MENANG LOMBA SOUTH SULAWESI TOURISM & SEBUAH CATATAN KECIL TENTANGNYA

Bulan April merupakan bulan penuh berkah dan kenangan indah buat saya. Tahun lalu,  saya berhasil memenangkan lomba blog Kartini Digital dan lomba twitter tentang inspiratif mengenai Wanita Masa Depan yang masing-masing diadakan oleh sebuah provider telekomunikasi besar.di Indonesia (selain tentu saja dibulan yang sama ini, saya merayakan ulang tahun kelahiran dan pernikahan saya). Alhamdulillah, pada bulan April 2012 ini, saya berhasil menang sebagai Juara III South Sulawesi Tourism atas tulisan yang saya posting disini.

Saya bersyukur atas kemenangan ini. Sejujurnya saya memang berharap bisa memenangkan lomba ini –sama seperti lomba-lomba blog lainnya yang pernah saya ikuti dan beberapa diantaranya saya menangkan juga. Untuk itu, saya berusaha untuk menyiapkan semuanya sebaik mungkin sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan kemudian meramunya dalam bentuk tulisan yang lugas dan komprehensif. Dan tentu bukanlah hal yang mudah. Terlebih sebuah motivasi terbit dihati saya untuk mempersembahkan kontribusi ide dan pemikiran–sesederhana apapun itu– bagi pengembangan pariwisata Sulawesi Selatan, daerah tempat saya lahir dan dibesarkan. Ini merupakan refleksi kecintaan saya dan menjadi dasar utama mengikuti Lomba Blog South Sulawesi Tourism.

Belakangan, saya cukup terkejut saat membaca sejumlah komentar pedas mengkritik obyektifitas lomba ini. Mulai dari kekecewaan atas kriteria lomba hingga kecurigaan pada juri yang berpihak. Bagi saya, kontraversi yang terjadi pasca lomba kerapkali merupakan hal yang niscaya. Saya sendiri pernah mengalaminya saat menjadi panitia maupun juri lomba blog beberapa tahun silam.

Saya sangat menghargai usaha dan kerja keras Panitia untuk mewujudkan lomba ini termasuk upaya dewan juri untuk menilai karya yang masuk secara obyektif dengan menggunakan metode yang sistemik dan terukur. Penjelasan yang dipaparkan oleh anggota Dewan Juri,  antara lain Ipul Daeng Gassing yang merupakan Ketua Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri, diblognya juga penjelasan Amiruddin PR (Manager Produksi Online Makassar Tribun News.com) serta Sunarti Sain (wartawan Harian Fajar Makassar) disini membuka cakrawala kita semua bagaimana mengakomodir subyektifitas penilaian lomba dari juri dengan berbagai latar belakang untuk mendapatkan hasil terbaik.

Setiap orang tentu memiliki “nilai rasa” dan kadar kepekaan yang berbeda dalam menilai. Dan mekanisme penilaian yang diterapkan dalam lomba ini, antara lain dengan juri menilai karya yang masuk tanpa identitas peserta dan karya terbaik ditetapkan lewat nilai total dewan juri sesuai kriteria yang telah ditetapkan, menurut saya merupakan sebuah langkah yang tepat untuk “menghindari dominasi penilaian berdasarkan perspektif yang seragam” (pinjam istilah Amiruddin PR :)) ).

Saya memahami ketidakpuasan yang muncul atas pengumuman pemenang lomba ini. Bagaimanapun, dalam hidup ini kita tentu tak dapat menyenangkan semua orang. Saya yakin, Panitia dan Dewan juri telah bekerja keras dalam koridor yang tegas dan sesuai untuk mewujudkan hasil terbaik lomba ini, meski lagi-lagi, tentu tidak dapat memuaskan semua pihak. Kompetisi ini telah mengajarkan kita tentang banyak hal. Tidak hanya belajar menerima kekalahan dengan jiwa besar namun juga mencoba menghayati “kemenangan” sejati kita semua dalam mempersembahkan ide dan gagasan terbaik pada pengembangan pariwisata Sulawesi Selatan yang kita cintai.

Terimakasih secara tulus saya ucapkan kepada Panitia Pelaksana Lomba Blog Pengembangan Pariwisata Sulawesi Selatan yang telah menggagas kegiatan ini serta Dewan Juri yang telah bekerja dengan baik dan konsisten. Semoga dimasa-masa mendatang, dunia Pariwisata Sul-Sel kian cerah dan berkembang terus dengan dukungan kita semua.. Amin 

Related Posts
MENULIS DI KORAN TEMPO MELALUI INDONESIANA
ulisan resensi film "Spiderman-2" yang saya buat dan tayangkan di situs blog Tempo "Indonesiana" dimuat di Koran Tempo edisi Minggu,11 Mei 2014. Sungguh sebuah kehormatan besar buat saya karena pihak Indonesiana ...
Posting Terkait
SENSASI “CETAR !”-NYA NGEBLOG DI HARI BLOGGER NASIONAL
“I believe the term “blog” means more than an online journal. I believe a blog is a conversation. People go to blogs to read AND write, not just consume.” (Michael Arrington, ...
Posting Terkait
SOLUSI CANGGIH DAN ELEGAN BERSAMA SAMSUNG GALAXY NOTE 10.1
ejak membeli Samsung Galaxy Tab 10.1 tahun silam, saya sudah merasakan sensasi menjelajahi fitur demi fitur canggih dalam gadget tersebut untuk mendukung aktifitas online saya sehari-hari. Beragam aplikasi yang dimiliki ...
Posting Terkait
BUAT PARA AYAH YANG MENYIMPAN RESAH DENGAN SENYUM MEREKAH
KEJADIAN kemarin siang yang saya alami saat menumpang taksi dari kantor di kawasan Lebak Bulus menuju workshop di Cakung sungguh sangat membekas dihati. Dering suara handphone sang supir seketika membangunkan ...
Posting Terkait
KEGANTENGAN IDENTIK DENGAN KEMENANGAN?
SUNGGUH menarik mencermati hasil quick-count Pilkada Jawa Barat 2008 kali ini. Pasangan HADE (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf) yang menurut analisa sejumlah kalangan tidak diunggulkan untuk memenangkan Pilkada Jawa Barat ...
Posting Terkait
IDBLOGILICIOUS MAKASSAR : SERU, MERIAH DAN INSPIRATIF (Bagian Kedua)
Malam minggu (21/5) terasa begitu berkesan dilewatkan bersama rekan-rekan panitia dari Komunitas Blogger Anging Mammiri Makassar serta tim IDBlognetwork dan para narasumber acara IDBlogilicious. Bertempat di lantai 2 Restorant Apong ...
Posting Terkait
BLOGILICIOUS GORONTALO YANG SENSASIONAL !
elalu ada hal-hal menarik dibalik setiap penyelenggaraan Blogilicious. Termasuk ketika saya menjadi narasumber dalam acara seminar dan workshop blog yang dilaksanakan di aula Universitas Negeri Gorontalo pekan lalu tanggal 15-16 ...
Posting Terkait
MEMAKNAI RASA SYUKUR
Di atas bis saat berangkat kerja tadi pagi, saya sempat tersenyum-senyum sendiri membaca kisah berjudul "Bersyukur dan Bersabar" yang ditulis oleh Makmun Nawawi pada buku kompilasi tulisan Hikmah REPUBLIKA bertajuk ...
Posting Terkait
NOSTALGIA AGUSTUSAN
Saya (ketiga dari kiri) saat bertugas bersama Pasukan-8 Paskibra mengibarkan bendera pada Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1988 di Lapangan Kassi Kebo, Kab.Maros Setiap Peringatan Hari Kemerdekaan ...
Posting Terkait
MINGGU DEPAN, BLOGGER ASEAN SELENGGARAKAN KONFRENSI PERTAMA DI BALI
ertempat di Museum Pasifika Nusa Dua Bali, pada tanggal16-17 November 2011 akan diselenggarakan ASEAN Blogger Confrence yang pertama dengan tema “The New ASEAN and Its Cooperation with Dialogue Partners” . Digagas ...
Posting Terkait
MENULIS DI KORAN TEMPO MELALUI INDONESIANA
SENSASI “CETAR !”-NYA NGEBLOG DI HARI BLOGGER NASIONAL
SOLUSI CANGGIH DAN ELEGAN BERSAMA SAMSUNG GALAXY NOTE
BUAT PARA AYAH YANG MENYIMPAN RESAH DENGAN SENYUM
KEGANTENGAN IDENTIK DENGAN KEMENANGAN?
IDBLOGILICIOUS MAKASSAR : SERU, MERIAH DAN INSPIRATIF (Bagian
BLOGILICIOUS GORONTALO YANG SENSASIONAL !
MEMAKNAI RASA SYUKUR
NOSTALGIA AGUSTUSAN
MINGGU DEPAN, BLOGGER ASEAN SELENGGARAKAN KONFRENSI PERTAMA DI

7 comments

  1. Pertama2, saya mengucapkan selamat,

    kedua, saya yakin lomba yang diadakan ini adalah untuk mengangkat potensi wisata Sulawesi Selatan,dengan banyaknya yang menulis tentang objek2 wisata yg potensial dari Sulsel ini maka khalayak tahu sehingga tertarik untuk berkunjung dan itu adalah keuntungan bagi daerah ini.

    ketiga, setiap lomba pasti ada menang dan “belum menang” alias “Belum beruntung” sehingga ada kalimat “maaf anda belum beruntung, coba lagi” :D, itu sudah sunnatullah, hidup itu sendiri adalah kompetisi, bahkan sejak ovarium dibuahi oleh sperma yg berjuta-juta banyaknya maka hanya satu yg lolos, adapun 2 itu kasus lain, kehendak Ilahi. intinya bahwa setiap lomba pasti ada menang dan kalah, sedangkan kalau kita yakin bahwa kalah adalah kemenangan yang tertunda, maka itu berart kita tetap untuk berusaha dan berusaha, dan memang tidak ada yg jatuh dari langit dengan cuma2. semua butuh proses.
    menurut pengamatan saya, jika ada yg protes itu berarti jiwa besarnya tidak bermain, bahkan kemungkinan yg ada di benaknya hanya hadiah2 yg menggiurkan. Lomba2 atau kompetisi mengajak kita untuk berlaku bijak dan sportif, memaknai arti dari setiap kompetisi, yg berarti bahwa kualitas diri wajib dipacu lagi, bukankah setiap manusia memiliki potensi masing-masing?.

    Keempat, jika belum menang mari cuci muka dulu, semoga dengan demikian kesegaran kian terasa dan selanjutnya jalani hidup dengan optimis tanpa melakukan tuduhan ini dan itu, apalagi tidak ada bukti. 😀

    Demikian. terimakasih, Jaya pariwasata dan jayalah sulses. go go go…
    semangat.

    *maaf ya, komentarnya panjang banget. 😀

    1. Terimakasih atas tanggapannya Daeng Oprek juga uraiannya yg keren. Lomba ini merupakan bukti kepedulian untuk mengembangkan potensi pariwisata yang belum tergarap baik di Sul-Sel.

  2. Selamat, Pak…
    Semoga suatu saat saya juga bisa langganan juara kayak Bapak.. ^_^
    *kok saya manggil ‘bapak’ yah?
    *bingung cari kata sapaan

    kalo buat oknum yang protes-protes itu –>
    Sirik itu namanya!
    Sirik itu tak ada gunanya!
    Hihihihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *