547017_10151229673613486_242251541_n (1)Istriku sayang,

Seperti yang sudah aku lakukan dalam 4 tahun terakhir, hari ini Surat Cinta Terbuka buatmu kutulis kembali, memperingati 14 tahun usia pernikahan kita. Aku selalu membangun sebuah “monumen” abadi tiap tahun, mengenang saat-saat bersejarah kita saat ikrar dinyatakan, janji diteguhkan dan niat dikuatkan dalam sebuah ikatan pernikahan. Sebuah “lembaga” sakral dimana kita menyemai benih-benih cinta secara konsisten lalu menuainya dengan rasa bahagia yang membuncah. Tak terlerai.

Seperti dituliskan dalam buku Plato And The Theory Of Forms, Tim Ruggiero, Philosophical Society, July 2002, Plato mengisahkan semula kita dan pasangan kita sesungguhnya dilahirkan sebagai kembar. “Mereka diciptakan Tuhan dengan dua kepala, dua leher, dua badan, dua pasang tangan, dua pasang kaki, dan seterusnya, tapi mereka hanya dikarunia satu hati, satu jiwa. Dan mereka harus berbagi”, kata Plato filsuf Yunani Kuno terkenal itu. Suatu hari, karena takdir tertentu yang tak terjelaskan, mereka harus terpisah satu sama lainnya. Namun, sejauh apapun mereka berpisah, jiwa mereka akan saling “memanggil”, saling mengirimkan sinyal untuk saling mendekat, dan kelak—bila mereka mengikuti panggilan itu—mereka akan bertemu kembali.

Mungkin saja ada yang memaknai apa yang disampaikan Plato sebagai sesuatu yang absurd dan melankolis. Tapi tidak bagiku. Kehadiranmu disisiku, selama 14 tahun ini adalah bagian dari kesatuan hati kita yang dibagi bersama dalam suasana suka dan duka sepanjang mengarungi samudera kehidupan. Kisah Adam dan Hawa yang diciptakan Allah SWT dalam kondisi tubuh yang lengkap namun rusuk yang terbagi. Mereka terpisah dan akhirnya bertemu kembali di Jabal Nur (Gunung Cahaya) dan menyatukan diri dalam harmoni, berbagi dalam satu hati, satu jiwa.

Istriku sayang,

Bagiku kehadiranmu menggenapi segala kekosongan dan melengkapi semua kehampaan. Menikah adalah belajar untuk saling mengerti dan memahami setiap perbedaan. Menyadari bahwa keinginan kita untuk saling melampiaskan rasa rindu tiada akhir dengan berkomitmen bersama dan berikhtiar menggali lebih dalam esensi cinta dan kehidupan dalam setiap langkah perjalanan kita, adalah sesuatu yang niscaya. Sedih maupun Gembira. Suka maupun Duka. Kita “mewarnai” semuanya dengan indah, dengan corak yang kita sukai. Satu hati, Satu jiwa.

Aku ingin kita “tumbuh” hingga tua bersama, menyaksikan kedua buah hati kita Rizky dan Alya meniti masa dewasa, meraih impiannya, mengawal mereka ke masa depan dan kelak akan mempersembahkan kepada kita cucu-cucu yang cantik dan ganteng. Kita berdua akan duduk di serambi depan rumah, menyaksikan kilau mentari menuju peraduannya dan aku akan membisikkan larik-larik puisi buatmu

Kerapkali kita menyempatkan diri duduk diberanda

bercakap tentang hal-hal tak penting dan upaya-upaya menanggulangi kegetiran

seraya menatap gelap yang luruh perlahan dipelupuk mata

dan kunang-kunang melintas anggun membawa kerlip harapan

sementara rindu memantul-mantul gemas lewat debar lirih di jantung kita

Bintang tersipu dipelukan awan saat kisah-kisah manis kuceritakan

terbang bersama desir lembut angin yang menyibak rambut tipis di keningmu

“Kita telah menoreh malam dengan angan-angan,” ucapku haru

lalu hening melingkupi segenap semesta

atgfamily-resize

Kerapkali aku mengajakmu menatap kelam di lanskap langit

seraya berusaha merengkuh impian yang berkelebat bersama gegas waktu

dan memori yang selalu kita catat dengan hati riang,

senantiasa menjadi jejak menandai kehadiran dan ketidakhadiran,

juga perih kehilangan sepanjang perjalanan

karena kita selalu yakin, indah, selalu tiba pada saatnya,

senyata hembusan nafas dan delik cemburu rembulan diatas sana

janji yang telah dan akan kita tunaikan, tanpa rasa enggan

merasuk pada rangkaian musim dimana kiprah kita terpacak jelas

tak akan pernah ada rasa sesal

karena rasa telah nyata mengalir lewat kata-kata dan realita

dan hidupmu, hidupku, hidup kita menyatu dalam gemuruh cinta

pada impian gemilang serta pendar asa

yang telah kita toreh dengan jemari gemetar di pucuk malam..

Catatan:

Koleksi Surat Cinta Terbuka Untuk Istriku tahun-tahun sebelumnya bisa dibaca disini 

Related Posts
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (Refleksi 13 Tahun Usia Pernikahan)
striku sayang, Sudah beberapa hari, peringatan tahun ketigabelas usia pernikahan kita berlalu. Kesibukan mempersiapkan perhelatan syukuran khitanan anak sulung kita, Rizky, telah begitu banyak menyita waktu dan kesempatan untuk sekedar menuliskan ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (Refleksi 10 Tahun Usia Pernikahan)
Istriku sayang, Malam ini, usai kita menunaikan sholat isya berjamaah dalam suasana khusyuk dan tawadhu', ada berjuta kebahagiaan merekah tak terhitung memenuhi dadaku. Hal ini terutama karena, malam ini, kita memperingati ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA BUAT ISTRIKU (Merayakan 12 Tahun Pernikahan)
Istriku sayang, Membuka bulan keempat di tahun 2011 yang juga merupakan bulan penuh kenangan dimana cinta kita berdua dikekalkan dalam ikatan suci pernikahan, kita menyaksikan betapa malapetaka berupa bencana alam serta ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA BUAT ISTRIKU : 11 TAHUN YANG MENAKJUBKAN BERSAMAMU…
Istriku Sayang, Untuk kedua kalinya, setelah pada perayaan ulang tahun perkawinan kita yang kesepuluh tahun lalu, aku menulis Surat Cinta Terbuka, maka kali ini aku melakukan hal yang sama kembali. Mohon ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (16 TAHUN USIA PERNIKAHAN) : MENGHAYATI CINTA DAN MENIKMATI KEBERSAMAAN
Istriku Sayang, Tepat tanggal 10 April 2015, kita telah memasuki tahun ke-enambelas pernikahan kita. Surat Cinta ini merupakan surat cinta terbuka ketujuh sejak pertama kali merilisnya tahun 2009 silam. Aku tak ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU : 15 TAHUN BERSAMA MENGARUNGI SUKA DAN DUKA
Istriku sayang, Saat menulis surat ini, aku sempat menatap wajahmu yang teduh sembari menahan sakit pada bagian kaki kanan yang baru saja mengalami kecelakaan sepeda motor seminggu silam dan belum sepenuhnya ...
Posting Terkait
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (Refleksi 13 Tahun
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (Refleksi 10 Tahun
SURAT CINTA TERBUKA BUAT ISTRIKU (Merayakan 12 Tahun
SURAT CINTA TERBUKA BUAT ISTRIKU : 11 TAHUN
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU (16 TAHUN USIA
SURAT CINTA TERBUKA UNTUK ISTRIKU : 15 TAHUN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

April 2013
M T W T F S S
« Mar   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Profil di LinkedIn

Arsip

My Karaoke @ SoundCloud

Kicauanku di Twitter

Creative Commons License

Lisensi Creative Commons
ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 3.0 Tanpa Adaptasi. Silakan anda mengambil atau mengutip sebagian maupun seluruh isi blog ini asalkan jangan lupa mencantumkan sumber asli tulisannya. Terimakasih atas pengertian anda

Recent Comments

    My Instagram

    Good Reads Book Shelf

    Amril's books

    Nge-blog Dengan Hati
    3 of 5 stars
    Blogisme ala Ndoro Kakung Judul Buku : Ngeblog Dengan Hati Penulis : Wicaksono “Ndoro Kakung” Editor : Windy Ariestanty Penerbit : Gagas Media, Terbitan : Cetakan pertama, 2009 Jumlah Halaman : 142 Di ranah blog Indonesia, nama N...

    goodreads.com

    Page Rank Checker

    Free Page Rank Tool Pagerankchecker.com — Check your Pagerank Website reputation
    Alexa rank,Pagerank and website worth
    Powered by WebStatsDomain
    Blog

    Live Traffic Feed