“VITAMIN” MOTIVASI MENGGALI POTENSI DIRI DARI MERRY RIANA

MR-1
Talk show Merry Riana, yang dikenal sebagai motivator ulung dan memiliki ikon “Mimpi Sejuta Dollar”tadi malam dalam acara MLD Talk-In , Rabu (20/11) di Jababeka Center, Marketing Gallery Movieland Kota Jababeka Cikarang meninggalkan kesan yang mendalam buat saya. Dihadapan sekitar 500-an peserta yang hadir (malah sebagian diantaranya terpaksa berdiri dibelakang karena tidak dapat kursi), Merry tampil memikat dengan menyampaikan pesan motivasi yang membumi dan mengena di hati. Berbeda dengan event MLD Talk-In yang saya hadiri bulan Juni silam dan menghadirkan penulis terkemuka Dewi”Dee”Lestari (baca reportasenya disini), event tadi malam begitu meriah dan ramai. Bahkan area dibuka lebih lebar hingga dua kali lipat dari acara sebelumnya untuk menampung hadirin yang datang.

MR-2

Dipandu oleh pembawa acara yang kocak dan heboh, Ita Sembiring, acara ini terasa lebih hidup dan bergairah. Merry memulai presentasinya dengan mengajak hadirin untuk berdiri lalu mengikuti yel-yel yang diserukannya. “Indonesia!” , teriaknya lantang seraya mengepalkan tangan ke udara. “Pasti Bisa!” balas hadirin lebih kencang dengan aksi mengepalkan tangan pula ke atas. “Ice Breaking” yang dilakukan oleh Merry setidaknya membuat kami semua yang hadir tersentak dan kian bersemangat untuk menyimak materi yang disajikan.

MR4

Merry kemudian memulai dengan mengungkapkan bagaimana rahasia belajar yang efektif yakni : Partisipasi, Open Mind (pikiran terbuka) dan Action. Menurut wanita kelahiran Jakarta 29 Mei 1980 ini, partisipasi berarti peran serta hadirin untuk ikut terlibat secara aktif selama seminar/talkshow berlangsung dengan begitu nilai-nilai dan pesan-pesan yang disampaikan bisa terserap dengan baik. Sementara Open Mind dimaknai sebagai bagaimana cara pandang kita terhadap sesuatu dengan melihatnya dalam perspektif lebih luas, positif dan terbuka. Tidak hanya cara pandang namun sikap kita pula seyogyanya ikut terbuka. Sedangkan Action dapat diartikan sebagai kita mesti melakukan sesuatu, tak ada gunanya setelah mengikuti seminar motivasi lantas hanya berhenti jadi sekedar referensi. “Harap diingat, seminar motivasi laksana pemantik api, untuk menjaga nyalanya tetap terjaga, maka teruslah lakukan sesuatu sesuai dengan spirit seminar itu. Jangan berhenti,” ucap jebolan Electrical and Electronics Engineering (EEE) di Nanyang Technological University (NTU) Singapura ini dengan mata berbinar.

mr6

Merry kemudian menuturkan kisah jatuh bangunnya hingga kemudian sukses menjadi Entrepreneur wanita yang sukses di usia muda serta kini menjadi seorang Speaker, Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia. Kerusuhan 1998 di Jakarta menguburkan impiannya untuk melanjutkan kuliah dan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, oleh keluarganya, Merry diminta bersekolah di luar negeri. Karena pertimbangan jarak yang relatif dekat, Singapura menjadi pilihan negara tempatnya menuntut ilmu. Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri, Merry sempat gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Technological University. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula, Merry meminjam dana dari Pemerintah Singapura. Ia meminjam dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi setelah ia lulus kuliah dan bekerja.

Dengan hanya mengantungi $S 10 seminggu Merry harus pandai-pandai mengatur keuangannya dengan cara berhemat. Merry menyiasatinya dengan hanya makan mie instant di pagi hari,makan siang dengan 2 lembar roti tanpa selai. “Yang menyedihkan, saya kerapkali memakan bekal saya itu, ditempat tersepi di kampus, yakni toilet,”katanya mengenang. Kehidupan yang sangat memprihatinkan tersebut mendorongnya untuk mencari penghasilan diluar kegiatan kuliahnya di kampus. Dari mulai membagikan pamflet/brosur di jalan,menjadi penjaga toko bunga,dan menjadi pelayan Banquet di hotel.

“Menjalani kehidupan yang memprihatinkan itu membuat saya tersadar, saya harus mengubah nasib saya menjadi lebih baik dan orang yang bisa merubahnya tak lain diri saya sendiri,” ujarnya dengan mata berbinar. Titik balik itu terjadi saat ia merayakan ulang tahun ke-20. “Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia ke-30. Itulah mimpi sejuta dollar saya yang membuat saya bangkit dan terus maju,” tambah ibu 2 anak ini. Merry menyatakan jika selama ini dia hanya “bertahan” dalam arti pasrah dengan keadaan yang ada, maka ia merubah mindset-nya dengan “berjuang” untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik, tanpa menyerah.

Dengan bekerja keras dan bertindak cerdas, Merry berhasil meraih mimpinya menghasilkan S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun. Kiprahnya ini diabadikan di artikel The Strait Times pada tanggal 26 Januari 2007 yang berjudul “She’s made her first million at just age 26” (“Ia mencapai satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun”) serta buku ” Mimpi Sejuta Dolar ” yang langsung menjadi National Bestseller hanya dalam waktu 1 bulan setelah peluncurannya.

MR3

Ada momen menarik yang cukup mengharukan semalam. Seorang peserta perempuan yang nampaknya berasal dari Singapura datang khusus untuk menemui Merry. Pada kesempatan bertanya, ia menanyakan dalam bahasa Inggris, apakah ia bisa memeluk dan mencium pipi Merry karena hal ini sangat didambakannya saat bertemu dengan sosok idolanya itu. Merry memenuhi permintaan tersebut dan mereka pun berpelukan diatas panggung diiringi tepuk tangan gemuruh hadirin.

“Saya memiliki 3 tips sederhana untuk bisa meraih sukses yaitu: Think Big, Start Small and Move Fast”, kata Merry. Ia kemudian menjelaskan bahwa Think Big bisa dimaknai sebagai bermimpi besar untuk meraih harapan yang kita inginkan dimasa depan. “Start Small adalah mulailah dari hal yang kecil, tapi intens dan konsisten, jalani prosesnya dan nikmatilah. Itu menjadi bagian dari perjuangan kita, serta Bergeraklah lebih cepat (Move Fast), jangan ketinggalan, kejarlah impian itu dengan penuh semangat,” kata Merry selain menjadi Financial Consultant terkemuka juga mendirikan MRO (Merry Riana Organization). Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda. Anggota timnya di lembaga ini bahkan tergolong muda, berusia 20-30 tahun.

Dikesempatan tersebut, Merry juga menjelaskan hirarki untuk mencapai Kebebasan Finansial (Financial Freedom) yaitu dimulai dari Financial Mess (kekacauan finansial) dimana pada saat itu seseorang masih kacau balau mengelola keuangannya bahkan kerapkali pengeluaran jauh lebih besar dari pendapatan, berikutnya adalah Financial Security (Keamanan finansial) dimana pada tahap ini, seseorang sudah mulai bisa mengatur keuangan dengan lebih baik termasuk memiliki tabungan untuk membiayai hidupnya paling tidak 3-6 bulan kedepan. Tahapan selanjutnya adalah Financial Flexibility (Fleksibilitas Finansial) dimana seseorang bisa lebih luwes dalam mengatur keuangannya bahkan bisa melakukan investasi jangka panjang, dan yang terakhir barulah Financial Freedom (Kebebasan Finansial) dimana seseorang sudah lebih memiliki keleluasaan lebih besar dalam mengelola keuangannya dengan masa depan yang lebih baik.

Menjelang acara ditutup, Merry mengungkapkan kutipan menarik yang juga menjadi salah satu prinsip hidupnya:“There’s no growth in comfort zone, and there’s no comfort when we growth” (Tidak ada pertumbuhan ketika kita berada di zona nyaman, dan tidak ada kenyamanan saat kita sedang bertumbuh). Merry meyakini tantangan berat yang dihadapi saat kita bertumbuh menjadi lebih baik memang tidak nyaman, namun itu menjadi hikmah terbaik untuk bangkit dan belajar dari kesalahan. “Zona nyaman seringkali memerangkap kita sehingga kita tak bisa leluasa untuk tumbuh, justru kita akan semakin banyak belajar dari kesalahan dan kegagalan ketika kita keluar dari zona nyaman dan berjuang dengan penuh keyakinan,” tutup Merry yang disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Rangkaian acara semalam berakhir pukul 20.30 dan diakhiri dengan foto bersama serta penandatanganan buku sambil diiringi musik indah dari “Kilas Balik” Band. Terimakasih kepada Merry Riana atas “Vitamin” motivasi yang telah diberikan dan sangat bermanfaat buat kami semua yang hadir. Terimakasih pula pada MldTalk_In dan GB Club Jababeka yang telah menyelenggarakan acara inspiratif ini, semoga dimasa-masa mendatang, acara serupa kembali digelar di Cikarang.

