DEWI LESTARI, SOSIAL MEDIA DAN UPAYA MEMBANGUN HARMONINYA

kdyryTadi malam (19/6) bertempat di Marketing Galery Jababeka Movieland Cikarang saya berkesempatan bertemu langsung dengan salah satu penulis idola saya, Dewi Lestari.

Penulis yang akrab dipanggil Dee ini terkenal dengan karya-karya monumentalnya seperti Supernova, Filosofi Kopi, Madre, Perahu Kertas, dan Rectoverso berkenan hadir berbagi inspirasi dan pengalaman dalam momen Mild Talk-In yang disponsori oleh salah satu perusahaan rokok terkemuka di Indonesia.

Saya sangat bersyukur sempat memeriksa timeline twitter @urbancikarang yang menginformasikan acara ini karena sebenarnya sudah lama saya menunggu momen bisa berjumpa langsung dengan Dee, penulis yang telah memberikan saya banyak inspirasi dalam merangkai kata indah. Apalagi acara dilaksanakan tak jauh dari rumah dan tempat kerja saya di Cikarang. Alhasil, seusai jam kerja kantor, saya langsung berangkat menuju Movieland Jababeka.

Acara dimulai pukul 19.00 dan dipandu secara memikat oleh moderator Ita Sembiring, penulis dan juga founder kegiatan Mild Talk In. Tema yang diangkat dalam talkshow kali ini adalah Social Media in Social Live. Dalam paparannya Dee mengungkapkan fenomena menjamurnya sosial media yang kerapkali membuat interaksi dalam kehidupan sosial ikut terpengaruh. “Saya pernah menyaksikan satu keluarga makan di sebuah rumah makan, dimana sang ayah dan ibu sibuk dengan Blackberry masing-masing, sementara kedua anak mereka juga sama sibuknya dengan tablet/gadget sendiri-sendiri. Semuanya diam. Tak ada komunikasi diantara mereka. Ini tentu saja memprihatinkan dalam konteks ketika seharusnya mereka saling berinteraksi satu sama lain dalam suasana hangat penuh nuansa kekeluargaan tanpa harus terdistraksi oleh gadget masing-masing.Tak heran bila ada istilah yang menyatakan,“Sosial Media bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat,” kata Dee yang juga adalah mantan personil grup nyanyi RSD (Rida Sita Dewi) ini dengan lugas.

me&deeDee kemudian melanjutkan bahwa potensi “attention defisit disorder” ini akibat adiksi berlebihan pada sosial media mesti direduksi dengan menerapkan aturan yang jelas dan secara konsisten melakukannya. “Keberanian Melepaskan. Itu salah satu cara mengatasinya. Jangan membiarkan sosial media “menjajah” semesta yang kita punya dengan secara bijak menggunakannya antara lain memetakan serta menetapkan prioritas dan disiplin dalam menerapkannya agar terbangun harmoni antara dunia nyata dan dunia maya,” ujar Dee dihadapan sekitar 100 orang peserta talkshow semalam.

Penulis buku laris ini kemudian berbagi kisah bagaimana ia dan sang suami, Reza Gunawan, seorang pakar penyembuhan holistik, membangun “harmoni” tersebut. “Dalam pertemuan keluarga atau situasi-situasi tertentu dimana dibutuhkan interaksi sosial langsung secara intens kami sepakat untuk tidak menggunakan bahkan mematikan gadget kami, kalaupun kemudian ada hal yang mendesak untuk memeriksa piranti sosial media, kami sepakat untuk menetapkan waktu yang akan digunakan serta berjanji untuk memenuhinya secara konsisten. Dengan demikian kami memegang kendali penuh atas penggunaan sosial media dalam kehidupan sosial kami, bukan justru sebaliknya,” tambah Dee lagi. Untuk soal menulis, Dee juga menerapkan aturan serupa agar aktifitasnya tidak terganggu oleh interaksi sosial media yang kerap jadi “candu” tak terlerai.

Fenomena merebaknya sosial media sesungguhnya juga berdampak positif. “Twitter sudah menjelma laksana arisan besar. Banyak manfaat yang kita peroleh disana, selain menambah banyak teman, banyak juga yang mendapatkan pekerjaan dan penghasilan dari sana. Ketika menulis novel “Partikel” saya mendapatkan banyak bahan dan informasi berharga lewat interaksi dengan kawan di twitter–yang hingga kini belum pernah ketemu–mengenai Tanjung Puting. Ini sebuah sisi positif lewat sosial media dan seyogyanya kita bisa lebih bijak menggunakannya agar kehidupan sosial kita juga berimbang,” kata ibu dua anak ini sembari tersenyum.

Seusai talkshow, hadirin dihibur oleh penampilan apik dari Adera Band yang memainkan musik secara akustik dengan lagu-lagu andalannya seperti “Melewatkanmu” dan “Terlambat”. Acara berakhir pukul 20.30 malam. Saya sangat bersyukur mengikuti acara yang sarat inspirasi ini dan tentu saja beruntung bisa berfoto bersama dengan Dee, penulis idola saya. Terimakasih untuk Mild Talk_In dan Jababeka yang sudah menghadirkan kegiatan berbagi seperti ini. Semoga dikesempatan mendatang bisa hadir lagi.

Related Posts
KULINER DASHYAT MAKASSAR SELAIN COTO DAN SOP KONRO
pa yang terbersit dalam benak anda ketika seseorang mengajak anda berbincang tentang kuliner di Makassar?. Mungkin saja anda akan langsung menyebut "Coto" atau "Sop Konro" sebagai dua santapan paling populer khas "Kota ...
Posting Terkait
MY BLOGGING KALEIDOSKOP 2015
Januari 2015 Mengawali tahun 2015, saya berpartisipasi mengisi blog film "Karbon Dalam Ransel" (KDR) yang digagas oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI). Pada blog tersebut saya menuliskan 14 artikel dalam kurun ...
Posting Terkait
NOSTALGIA PILKADES DI CIKARANG
Sebentar lagi Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Cikarang akan digelar (tepatnya 20 Januari 2013). Saya terkenang kembali nostalgia 5 tahun silam saat kami sekeluarga mengikuti acara ini di Cikarang. Waktu itu ...
Posting Terkait
SENSASI SUNDAY SUPER BRUNCH BERSAMA YAYASAN OMAR NIODE
ertepatan dengan peringatan Hari Blogger keenam, kemarin, Minggu (27/10), saya bersama 10 orang blogger lainnya, mendapatkan undangan spesial dari Omar Niode Foundation untuk mengikuti event Super Brunch bertempat di The ...
Posting Terkait
DAPAT HADIAH JERSEY BARU & SEPEDAAN PUN SEMAKIN SERU !
ungguh sebuah kebahagiaan dan kejutan luar biasa buat saya dapat hadiah spesial berupa Jersey (kaos khusus bersepeda) dari Pak Faisal Mahbub, salah satu anggota mailing list Cikarang Baru dan anggota ...
Posting Terkait
ALHAMDULILLAH, DAPAT HADIAH NOKIA C-3 DARI LOMBA IB BLOGGING DAY KOMPASIANA
Berulang kali saya berucap Syukur kepada Allah SWT saat tadi malam membaca Pengumuman Hasil Lomba IB Blogging Day Kompasiana yang menyatakan saya menjadi Pemenang Harapan V atas satu-satunya tulisan saya ...
Posting Terkait
LIBURAN SERU : KE MEKARSARI DAN LOMBA E-LEARNING KIDS DI PLAZA JB
Libur panjang selama 3 hari mulai Jum'at (24/12) sampai Minggu (26/12) benar-benar saya manfaatkan untuk menikmati indahnya  kebersamaan bersama keluarga. Kegiatan kami dimulai pada hari Jum'at pagi saat kami semua ...
Posting Terkait
TENDANGAN DARI LANGIT : TENTANG SEPAKBOLA, CINTA DAN JIWA PANTANG MENYERAH
utra sulung saya, Rizky, yang memiliki hobi sepakbola dan fans berat pada Irfan Bachdim sejak awal liburan lebaran lalu sudah meminta kepada saya untuk nonton film "Tendangan Dari Langit" yang ...
Posting Terkait
KOMUNITAS KOPROL CIKARANG RESMI BERDIRI
Suasana di lantai 2 Restorant Kentucky Fried Chicken Sentra Grosir Cikarang (SGC) begitu meriah dan semarak, saat saya tiba disana, siang tadi, Selasa (15/2) untuk menghadiri kopdar dan peluncuran perdana ...
Posting Terkait
PENGALAMAN BERKURBAN (2) : ANTARA SAPI,PARTISIPASI DAN MUTILASI
Dua tahun silam, sama seperti pernah saya ceritakan disini, hari ini Rabu (17/11) tepat di Hari Raya Idul Adha 1431 H saya kembali berpartisipasi berpatungan bersama 6 orang warga RT ...
Posting Terkait
KULINER DASHYAT MAKASSAR SELAIN COTO DAN SOP KONRO
MY BLOGGING KALEIDOSKOP 2015
NOSTALGIA PILKADES DI CIKARANG
SENSASI SUNDAY SUPER BRUNCH BERSAMA YAYASAN OMAR NIODE
DAPAT HADIAH JERSEY BARU & SEPEDAAN PUN SEMAKIN
ALHAMDULILLAH, DAPAT HADIAH NOKIA C-3 DARI LOMBA IB
LIBURAN SERU : KE MEKARSARI DAN LOMBA E-LEARNING
TENDANGAN DARI LANGIT : TENTANG SEPAKBOLA, CINTA DAN
KOMUNITAS KOPROL CIKARANG RESMI BERDIRI
PENGALAMAN BERKURBAN (2) : ANTARA SAPI,PARTISIPASI DAN MUTILASI

9 comments

  1. Memang gadget bisa positif dan negatif, sehingga gadget tidak bisa disalahkan, tapi manusia2lah yg memperlakukan gagdet itu, Jadi memang harus bijak menggunakan gadget,
    dan berhubungan saya belum punya gadget yg bisa mobile kemana2, maka bagi yg kelebihan gadget bagi2lah, hahahaaa., daripada gadgetnya nanti mengganggu keharmonisan keluarga. hehehe..*kidding

    selamat Pak.., semoga ada acara seperti ini saya tahu dan ada waktu(biasanya hari minggu dan sabtu Sore), jadi bisa ikutan meramaikannya dan foto bareng.. 🙂

  2. Tips Dee sangat tepat, akan saya coba mengaplikasikannya walau ternyata sangat susah menjauhkan si gadget ini ya hehe tapi memang harus diupayakan. jangan sampai menyesal saat kehilangan moment kumpul keluarga tersebut, mumpung mereka masih ada di sisi kita 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *