PUISI : SEMESTINYA, ENGKAULAH SEMESTAKU

Semburat cahaya senja merah jingga menerpa sendu wajahmu

ketika jemari lentikmu lemah menuding langit

Pada sebuah titik yang engkau namakan “ujung penantian”

dan tak pernah bisa kumaknai secara jelas

apakah itu akan menjadi akhir perjalanan atau justru awal bahagiamu

Disanalah, lanskap kesunyian dan getar kecemasan berpadu bersama kelam malam

ketika langkahmu terpacak jelas pada lembut pasir di pantai Kuta

kau menandainya sebagai kenangan yang kelak akan terhapus oleh deru ombak

dan saat bulan purnama dengan rona pucat di angkasa kau tatap nanar

laksana selaksa perih yang tersimpan lama dalam dada luruh satu-satu bersama kilau sinarnya

“Semestinya, kaulah semestaku,” ucapmu lirih, pada desau angin

Kita telah lama berbincang tentang pilihan-pilihan

juga tentang kemungkinan-kemungkinan yang musykil

Dan sesungguhnya bersama rentetan musim yang telah kita lalui

Segalanya kelak akan menjadi bagian masa lalu tepat ketika kuucapkan salam perpisahan

“Semestinya, kaulah semestaku,” katamu gusar, pada debu yang menderu

Dan aku tetap akan pergi, meninggalkanmu

sembari membawa keping-keping kerinduan tentangmu

yang telah kupunguti satu-satu dengan hati pilu,

pada sudut cafe di Legian, alunan ombak di Sanur dan

gerimis yang menetes di Gianyar

karena sebenarnya,

engkaulah semestaku juga,

semestinya ….

Kuta, 26 Februari 2012

.
 

Related Posts
Warung Baskom alias Bakso Komplit di Sampa'an, Yogya
Hari Sabtu (11/9), merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua anak saya, Rizky dan Alya. Ya, saya memang sudah berjanji pada mereka, saat di Yogya, kami akan mengunjungi Kids Fun, sebuah ...
Posting Terkait
MEMBANGUN SILATURRAHMI DENGAN BUKA PUASA BERSAMA WARGA
"Buka Puasa Bersama warga Jl.Antilop V Blok H 3 dan I 1 Cikarang Baru ini adalah sebuah upaya untuk membangun silaturrahmi penuh nuansa kekeluargaan. Bagaimanapun keluarga terdekat kita saat ini ...
Posting Terkait
PUISI CINTA GOMBAL DARI MASA LALU
Dalam dua kesempatan liburan panjang bulan Desember lalu, saya dan istri bergotong royong merapikan arsip-arsip lama kami digudang yang terletak dikamar belakang. Dan luar biasa, kami--secara tak sengaja--menemukan arsip-arsip surat ...
Posting Terkait
KETIKA RIZKY DAN ALYA NAIK PENTAS SENI GALAKSI
ebyar Aktifitas Lakon dan Kreatifitas Siswa (Galaksi) kembali digelar di SDIT An Nur Cikarang, Sabtu (29/3). Kedua anak saya Rizky (kelas 5) dan Alya (kelas 3) dengan antusias mengikuti kegiatan ...
Posting Terkait
DARI TALKSHOW DI PERPUSTAKAAN BANK INDONESIA ; MENULIS ITU MENYENANGKAN !
"unia Menulis sesungguhnya Dunia Orang Biasa!," demikian ujar mas Junanto Herdiawan, penulis buku "Shocking Japan", "Shocking Korea" dan "Japan After Shock" ini dalam acara Talkshow "Menulis Itu Menyenangkan" yang diselenggarakan ...
Posting Terkait
KE KAMPUS, MENGUNJUNGI KENANGAN…
ostalgia masa lalu ketika menjadi jurnalis kampus "Identitas" Universitas Hasanuddin Makassar kembali berkelebat tatkala saya menjejakkan kaki kembali di "kampus merah" tersebut. Tahun 1990-1994 adalah masa-masa dimana saya banyak meluangkan ...
Posting Terkait
PUISI : HUJAN, KENANGAN DAN TEPIAN ANGAN-ANGAN
Rintik hujan pagi ini membasuh luka yang terlihat samar dibalik halimun Dan entah, janji yang sejatinya akan kutunaikan, terpuruk lunglai di rerumputan Tak berdaya, bersama senarai kisah kita yang terbang melayang bersama ...
Posting Terkait
Foto bareng seusai kopdar
ahagia sekali rasanya, kemarin, Minggu (29/1) kami semua anggota dan pengurus Blogger Bekasi bertemu kembali dengan sang ketua, Mas Aris Heru Utomo yang kebetulan “mudik” ke Indonesia selama masa penugasannya sebagai diplomat Kemenlu RI ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU : 15 TAHUN BERSAMA MENGARUNGI SUKA DAN DUKA
Istriku sayang, Saat menulis surat ini, aku sempat menatap wajahmu yang teduh sembari menahan sakit pada bagian kaki kanan yang baru saja mengalami kecelakaan sepeda motor seminggu silam dan belum sepenuhnya ...
Posting Terkait
MELANCONG KE HONGKONG (2) : MENGHALAU GALAU, MENUAI SENYUM
Here you Leave Today And Enter the World of Yesterday, Tomorrow and Fantasy Demikian tulisan yang tertera pada gerbang masuk Hongkong Disneyland. Dan ungkapan yang disampaikan pada tulisan itu menemukan pembenaran ketika ...
Posting Terkait
KISAH MUDIK 2010 (4) : MENYANTAP BASKOM SEBELUM
MEMBANGUN SILATURRAHMI DENGAN BUKA PUASA BERSAMA WARGA
PUISI CINTA GOMBAL DARI MASA LALU
KETIKA RIZKY DAN ALYA NAIK PENTAS SENI GALAKSI
DARI TALKSHOW DI PERPUSTAKAAN BANK INDONESIA ; MENULIS
KE KAMPUS, MENGUNJUNGI KENANGAN…
PUISI : HUJAN, KENANGAN DAN TEPIAN ANGAN-ANGAN
KEMERIAHAN KOPDAR BERSAMA KETUA BLOGGER BEKASI
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU : 15 TAHUN
MELANCONG KE HONGKONG (2) : MENGHALAU GALAU, MENUAI

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *