MENIKMATI KEHIJAUAN NEGERI, MELERAI LETIH DAN PERIH

HijauNegeriku

Keterangan foto: Hijau Negeriku, karya Adi Wiratmo, Potret Mahakarya Indonesia, Dji Sam Soe

Anakku sayang Rizky & Alya

Selalu terbayang dalam benak ayah, bagaimana kalian menikmati masa liburan di kampung sembari menyusuri pematang sawah eyang dan dipinggirnya padi tumbuh subur menghijau atau tatkala kita bersepeda menyusuri kawasan Botanical Garden Kota Jababeka yang dipenuhi oleh pepohonan teduh dan asri tak jauh dari rumah kita. Ekspresi wajah kalian menunjukkan rasa senang yang membuncah, kegembiraan yang meluap-luap dan refleksi kekaguman atas keagungan ciptaanNya yang memukau. Ya, kehijauan itu memang tak hanya indah anakku, tapi juga menenangkan jiwa, melerai rasa letih dan perih.

Kehijauan memang terasa semakin “mahal” kita rasakan belakangan ini, anakku, terlebih ketika ruang terbuka hijau untuk publik kian terpinggirkan oleh deru modernisasi kota yang terus berpacu. Dari 491 kabupaten/kota, sebagian besar hanya bisa memenuhi 9 sampai 10 persen ruang terbuka hijau. “Padahal menurut peraturan pemerintah tentang rancangan tata ruang wilayah (RTRW), setiap kabupaten/kota harus menyediakan 30 persen ruang terbuka hijau untuk publik,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di sela pembukaan Hari Tata Ruang, Senin, 9 Juli 2012 (dikutip dari sini).

“Hutan” beton tumbuh pesat dan kita semakin merasakan “kemewahan” untuk merasakan Hutan dan kehijauan itu dalam arti yang sebenar-benarnya.

Zaman memang telah banyak berubah, anakku. Seperti dikutip dari tautan ini, Ruang terbuka hijau di Jakarta tinggal 9,8 persen. Beberapa diantaranya taman-taman peninggalan Belanda. Sebut saja Taman Menteng yang konon menjadi taman pertama yang dibangun arsitek Belanda. Lalu ada Taman Surapati dan Taman Kebayoran. Di Bandung, berdasarkan data Badan Pengendalian Lingkungan Hidup tahun 2007 ruang terbuka hijau hanya tersisa 8,76 persen. Padahal pemerintah kolonial Belanda konon berencana membangun Bandung sebagai kota taman. Tapi pemerintah daerah membuat tata ruang kota jadi semrawut. Daerah Kawasan Bandung Utara (KBU) sebagai wilayah resapan air, banyak yang kini beralih fungsi jadi permukiman, penginapan, hingga tempat wisata kuliner.

Penelitian di Belanda menyebutkan lingkungan hijau dapat menurunkan risiko manusia terserang berbagai penyakit. Penelitian yang diterbitkan Journal of Epidemiology and Community Health menyebutkan, mereka yang tinggal di radius 1 kilometer dari ruang terbuka hijau lebih rendah terkena serangan jantung, gangguan otot, gangguan mental, dan penyakit pernafasan.

alyateriak

Anakku sayang Rizky & Alya,

Kita jangan sampai putus harapan, atas kehijauan itu. Ayah tak akan membiarkan kalian kehilangan kegembiraan dan suka cita yang sudah seyogyanya kalian rasakan. Menyaksikan kalian dengan wajah riang turut bersama-sama ayah menanam pohon jambu dan mangga didepan rumah kita atau dengan antusias mengiringi Eyang dan Paklik Ahmad ke sawah serta melihat kalian berteriak senang bersepeda menyusuri keteduhan pepohonan Botanical Garden Kota Jababeka Cikarang, adalah merupakan kebahagiaan yang luar biasa.

alya&rizky

Kita mesti memperjuangkannya, demi masa depan bangsa ini menjadi lebih baik. Bagaimanapun kepedulian pada lingkungan menjadi prioritas agar kualitas hidup kita kian meningkat. Sekecil dan sesederhana apapun usaha yang sudah dilakukan, mulai dari menanam pohon, menyiram bunga dan tanaman, konservasi lahan hingga reboisasi hutan merupakan kontribusi besar bagi upaya-upaya penyelamatan dan keselarasan lIngkungan. Kita memiliki hak untuk melerai letih dan perih dengan menikmati setiap percik kehijauan di negeri ini.

Ayah membayangkan, akan ada Taman di kota kita seperti Taman Keukenhof di Lisee, Belanda (yang dijuluki The Garden of Europe) dimana 7 juta bunga mulai dari Tulip, Daffodil hingga Anggrek bermekaran indah setiap musim semi . Atau seperti Kings Park di Perth yang ayah kunjungi bulan Agustus lalu, dimana hamparan rumput halus, arena rekreasi anak-anak, teduh pepohonan serta monumen kepahlawanan berpadu menawan dalam harmoni mengesankan. Kita mesti memperjuangkannya anakku, seperti yang sudah dihadirkan oleh “Dji Sam Soe Potret Mahakarya” dengan sajian visual keindahan dan kehijauan alam sebagai inspirasi kita untuk melangkah pasti, untuk masa depan yang lebih baik.

 

 

Related Posts
P3I PII : MERETAS JALAN MENUJU INSINYUR PROFESIONAL
ari Rabu (9/3) saat rona gerhana mewarnai langit pagi Jakarta, saya bersama rekan kantor saya, Ishak Lambang Karunia serta adik angkatan saya di Teknik Mesin UNHAS yang juga tetangga di ...
Posting Terkait
KUNJUNGAN MEDIA TIM PESTA BLOGGER 2010 DI JOGJAKARTA
Pukul 09.10 pagi, pesawat Garuda GA 204 yang ditumpangi oleh 4 orang tim Pesta Blogger 2010 (PB2010) antara lain saya, mbak Agatha atau lebih dikenal dengan Mbak Dos, pengajar Blogshop ...
Posting Terkait
BUKU “CERITA DI BALIK NODA” : UNTAIAN HIKMAH BAHKAN DARI SEPERCIK NODA
Judul Buku : Cerita Di Balik Noda (42 Kisah Inspirasi Jiwa) Penulis : Fira Basuki Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia Halaman : xii + 235 Cetakan : Pertama, Januari 2013 ISBN :978-979-91-0525-7 aya membeli buku ini ...
Posting Terkait
Ronda Malam yang saya laksanakan kemarin malam (21/3) sungguh menyisakan kesan tersendiri dalam batin. Setiap malam minggu, 2 bulan sekali, saya mendapat jatah giliran ronda di wilayah RT tempat saya ...
Posting Terkait
PILKADA JAWA BARAT 2008 DAN KAMPANYE VIA WEB 2.0
HIRUK PIKUK kampanye Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 mulai terasa di wilayah sekitar rumah tempat saya tinggal, perumahan Cikarang Baru Kota Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kampanye yang dicanangkan sejak ...
Posting Terkait
KULINER DASHYAT MAKASSAR SELAIN COTO DAN SOP KONRO
pa yang terbersit dalam benak anda ketika seseorang mengajak anda berbincang tentang kuliner di Makassar?. Mungkin saja anda akan langsung menyebut "Coto" atau "Sop Konro" sebagai dua santapan paling populer khas "Kota ...
Posting Terkait
SUNGGUH TAK MUDAH MENJADI AYAH
MENJADI ayah sungguh sangat tidak mudah. Terutama ketika mengatasi pertanyaan-pertanyaan tak terduga dari Putra sulung saya, Rizky. Bocah yang akan memasuki usia kelima tanggal 25 November nanti ini nampaknya memang ...
Posting Terkait
PERKENALKAN : POLISI LALULINTAS CILIK BERGIGI OMPONG  :)
Hari ini, Jum'at (17/7) saya mengantar Rizky ke sekolah dengan seragam polisi lalu lintas. Kebetulan hari ini adalah hari terakhir Masa Orientasi Sekolah (MOS) di SDIT An Nur dan dihari ...
Posting Terkait
CATATAN DARI LOKAKARYA ENERGI NASIONAL : KETAHANAN ENERGI UNTUK KEDAULATAN & KEMAKMURAN NEGERI (Bagian Ketiga)
eusai makan siang, Lokakarya Energi Nasional dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Ketua Tim Reformasi Tatakelola Migas Faisal Basri dipandu oleh Ketua Komunitas Migas Indonesia S.Herry Putranto. Beliau membuka presentasinya dengan ...
Posting Terkait
P3I PII : MERETAS JALAN MENUJU INSINYUR PROFESIONAL
KUNJUNGAN MEDIA TIM PESTA BLOGGER 2010 DI JOGJAKARTA
BUKU “CERITA DI BALIK NODA” : UNTAIAN HIKMAH
SEBUAH “ROMANSA” BERHARGA DARI RONDA
PILKADA JAWA BARAT 2008 DAN KAMPANYE VIA WEB
VIDEO : FOREST TALK WITH BLOGGERS @PALEMBANG
KULINER DASHYAT MAKASSAR SELAIN COTO DAN SOP KONRO
SUNGGUH TAK MUDAH MENJADI AYAH
PERKENALKAN : POLISI LALULINTAS CILIK BERGIGI OMPONG
CATATAN DARI LOKAKARYA ENERGI NASIONAL : KETAHANAN ENERGI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *