JADI KHATIB KULTUM TARAWIH LAGI..

1002384_10151705861778486_409283235_n

Minggu malam (14/7) lalu saya kembali mendapat kehormatan sebagai khatib kultum (kuliah tujuh menit) sesaat sebelum Jamaah Mushalla Al-Ishlah yang letaknya berada dibelakang rumah saya menunaikan sholat Tarawih. Ini memang bukan kali pertama saya menjalankan tugas seperti ini, namun tetap saja masih deg-deg-an :). Menyampaikan pesan-pesan dakwah dan kebaikan melalui mimbar merupakan sesuatu yang membawa ketegangan tersendiri terlebih apa yang disampaikan tidak hanya diharapkan bisa menjadi inspirasi bermanfaat buat jamaah yang hadir namun juga mampu di-implementasikan dalam kehidupan keseharian di keluarga saya.Alhasil, sejak Sabtu (13/7) saya mulai mempersiapkan bahan-bahan materi kultum saya dengan mencari referensi di buku maupun internet. Saya memilih judul kunci sukses menunaikan ibadah puasa antara lain menghayati hikmah Ramadhan dengan sepenuh hati, “menghias” puasa dengan ragam amal yang disyariatkan dalam Ramadhan, serta mempertahankan dan menjaga amal & perbuatan dengan Istiqomah hingga akhir Ramadhan. Intinya, bagaimana menjadikan Ramadhan sebagai “madrasah Takwa” untuk menempa jiwa dan rohani kita sebagai hamba-hamba Allah SWT yang taat dan menjalankan segala perintahNya serta menjauhi segala laranganNya.

Beruntunglah, di era internet seperti ini, saya bisa dengan mudah memperoleh bahan yang akan sampaikan dalam Kultum. Dengan tekun saya merangkumnya satu persatu menjadi materi dakwah singkat yang akan disampaikan kelak. Dengan penuh rasa ingin tahu, kedua anak saya, Alya dan Rizky memperhatikan apa yang saya kerjakan didepan komputer.

“Jangan diganggu ya Papa kalian, lagi sibuk. Sebentar malam mau jadi ustadz,” kata istri saya memperingatkan kedua buah hati saya itu.

“Wahh..kereen, Papa jadi ustadz nih”, kata Alya sambil mengacungkan jempolnya

“Gak cocok!. Papa gak cocok jadi ustadz,” tukas Rizky sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Lho kenapa nak?”, tanya istri saya.

“Tidak ada jenggotnya!, kalau ustadz, mesti ada jenggotnya, baru cocok!”, sahut Rizky kemudian disambut derai tawa kami semua.

Pukul 19.15, kami sekeluarga sudah siap-siap berangkat ke Mushalla Al Ishlah yang berjarak hanya 100 meter dari rumah. Jantung saya berdegup kencang, terlebih sesaat sesudah kami menunaikan ibadah sholat Isya dan pembawa acara Mushalla, Pak Yuliusman, memanggil saya untuk naik mimbar. Si sulung Rizky sudah siap-siap mengambil gambar saya dengan kamera dari blackberry Bold. Sekilas saya melihatnya tersenyum dan mengacungkan jempol. Di hadapan sekitar 100-an jamaah yang hadir malam itu, saya pun memulai khutbah dengan penuh percaya diri. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar.

Buat saya, ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dan merupakan bagian dari komitmen pribadi saya untuk berbagi serta mengisi hari-hari Ramadhan yang saya lalui dengan kegiatan yang bermanfaat dan membawa inspirasi, bagi siapa saja. Semoga ikhtiar mulia ini diberkahi oleh Allah SWT.. Aamiin.. 

Related Posts
Sang Pemenang Grup Lomba Historia dalam Sumpah Pemuda 2.0
Lapangan hijau yang terletak didepan aula Museum Kebangkitan Nasional usai deklarasi Sumpah Pemuda 2.0 terlihat ramai oleh para blogger yang begitu antusias mengikuti lomba Historia, sebuah lomba interaktif bernuansa napak ...
Posting Terkait
KARTU POS DARI LIBERIA
SUNGGUH bahagia dan terharu hati saya hari ini. Sebuah kartu pos dari Liberia kiriman dari rekan blogger yang bertugas disana, Kang Luigi Pralangga telah "hinggap" dengan manis di meja kerja ...
Posting Terkait
RIZKY, FUTSAL DAN GELIAT KENANGAN MASA SILAM
Mulai Hari Minggu (5/12), anak pertama saya Rizky yang baru merayakan ulang tahunnya ke 8 tanggal 25 November 2010, ikut aktif dalam latihan Futsal yang diadakan khusus untuk kelas II ...
Posting Terkait
SLEEPLESS IN BANDUNG : NGOPI ASYIK DI CAFE IGELANCA DAGO
emuanya terjadi begitu saja. Spontan. Tak terduga. Tak terencana. Malam itu, Selasa (3/4) saya sedang asyik menyantap makanan di Bakmi Malang Karapitan (BMK) di depan Bandung Indah Plaza Jl.Merdeka Bandung, ketika ...
Posting Terkait
WISATA BUDAYA MADURA (4) : KEMEGAHAN KERATON SUMENEP DAN PESONA MASJID JAMI’ YANG MENGGETARKAN
atahari bersinar cerah, hari Sabtu (14/12), saat kami semua berkumpul di ruang makan Hotel Family Nur Sumenep. Badan saya relatif sudah terasa lebih segar, seusai sarapan dan tidur cukup setelah ...
Posting Terkait
MENIKMATI SENJA MEREKAH DI AWAL RAMADHAN 1432 H
emburat merah jingga nampak terlihat indah dilangit Cikarang. Dari atas sepeda motor Honda Revo, saya menyaksikan pemandangan senja itu dengan hati didera keharuan mendalam. Ramadhan hari pertama tahun ini, sungguh ...
Posting Terkait
P3I PII : MERETAS JALAN MENUJU INSINYUR PROFESIONAL
ari Rabu (9/3) saat rona gerhana mewarnai langit pagi Jakarta, saya bersama rekan kantor saya, Ishak Lambang Karunia serta adik angkatan saya di Teknik Mesin UNHAS yang juga tetangga di ...
Posting Terkait
FILM HABIBIE AINUN : ROMANTISME DALAM BINGKAI CINTA SEJATI
udah lama sebenarnya niat untuk menonton film ini bersama istri tercinta terpendam dalam hati. Akhirnya, pada hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (24/1), kami sekeluarga akhirnya menonton film ...
Posting Terkait
IDBLOGILICIOUS MAKASSAR : SERU, MERIAH, INSPIRATIF ! (Bagian Pertama)
Jum'at siang (21/5) Pesawat Boeing 737 dari Maskapai Penerbangan Lion Air yang saya tumpangi bersama Kukuh TW (Direktur Teknik IDBlognetwork), Mubarika Darmayanti (Direktur Bisnis IDBlognetwork), Radityo DA (Media & Financial ...
Posting Terkait
MORNING, SEMOGA CAHAYA PAGI SELALU BERSAMAMU
Morning has broken, like the first morningBlackbird has spoken, like the first birdPraise for the singing, praise for the morningPraise for the springing fresh from the word(Cat Steven, "Morning Has ...
Posting Terkait
CATATAN TERTINGGAL DARI SUMPAH PEMUDA 2.0 (Bagian Kedua)
KARTU POS DARI LIBERIA
RIZKY, FUTSAL DAN GELIAT KENANGAN MASA SILAM
SLEEPLESS IN BANDUNG : NGOPI ASYIK DI CAFE
WISATA BUDAYA MADURA (4) : KEMEGAHAN KERATON SUMENEP
MENIKMATI SENJA MEREKAH DI AWAL RAMADHAN 1432 H
P3I PII : MERETAS JALAN MENUJU INSINYUR PROFESIONAL
FILM HABIBIE AINUN : ROMANTISME DALAM BINGKAI CINTA
IDBLOGILICIOUS MAKASSAR : SERU, MERIAH, INSPIRATIF ! (Bagian
MORNING, SEMOGA CAHAYA PAGI SELALU BERSAMAMU

Related Posts

One thought on “JADI KHATIB KULTUM TARAWIH LAGI..

  1. Masya Allah …
    moga menjdi amal ibdah gan..
    dan maksh infonya dari blog agan
    Semoga blog ini tetap eksis dan menjadi blog yang terbaik dalam memberikan informasi
    Salam kualitas dari saya gan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.