 

Related Posts
KOTA DELTAMAS, MENGEMAS HARMONI KAWASAN HUNIAN DAN INDUSTRI DENGAN CITARASA BERKELAS
 Kehijauan rerumputan pada gerbang masuk Kota Deltamas (sumber) ak jauh dari tempat saya bermukim di Cikarang, Kota Deltamas hadir dengan daya pikat tersendiri yang memukau. Tidak hanya karena kawasan kota mandiri ...
Posting Terkait
BLOGFAM DAN UPAYA MENGUMPULKAN KENANGAN YANG TERSERAK
Kopdar Blogfam di Plaza Semanggi, 2006 elalu saja ada rasa haru yang berdesir di sudut hati ketika nama Blogfam (Blogger Family) disebut. Ada banyak kenangan indah yang terjadi selama saya bergabung ...
Posting Terkait
DARI MODIS KOMPASIANA BERSAMA JACOB OETAMA : KEMANUSIAAN YANG TRANSENDENTAL ADALAH INTI KETEGARAN BERTAHAN
KOMPASIANA Monthly Discussion (Modis) yang saya hadiri hari ini, Sabtu (27/3), benar-benar menyisakan kenangan mendalam dihati. Bertatap muka secara langsung, untuk pertama kalinya dengan salah satu "living legend" dunia Pers ...
Posting Terkait
COMING SOON : SABERIN
  Minggu ini saya akan mencoba sesuatu yang baru dalam kiprah per-blogging-an saya. Dengan mengumpulkan segenap keberanian yang ada dan kemampuan menulis yang ala kadarnya, saya memulai sebuah eksperimen penulisan kisah ...
Posting Terkait
IDBLOGILICIOUS MAKASSAR : SERU, MERIAH, INSPIRATIF ! (Bagian Pertama)
Jum'at siang (21/5) Pesawat Boeing 737 dari Maskapai Penerbangan Lion Air yang saya tumpangi bersama Kukuh TW (Direktur Teknik IDBlognetwork), Mubarika Darmayanti (Direktur Bisnis IDBlognetwork), Radityo DA (Media & Financial ...
Posting Terkait
HARI BLOGGER NASIONAL DAN SOLIDARITAS SOSIAL MENYIKAPI BENCANA
Hari ini, 27 Oktober 2010, kita semua merayakan Hari Blogger Nasional. Sebuah momen bersejarah yang ditorehkan pada tahun 2007 saat Pesta Blogger pertama digelar di Blitz Megaplex Jakarta oleh Menkominfo (waktu ...
Posting Terkait
SATU TAHUN KOMUNITAS BLOGGER BEKASI : SEBUAH MIMPI YANG MENJADI
Gelap Malam telah melingkupi kawasan pintu Tol Jatibening dan sekitarnya saat saya dan Mas Yulyanto yang mengendarai mobil Isuzu Panther melintasinya. Tak terlalu banyak kendaraan yang melewati pintu tol tersebut ...
Posting Terkait
THERE’S SOMETHING PINKY IN MY HEART
Saya dan Rahman bernyanyi duet dalam acara perpisahan SMPN 2 Maros, Juli 1986 "ADA bagian merah jambu yang romantis dalam hatimu, pik" ,ujar kawan saya di SMP Negeri 2 Maros, Abdul Rahman pelan ...
Posting Terkait
WISATA BAHARI & FIELD TRIP “MENGENAL SULSEL BERSAMA ONLINERS”
Paraikatte sekalian, Ingin belajar tentang ekosistem laut? Ingin melihat kehidupan nelayan dari dekat? Menikmati sunrise di pantai? Mengunjungi hutan mangrove? Belajar tentang pengolahan sampah dan bagaimana menggunakan teknologi tepat lingkungan? Yuk ikutan ...
Posting Terkait
XLNETRALLY(5) : JEJAK LAKSAMANA CHENG HO DI KAWASAN SAM POO KONG
eusai mengikuti perjalanan wisata sejarah ke Lawangsewu, Minggu (24/7), kami semua rombongan XLNetRally melanjutkan perjalanan menuju kawasan Sam Poo Kong. Kawasan ini seperti dikutip dari situs Visit Semarang dikenal juga ...
Posting Terkait
KOTA DELTAMAS, MENGEMAS HARMONI KAWASAN HUNIAN DAN INDUSTRI
BLOGFAM DAN UPAYA MENGUMPULKAN KENANGAN YANG TERSERAK
DARI MODIS KOMPASIANA BERSAMA JACOB OETAMA : KEMANUSIAAN
COMING SOON : SABERIN
IDBLOGILICIOUS MAKASSAR : SERU, MERIAH, INSPIRATIF ! (Bagian
HARI BLOGGER NASIONAL DAN SOLIDARITAS SOSIAL MENYIKAPI BENCANA
SATU TAHUN KOMUNITAS BLOGGER BEKASI : SEBUAH MIMPI
THERE’S SOMETHING PINKY IN MY HEART
WISATA BAHARI & FIELD TRIP “MENGENAL SULSEL BERSAMA
XLNETRALLY(5) : JEJAK LAKSAMANA CHENG HO DI KAWASAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *