IDUL FITRI DAN “PENGGELEDAHAN DIRI”

998943_10151739712677311_1965249160_n (1)

Idul Fitri bagi saya adalah sebuah “jalan” untuk penggeledahan diri. Introspeksi, melihat lebih dalam sejauh mana saya memaknai hari kemenangan itu dalam nuansa perenungan tentang kualitas ibadah yang saya lakoni untuk sang Khalik secara vertikal dan juga hubungan horizontal bersama keluarga, tetangga, sahabat serta masyarakat. Idul Fitri yang bermakna “Kembali kepada Fitrah” dimana setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, diharapkan umat Islam yang tekun menunaikannya, lahir kembali laksana bayi yang suci tanpa dosa dan salah. Bulan Ramadhan menjelma menjadi madrasah Takwa untuk “melahirkan kembali” insan yang taat menjalankan perintah agama, tangguh, gigih, rendah hati dan mulia

Dalam konteks relasi antar manusia, Idul Fitri, khususnya di Indonesia, memiliki peran penting karena aksentuasi silaturrahmi (menyambung kasih sayang) yang kental didalamnya, membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk berinteraksi dalam spirit kedamaian dan harmoni. Idul Fitri menjadi momentum sakral dan strategis untuk membina kembali hubungan dengan semangat kekeluargaan.

Romantika mudik menjelang Idul Fitri yang penuh hiruk pikuk dan kemacetan dari beragam moda transportasi kembali ke kampung halaman, tidak semata melampiaskan rasa rindu pada orang tua, kerabat maupun handai tolan. Mudik memiliki dimensi menjalin persaudaraan yang kokoh, dengan saling memaafkan atas segala keikhlafan dan meneguhkan janji untuk terus memelihara hubungan baik antar sesama. Berkumpulnya segenap anggota keluarga yang terpisah oleh ruang dan waktu dalam sebuah momen lebaran menjadi momen yang sangat berharga dan membahagiakan. Saya senantiasa mengenang Idul Fitri ini sebagai saat-saat indah serta mengharukan.

Dalam konteks Negara, Idul Fitri menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Esensi Idul Fitri diharapkan mampu melerai segala kebencian, iri, dan dengki yang merajai hati, tidak berhenti pada saat bersalaman saling memaafkan belaka namun seterusnya, jalinan persaudaraan dan kerjasama ini menjadi kian kokoh, untuk membangun masa depan Indonesia lebih baik.

Amril Taufik Gobel
Blogger (www.daengbattala.com)
amriltg@gmail.com

Catatan:

Tulisan ini dimuat di Kompas Siang Selasa 6 Agustus 2013 (Rubrik Forum) 

Related Posts
SERAH TERIMA HADIAH LOMBA XLNETRALLY 2011
cara ini sudah berlangsung minggu lalu. Tepatnya Hari Jum'at, 19 Agustus 2011 bertempat di Kantor PT XL Axiata Gedung Prima Lt.8 Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan. Kebetulan, disaat yang sama ...
Posting Terkait
MUDIK LEBARAN KE YOGYA (3) : DARI MUSEUM BENTENG VREDEBURG HINGGA KE KOMPLEKS MAKAM RAJA IMOGIRI
ekitar pukul 11.30 siang, Rabu (30/7), kami check-out dari hotel Malioboro Palace dan dengan menumpang taksi kami pulang ke Kuncen. Disana kami bertemu dengan kakak Ipar saya, mas Sukarjana yang ...
Posting Terkait
KEMERIAHAN SENSASIONAL DALAM BLOGILICIOUS MILAD JAKARTA (Bagian Pertama)
abtu pagi (25/6), gairah saya begitu menggebu untuk hadir di acara terakhir dari rangkaian 7 kota penyelenggara Blogilicious, yang kali ini dilaksanakan oleh rekan-rekan Komunitas Blogger Depok sebagai panitia lokal ...
Posting Terkait
Komodo (sumber : Kompas.com)
Menarik sekali membaca blog Mas Priyadi yang membahas soal Fakta-Fakta di Balik New 7 Wonders yang digagas oleh sebuah perusahaan privat di Swiss untuk melakukan pemilihan 7 keajaiban dunia baru ...
Posting Terkait
SMES MAUT SI ATLET MONTOK MENGGEMASKAN !
  Minggu malam (21/2) saya berkesempatan kembali menjajal kemampuan lama saya sebagai pemain tenis meja dalam rangka pertandingan olahraga memperingati HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2009 mewakili RT 02 melawan RT ...
Posting Terkait
PUISI ULANG TAHUN YANG MENYENTUH
Ulang Tahun saya yang ke-38 kemarin (9/4) sungguh sangat berkesan. Terutama karena begitu besarnya perhatian dan kepedulian kawan-kawan saya dari komunitas maya berupa doa dan ucapan selamat, mulai dari komentar ...
Posting Terkait
KISAH MUDIK 2010 (2) : TERHALANG BANJIR DAN DERITA MACET SEPANJANG MALAM
Dari Garut, kendaraan kami melaju kencang menyusuri pebukitan yang teduh namun minim penerangan lampu jalan. Pak Heru mengendarai kendaraannya dengan hati-hati. Dibelakang, Alya terbatuk-batuk tak bisa tidur. Rupanya radang tenggorokannya ...
Posting Terkait
NONTON FILM LASKAR PELANGI DI “TV TANCAP”
Suasana lingkungan kediaman kami di Jalan Antilop V Blok H3 dan I1 Kota Jababeka Perumahan Cikarang Baru begitu semarak tadi malam Sabtu (15/8) yang melaksanakan acara Syukuran Kemerdekaan RI ke ...
Posting Terkait
BERSEPEDA DENGAN (SEPENUH) HATI
agi saya, aktifitas bersepeda bukan hanya merupakan sebuah kegiatan yang tidak hanya memiliki keuntungan bagi kesehatan namun lebih dari itu : sebuah romansa kenangan senantiasa menyertainya. Waktu masih bersekolah di ...
Posting Terkait
CATATAN DARI LOKAKARYA ENERGI NASIONAL : KETAHANAN ENERGI UNTUK KEDAULATAN & KEMAKMURAN NEGERI (Bagian Kedua)
resentasi dari SKK Migas yang dibawakan oleh Sulistya Hastuti Wahyu nampaknya menjadi salah satu materi yang ditunggu-tunggu oleh para peserta Lokakarya. Dalam presentasinya Sulistya yang juga adalah Vice President Management ...
Posting Terkait
SERAH TERIMA HADIAH LOMBA XLNETRALLY 2011
MUDIK LEBARAN KE YOGYA (3) : DARI MUSEUM
KEMERIAHAN SENSASIONAL DALAM BLOGILICIOUS MILAD JAKARTA (Bagian Pertama)
NEW 7 WONDERS DAN KONTRAVERSI YANG MENYERTAINYA
SMES MAUT SI ATLET MONTOK MENGGEMASKAN !
PUISI ULANG TAHUN YANG MENYENTUH
KISAH MUDIK 2010 (2) : TERHALANG BANJIR DAN
NONTON FILM LASKAR PELANGI DI “TV TANCAP”
BERSEPEDA DENGAN (SEPENUH) HATI
CATATAN DARI LOKAKARYA ENERGI NASIONAL : KETAHANAN ENERGI

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *