PUISI: SECANGKIR KOPI DAN KENANGAN AKHIR TAHUN

1/

Secangkir kopi yang kau seduh dengan sedih

Sejatinya menjadi aura atas segala perih

yang disenandungkan dengan nada lirih

bersama kemilau mentari senja yang kerap membuatmu risih

2/

Di akhir tahun semua kenangan yang indah terpatri

membuat semua jejak kita jadi kian berarti

membingkai gejolak rindu di langit hati

juga setiap percik pesonamu yang tak akan terganti

3/

Di beranda ini

Kita menghirup secangkir kopi sembari menghayati

segenap rasa yang mengalir tanpa henti di sanubari

pada akhirnya kita tak akan bisa memungkiri

kita telah menggantungkan harapan pada janji yang ringkih

4/

Pada kelam sepi

Kita melarutkan serpihan gundah itu di pekat kopi

lalu menyaksikan langit malam berpendar riuh oleh kembang api

dan lengking terompet tahun baru bagai merintih

5/

Dan kitapun harus berpisah tanpa kata “tapi”

jika memang tak ada jalan untuk kembali

selalu ada alasan jumpa lagi dengan kata”demi”

Apapun itu, bahkan untuk secangkir kopi..

Cikarang,9 Desember 2013

 

Related Posts
PUISI : RESIDU RINDU
Ketika harapan tak terjelmakan dan ilusi tentangmu hanyalah bagian dari noktah kecil yang bersinar redup di langit malam, maka segala impian yang telah kita bangun mendadak sirna diterpa angin sementara kerlip kunang-kunang tetap tak ...
Posting Terkait
PUISI : MENJEJAK LANGKAH DI JEMBATAN SEJARAH
Waktu yang telah kau untai dengan tekun  bersama jejak-jejak ceria dan lukaberbaris di sepanjang selasar kenangan adalah tapak-tapak kiprahmu yang telah kau torehkan pada tahun-tahun dimana  kelam kecewa dan bening harapan menghiasi sekujur jembatan sejarah hidupmu bersama ratap ...
Posting Terkait
PUISI : MENGHAYATI BENING NUANSAMU
Adakah kerlip bintang di langit dan spektrum cahayanya yang berkilau menerangi jernih bola matamu adalah tanda harapan masih terbersit disana? Setelah luka kehilangan itu perlahan pudar jejaknya dan kita kembali mengais-ngais remah-remah kenangan yang tersisa lalu menyatukannya kembali ...
Posting Terkait
PUISI : SEPOTONG EPISODE DI SUDUT PASAR MALAM NGARSOPURO
ita telah menganyam janji disana, pada sepotong sudut temaram bersama bintang yang menggigil dan kilau lampu di pasar malam Ngarsopuro "Kenangan itu mesti dikekalkan disini, bersamamu, agar senja yang mengapung indah dimatamu tak ...
Posting Terkait
PUISI : SEPANJANG BRAGA DAN SETERUSNYA.. (II)
emindai kembali jejakmu di sekujur tubuh Braga pada pagi ketika embun baru saja melapisi atas aspalnya dan halimun putih tipis yang melingkupi bagai sayap bidadari erat mendekap seperti melihatmu lagi tersenyum menyongsong hangat ...
Posting Terkait
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA DJALIL
Judul Buku : Cintaku Lewat Kripik Balado Penulis : Linda Djalil Prolog : Putu Wijaya Epilog : Jodhi Yudono Penerbit : Penerbit Buku Kompas , Juni 2011 Halaman : xii + 244 Halaman Ukuran : 14 ...
Posting Terkait
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
Kerapkali, kamu menganggap setiap noktah cahaya bintang di langit yang berpendar cemerlang, adalah bagian dari serpih kebahagiaan yang menguap ke langit "Setidaknya, aku bisa menyaksikan rasa yang hilang itu disana, menikmatinya dan ...
Posting Terkait
PUISI : ELEGI DINI HARI
Sepi Malam dan Kerik Jengkerik di Beranda Adalah dendang nyanyian rindu terlukis diam-diam pada rangka langit dan bintang yang mendelik cemburu sementara embun luruh perlahan menyentuh pucuk rerumputan, kaca jendela, helai daun, juga bening mataku ...
Posting Terkait
PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP
Seperti mendengarkan dongeng cinta yang absurd Kita selalu terbuai dalam pesona yang kerap kita sendiri tak bisa menafsirkannya Dan pada malam, ketika bintang berkelip genit di rangka langit serta rembulan perlahan meredup dibalik ...
Posting Terkait
Ya Allah, Pada Teduh MaghfirahMU Aku luluh terharu dalam sujud panjang Mengharap ampunan dan RidhaMU yang tak bertepi Pada bentang cakrawala, lengkung bianglala, bening kilau embun direrumputan bahkan pada jernih airmataku yang menitik pelan diujung sajadah di ...
Posting Terkait
PUISI : RESIDU RINDU
PUISI : MENJEJAK LANGKAH DI JEMBATAN SEJARAH
PUISI : MENGHAYATI BENING NUANSAMU
PUISI : SEPOTONG EPISODE DI SUDUT PASAR MALAM
PUISI : SEPANJANG BRAGA DAN SETERUSNYA.. (II)
NARASI KERESAHAN YANG LUGAS DAN PUITIS ALA LINDA
PUISI : MEMBENAMKAN LARA PADA SUNGAI KERINDUAN
PUISI : ELEGI DINI HARI
PUISI : SEBUAH RUANG TANPA RATAP
PUISI : LURUH DALAM TEDUH MAGHFIRAH-MU

5 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *