TAHLILAN 40 HARI & PERKEMBANGAN KASUS TABRAK LARI ANANDA ZAHRA

Kasus Tabrak Lari yang menewaskan ananda Zahra Amelia Sanusi (seperti pernah saya tuliskan disini) tanggal 17 Agustus 2012 silam tampaknya sudah mendapatkan titik terang. Seusai acara Tahlilan 40 hari wafatnya ananda Zahra yang dilaksanakan tadi malam, kami semua, sahabat-sahabat dekat ayah almarhumah, Pak Sanusi berkumpul dan berdiskusi mengenai perkembangan kasus ini. Pihak Kepolisian telah  melakukan olah TKP dan telah memiliki saksi kunci yang mengarahkan identifikasi ke pelaku.

Dalam suasana kehangatan dan kekeluargaan acara Tahlilan 40 hari wafatnya ananda Zahra berlangsung dengan lancar dan khidmat, dihadiri kurang lebih 100-an orang yang berasal dari kerabat, tetangga dekat dan sahabat Pak Sanusi.  Alunan doa dan dzikir mengalun syahdu. Saya sendiri datang bersama teman-teman mailing list Cikarang Baru serta Club Sepeda Cikarang Baru Cycling (CBC).

Seusai prosesi acara tahlilan, kami melakukan rapat kecil yang membahas tentang perkembangan kasus ini. Diawali dengan penjelasan Pak Dindin yang menyatakan berdasarkan informasi kepolisian, sang terduga pelaku sudah dikirimi undangan serta panggilan kedua untuk menghadap namun hingga saat ini tidak melakukannya. “Itikad baik sang terduga pelaku kami pertanyakan karena tidak memenuhi undangan polisi, terkesan tidak koperatif menanggapinya. Minggu depan akan dilayangkan panggilan ketiga kepada sang terduga pelaku, bila masih tetap tidak hadir, maka kemungkinan besar akan dilakukan peningkatan tindakan yang lebih represif,” kata Pak Dindin. Menurutnya, tim kecil CBC telah melakukan upaya-upaya intensif mengawal kasus ini, termasuk membantu polisi dipertemukan dengan saksi kunci dilapangan.

Kegesitan “detektif” CBC ini patut diacungi jempol karena dengan cepat mampu mengumpulkan sejumlah bukti-bukti otentik yang mendukung penyelidikan Polisi. “Bukti-bukti seperti rekaman CCTV sebelum kejadian termasuk saksi, sudah kami serahkan kepada pihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti. Kami sangat menyokong penuh usaha polisi mengungkap kasus ini termasuk mendukung azas praduga tak bersalah namun dibalik itu kami sangat berharap pihak kepolisian bisa bergerak lebih cepat mengingat kasus ini sudah cukup lama (lewat sebulan) ditangani”, kata Pak Rivaldi, yang kini menjabat sebagai Ketua CBC.

Saya sendiri mendukung pernyataan Pak Rivaldi. Kita mesti mempercayakan kasus ini kepada pihak yang berwenang melakukannya. Ketika status sang terduga pelaku meningkat menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang), maka peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu kepolisian mencari sang pelaku. Tentunya prosedur penangkapan sesuai dengan azas hukum yang berlaku di negara kita.

Pada kesempatan diskusi itu pula Pak Faisal yang memiliki julukan spesial A’a Boxer menegaskan bahwa paralel dengan upaya pengungkapan kasus ini lewat kepolisian, usaha publikasi untuk menggalang opini publik mengenai kasus ini tetap harus diteruskan. Bagaimanapun, keadilan harus ditegakkan. Masyarakat mesti tahu tentang perkembangan kasus ini, harapannya adalah kedepan, tidak terjadi lagi kejadian serupa dimasa datang. Semua pihak mesti berhati-hati dalam mengemudikan kendaraannya khususnya dikawasan perumahan seperti Cikarang Baru.

Menjelang akhir diskusi, Pak Sanusi sebagai ayahanda ananda Zahra menyatakan sangat berbahagia dan terharu atas usaha teman-teman dalam mengungkap kasus ini termasuk secara sukarela dan spontan menggalang aksi Solidaritas untuk Zahra. Sumbangan dana untuk pengungkapan kasus ini terus mengalir masuk ke kas khusus Solidaritas Untuk Zahra yang dikelola oleh teman-teman CBC

“Sesungguhnya, kami sekeluarga sudah ikhlas menerima takdir yang merenggut nyawa putri kami tercinta Zahra. Saat menggendong anak saya pasca kecelakaan dan melihat senyum tersungging dibibir mungilnya, saya pasrah dan menyerahkan segalanya kepada Yang Maha Kuasa, mungkin ini takdir terbaik yang sudah ditetapkan olehNya kepada putri saya. Usaha teman-teman dalam mengungkap kasus ini kami sekeluarga sangat hargai dan mendukung, semoga pelakunya bisa segera tertangkap dan tidak terjadi lagi kejadian yang sama dimasa yang akan datang,”ujar Pak Sanusi dengan nada pelan.

Menjelang rapat ditutup, kami semua kembali mengirimkan do’a kepada almarhumah ananda Zahra, semoga mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT serta segala harapan kami semua, kerabat dan sahabat-sahabat ayahanda Zahra, Pak Sanusi agar kasus ini segera diungkap dan sang pelaku mendapatkan hukuman setimpal bisa dapat terwujud..

Related Posts
KREATIFITAS MENGESANKAN ANAK BANGSA LEWAT DJARUM BLACK APPS COMPETITON 2013
elalu menyenangkan berada bersama-sama sosok-sosok yang kreatif, muda, inspiratif dan bersemangat. Demikian "aura" yang saya rasakan ketika Sabtu (29/6) kemarin saya bersama keluarga menghadiri acara puncak penganugerahan Djarum Black Apps ...
Posting Terkait
BLOGILICIOUS BANDUNG : SENSASI BERBAGI WALAU HANYA SEHARI
ajar merekah cerah di Cikarang ketika Bis Primajasa menuju Bandung yang saya tumpangi menembus pagi, Sabtu (18/6). Saya menyaksikan, perlahan bias mentari kian menampakkan gemilang sinarnya lewat kaca jendela saat ...
Posting Terkait
CATATAN KECIL JEJAK LANGKAH DI SINGAPURA
"Hoii...update dong blogmu. Udah banyak tuh sarang laba-labanya!", demikian pesan SMS seorang kawan yang saya terima di handphone kemarin. Sebuah "sindiran" yang sangat menggelitik dan membuat saya tersentak dari kesadaran. ...
Posting Terkait
AMPROKAN BLOGGER 2011 (2) : TENTANG MATAHARI KECIL YANG MENGHANGATKAN & ATRAKSI ANGKLUNG YANG MEMUKAU
rosesi acara pembukaan Amprokan Blogger 2011 yang dibuka oleh Menkominfo Tifatul Sembiring (baca artikelnya disini) kemudian dilanjutkan diskusi tematik tentang Kebebasan Berekspresi di Internet. Dipandu oleh Presiden Blogger ASEAN chapter ...
Posting Terkait
SELAMAT JALAN MBAK AJENG,  BLOGGER SEJATI YANG TAK PERNAH LETIH BERJUANG
abar duka itu datang begitu menyentak nurani. Tadi malam saat membaca informasi dari mbak Mira Sahid di WA Grup Blogger Bekasi tentang meninggalnya mbak Ajeng (nama lengkapnya Raden Ajeng Nunuk Purwaningsih) ...
Posting Terkait
Ustadz Syuhada Memimpin Pengajian
abtu malam, 9 April 2011, bertepatan dengan perayaan ulang tahun saya ke 41, kami sekeluarga berinisiatif melaksanakan pengajian/pembacaan surat Yaasin di rumah sebagai wujud rasa syukur, selain atas bertambahnya usia ...
Posting Terkait
MONOLOG “MAKKUNRAI” YANG MEMUKAU
MATAHARI sudah turun ke peraduannya saat saya tiba di gerbang Taman Ismail Marzuki (TIM), Senin, 24 Maret 2008 untuk menghadiri Diskusi dengan tema Perkembangan Sastra Kontemporer di Makassar: Menelisik Kumpulan ...
Posting Terkait
MELANCONG KE HONGKONG (2) : MENGHALAU GALAU, MENUAI SENYUM
Here you Leave Today And Enter the World of Yesterday, Tomorrow and Fantasy Demikian tulisan yang tertera pada gerbang masuk Hongkong Disneyland. Dan ungkapan yang disampaikan pada tulisan itu menemukan pembenaran ketika ...
Posting Terkait
STRATEGI JITU MELAMPIASKAN NGIDAM
Sejak Istri saya dinyatakan hamil oleh dokter--setelah penantian kami yang cukup panjang selama 3 tahun--maka sebagai suami yang berbahagia (karena perkasa) telah berhasil "membuahi" istri tercinta, saya begitu bersemangat memanjakan ...
Posting Terkait
KEHANGATAN KEBERSAMAAN DALAM ACARA BUKA BERSAMA WARGA
Hari Sabtu (4/8) lalu, kami segenap warga Jl.Antilop V Blok H 3 & I 1 Perumahan Cikarang Baru melaksanakan acara Buka Puasa Bersama yang dilaksanakan ditengah jalan yang menjadi "batas"antar ...
Posting Terkait
KREATIFITAS MENGESANKAN ANAK BANGSA LEWAT DJARUM BLACK APPS
BLOGILICIOUS BANDUNG : SENSASI BERBAGI WALAU HANYA SEHARI
CATATAN KECIL JEJAK LANGKAH DI SINGAPURA
AMPROKAN BLOGGER 2011 (2) : TENTANG MATAHARI KECIL
SELAMAT JALAN MBAK AJENG, BLOGGER SEJATI YANG
KEJUJURAN KUNCI KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA
MONOLOG “MAKKUNRAI” YANG MEMUKAU
MELANCONG KE HONGKONG (2) : MENGHALAU GALAU, MENUAI
STRATEGI JITU MELAMPIASKAN NGIDAM
KEHANGATAN KEBERSAMAAN DALAM ACARA BUKA BERSAMA WARGA

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *