SENYUM SENJA DI PANTAI LOSARI

Keindahan Senja di Pantai Losari (foto oleh Abu Ghalib)

“Sejak saya kecil, Pantai Losari merupakan pantai yang sangat indah untuk melihat sunset. Ketika tinggal di Makassar atas undangan almarhum Bapak Jenderal M Jusuf ketika masih menjadi Panglima Kodam Hasanuddin, hampir setiap hari saya diajak ke Pantai Losari. Sampai saya bertanya, apa tidak ada lagi tempat lain selain Losari ya, he-he-he…”. Demikian kata mantan Presiden RI ibu Megawati Soekarnoputri saat meresmikan Revitalisasi Pantai Losari pada tanggal 11 September 2004 lalu.

Apa yang dikatakan ibu Mega memang tak salah.

Keindahan pantai yang terletak disebelah barat Makassar ini memang sungguh mempesona terlebih ketika matahari terbenam di senja hari. Secara berseloroh, seorang kawan saya pernah berkata, “Senja di pantai Losari tak akan pernah berhenti tersenyum, pokoknya selalu tersenyum menyapa siapa saja yang menyaksikannya”

Semburat merah jingga dari mentari yang akan rebah di kaki cakrawala memantul pada laut yang terletak dihadapan pantai Losari membawa nuansa dan pesona tersendiri bagi yang menyaksikannya. Beberapa perahu nelayan kecil nampak di kejauhan kian memperkaya warna senja yang luruh disana dan debur ombak yang menerpa lembut tanggul pantai bagaikan musik syahdu yang membawa suasana terasa kian sentimental “diiringi” hembusan angin sepoi-sepoi dari arah laut. Banyak fotografer yang mengabadikan kejadian ini untuk menyimpan kenangan keindahannya, kenangan senyum senja Pantai Losari.

Saat masih berstatus mahasiswa di Universitas Hasanuddin, Makassar sekitar tahun 1990-1994, tempat favorit saya untuk sekedar melepaskan penat (dan mungkin indehoy bersama kekasih tercinta) adalah Pantai Losari.

Pantai yang juga merupakan landmark Kota Makassar ini memang menawarkan keindahan yang sangat eksotis terutama saat menyaksikan pemandangan matahari terbenam ketika petang menjelang. Saya masih ingat betul, sejumlah pedagang makanan bertenda berderet sepanjang kurang lebih satu kilometer dipesisir Pantai Losari. Sampai-sampai ada yang sempat menjuluki sebagai “meja makan terpanjang didunia”. Hidangan yang disajikanpun sangat beragam namun kebanyakan didominasi oleh makanan laut (seafood) dan ikan bakar.

Salah satu hidangan khas dan unik di pantai Losari adalah Pisang Epe’. Jenis makanan ini berupa pisang mentah dibakar, lalu dibuat pipih kemudian diberi “kuah” air gula merah. Untuk menambah aroma dan kenikmatan, biasanya sang penjual menambahkan durian pada campuran kuah gula merah tadi. Inilah makanan favorit saya sembari menikmati semilir angin senja yang sejuk membelai tubuh..

Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari.

Seusai menikmati senja, tak usah risau untuk mencari tempat mengisi perut yang lapar. Dengan hanya berjalan kaki sekitar 5 menit dari Pantai Losari, anda akan menemukan pusat jajanan “tanah Anging Mammiri” di Pantai Laguna Mulai sop konro, coto Makassar, sop Saudara, sop pallubasa, pallu mara dan ikan bakar, pisang epe, es pisang ijo, pallubutung, sari laut, bakso, nasi goreng, mie kering dan capcai bisa anda temukan pada ratusan gerobak yang mangkal disana. Harganya pun relatif murah, berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 12.500 per porsi.

Oh,ya..bila sempat, jangan lupa menikmati becak khas Makassar menyusuri sepanjang pinggir pantai Makassar. Sarana transportasi yang sudah langka kita temui ini, masih kita jumpai disana. Rasakan sensasi naik becak dengan kayuhan roda si “daeng” seraya menikmati hempasan angin lembut yang menerpa dari arah depan.

Pantai Losari tak hanya “bergeliat” di senja hari. Setiap minggu pagi, di sepanjang jalan Penghibur yang tepat berada di pinggir Pantai ini ramai dikunjungi orang yang berolahraga, mulai dari jogging, senam, bersepeda atau hanya sekedar jalan-jalan menikmati udara pagi yang segar. Berbagai jajanan dan aneka makanan tradisional tersedia seperti bubur ayam, bubur kacang ijo, empek-empek Palembang, es pallubutung, es pisang ijo, soto ayam, gado-gado atau lontong sayur. Bagi anda yang akan mencicipi tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam cukup dengan Rp 4000 sampai Rp 6000 per porsi untuk setiap hidangan sarapan pagi ini.

Tidak terlalu sulit untuk mencapai Pantai Losari karena tempat ini termasuk berada di pusat Kota Makassar. Sejumlah angkutan umum melintasi jalur Jalan Penghibur yang berada di pinggiran Pantai Losari. Sejak direnovasi tahun 2006, Pantai Losari kian bersolek, semakin bersih dan indah, sebagai salah satu ikon andalan pariwisata Kota Makassar.

Jadi tak lengkap rasanya, bila anda ke Makassar tidak mampir ke Pantai Losari dan menikmati segala romansanya…

Catatan:

Artikel ini pernah dimuat di Yahoo Travel Indonesia 10 September 2012 

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *