau tahu seperti apa hasilnya?

Nah, lihat saja foto disamping ini 🙂

Alhamdulillah, sesi foto kami akhirnya selesai dalam 20 menit. Cukup lama memang, apalagi diluar sudah padat antrian yang juga akan ikut berfoto. Saya meminta semua foto (ada 11 buah) dicetak dalam ukuran 3R) dan satu foto terbaik dicetak dalam format 12 R plus bingkai. Kami juga memperoleh hasil fotonya dalam bentuk CD. Saya bersyukur kami semua bisa mengabadikan kenangan melalui foto keluarga ini. Sebuah upaya sederhana kami untuk senantiasa menciptakan kehangatan dan keakraban sesama anggota keluarga untuk lebih optimis menghadapi masa depan.

 

Related Posts
CATATAN DARI LAUNCHING CITI PRIORITY : LAYANAN PERBANKAN UNGGULAN DENGAN TIGA PILAR UTAMA
ari Rabu, 7 September 2016, saya menyempatkan diri hadir dan memenuhi undangan untuk mengikuti peluncuran layanan perbankan Citi Priority dari Citibank bertempat di Hotel Kempinski, Jl.MH.Thamrin, Jakarta. Saya hadir agak ...
Posting Terkait
PUISI :  PADA TETES PERTAMA EMBUN PAGI RAMADHAN
Pada tetes pertama embun pagi bulan Ramadhan tahun ini Kita menyaksikan pantulan cinta tak bertepi dariNya yang memancar kemilau dari kebeningan permukaan di rerumputan menyongsong fajar yang muncul malu-malu seusai Subuh dengan getar pesona ...
Posting Terkait
RINDU TILIAYA…
nilah salah satu jenis makanan khas Gorontalo yang senantiasa saya rindukan saat bulan Puasa tiba. Kerapkali ibu saya tercinta membuatkan makanan khas Gorontalo ini di Bulan Ramadhan, khususnya pada waktu Sahur. ...
Posting Terkait
SUKSES, PENYELENGGARAAN BLOGSHOP KOMPASIANA BERSAMA BLOGGER BEKASI
Hari Sabtu, 14 November 2009 bersama Pak Eko Eshape (wakil ketua Komunitas Blogger Bekasi) dan Pak Ceppi Prihadi saya berangkat dari Cikarang menuju STMIK Bani Saleh Bekasi, lokasi pelaksanaan Roadshow ...
Posting Terkait
SEMARAK BLOGILICIOUS KITO PALEMBANG
agi di Palembang terlihat begitu bersahabat "menyambut" kedatangan saya di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Sabtu (4/6). Setelah mengurus bagasi, bersama 2 pembicara dari Jakarta lainnya, mas Iman Brotoseno dan ...
Posting Terkait
MIMPI ITU MENARI DI TIMORI
Mimpi itu dirajut di dua ruang "service shop" berlantai beton Sirkuit International Sentul, Jawa Barat, tahun 1996-1998. Dan saya, menjadi salah satu bagian dari para pemimpi itu : membangun industri ...
Posting Terkait
JADI “PAPI SITTER” LAGI
Hari Sabtu pagi (9/5) saya kembali melakoni peran sebagai Papi Sitter. Sebuah peran heboh dan pernah saya ceritakan disini (cerita tersebut memenangkan Lomba Gokil Dad). Hari itu, istri saya pamit ...
Posting Terkait
SURAT DARI ORCHARD (4)
Para peserta dan guru training berfoto bersama di hari terakhir acara Tanpa terasa, hari Jum'at (3/7), sampailah pada hari terakhir pelaksanaan training di NOV Singapura.Walau suasana terlihat lebih santai karena kami ...
Posting Terkait
PENGALAMAN MENGIKUTI INTERMEDIATE FIRST AID TRAINING DI MEDIC-ONE
anggal 13-14 November 2012 lalu, saya bersama 5 rekan dari PT Cameron Service International (Sally, Ahmad Saleh, Ferdhy Sandhyego, Ichwan Ridwan dan Gunawan) mengikuti "Intermediate First Aid Training" yang diselenggarakan ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2010 (7) : EDUKASI DAN PENGALAMAN KUNCI PENERAPAN CYBERCITY
Di Hari terakhir Amprokan Blogger 2010, Minggu (7/3) para peserta terlihat tetap segar dan bersemangat. Rombongan peserta dari komunitas blogger daerah yang menginap di Asrama Haji Bekasi diangkut dengan satu ...
Posting Terkait
CATATAN DARI LAUNCHING CITI PRIORITY : LAYANAN PERBANKAN
PUISI : PADA TETES PERTAMA EMBUN PAGI
RINDU TILIAYA…
SUKSES, PENYELENGGARAAN BLOGSHOP KOMPASIANA BERSAMA BLOGGER BEKASI
SEMARAK BLOGILICIOUS KITO PALEMBANG
MIMPI ITU MENARI DI TIMORI
JADI “PAPI SITTER” LAGI
SURAT DARI ORCHARD (4)
PENGALAMAN MENGIKUTI INTERMEDIATE FIRST AID TRAINING DI MEDIC-ONE
AMPROKAN BLOGGER 2010 (7) : EDUKASI DAN PENGALAMAN

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *